Friday, 23 August 2019

Peranan Unsur Hara bagi Tanaman


Peranan Unsur Hara bagi Tanaman

Unsur hara yang dibutuhkan tanaman sedikitnya ada 60 jenis unsur hara yang dibutuhkan tanaman. Dari sekian banyak unsur hara tersebut, sebanyak 16 unsur atau senyawa diantaranya merupakan unsur hara esensial yang mutlak dibutuhkan tanaman untuk mendukung pertumbuhannya.


Dari 16 unsur hara tersebut, 3 diantaranya tidak terlalu bermasalah karena ketersediaannya di alam melimpah. Ketiga tersebut adalah Karbon (C), Hidrogen (H), dan Oksigen (O). Ketiganya dapat diperoleh bebas dari udara. Kebutuhan air dapat diperoleh dati tanah dan dari air penyiraman (Parnata, 2004). Menurut Subroto dan Yusrani (2005), unsur-unsur hara atau nutrient tanaman merupakan unsur kimia yang berbentuk ion, molekul, senyawa atau larutan. Secara alami, unsur-unsur hara tersebut terdapat dan tersedia di dalam tanah dan diserap oleh tanaman melalui akarnya dalam bentuk ion atau larutan. Namun ada beberapa unsur hara dapat juga diberikan dan diserap tanaman lewat daunnya. Kekurangan unsur hara tersebut dapat diperbaiki dengan cara pemupukan.

Berikut ini peranan 16 unsur hara esensial bagi tanaman:

Karbon (C)

Karbon yang digunakan oleh tumbuhan berasal dari karbondioksida (C02) yang ada di udara. Karbon berfungsi untuk membentuk karbohidrat, lemak dan protein yang bermanfaat bagi pertumbuhan tanaman. Selain itu, berfungsi untuk membentuk selulosa yang merupakan dinding sel dan memperkuat bagian tanaman. Unsur karbon juga bisa menciptakan rasa wangi pada air yang terdapat di dalam buah dan bunga, serta membentuk warna daun dan bunga (Parnata, 2004).

Hidrogen (H)

Hidrogen diperoleh tanaman dalam bentuk senyawa H20 atau air (Subroto dan Yusrani, 2005). Air dapat diperoleh tanaman dari udara dan tanah. Hidrogen berguna dalam proses pembentukan gula (glukosa) menjadi karbohidrat dan sebaliknya, serta proses pembentukan lemak dan protein (Parnata, 2004).

Oksigen (O)

Oksigen diserap tanaman dalam bentuk senyawa 02 atau oksigen bebas (Subroto dan Yusrani, 2005). Oksigen dibutuhkan tanaman untuk membentuk bahan organik tanaman. Seluruh tanaman, baik akar, batang, daun, bunga, dan buah memerlukan oksigen. Oksigen dibutuhkan dalam sel tanaman untuk mengubah karbohidrat menjadi energi, proses ini disebut oksidasi (Parnata, 2004).

Nitrogen (N)

Unsur N diserap oleh sebagian besar tanaman dalam bentuk ion Nitrat (N03) dan Amonium (NH4+) (Subroto dan Yusrani, 2005). Nitrogen berperan untuk memacu pertumbuhan tanaman secara umum terutama pada fase vegetatif, berperan dalam pembentukan kiorofll, membentuk lemak, protein dan persenyawaan Iain (Marsono dan Sigit, 2002).

Fosfor (P)

Sebagian besar tanaman menyerap unsup P dalam bentuk offhofosfat primer (H2P04-) dan sebagian kecil dalam bentuk orthofosfat sekunder (HPC)c-) (Subroto dan Yusrani, 2005). Fosfor berperan untuk merangsang pertumbuhan dan perkembangan akar, sebagai bahan dasar protein (ATP dan ADP), membantu asimilasi dan respirasi, mempercepat proses pembungaan dan pembuahan, serta pemasakan biji dan buah (Marsono dan Sigit, 2002).

Kalium (K)

Unsur K diserap oleh tanaman dalam bentuk ion K+ (Subroto dan Yusrani, 2005). Fungsi utama kalium ialah membantu pembentukan protein dan karbohidrat. Kalium juga berperan dalam memperkuat tubuh tanaman agar daun, bunga, dan buah tidak mudah gugur. Selain itu, kalium merupakan sumber kekuatan bagi tanaman dalam menghadapi kekeringan dan penyakit (Lingga dan Marsono, 2006).

Kalsium (Ca)

Kalsium di dalam tanah diserap oleh tanaman dalam bentuk ion Ca-(Subroto dan Yusrani, 2005). Kalsium berperan untuk mengaktifkan pembentukan bulu-bulu akar dan biji serta menguatkan batang. menetralisir senyawa dan kondisi tanah yang merugikan (Marsono dan Sigit, 2002).

Magnesium (Mg)

Unsur Magnesium diserap oleh tanaman dalam bentuk ion Mg (Subroto dan Yusrani, 2005). Magnesium berperan untuk membantu proses pembentukan hijau daun atau klorofil. Selain itu, berfungsi untuk membentuk karbohidrat, lemak dan minyak, serta berfungsi membantu proses transportasi fosfat dalam tanaman (Parnata, 2004).

Sulfur (S)

Sulfur diserap oleh akar tanaman dalam bentuk ion S04 - dan sedikit sekali dalam bentuk gas Sulfur dioksida (S02) yang diserap lewat daun tanaman (Subroto dan Yusrani, 2005). Sulfur sangat membantu tanaman dalam membentuk bintil akar, pertumbuhan tunas, dan pembentukan hijau daun (klorofil). Sulfur merupakan unsur penting dalam pembentukan berbagai jenis asam amino (Parnata, 2004).

Klor (Cl)

Unsur Klor diserap oleh akar tanaman dalam bentuk ion Cl- (Subroto dan Yusrani, 2005). Klor berperan membantu meningkatkan atau memperbaiki kualitas dan kuantitas produksi tanaman (Marsono dan Sigit, 2002).

Besi atau Ferrum (Fe)

Unsur besi dapat diserap oleh akar tanaman dalam bentuk ion Fe- dan Fe (Subroto dan Yusrani, 2005). Unsur besi berveran pada proses-proses fisiologis tanaman, seperti proses pernapasan dan pembentukan klorofil (Marsono dan Sigit, 2002).

Mangan (Mn)

Unsur Mangan diserap oleh akar tanaman dalam bentuk ion Mn2+ (Subroto dan Yusrani, 2005). Unsur mangan berperan dalam proses asimilasi dan sebagai komponen utama dalam pembentukan enzim-enzim pada tanaman (Marsono dan Sigit, 2002).

Tembaga atau Cuprum (Cu)

Unsur Tembaga dapat diserap oleh akar tanaman dalam bentuk ion Cu dan dapat juga diserap dalam bentuk garam organik kompleks (Subroto dan Yusrani, 2005). Unsur Tembaga berperan sebagai pendorong proses pembentukan klorotil dan sebagai komponen dalam pembentukan enzim tanaman (Marsono dan Sigit, 2002).

Boron (B)

Unsur Boron di dalam tanah diserap oleh tanaman dalam bentuk beberapa ion, seperti B407 - , H2B03-, HBO3-, atau BOs-, dan umumnya diperlukan tanaman dalam jumlah sedikit (Sobroto dan Yusrani, 2005). Unsur Boron berperan membawa karbohidrat keseluruh jaringan tanaman, mempercepat penyerapan unsur kalium, berperan pada pertumbuhan tanaman khususnya di bagian yang masih aktif, meningkatkan kualitas produksi sayuran dan buah-buahan (Marsono dan Sigit, 2002).

Molibdenum (Mo)

Unsur Molibdenum dapat diserap oleh akar tanaman dalam bentuk ion yang diserap hanya dalam jumlah sedikit karena Mo sangat beracun bagi tanaman dan hewam bila sedikit melampaui ambang batas keperluan tanaman (Subroto dan Yusrani, 2005). Unsur Molibdenum berperan sebagai pengikat nitrogen bebas di udara, dan menjadi komponen pembentuk enzim pada bakteri bintil akar tanaman Leguminosae (Marsono dan Sigit, 2002).

Seng (Zn)

Unsur Seng diserap oleh akar tanaman dalam bentuk ion Zn dan dapat juga disemprotkan lewat daun, yang kemudian diserap oleh tanaman lewat daun dalam bentuk molekul organik kompleks (Subroto dan Yusrani, 2005). Unsur seng berperan dalam pembentukan hormon dalam tanaman (Marsono dan Sigit, 2002).

No comments:

Post a comment