Saturday, 7 December 2019

Klasifikasi dan Morfologi Belibis


Klasifikasi dan Morfologi Belibis


Belibis merupakan satwa sekelompok dengan unggas yang memiliki paruh datar (Anseriformes). Belibis ini memiliki suara seperti siulan dan juga bias terbang. Unggas ini mirip dengan bebek/mentok yang memiliki kelebihan seperti dapat terbang di udara. Karena keunikan ini, dalam dalam bahasa Inggris belibis dikenal sebagai whistling duck (itik bersiul). Belibis satu anggota dengan suku Anatidae, sehingga unggas ini memiliki kedekatan genetic dengan itik.



Belibis merupakan satwa yang mudah ditemukan di Indonesia, khusunya daerah yang berawa-rawa. Di Indonesia belibis diternakan dan dimanfaatkan dagingnya untuk dijadikan berbagai olahan makanan yang khas dan lezat. Sehingga belibis salah satu unggas yang memiliki nilai ekonomi cukup tinggi.

Klasifikasi Belibis

Kingdom: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Aves
Ordo: Anseriformes
Famili: Anatidae
Subfamili: Dendrocygninae (Reichenbach, 1853)
Genus: Dendrocygna (Swainson, 1837)
Species: Dendrocygna

Morfologi Belibis

Belibis spesies Dendrocygna arcuta memiliki ciri-ciri morfologi ukuran tubuh paling kecil diantara spesies belibis lainnya. Memiliki leher yang tidak terlalu panjang dan kecil, bentuk paruh pipih seperti paruh bebek/itik, atau mentok dan berwarna hitam, warna dasar bulu kecoklatan bercorak-corak hitam. Bulu ujung sayap berwarna putih. Memiliki ekor yang pendek. Terdapat dua pasang kaki yang berselaput dan berwarna hitam.

Sekilas burung belibis ini memang menyerupai bebek/itik karena kemiripan dari bentuk paruh yang pipih dan memiliki kaki berselaput. Dengan kaki berselaput beibis dapat berenang di air untuk mencari makan di rawa-rawa serta sayapnya yang berfungsi untuk terbang di udara meski belibis sendiri jarang terbang, namun sekali terbang ia mampu terbang jauh.

No comments:

Post a comment