Tuesday, 31 March 2020

Klasifikasi dan Morfologi Kelengkeng

Klasifikasi dan Morfologi Kelengkeng

Kelengkeng merupakan tanaman buah-buahan yang sangat digemari oleh masyarakat Indonesia. Nama ilmiah kelengkeng adalah Dimocarpus longan dari seku lerak-lerakan atau Sapindaceae.

Buah kelengkeng berasal dari Asia Tenggara. Oleh masyarakat Indonesia kelengkeng dikunsumsi langsung dalam keadaan segar atau dikeringkan untuk bahan pembuatan minuman. Buah kelengkeng rasanya sangat manis dan segar sehingga digemari oleh masyarakat.

Bagian batang kelenkeng yang berkayu oleh masyarakat dijadikan bahan konstruksi ringan rumah dan perkakas seperti meja, kursi, lemari, dan rak sepatu. Masyarakat Cina menjadikan biji, buah, daun, dan bunga sebagai bahan obat herbal tradisional.

Klasifikasi Tanaman Kelengkeng

Kingdom : Plantae
Infra Kingdom : Streptophyta
Sub Kingdom : Viridiplantae
Divisi : Tracheophyta
Super Divisi : Embryophyta
Sub Divisi : Spermatophytina
Kelas : Magnoliopsida
Ordo : Sapindales
Super Ordo : Rosanae
Famili : Sapindaceae
Genus : Dimocarpus Lour
Spesies : Dimocarpus Longan Lour

Morfologi Tanaman Kelengkeng

Akar kelengkeng

Tanaman kelengkeng memiliki sistem perakaran tunggang yang dilengkapi dengan akar samping yang kuat dan panjang. Akar berfungsi untuk menyerap unsur hara dan air dari dalam tanah serta sebagai penopang batang agar tetap berdiri kokoh.

Batang kelengkeng

Pohon kelengkeng mampu tumbuh mencapai tinggi sekitar 40 meter serta batang berdiameter 1 meter.

Tanaman kelengkeng memiliki batang berkayu keras berbentuk bulat serta memiliki banyak percabangan.

Batang kelengkeng memiliki banyak percabangan yang pertumbuhannya merapat dan mendatar atau disebut percabangan simpodial. Warna pada permukaan batang kelengkeng coklat dan kasar.

Daun kelengkeng

Daun tanaman kelengkeng merupakan daun mejemuk yang tumbuh saling berhadap-hadapan dalam satu tangkai. Setiap tangkai jumlah daunnya sekitar 3-6 pasang daun.

Bagian ujung daun meruncing dan struktur daunnya menyirip serta warnanya hijau muda sampai hijau tua.

Bunga kelengkeng

Terdapat dua macam bunga pada tanaman kelengkeng yaitu, monoesis dan diesis. Bunga tanaman kelengkeng merupakan bunga yang mejemuk dengan ukuran yang minimalis, bermahkota 5 helai, bewarna coklat kekuningan.

Buah kelengkeng

Buah kelengkeng berbentuk bulat hingga lonjong dilapisin dengan kulit tipis. Buah yang masih muda lapisan kulitnya bewarna hijau dan jika buah sudah matang akan berubah warna menjadi coklat. Permukaan buah kelengkeng bertekstur kasar dan berbintil-bintil, daging buah bewarna putih transparan dan di dalamnya terdapat biji.

Biji kelengkeng

Biji pada buah kelengkeng berbentuk bulat bewarna hitam mengkilat yang diselimuti daging buah. Biji kelengkeng sebagai alat berkembangbiakan dan dapat disemai sebagai bibit induk.

Klasifikasi dan Morfologi Wortel

Klasifikasi dan Morfologi Wortel

Tanaman wortel dengan nama latin Daucus carota L. merupakan tumbuhan bennial dengan siklus hidup biologi dua tahun. Wortel yang dimaksud sebagai tanaman bennial karena pada fase vegetatif dan generatif masing-masing membutuhkan waktu satu tahun. Pada tahun pertama wortel mengalami fase vegetatif yang dimana fase tersebut munculnya daun, batang, akar atau umbi, sedangkan memasuki tahun ke dua wortel mengalami fase generatif yang dimana bunga mulai muncul dan menghasilkan biji. Waktu yang lama dibutuhkan tanaman wortel untuk tumbuh dan berkembang tentunya akan merepotkan petani. Oleh sebab itu para pakar pertanian melakukan segala macam bentuk penelitian tanaman wortel dan pada akhirnya ditemukan tanaman wortel genjah yang pertumuhan dan perkembangannya dapat lebih cepat.

Di Indonesia wortel sering dijadikan bahan sayur-sayuran, dan minuman jus kesehatan serta sebagai bahan kecantikan.

Di Indonesia tanaman wortel banyak ditemukan di daerah dataran tinggi dengan ketinggian minimal 1000 mdpl dengan suhu optimal 15-21 derajat Celsius. Daerah penghasil wortel terbesar yaitu di daerah Batu, Nongkojajar, Dieng, dan Priangan.

Wortel pada umbinya memiliki kandungan vitamin A yang sangat terkenal manfaatnya untuk kesehatan mata. Mengkonsumsi wortel akan bermanfaat bagi manusia terutama bisa meningkatkan penglihatan jarak jauh. Tidak hanya vitamin A, wortel juga mengandung vitamin B1, B2, B3, B6, B9, dan C, Kalsium, zat besi, magnesium,fosfor, kalium, dan sodium.

Klasifikasi Tanaman Wortel

Kingdom : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Ordo : Apiales
Famili : Apiaceae
Genus : Daucus
Spesies : D. carota
Nama binomial : Daucus carota L.

Morfologi Tanaman Wortel

Akar wortel

Tanaman wortel memiliki sistem perakaran tunggang. Akar wortel selain berfungsi sebagai menyerap unsur hara dan air dalam tanah juga sebagai tempat penyimpanan cadangan makanan. Sehingga akar wortel akan terus berkembang dan membesar membentuk umbi yang dapat dikonsumsi oleh manusia. Ukuran umbi wortel memiliki panjang 30 cm dengan diameter 6 cm.

Batang wortel

Tanaman wortel memiliki batang yang tidak bercabang dan sebagai tempat kedudukan tangkai daun. Batang wortel dengan struktur yang keras, berwarna kekuning-kuningan, berbentuk bulat dengan diameter 1-1,5 cm. Di dalam batang wortel terdapat jaringan angkut yang berfunsi sebagi penyaluran air keseluruh bagian tubuh tanaman.

Daun wortel

Wortel memiliki daun majemuk yang bertagkai berstruktur bergaris-garis atau lanset. Dalam satu tanaman wortel memiliki tangkai daun berjumlah 4-7. Tangkai daun kaku dan tebal serta dibagian permukaannya halus.

Bunga wortel

Wortel memiliki bunga yang tumbuh dan menempel pada tangkai yang melengkung. Bunga tumbuh berkelompok membentuk payung ganda berwarna putih kemerahan.

Biji wortel

Bunga yang melewati masa perkawinan atau penyerbukan maka akan menghasilkan biji yang sebagai alat berkembangbiakan generatif. Biji wortel berukuran kecil dengan panjang 3 mm dan lebar 1,5 mm. Biji wortel memiliki lapisan bulu dan bewarna kecoklatan.

Monday, 30 March 2020

Klasifikasi dan Morfologi Kelelawar

Klasifikasi dan Morfologi Kelelawar

Kelelawar merupakan satwa yang paling unik karena satu-satunya mamalia yang bisa terbang, termasuk ke dalam ordo Chiroptera bercirikas kedua kaki depan yang berkembang menjadi sayap.

Habitat Kelelawar

Kelelawar Spesies Megaderma spasma sering dijumpai pada habitat gua-gua, gedung-gedung, rongga pepohonan dan atap-atap rumah sebagai tempat tinggalnya.

Daerah Penyebaran Kelelawar

Spesies Megaderma spasma banyak tersebar di negara India dan Srilangka sampai Indochina, Malaysia dan Philipina. Penyebaran kelelawar di negara Indonesia banyak dijumpai di pulau Sumatra, Kalimantan, Jawa, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku (Ternate, Pulau Taliabu).

Makanan Kelelawar

Kelelawar aktif pada malam hari saat mencari makan termasuk hewan nocturnal. Makanan utama kelelawar adalah serangga seperti belalang atau kupu-kupu. Selain serangga, terkadang kelelawar juga dapat memangsa sejenis kadal, reptil kecil, burung kecil, ikan, dan rodensia kecil. Tak jarang juga kelelawar bersifat kanibal. Terdapat jenis kelelawar pemakan buah-buahan.

Kelelawar memiliki kelebihan karena dapat terbang bebas pada malam hari tanpa menabrak benda-benda atau pohon-pohon di depannya. Kelebihan itu terjadi karena kelelawar memiliki kemampuan menangkap pantula getaran atau gema dari suara yang dikeluarkannya atau dikenal dengan istilah ekholokasi. Ekholokasi adalah tingkah laku kelelawar mengeluarkan suara dengan mulut atau hidungnya ketika terbang. Bunyi kelelawar dalam menangkap getaran tidak dapat terdengar oleh manusia.

Ketika terbang kelelawar membutuhkan energi banyak dengan cara memakan-makanan dalam jumlah banyak.

Klasifikasi Kelelawar

Kerajaan : Animalia
Upakerajaan : Bilateria
Infrakerajaan : Deuterostomia
Filum : Chordata
Upafilum : Vertebrata
Infrafilum : Gnathostomata
Superkelas : Tetrapoda
Kelas : Mammalia
Upakelas : Theria
Infrakelas : Placentalia ·
Ordo : Chiroptera Blumenbach, 1779
Subordo : Megachiroptera, Microchiroptera

Morfologi Kelelawar

Perbedaan nyata antara sayap kelelawar dengan sayap burung adalah pada
perluasan tubuhnya yang berdaging dan sayapnya yang tidak berambut terbuat
dari membran elastis dan berotot.

Kelelawar memiliki dua tipe sayap, tipe sayap lebar dan sayap kecil. Sayap kecil ditemukan pada kelelawar yang hidup di alam tertutup. Tipe sayap kecil berguna untuk terbang dengan cepat. Tipe sayap lebar dimiliki kelelawar yang hidup di tempat terbuka, terbang pelan di antara cabang pohon (Vaughan, 2000).

Kelelawar mempunyai morfologi sayap yang terdiri dari beberapa bagian yaitu plagiopatagium, propatagium, dactylopatagium, uropatagium, dan informal membran. Tulang telapak dan jari tangan kelelawar mengalami pemanjangan dan berfungsi sebagai kerangka sayap dan antara kaki belakang dan ekor membentuk membran interfemoral (Prastianingrum, 2008).

Menurut Simmons dan Conway (1997) kaki bawah termodifikasi guna membantu patagium pada saat terbang atau menggantung. Kelelawar memiliki otot yang kuat pada jari-jari kaki untuk mencengkeram sehingga kelelawar dapat tidur menggantung.

Kelelawar mempunyai otot pada patagium dan menggunakan otot-otot tambahan pada dada untuk menggerakkan sayap ke atas dan bawah. Tulang yang kuat pada kelelawar dipakai untuk menopang propatagium pada membran sayap sehingga  memiliki kemampuan untuk melakukan manuver saat terbang. Hal ini dikarenakan sayapnya yang lebih kompleks jika dibandingkan dengan kelelawar dari jenis Megachiroptera (Simmons dan Conway, 1997).

Ukuran tubuh (Suyatno, 2001)

  • lengan bawah sayap 53-58 mm
  • telinga 32-39 mm, besar dan tegak
  • betis 29-32 mm
  • kaki belakang 14-17 mm
  • bobot badan 40-60 gram (Lekagul dan McNeely, 1977)
  • total panjang badan 65-95 mm (Lekagul dan McNeely, 1977)

Klasifikasi dan Morfologi Burung Bangau

Klasifikasi dan Morfologi Burung Bangau

Bangau adalah jenis burung yang memiliki ukuran tubuh cukup besar termasuk dari famili Ciconiidae. Burung bangau memiliki keunikan tersendiri dari jenis burung lainnya yaitu tidak mengeluarkan suara karena tidak memiliki organ suara syrinx. Tidak memiliki suara, cara bangau berkomunikasi dengan pasangannya makan bangau akan mangadukan paruhnya. Mangsa utama bangau adalah katak, burung kecil, ikan, cacing, serta mamalia kecil di pantai dan lahan basah.

Bangau mudah dijumpai pada daerah yang beriklim hangat serta habitatnya di daerah yang lebih kering.

Bangau merupakan burung yang memiliki kemampuan terbang jauh atau disebut burung pantai migran. Saat terbang jauh, bangau memanfaatkan arus udara panas sehingga dapat menghemat energi.

Sebagaian orang mengira bahwa bangau merupakan burung monogami, namun itu tidak selalu benar. Padahal bangau adalah burung yang seteia pada sarang dan pasangannya, tetapi itu juga tidak selalu benar. Saat migrasi burung bangau yang tidak ditemani oleh pasangannya juga akan mencari pasangan baru pada daerah tujuan persinggahan.

Klasifikasi Bangau

Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Aves
Upakelas: Neornithes
Infrakelas: Neognathae
Superordo: Neoaves
Ordo: Ciconiiformes
Famili: Ciconiidae
Genus :

  • Anastomus
  • Ciconia
  • Ephippiorhynchus
  • Jabiru
  • Leptoptilos
  • Mycteria

Morfologi Bangau

Burung bangau memiliki ciri-ciri tubuh yang berukuran besar, kakinya panjang, lehernya panjang namun lebih pendek dari burung kuntul dan mempunyai paruh yang besar, tebal, dan asangat kuat.

Bangau memiliki tubuh yang berat dengan rentang sayap sangat lebar. Bangau dari spesies Leptoptilos crumeniferus yang berasal dari daerah Afrika yang memiliki rantangan sayap hingga mencapai 3,2 meter, sehingga bangau mendapati juluka sebagai "burung darat dengan rentang sayap terpanjang di dunia" yang juga bersaingan dengan burung Kondor berasal dari daerah pegunungan Andes.

Bangau akan membuat sarang yang sangat besar dengan ukuran diameter hingga 2 meter dan kedalamannya 3 meter. Sarang yang dibuat untuk tempat tinggal dan meletakkan telur sampai menetas digunakan beberapa tahun.

Pengertian Virus Corona dan COVID-19

Pengertian Virus Corona

Severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) atau lebih dikenal dengan virus corona adalah makhluk biologi terkecil yang kasat mata jenis baru dari coronavirus yang dapat menyerang manusia. Penyebaran virus corona sangat secapat dari manusia ke manusia lainnya dan dapat menyerang siapa saja, mulai dari bayi, anak-anak, orang dewasa, dan lansia tak terkecuali ibu hamil, ibu menyusui, maupun orang-orang yang memiliki stamina prima.

Coronavirus yang menginfeksi manusia diberi label COVID-19 dan pertama kali terjadi di Negara Cina tepatnya di kota Wuhan, pada akhir tahun 2019. Coronavirus ini sangat cepat sekali penyebar mulai dari Cina hingga ke beberapa negara termasuk Indonesia. Negara yang paling meraskan dampak buruknya adalah Italia, dengan angka kematian mencapai 7.503 orang dan disusul negara Spanyol dengan 3.434 orang yang meninggal karena terinfeksi virus Corona. Sedangkan Cina yang merupakan negara pertama kemunculan virus korona dengan total korban jiwa mencapai 3.281 orang.

Coronavirus merupakan kelompok virus yang menginfeksi dan menyerang sistem pernapasan. Kasus yang terjadi pada manusia, virus korona menyebabkan terjadinya infeksi pernapsan ringan, seperti flu biasa dan terdapat pula kasus yang menyebabkan infeksi pernapasan berat hingga merenggut korban jiwa. Infeksi pernapasan berat, seperti Middle-Eats Respiratory Syndrome (MERS), Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS) dan infeksi paru-paru (pneumonia).

Gejala Infeksi Virus Corona dan COVID-19

Manusia yang terinfeksi virus Corona atau COVID-19 akan menimbulkan gejala seperti flu pada umumnya sampai dengan flu berat, seperti batuk, pilek, demam, sakit tenggorokan, nyeri kepala; atau flu berat seperti sesak napas akut, demam tinggi, batuk berdahak sampai berdarah, dan nyeri di dada.

Ada tiga indikator manusia sebagai suspek, ODP, dan PDP Virus Corona adalah sebagai berikut:

  • Demam (suhu tubuh mencapai lebih dari 38 derajat Celcius)
  • Batuk
  • Sesak napas

Virus Corona yang masuk ke dalam tubuh manusia akan melalui masa inkubasi dalam waktu 2 hari sampai 2 minggu bahkan lebih. Setelah melalui masa inkubasi, manusia yang terinfeksi virus Corona akan nampak gejala flu, demam, batuk, dan sesak napas.

Diduga virus Corona awalnya ditularkan melalui hewan ke manusia. Hewan yang tak berdosa menjadi kambing hitam oleh manusia sebagai penyebar virus Corona adalah dari bangsa kelelawar, seperti bat, kalong, codot, dan kampret. Namun hari demi hari virus Corona juga dapat menular dari manusia ke manusia.

COVID-19 dapat menular ke manusia dengan berbagai cara yaitu:

  • Tanpa sengaja menghirup percikan air liur bersin dan batuk dari penderita COVID-19
  • Memegang mata, mulut, atau hidung sebelum mencuci tangan terlebih dahulu setelah menyentuh benda yang terkena cipratan air liur bersin dan batuk dari penderita COVID-19.
  • Kontak dekat atau langsung dengan penderita COVID-19, seperti bersentuhan, berciuman, berpelukan, bercinta, dan berjabat tangan.

Virus Corona tidak pandang bulu, dia akan menginfasi dan menginfeksi siapa saja yang ditemui baik kaya, miskin, muda, tua, orang yang terlihat sehat, pejabat, hingga dokter. Akan berakibat vatal jika COVID-19 menginfeksi orang lanjut usia, ibu hamil, orang yang sedang sakit komplikasi, dan orang dengan daya tahan tubuhnya lemah.

Sunday, 29 March 2020

Klasifikasi dan Morfologi Tebu

Klasifikasi dan Morfologi Tebu

Tebu merupakan tanaman semusim yang di jadikan tanaman industri perkebunan yang memiliki keunikan sebab bagian batang tebu mengandung zat gula. Tebu termasuk tanaman jenis rumput-rumputan yang hanya dapat tumbuh di daerah beriklim tropis serta keadaan suhu udara sedang sampai panas.

Karena memiliki kandungan zat gula, tanaman tebu dibudidayakan untuk bahan baku pembuatan gula dan vetsin. Setelah melalui proses pengolahan di dalam pabrik akan menghasilkan butiran-butiran kristal putih sehingga sering disebut juga gula putih atau gula pasir.

Menurut beberapa ahli mengatakan bahwa tebu berasal dari India, namun ada pula yang memiliki pendeapat lain bahwa tebu berasal dari Papua.

Klasifikasi Tanaman Tebu

Kingdom : Plantae
Subkingdom : Trachebionta
Super divisi : Spermatophyta
Divisi : Magniliophyta
Kelas : Liliopsida
Sub kelas : Commelinidae
Ordo : Poales
Famili : Poaceae
Genus : Saccharum
Spesies : Saccharum officinarum L

Morfologi Tanaman Tebu

Akar Tebu

Tanaman tebu berakar serabut yang dapat tumbuh hingga satu meter. Terdapat dua perbedaan perakaran tanaman tebu yaitu: akar stek dan akar tunas. Akar stek, merupakan perakaran yang hanya tumbuh pada batang stek tanaman tebu muda bersifat tidak berumur panjang. Sedangkan akar tunas tumbuhnya dari tunas batang, berumur panjang selama tanaman masih hidup.

Batang Tebu

Batang tanaman tebu berbentuk bulat, tinggi dan ramping, serta tidak memiliki cabang. Ukuran tinggi batang sekitar antara 3-5 meter bahkan bisa lebih. Batang tebu dilapisin kulit yang sangat keras dengan berbagai warna seperti hijau, kuning, ungu, dan merah tua.

Pada bagian permukaan kulit tebu terdapat lapisan lilin. Batangnya memiliki ruas-ruas dan buku-buku yang menjadi tempat kedudukan daun. Pada bagian ketiak daun terdepat mata tunas yang dapat disetek untuk keperluan bahan tanam tanaman tebu.

Daun Tebu

Daun tebu merupakan daun tidak lengkap, karena tidak memiliki tangkai daun hanya pelepah dan beberapa helaian daun. Daun tanaman tebu dapat tumbuh mencapai panjang 1-2 meter. Daun tebu berwarna hijau muda hingga hijau tua, terdapat garis-garis yang memanjang, dan memiliki lapisan bulu-bulu kasar. Daun tanaman tebu tubuhnya dari ketiak daun.

Bunga Tebu

Tanaman tebu memiliki bunga majemuk, yang tersusun darai beberapa malai. Bagian-bagian bunga seperti kelopak daun berjumlah 3, satu daun mahkota, benang sari berjumlah 3, dan kepala putik berjumlah 2. Bunga tanaman tebu memiliki panjang sekitar 70-90 cm. Bunga tanaman tebu sangat rentan beguguran ketika masih muda atau dalam proses pertumbuhan sehingga bunga tersebut jarang terlihat oleh mata.

Klasifikasi dan Morfologi Vanili

Klasifikasi dan Morfologi Vanili

Vanili merupakan jenis tanaman tahunan yang termasuk kedalam suku orchideceae dengan beraneka ragam jenis (lebih dari 1500 jenis). Tanaman vanili berasal dari negara Meksiko, yang dikenal pertama kali oleh orang-orang Indian.

Tanaman vanili memiliki nilai ekonomi tinggi karena bermanfaat bagi umat manusia. Polong dari tanaman vanili akan diekstrak menjadi bubuk vanili yang dapat dimanfaatkan menjadi pengharum makanan. Bubuk vanili yang dicampurkan ke dalam makanan akan meningkatkan citarasa dan aroma yang khas.

Klasifikasi Tanaman Vanili

Kingdom : Plantae
Subkingdom : Tacheobionta
Super divisi : Spermatophyta
Divisi : Magnoliopsida
Kelas : Liliopsida
Sub kelas : Liliidae
Ordo : Orchidales
Famili : Orchidaceae
Genus : Vanilla
Spesies : Vanilla planifolia, Andrew

Morfologi Tanaman Vanili

Akar Vanili

Akar tanaman vanili muncul dari ruas batang dan menggantung serta terdapat pula akar yang tersusun di dalam tanah. Akar vanili berserabut tidak tunggang dan kuat tumbuhnya horizontal. Akar vanili berukuran panjang mencapai 1-2 m dengan ketebalan akar rata-rata 3-4 mm. AKar tanaman vanili akan tumbuh menjalar secara horizontal dan menempel pada tempat tumbuhnya. Warna akar putih kotor.

Batang Vanili

Tanaman vanili berbatang silindris, terdapat ruas dan buku-buku berkisar antara 5-15 cm. Batang gemuk dan berair (sukulen), teksturnya lunak, berdiameter 1-2 cm dan berwarna hijau muda sampai tua. Batang tanaman vanili dapat dijadikan sumber tanaman baru dengan cara stek batang. Batang vanili yang disetek akan muncul tunas baru.

Daun Vanili

Tanaman vanili memiliki daun berwarna hijau muda hingga hijau tua, merupakan daun tunggal, berbentuk pipih, tebal berdaging, bentuknya elips hingga lanset. Ukuran daun vanili penjang sekitar 10-20 cm dan lebarnya 5-7 cm. Pada bagian ujung daun meruncing dan pada bagian pangkal daun membulat. Daun vanili memiliki pertulangan yang menjari dan tidak halus. Daun vanili tumbuh secara selang seling pada batang dengan susunan tulang daun sejajar.

Bunga Vanili

Bunga tanaman vanili berwarna putih kehijauan yang tumbuh pada ketiak daun dan bentuknya seperti terompet dan mirip dengan bunga anggrek. Bunga vanili memiliki 6 helai daun tajuk pada setiap kuntumnya. Setiap kuntum bunga memiliki bakal buah beruang tiga yang letaknya di bawah dasar bunga.

Bunga vanili tersusun dalam rangkaian tangkai tandan yang jumlahnya sekitar 15-20 kuntum bunga. Tangkai memiliki ukuran panjang sekktar 5-10 cm dan ukuran panjang bunga sekitar 3-5 cm. Jumlah tandan bunga yang tumbuh pada setiap batangnya sekitar 5 tandan.

Buah Vanili

Setelah proses penyerbukan, bunga akan menjadi buah berbentuk polong, berwarna hijau muda hingga kecoklatan, dan teksturnya lunak berdaging. Pada bagian polong vanili terdapat garis, bersiku tiga lurus memanjang. Setiap polong terdapat biji yang jumlahnya sekitar 5-10 biji bahkan lebih. Biji berbentuk bulat pipih dan oval, berwarna hitam mengkilap, dan keras.

Saturday, 28 March 2020

Klasifikasi dan Morfologi Melon

Klasifikasi dan Morfologi Melon

Melon merupakan tanaman yang menghasilkan buah-buahan yaitu melon yang juga termasuk ke dalam suku labu-labuan atau disebut Cucurbitaceae.

Buah melon sangat terkenal di seluruh dunia termasuk Indonesia. Buah melon biasanya dikonsumsi segar dan juga di olah menjadi minuman segar seperti jus melon dan juga sop buah. Bagian yang dikonsumsi dari buah melon adalah dagiang buahnya yang bertekstur lunak, berwarna putih, kuning sampai merah tergantung kultivar.

Keragaman Genetik Melon

Tanaman melon memiliki banyak keragaman bila dilihat dari bentuk buahnya. Melon memiliki dua subspesies dan sepuluh jenis kultivar seperti :

Subspesies melo

  • Muskmelon (Reticulatus)
  • Cantaloupe (Cantalupensis)
  • Casaba (Inodorus)
  • Pocketmelon (Dudaim)
  • Snakemelon (Flexuosus)
  • Chate (Adzhur)
  • Tibish

Subspesies agrestis

  • Snapmelon (Momordica, Adiculus)
  • Oriental pickling (Conomon)
  • Makuwa

Klasifikasi Tanaman Melon

Kingdom : Plantae
Divisi : Spermatophyta
Subdivisi : Angiospermae
Kelas : Dicotyledonae
Ordo : Cucurbitales
Family : Cucurbitaceae
Genus : Cucumis
Spesies : Cucumis melo L

Morfologi Tanaman Melon

Tanaman melon tumbuh merambat atau menjalar dengan bantuan sulur. Tanaman melon merupakan tanaman semusim atau tahunan dan termasuk ke dalam kelas tumbuhan dikotil.

Akar Melon

Tanaman melon memiliki sistem perakaran tunggang dengan dua bagian seperti akar utama dan akar literal. Bagian akar utama memiliki ukuran mencapai 15-20 cm dari pangkal batang. Sedangkan bagian akar sekunder dengan luas sebarannya mencapai 35-45 cm.

Batang Melon

Batang pada tanaman melon berwarna hijau muda dengan bentuk segi lima berlekuk dengan 3-7 lekukan dan bergaris tengah 8-15 cm. Bagian permukaan batang terdapat lapisan berupa bulu-bulu kasar, selain itu batang melon memiliki buku atau ruas-ruas yang menempel pada tangkai daun.

Daun Melon

Daun pada tanaman melon berwarna hijau berbentuk oval reniformis menjari bersudut lima. Daun berlekuk dengan jumlah lekukan 5-7, diameter 8-15 cm, dan panjang tangkai daun 4-10 cm. Pada daun juga terdapat selur sederhana.

Bunga Melon

Tanaman melon memiliki bunga yang tubuh dari ketiak daun. Bunga tumbuh bergerombol dengan jumlah 3-6 buah. Pada bagian ketiak daun tumbuh bunga jantan yang ditopang dengan tangkai pipih panjang. Pada bunga jantan hanya terdapat mahkota bunga, benang sari dan tidak memiliki bakal buah. Sedangkan bunga betina tumbuh pada ruas percabangan di ketiak daun. Bunga betina memiliki mahkota, putik dan bakal buah. Bungan jantan dan betina akan melakukan penyerbukan dengan bantuan angin atau bantuan manusia akan menghasilkan bakal buah.

Buah Melon

Buah melon berbentuk bulat dan lonjong dengan warna hijau, kuning sampai hijau tua. Bagian dalamnya terdapat daging buah yang berwarna hijau, kuning sampai jingga, dan memiliki biji. Ketebalan kulit buah sekitar 1-2 mm yang keras dan kuat. Pada kulit buah memiliki bagian susunan seperti : epidermis, mesodermis, dan endodermis.

Biji Melon

Biji buah melon berwarna coklat muda dengan ukuran panjang 0,9 mm dan diameter 0,4 mm. Setiap satu buah melon memiliki jumlah biji sekitar 500-600 biji.


Klasifikasi dan Morfologi Laba-Laba

Klasifikasi dan Morfologi Laba-Laba

Laba-laba merupakan jenis hewan yang berbuku-buku. Pada tubuh laba-laba memiliki dua segmen tubuh, empat pasang kaki, tidak bersayap, tidak memiliki mulut mengunyah, serta memiliki jaring perekat.

Hewan berkaki delapan ini dapat hidup dan ditemukan diseluruh dunia kecuali di Antartika. Laba-laba juga dapat hidup disemua hibitat perkecualian kolonisasi di udara dan laut.

Laba-laba memangsa serangga dan hewan-hewan kecil lainnya atau disebut juga jenis karnivora. Laba-laba juga terkadang bersifat kanibal jika tidak menemukan mangsa lainnya. Mangsa uatama laba-laba adalah serangga. Laba-laba memiliki bisa yang berfungsi untuk melumpuhkan mangsanya. Bisa tersebut disuntikan kedalam tubuh mangsanya dengan ke dua taringgya. Ada 200 spesies laba-laba yang bisanya dapat membahayakan manusia.

Laba-laba memiliki benang sutra yang tipis terbuat dari helaian serat protein yang tipis dan sangat kuat. Jaring laba-laba berfungsi untuk membuat jaring sebagai perangkap mangsa, memudahkan berpindah daritempat ketempat lainnya, membuat kantung telur, dan melindungi lubang sarang.

Klasifikasi Laba-Laba

KINGDOM : Animalia
FILUM : Arthropoda
KELAS : Arachnida
ORDO : Araneae
FAMILI : Araneidae
GENUS : Araneus
SPESIES : Araneus diadematus

Morfologi Laba-Laba

Laba-laba memiliki dua bagian tubuh yaitu: bagian depan yang disebut cephalothorax atau prosoma merupakan gabungan dari kepala dan dada (torax). Sedangkan segmen bagian belakang disebut abdomen (perut) atau opsithosoma. Selain itu juga terdapat bagian tubuh pedicle atau pedicellus sebagai penghubung antara cephalothorax dan abdomen.

Pada bagian tubuh cephalothorax terdapat empat pasang kaki dan satu sampai empat pasang mata. Selain itu juga terdapat sepasang taring besar dan alat bantu pada bagian mulut mirip tangan yang disebut pedipalpus.

Laba-laba memakan mangsanya dengan cara menghisap cairan dalam tubuh dengan dibantu berupa alat penghisap karena laba-laba tidak memiliki gigi dan mulut.

Total Pageviews

Kategori