Monday, 9 September 2019

Klasifikasi dan Morfologi Burung Murai Batu

Klasifikasi dan Morfologi Burung Murai Batu


Murai batu adalah sejenis burung dengan nama latin (Copsychus malabaricus) termasuk ke dalam keluarga Muscicapidae atau sejenis dengan burung cacing. Burung ini sudah tersebar di wilayah pulau Sumatra, Semenanjung Malaysia, dan sebagian pulau Jawa. Di Kalimantan Utara juga terdapat spesies burung murai alis putih (Copsychus malabaricus stricklandii). Oleh beberaap pakar menganggap burung murai alis putih adalah spesies tersendiri.


Di pulau Jawa burung murai batu populasinya mulai berkurang serta penyebarannya sangat terbatas. Murai batu saat ini hanya bisa ditemukan dibeberapa tempat yang masih mamiliki hutan alami seperti tempat-tempat konservasi atau tempat wisata alam contohnya seperti Taman Nasional Ujung Kulon dan Taman Nasional Meru Betiri dan Hutan Wisata Pananjung Pangandaran.

Murai batu hidup dan berkembangbiak  di hutan alami yang rapat atau hutan sekunder. Burung ini terkenal sangat kuat dalam mempertahankan wilayahnya (teritorial). Burung ini lebih menyenangi makanan seperti ulat dan serangga kecil.

Burung murai batu dikenal dengan kicauannya yang unik dan merdu sehingga dinobatkan sebagai burung yang memiliki suara indah (The Best Song Birds – Delacour, 1947). Oleh masyarakat burung ini sangat diminati sebagai burung hias dan burung kicau . Murai batu sangat digemari oleh pecinta kicauan karena memiliki suara kicauan yang indah.

Klasifikasi Murai Batu

KINGDOM : Animalia
FILUM : Chordata
KELAS : Aves
ORDO : Passeriformes
FAMILI : Muscicapidae
GENUS : Copsychus
SPESIES : Copsychus malabaricus

Morfologi Murai Batu

Burung murai batu hampir seluruh bagian tubuhnya diselimuti oleh bulu-bulu yang berwarna hitam kecuali pada bagian bawahnya berwarna merah cerah hingga jingga kusam. Pada bagian kepalanya terdapat semburat berwarna biru. Tubuhnya berukuran berkisar 14-17 cm. Burung ini akan selalu menjungkitkan ekornya ketika dalam ke adaan terkejut atau sedang berkicau.

Dalam membedakan mana burung jantan dan betina dapat dilihat dari bentuk fisiknya. Burung murai batu jantan memiliki ukuran tubuh yang lebih besar dan suaranya lebih keras dan berfariasi. Sedangkan murai batu betina memiliki ukuran tubuh lebih kecil dan suaranya tidak keras serta monoton.

Sunday, 8 September 2019

Klasifikasi dan Morfologi Belalang

Klasifikasi dan Morfologi Belalang

Belalang merupakan serangga pemakan tumbuhan atau disebut juga herbivora yang berasal dari subordo Caelifera dalam ordo Orthoptera. Salah satu jenis serangga yang dilengkapi dengan sepasang antena dengan ukuran yang selalu lebih pendek dari ukuran tubuhnya, belalang juga memiliki ovipositor pendek. Belalang dapat menghasilkan suara stridulasi yaitu suara yang dihasilkan dari menggosokan femur belakang terhadap sayap depan atau abdomen, suara juga terdengar ketika belalang terbang karena kepakan sayapnya. Femur berukuran panjang dan sangat berguna untuk belalang melompat berpindah ketempat yang lainnya.


Pada umumnya belalang memiliki sayap yang berfungsi untuk terbang dan ada juga yang bersayap namum tidak dipergunakan untuk terbang. Membedakan mana belalang jantan dan belalang betina dapat dilihat dari ukurantubuhnya. Belalang jantan memiliki ukuran tubuh yang lebih kecil sedangkan betina memiliki ukuran tubuh lebih besar.

Sesungguhnya belalang dapat dikonsumsi oleh manusia namun memiliki efek samping yang mempengaruhi kesehatan tubuh seperti alergi. Di dalam hukum Islam belalang merupakan hewan yang ketika sudah mati masih dihalalkan untuk dimakan menjadi lauk.

Belalang lebih suka hidup dan berkembang biak pada lingkungan yang lembah terbuka dengan banyak ditumbuhi rumput-rumput hijau sebagai sumber makanannya. Ada juga spesies lainnya yang hidup di hutan belantara, tebing, tanah, dan bebatuan yang berlumut sebagai sumber makanannya.

Klasifikasi Belalang

Kingdom  :  Animalia
Phylum  :  Artopoda
Class  :  Insecta
Ordo  :  Orthoptera
Sub-Ordo :  Caelifera
Family  :  Acrididae
Genus  :  Dissosteira
Spesies  :  Dissosterira carolina

Morfologi belalang

Belalang memiliki 3 bagian tubuh utama seperti kepala, dada (thorak) dan perut (abdomen). Selain itu tetdapat juga anggota tubuh lainnya seperti kaki yang bersendi berjumlah 6, sayap 2 pasang untuk terbang dan sepasang antena sebagai alat sensor.

Kaki pada belalang memiliki 2 fungsi yang berbeda seperti kaki pada bagian depan digunakan untuk berjalan, dan bagian kaki yang lebih panjang digunakan untuk melompat.

Belalang tidak memiliki telinga, tetapi bisa mmerasakan getaran di udara dengan bantuan alat sensor yang disebut dengan tympanum. Pada belalang tympanum terletak di abdomen pertama.

Belalang memiliki lima mata yang terdiri dari mata (2 compound eye dan 3 ecelli). Alat pernafasan belalang berupa trakea. Belalang merupakan serangga dengan kerangka luas (exoskeleton).

Membedakan belalang betina dengan yang jatan dapat dilihat dari ukuran tubuhnya. Belalang betina memiliki ukuran tubuh lebih besar berkisar 58-71 mm sedangkan yang jantan memiliki ukuran tubuh lebih kecil berkisar 49-63 mm.

Friday, 6 September 2019

Tinjaun Umum Pupuk Organik Cair Nasa

Tinjaun Umum Pupuk Organik Cair Nasa

POC Nasa terbuat dari limbah ternak serta unggas, limbah alam serta tanaman, beberapa tanaman tertentu serta "bumbu-bumbu/zat-zat alami tertentu" hingga merupakan bahan organik murni beberap cair yang diproses dengan cara alamiah dengan konsep "zero emision concept”.


Fungsi POC Nasa amat kompleks dan multiguna tak hanya terpenting dipergunakan untuk semua type tanaman pangan (padi,palawija) hortikultura (sayuran, buah, bunga) serta tahunan (coklat, kelapa sawit) POC Nasa bisa pula digunakan untuk tenak/unggas serta ikan/udang. Kandungan unsur mikro dalam 1 liter POC Nasa memiliki manfaat setara dengan kandungan unsur hara makro 1 ton pupuk kandang serta dilengkapi dengan kandungan asam humat serta asam fulvat yang berangsur-angsur memperbaiki konsistensi (kegemburan) tanah yang keras serta melarutkan sp-36 dengan cepat, tak hanya itu pula POC Nasa dilengkapi dengan ZPT (Zat Pengatur Tumbuh) auxin, giberelin serta sitokininyang bakal mempercepat untuk berkecambah biji, pembuatan akar.

POC Nasa mempercepat serta memperbanyak pertumbuhan plankton seperti pakan alami ikan/udang serta menetralkan/mengikat senyawa berbahaya dalam perairan kolam/tambak, pencampuran dengan pakan ikan/udang bakal memperkaya kandungan mineral, protein lemak nabati serta vitamin yang dibutuhkan ikan/udang.

POC Nasa pula mcmberikan mineral-mineral, protein, lemak nabati serta vitamin untuk meningkatkan bobot ternak/unggas, menambahnafsu makan ternak/unggas serta menurunkan tingkat kematian. POC Nasa berperan pula untuk membantu menurunkan kadar kolesterol dalam daging unggas serta mengurangi kadar amoniak pada kotoran unggas hingga akan mengurangi bau tidak sedap dari kotoran unggas.

POC Nasa memiliki fungsi yang multiguna.

Manfaat POC Nasa :

  1. Menambah kuantitas serta kualitas produksi tanaman serta kelestarian lingkungan/tanah (kuantitas-kualitas-kelestarian).
  2. Menjadikan tanah yang keras berangsur-angsur menjadi gembur.
  3. Melarutkan sisa pupuk kimia di tanah (dapat digunakan tanaman).
  4. Memberikan semua type unsur makro serta unsur mikro lengkap.
  5. Bisa mengurangi penggunaan urea, SP-36, serta KCl + 12,5%-25%.
  6. Setiap 1 liter POC Nasa mempunyai manfaat unsur hara mikro setara dengan 1 ton pupuk kandang.
  7. Memacu pertumbuhan tanaman serta akar, merangsang pengumbian, pembungaan serta pembuahan serta mengurangi kerontokan bunga serta buah (mengandung hormon/zpt auksin, giberelin serta sitokinin).
  8. Menambah daya tahan terhadap hama serta penyakit.
  9. Menambah bobot unggas (ayam, bebek) ternak besar (sapi, kambing) ikan serta udang.
  10. Menambah nafsu makan unggas ternak serta ikan/udang.
  11. Membantu perkembangan mikroorganisme tanah yang berguna untuk tanaman (cacing tanah, penicilium glaucum).


Total Pageviews

Kategori