Saturday, 14 December 2019

Klasifikasi dan Morfologi Udang Windu


Klasifikasi dan Morfologi Udang Windu

Udang windu memiliki nama internasional yakni Giant Tiger dengan nama ilmiahnya Penaeus monodon adalah suatu satwa yang hidup dan berkembang biak di laut, serta binatang yang memiliki kulit yang keras. Udang windu saat ini telah tersebar ke berbagai negara seperti Indonesia, pantai Afrika, Semenanjung Arab sampai Asia Tenggara, Laut Jepang, Australia, Austria Timur, Laut Tengah Terusan Suez, Hawaii, Lautan Atlantik dan Amerika Serikat (Florida, Georgia, South Carolina).


Klasifikasi Udang Windu

Kingdom: Animalia
Filum: Arthropoda
Subfilum: Crustacea
Kelas: Malacostraca
Ordo: Decapoda
Subordo: Dendrobranchiata
Famili: Penaeidae
Genus: Penaeus
Spesies: P. monodon

Morfologi Udang Windu

Di dalam morfologi udang windu terbagi menjadi dua yakni, bagian Cephalothorax (kepala dan dada) dan Abdomen (perut). Informasi lengkap dari morfologi udang windu adalah sebagai berikut:

Cephalothorax

Bagian Cephalothorax pada udang windu terlindungi oleh zat kitin yang tebal dan keras atau disebut juga Carapace.

Bagian kepala udang windu memiliki rostrum dengan rumus 7/3. Rumus 7/3 memiliki arti bahwa bagian kepala atas memiliki 7 buah rostrum dan bagian bawah 3, selain itu terdapat pula bagian lain dari Cephalothhorax sebagai berikut:
  1. Mata majemuk yang bertangkai dan dapat digerakan (mata facet).
  2. Dibagian bawah kepala terdapat mulut dengan rahang yang kuat (mandibula).
  3.  Sepasang sungut (antena)
  4. Antennula sebanyak dua pasang.
  5. Sepasang sirip kepala (Scophocerit)
  6. Maxilliped (berupa alat pembantu rahang)
  7. Memiliki lima pasang kaki yang berguna untuk berjalan di dasar dan berenang di laut. Sepasang kaki pertama, kedua dan ketiga memiliki capit atau chela.
  8. Memiliki hepatopankreas, jantung dan insang.

Abdomen atau Perut

Pada bagian abdomen atau perut dilapisin kulit yang keras dan tebal. Memiliki corak melintang berwarna hijau kebiru-biruan, dan di alam liar warnanya agak kehitaman. Terdapat juga dua ruas ekor yang berfungsi untuk mengarahkan gerakan dan juga alat kelamin.

Saturday, 7 December 2019

Klasifikasi dan Morfologi Belibis


Klasifikasi dan Morfologi Belibis


Belibis merupakan satwa sekelompok dengan unggas yang memiliki paruh datar (Anseriformes). Belibis ini memiliki suara seperti siulan dan juga bias terbang. Unggas ini mirip dengan bebek/mentok yang memiliki kelebihan seperti dapat terbang di udara. Karena keunikan ini, dalam dalam bahasa Inggris belibis dikenal sebagai whistling duck (itik bersiul). Belibis satu anggota dengan suku Anatidae, sehingga unggas ini memiliki kedekatan genetic dengan itik.



Belibis merupakan satwa yang mudah ditemukan di Indonesia, khusunya daerah yang berawa-rawa. Di Indonesia belibis diternakan dan dimanfaatkan dagingnya untuk dijadikan berbagai olahan makanan yang khas dan lezat. Sehingga belibis salah satu unggas yang memiliki nilai ekonomi cukup tinggi.

Klasifikasi Belibis

Kingdom: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Aves
Ordo: Anseriformes
Famili: Anatidae
Subfamili: Dendrocygninae (Reichenbach, 1853)
Genus: Dendrocygna (Swainson, 1837)
Species: Dendrocygna

Morfologi Belibis

Belibis spesies Dendrocygna arcuta memiliki ciri-ciri morfologi ukuran tubuh paling kecil diantara spesies belibis lainnya. Memiliki leher yang tidak terlalu panjang dan kecil, bentuk paruh pipih seperti paruh bebek/itik, atau mentok dan berwarna hitam, warna dasar bulu kecoklatan bercorak-corak hitam. Bulu ujung sayap berwarna putih. Memiliki ekor yang pendek. Terdapat dua pasang kaki yang berselaput dan berwarna hitam.

Sekilas burung belibis ini memang menyerupai bebek/itik karena kemiripan dari bentuk paruh yang pipih dan memiliki kaki berselaput. Dengan kaki berselaput beibis dapat berenang di air untuk mencari makan di rawa-rawa serta sayapnya yang berfungsi untuk terbang di udara meski belibis sendiri jarang terbang, namun sekali terbang ia mampu terbang jauh.

Total Pageviews

Kategori