Saturday, 24 August 2019

Tinjauan Umum Tanaman Anggrek

Tinjauan Umum Tanaman Anggrek


Pada umumnya tanaman anggrek berasal dari daerah tropika basah, oleh karena itu penyebarannya juga terdapat di daerah hutan hujan tropik basah seperti Amerika Selatan, Amerika Tengah, Meksiko, India, Indonesia, Srilangka, Thailand dan Malaysia (Ashari, 1995).


Menurut Lestari (1985), berdasarkan sistematika tumbuhan, tanaman anggrek Dendrobium sp. diklasifikasikan sebagai berikut :

Kingdom : Plantae
Divisi : Spermatophyta
Subdivisi : Angiospermae
Kelas : Monocotyledoneae
Ordo : Orchidales
Famili : Orchidaceae
Subfamili : Epidendroideae
Suku : Epidendreae
Subsuku : Dendrobiinae
Genus : Dendrobium
Spesies : D. macrophyllum, D. canaliculatum, D. lineale, D. bifalce, D. Secundum.

Tanaman anggrek berdasarkan sifat tumbuhnya dapat dibagi menjadi dua, yaitu anggrek efifit dan anggrek teresterial. Anggrek efifit, yaitu anggrek yang tumbuhnya menopang pada tanaman lain, namun tidak merugikan tanaman yang ditumpanginya. Golongan anggrek efifit antara lain genus Aerides, Angraecum, Cattleya, Brassovola, Dendrobium, Epidendrum, Lailea, Odontoglossum dan Vanda. Anggrek teresterial, yaitu tanaman anggrek yang seluruh perakarannya berkembang didalam tanah, rawa atau daratan. Karena itu anggrek ini juga disebut anggrek tanah. Golongan anggrek teresterial ini antara lain Arachnis, Arundina, Calanthe dan Spathoglotis (Ashari, 1995).

Akar anggrek berfungsi sebagai tempat menempelkan tubuh pada media tanam, berbentuk silindris, panjang seperti benang dan bercabang. Anggrek Dendrobium sp. mempunyai lapisan velamen yang berongga, yang berfungsi memudahkan akar dalam menyerap air hujan yang jatuh di kulit pohon media tumbuh anggrek. Di bagian bawah lapisan ini terdapat lapisan yang mengandung kiorofil 2003).

Menurut Iswanto (2002), berdasarkan tipe pertumbuhannya, batang tanaman anggrek Dendrobium sp. bertipe monopodial mempunyai batang tunggal tumbuh memanjang lurus keatas, beruas dan sering tumbuh akar gantung.

Bentuk daun tanaman menyerupai jenis tanaman monokotil pada umumnya, yakni memanjang seperti pedang dan ukuran panjang daunnya bervariasi (Sutiyoso, 2003b).

Bunganya pada umumnya mempunyai tiga buah sepalum atau kelopak bunga. Satu buah sepalum yang terletak di punggung dinamakan kelopak punggung atau sepalum dorsale dan dua lainnya dinamakan daun kelopak samping atau sepala literalia. Di pusat bunga terdapat alat yang berfungsi sebagai alat kelaminjantan dan betina, yang menjadi satu bagian (Iswanto, 2002).

Menurut Ashari (1995), tanaman anggrek Dendrobium sp. dapat tumbuh pada berbagai ketinggian tempat. Ditambahkan oleh Iswanto (2002), temperature yang dibutuhkan untuk tumbuh normal sekitar 150C-280C, namun di daerah pegunungan anggrek masih dapat tumbuh pada suhu rendah yaitu 5OC-100C. Umumnya, di Indonesia anggrek dapat tumbuh baik pada daerah yang bersuhu udara 260C-300C (Sandra, 2001).

No comments:

Post a comment