Wednesday, 28 August 2019

Tinjauan Umum Tanaman Pisang

Tinjauan Umum Tanaman Pisang


Tanaman pisang (Musa paradisiaca L.) bukan merupakan tanaman asli Indonesia, tetapi merupakan tanaman pendatang. Sentra aslinya adalah Asia Tenggara, kini tanaman pisang tersebar luas ke seluruh dunia, termasuk Indonesia (Sunarjono, 1990). Tanaman pisang banyak dimanfaatkan oleh masyarakat luas untuk berbagai macam keperluan hidup. Selain buahnya, bagian tumbuhan lainnya mulai dari akar sampai dengan daunnya banyak dimanfaatkan orang untuk berbagai keperluan (Cahyono, 1995).


Menurut Rukmana (1999) kedudukan tanaman pisang dalam sistematika tumbuhan dapat diklasifikasikan sebagai berikut: Divisi: Spermatophyta; Sub divisi: Angiospermae; Kelas: Monocotyledonae; Ordo: Scitaminae; Famili: Musaceae; Sub famili: Muscoideae; Genus: Musa; Spesies: Musa paradisiaca L.

Morfologi Tanaman Pisang

Pohon pisang berakar rimpang dan tidak mempunyai akar tunggang. Akar ini berpangkal pada umbi batang. Akar terbanyak berada di bagian bawah tanah. Akar ini tumbuh menuju ke bawah sampai kedalaman 75-150 cm, sedangkan akar yang berada di bagian samping umbi batang tumbuh ke samping atau mendatar, dalam perkembangan akar bisa mencapai 4-5 m (Satuhu dan Supriyadi, 2003).

Batang pisang dibedakan atas dua macam, yaitu batang asli/bonggol (corm) dan batang palsu/batang semu. Bonggol terletak di bawah permukaan tanah dan mempunyai beberapa mata sebagai cikal bakal anakan dan merupakan tempat melekatnya akar. Batang semu bersusun dari pelepah-pelepah daun yang saling menutupi, tumbuh tegak diatas permukaan tanah (Rukmana, 1999). Bagian atas umbi batang terdapat titik tumbuh yang menghasilkan daun dan pada suatu saat akan tumbuh bunga pisang (jantung). Tinggi batang semu ini berkisar 3,5-7,5 m tergantung jenisnya (Satuhu dan Supriyadi, 2003).

Daun pisang umumnya berbentuk panjang lonjong dengan lebar tidak sama, bagian ujung daun dan tepinya rata. Letak daun terpencar dan tersusun dalam tangkai berukuran relatif panjang dengan helaian daun yang mudah robek (Rukmana, 1999).

Bunga pisang berumah satu dalam tandan. Daun pelindung bunga berwarna merah tua, berlilin dan mudah rontok dengan panjang 10-25 cm. Bunga betina berada di bawah bunga jantan (Satuhu dan Supriyadi, 2003). Rangkaian bunga membentuk buah yang disebut satu sisir. Umumnya rangkaian bunga hanya ditumbuhkan sampai 15 sisir sebab makin banyak sisir mengakibatkan buah tidak tumbuh optimal (Suhardiman, 2004).

Ukuran buah pisang bervariasi, panjangnya berkisar antar 10-18 cm dan diameter sekitar 2,5-4,5 cm. Buah berlinggur 3-5 alur, bengkok dan ujung meruncing dan membentuk leher botol. Daging buah (mesocarpa) tebal dan lunak. Kulit buah (epicarpa) yang masih muda berwarna hijau, namun setelah tua (matang) berubah menjadi kuning dan strukturnya tebal sampai tipis (Rukmana, 1999).

Karakteristik Buah Pisang

Pisang Kepok

Pisang kepok di Filipina dikenal dengan nama pisang saba, sedangkan di Malaysia disebut pisang nipah. Jenis pisang ini termasuk dalam tipe ABB. Batang besar, kekar, tinggi 3-3,5 m dan warna hijau muda (Sunarjono, 2002).

Bentuk buah agak pipih sehingga kadang disebut pisang gepeng. Beratnya per tandan dapat mencapai 14-22 kg dengan jumlah sisir 10-16. Setiap sisir terdiri dari 12-20 buah Satuhu dan Supriyadi, 2003). Pisang kepok yang lebih di kenal adalah pisang kepok putih dan pisang kepok kuning. Daging buah pisang kepok putih berwarna putih dan daging buah pisang kepok kuning berwarna kuning. Daging buah bertekstur agak keras. Pisang kepok kuning rasanya manis dan lebih enak daripada pisang kepok putih. Kulit buah sangat tebal, dan pada huah yang sudah masak berwarna hijau-kekuningan (Cahyono, 1995).

Pisang Ambon

Jenis pisang ini termasuk tipe AAA (Sunarjono, 2002). Kulit buah berwarna hijau walaupun sudah matang, tetapi pada kondisi sangat matang kulit berwarna hijau kekuningan dengan bercak-bercak coklat kehitaman (Cahyono, 1995). Daging buah berwarna putih kemerahan dan lunak. Rasanya manis, enak dan aromanya kuat. Berat per tandan mencapai 15-18 kg dengan jumlah sisir 8-12. Setiap sisir kurang lehih 20 buah. Ukuran buah 15-20 cm dengan diameter 3-3,5 mm. Buah berbentuk melengkung dengan ujung tumpul (Satuhu dan Supriyadi, 2003).

Pisang Mauli

Kelompok pisang ini biasanya dikonsumsi segar. Golongan pisang ini termasuk tipe AA (Sunarjono, 2002). Pisang mauli mempunyai pohon yang kecil, langsing, tinggi 2.0-2.5 m, lingkar batang 25-35 cm, warna hijau pucat atau kemerah-merahan. Daun berukuran kecil, panjang 1.8-2.0 m, berwarna hijau dengan tangkai daun kadang-kadang merah muda. Tandan buah kecil pendek (1.5-1.7 m), berbulu halus, merunduk, dengan 4-8 sisir. Buah kecil langsing, panjang 10 cm, berkulit tipis, warna daging putih atau kekuning-kuningan, kurang manis dan agak lembek (Rukmana, 1999). Panjang tandan 40-60 cm dengan berat 8-12 kg. Setiap tandan terdiri dari 5-10 sisiran dan setiap sisiran ada 13-18 buah (Sunarjono, 2002).

Pisang Raja

Golongan pisang ini termasuk tipe AAB. Tinggi batang 2,0-2,6 m. Panjang tandan 40-50 cm dengan berat 6-15 kg (Sunarjono, 2002). Pisang jenis ini tangkai buahnya terdiri atas 6-8 sisir yang masing-masing terdiri 11-15 buah. Berat satu buah pisang sekitar 92 g dengan panjang 12-18 cm. Bentuk buahnya melengkung, dengan bagian pangkal bulat. Lama tanaman berbunga sejak anakan adalah 14 bulan. Sedangkan buah masak 164 hari sesudah muncul bunga (Satuhu dan Supriyadi, 2003). Daging buah yang sudah matang berwarna kuning kemerahan, buah dimakan terasa legit dan manis dengan aroma harum. Buahnya cocok untuk hidangan buah segar atau olahan (Cahyono, 1995).

Syarat Tumbuh tanaman

Iklim

Pisang termasuk tanaman yang gampang tumbuh. Tanaman dapat tumbuh di sembarang tempat. Agar produktivtas tanaman optimal, sebaiknya pisang ditanam di dataran rendah. Ketinggian tempat haruslah dibawah 1.000 meter diatas permukaan laut. lkinn yang dikehendaki adalah basah dengan curah hujan merata sepaniang tahun (Satuhu dan Supriyadi. 2003). Pisang yang ditanam di dataran tadah huian memerlukan curah hujan rata-rata 2.000-2.500 mm per tahun. Pada daerah yang beriklim basah sering terjadi stagnasi (penggenangan) air. Genangan air dapat mengganggu pertumbuhan tanaman, sebab tanaman mudah terserang penyakit. Tanaman pisang membutuhkan keadaan lingkungan yang ideal dengan suhu udara antara 16-35 °C dengan suhu optimum 27°C. Dibawah suhu 16°C tanaman pisang akan tumbuh kerdil dan tangkai bunga akan muncul terlambat.

Proses fotosintesis tanaman pisang memerlukan sinar matahari secara langsung sepanjang hari (Cahyono, 1995). Tanaman  pisang masih tumbuh produktif di daerah beriklim kering antara 4-5 bulan asal ketersedian air tanah memadai pada ke dalaman 50-200 cm dari permukaan tanah. Daerah dengan iklim basah, air tanahnya dangkal perlu pengelolahan drainase yang baik.

Tanah

Tanah yang cocok untuk pertumbuhan pisang adalah tanah dengan solum (kedalaman tanah) dalam, tidak berbatu-batu, cukup mengandung air, namun tidak tergenang, tanah gembur dan banyak mengandung kadar humus. Jenis tanah yang cocok adalah jenis tanah liat berkapur atau aluvial. Keasaman (pH) tanah harus sesuai dengan pertumbuhan tanaman pisang yakni sekitar 5-7 (Cahyono, 1995).

Tanaman pisang mempunyai sistem perakaran yang dangkal, sehingga pertumbuhan secara optimal membutuhkan lapisan tanah atas (top soil) yang subur dan banyak mengandung bahan organik (Rukmana, 1999). Tanaman pisang dapat ditanam dan tumbuh dengan baik pada berbagai macam keadaan topografi tanah, baik pada tanah datar ataupun pada tanah miring (Cahyono, 1995).

No comments:

Post a comment