Friday, 23 August 2019

Tinjauan Umum Tanaman Kacang Hijau


Tinjauan Umum Tanaman Kacang Hijau

Klasifikasi dan Botani

Tanaman kacang hijau merupakan salah satu tanaman semusim yang berumur pendek. Tanaman kacang hijau di yakini berasal dari wilayah India-Burma di Asia Tenggara; dari sini tanaman tersebut diintroduksikan ke wilayah lain dunia (Rubatzky dan Yamaguchi, 1998).


Tanaman ini disebut juga mungbean, green gram atau golden gram. Dalam dunia tumbuh-tumbuhan, tanaman ini diklasifikasikan sebagai berikut :

Kingdom : Plantae
Divisi : Spermatophyta
Kelas : Magnoliophyta
Ordo : Fabelas
Famili : Fabaceae
Genus : Vigna
Spesies : Vigna radiata L. Wilczek

Susunan tubuh tanaman (morfologi) kacang hijau terdiri atas akar, batang, daun, bunga, buah, dan biji.

Perakaran tanaman kacang hijau bercabang banyak dan membentuk bintil-bintil (nodula) akar. Makin banyak nodula akar, makin tinggi kandungan nitrogen (N) sehingga menyuburkan tanah. Batang tanaman kacang hijau berukuran kecil, berbulu, berwarna hijau kecokelat-cokelatan, atau kemerah-merahan, tumbuh tegak mencapai ketinggian 30 cm- 110 cm dan bercabang menyebar ke semua arah.

Daun tumbuh majemuk, tiga helai anak daun per tangkai. Helai daun berbentuk oval dengan ujung lancip dan berwarna hijau (Rahmat Rukmana, 2004). Lebih lanjut menurut Andrianto dan Novo Indarto (2004), tanaman kacang hijau berbatang tegak dengan cabang menyamping pada batang utama, berbentuk bulat, dan berbulu. Warna batang dan cabangnya ada yang hijau dan ada yang ungu. 

Akarnya tunggang dengan akar cabang pada permukaan. Ditambahkan oleh Soeprapto dan Rasyid Marzuki (2004), tanaman kacang hijau daunnya trifoliat (terdiri dari tiga helaian) dan letaknya berseling. Tangkai daunnya cukup panjang, lebih panjang dari daunnya. Warna daunnya muda sampai hijau tua. Bunga kacang hijau berwarna kuning, tersusun dalam tandan, keluar pada cabang serta batang, dan dapat menyerbuk sendiri. Polong kacang hijau berbentuk silindris dengan panjang antara 6-15 cm dan biasanya berbulu pendek. Sewaktu muda polong berwarna hijau dan setelah tua berwarna hitam atau cokelat. Setiap polong berisi 10-15 biji.

Biji kacang hijau lebih kecil dibandingkan biji kacang-kacangan lain. Warna bijinya kebanyakan hijau kusam atau hijau mengkilap, beberapa ada yang berwarna kuning, cokelat dan hitam. Tanaman kacang hijau berakar tunggang dengan akar cabang pada permukaan (Andrianto dan Novo Indarto, 2004).

Syarat Tumbuh Tanaman Kacang Hijau

Ikiim

Tanaman kacang hijau dapat beradaptasi luas di berbagai daerah yang beriklim panas (tropik). Di Indonesia, kacang hijau dapat tumbuh dan berproduksi dengan baik di dataran rendah sampai ketinggian 500 m di atas permukaan laut. Di daerah dengan ketinggian 750 m dpl, kacang hijau masih tumbuh baik, tetapi hasilnya cenderung turun (rendah) (Rahmat Rukmana, 2004).

Kacang hijau dapat tumbuh di daerah yang curah hujannya rendah dengan memanfaatkan sisa-sisa kelembapan pada tanah bekas tanaman yang diairi, misalnya padi. Tanaman ini tumbuh baik pada musim kemarau. Pada musim hujan, pertumbuhan vegetatifnya sangat cepat sehingga mudah rebah (Soeprapto dan Rasyid Marzuki, 2004).

Tanah

Hampir semua jenis tanah pertanian cocok untuk budi daya tanaman kacang hijau. Jenis tanah yang dikehendaki tanaman kacang hijau adalah liat berlempung atau tanah lempung yang banyak mengandung bahan organik, seperti tanah podsolik merah kuning dan latosol.

Hal yang perlu diperhatikan dalam pemilihan lokasi kebun kacang hijau adalah tanahnya subur, gembur, banyak mengandung bahan organik (humus), aerasi dan drainasenya baik, serta mempunyai kisaran pH 5,8-6,5. untuk tanah yang ber-pH lebih rendah daripada 5,8 perlu dilakukan pengapuran. Fungsi pengapuran adalah meningkatkan mineralisasi nitrogen organik dalam sisa-sisa tanaman, membebaskan nitrogen sebagai ion ammonium dan nitrat agar tersedia bagi tanaman, membantu memperbaiki kegemburan, serta meningkatkan pH tanah mendekati pH netral (Rahmat Rukmana, 2004).

No comments:

Post a comment