Tuesday, 27 August 2019

Tinjauan Umum Tanaman Pepaya


Tinjauan Umum Tanaman Pepaya

Sejarah Tanaman Pepaya

Tanaman pepaya (Carica papaya L.) berasal dari Amerika Tengah. Para Pedagang Spanyol berjasa dalam menyebar luaskan tanaman pepaya dari kawasan Amerika ke berbagai negara di dunia. Daerah pusat penyebaran tanaman ini di antaranya adalah Florida, Hawai, India, Afrika Selatan, dan Australia. Dalam perkembangan selanjutnya, budidaya tanaman pepaya telah menyebar luas di negara-negara yang telah dikenal daerah pertaniannya, baik daerah (negara) yang beriklim tropis maupun sub-tropis.


Salah satu petunjuk yang memperjelas bahwa tanaman pepaya mulai ditanarn di Indonesia pada abad ke-20 adalah rintisan Direktorat Pengembangan Produksi Pertanian Departemen Pertanian (dulu dikenal dengan nama Jawatan Perkebunan Rakyat) yang mendatangkan pepaya jenis semangka dari luar negeri sekitar tahun 1925-1930. Sejak tahun 1930 penanaman pertamanya telah menyebar luas di pulau Jawa. Saat ini tanaman pepaya telah dikembangkan dan ditanam 26 provinsi mulai meluas di provinsi Nusa Tenggra Timur (Nro, Sumatera Utara dan Selatan.

Botani Tanaman Pepaya

Kedudukkan tanaman dalam sistematik diklasifikan sebagai berikut:

Kerajaan : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Bangsa : Brassicales
Suku : Caricaceae
Marga : Carica
Jenis : Carica papaya L.

Jenis Pepaya

Bentuk buah yang diketemukan di alam, pada dasarnya dapat dikelompokkan menjadi dua jenis pepaya, yaitu:

  1. Daging buahnya tebal, berwarna merah mirip daging buah semangka, dan citarasanya manis.
  2. Termasuk ke jenis semangka antara lain Pepaya Jinggo, Cibinong Bangkok Hortus Gold


Syarat Tumbuh Tanaman Pcpaya

Daerah yang paling optimum untuk pengembangan budidaya tanaman pepaya adalah ketinggian 600-700 m dpl, suhu udaranya berkisar antara 22-260 C, perlu sinar matahari penuh (tempat terbuka), curah hujan antar 1 (KX)-I mm tahun-i, dan iklimnya basah, Tanaman pepaya ideal ditanam pada tanah Latosol dan tanah-tanah yang subur, gembur banyak mengandung bahan organik (humus), tata udara dan tata (aeru dan drainase) tanahnya baik, dengan pH tanah sckltar 6-7.

Budidaya Tanaman pepaya

Penyiapan Bahan Tanaman 

Biji dapat diperoleh dari toko-toko produksi pertanian ataupun hasil karya pembenihan sendiri, Untuk lahan seluas satu hektar memerlukan  pupuk urea ± 250 g.

Penyiapan lahan (Pengolahan Tanah)

Lahan untuk kebun tanahnya dicangkul atau dibajak sampai gembur sambil membuang rumput-rumput liar (gulma). Kemudian buat bedengan-bedenan dengan lebar 200 atau 250 cm, tinggi 20 cm dan untuk panjang bedengan disesuaikan dengan keadaan tanah jarak antara bedengan kurang lebih 50 cm setelah itu, dibuat lubang tanam yang berukuran 50 X 50 X 40 cm, kemudian biarkan 1-2 minggu Pengolahan tanah dapat memberikan keuntungan karena dapat memperbaiki drainase tanah pada lahan-lahan yang air tanahnya dangkal, dapat melakukan sela diantara pohon pepaya sebelum menghasilkan dan dapat meningkatkan kegemburan tanah.

Penanaman Pepaya

Penanaman dilakukan dengan dua cara, yaitu:

  1. Menanam tanaman  muda (bibit) yang dipindahkan dari persemaian ke lapangan, bibit dari polybag bersama tanah dan akar-akarnya.
  2. Menanam benih langsung di kebun biasanya di praktekkan bila kita tidak mengetahui asal-usul biji papaya. Penanaman benih ataupun bibit pepaya sebaiknya dilakukan pada pagi atau sore hari agar penguapan dan suhu udara tidak terlalu tinggi.

Pemeliharan Tanaman Pepaya

  1. Penyiraman (pengairan), pada awal pertumbuhan penyiraman secara rutin 1-2 hari sekali, kemudian setelah tanaman dewasa secara beransur-angsur kegiatan ini dlkurangi. Waktu sebaiknya pagi atau sore hari, disiram menggunakan alat embrat (gembor). dilakukan denæn mencabut rumput liar (gulma) dengan tangan (manual) atau menggunakan cangkul harus secara hati-hati agar tidak merusak akrnya.
  2. Pemupukkan, dilakukan secara rutin dan bertahap baik pupuk kandang maupun pupuk buatan. Waktu pemupukkan disesuaikan dengan umur tanaman dan bentuk kultur penanamannya.
  3. Perlindungan tanaman, dilakukan dan dianjurkan adalah pengendalian hama dan penyakit secara terpadu.

Panen Tanaman Pepaya

Panen perdana buah pepaya dapat diakukan pada umur 9-11 bulan setelah pindah tanam, atau tergantung kultivar (varietas) yang ditanam. Waktu panen yang tepat ditentukan oleh ciri-ciri sebagai Penampakkan visual warna buah telah menunjukkan 0/4 dari bagian buah berwarna kekuning-kuningan. Getahnya encer dan berwarna bening Tangkai buah mulai menguning atau terdapat garis-garis kuningpada ujtmg buah-buah telah mencapai ukuran maksimal dan biasanya posisi mulai dari bawah di antara buah-buahan yang ada pada Pohon pepaya yang masih pendek, cara panen buah dipetik dengan tangan. Usahakan agar buah jangan sampai terluka atau memar, karena bagian yang terluka akan merangsang (memudahkan) terjadinya pada saat dan pengangkutan.

Tanaman berikutnya dapat dilakukan secara rutin setiap 5-7 hari sekali atau tergantung kematangan buah, permintaan pasar (konsumen), dan tujuan penggunaan (pemanfaatan) produksi. Untuk bahan baku pengolahan manisan saat panen yang tepat adalah pada stadium buah belum matang atau mengkal.

Pengendalian Hama dan Penyakit Terpadu

Beberapa komponen yang dapat dilakukan sebagai berikut:

  1. Secara kultur teknis, meliputi pergiliran tanaman yang baik, menjaga kebersihan kebun, sesuai dosis, pengolahan tanah yang baik, pengairan yang baik.
  2. Secara mekanik atau fisik, meliputi pengumpulan hama, kemudian dibunuh (dimusnahkan). Secara Kimiawi menggunakan pestisida secara selektif.


No comments:

Post a comment