Tuesday, 21 April 2020

Tidak Tahan dengan Persepsi Netizen: Belva Devara, Mengundurkan Diri Sebagai Staf Khusus Presiden Joko Widodo

Tidak Tahan dengan Persepsi Netizen: Belva Devara, Mengundurkan Diri Sebagai Staf Khusus Presiden Joko Widodo

Belva Devara, Staf khusus presiden Joko Widodo resmi mengundurkan diri. Keputusan tersebut dipilihnya akibat viralnya polemik Ruangguru yang dipimpinnya. Menurut seluruh netizen +62 Ruangguru dianggap memiliki konflik kepentingan atas proyek Kartu Prakerja.

Menurut Belva Devara dalam postingan surat terbuka Instagram dengan komentar 10.870, keputusan itu dipilih karena Ia tidak ingin polemik yang terlanjur viral bersamaan dengan asumsi atau persepsi publik yang menilai banyak negatif tentang posisinya sebagai Stafsus Presiden menjadi berlarut-larut, yang dapat mengganggu konsentrasi Bapak Presiden Joko Widodo dan seluruh jajaran pemerintahan dalam bekerja menghadapi masalah COVID-19 yang kian mengkhawatirkan.

Dalam postingan surat terbuka itu, dia menyampaikan pengunduran dirinya sebagai Staf Khusus Presiden guna menghindari asumsi/persepsi publik berkepanjangan, yang dapat memecahkan konsentrasi Presiden dan suluruh jajarannya yang kini sedang menghadapi masalah COVID-19 yang semakin mengkhawatirkan. Di dalam surat itu juga, dia menyampaikan banyak berterimakasih kepada Bapak Presiden Joko Widodo yang telah memahami dan menerima pengunduran dirinya sebagai Staf Khusu Presiden.

Perlu diketahui wahai netizen yang budiman..., bahwa program Kartu Prakerja yang digalakan oleh pemerintah telah menyedot anggaran sebanyak Rp 20 triliun."Wooooow jumlah yang sangat vantastis". Dalam menjalankan rancana program tersebut, pemerintah telah bekerja sama dengan delapan perusahaan aplikator sebagai mitra, yakni Tokopedia, Maubelajarapa, Bukalapak, Pintaria, Sekolahmu, Pijarmahir, Sisnaker, dan Skill Academy by Ruangguru (pendirinya Adamas Belva Syah Devara). Hal itulah yang menyebabkan Belva Devara menganggap telah memanfaatkan jabatannya guna mendapatkan proyek yang bernilai Triliunan.

No comments:

Post a comment