Sunday, 25 August 2019

Pengaruh Pupuk Daun Terhadap Tanaman


Pengaruh Pupuk Daun Terhadap Tanaman

Menurut Harjadi (1983), pemupukan adalah bahan yang diberikan ke dalam tanah atau disemprotkan ke bagian tanaman dalam bentuk cairan atau larutan dengan maksud menambah unsur hara pada tanaman. Ditambahkan oleh Sarief (1985), pemupukan adalah setiap usaha yang bertujuan untuk peningkatan produksi dan mutu hasil tanaman.


Menurut Lingga dan Marsono (1986), pupuk daun termasuk pupuk anorganik yang pemberiannya langsung ke tanaman dengan menyemprotkannya ke daun. Salah satu kelebihan yang paling mencolok dari pupuk daun, yaitu proses penyerapan nutrisi lebih cepat dibanding pupuk yang diberikan lewat akar, sehingga tanaman akan lebih cepat menumbuhkan tunas. Oleh karena itu pemupukan lewat daun pada tanaman tertentu dipandang lebih berhasil disbanding lewat akar. Ditambahkan oleh Hartus (2002), selain mengandung unsur hara makro, pupuk daun juga mengandung unsur hara mikro yang dibutuhkan tanaman.

Akhir-akhir ini semakin banyak beredar pupuk daun yang mengandung unsur hara makro dan mikro, dengan berbagai macam merek dagang diantaranya :

a. Seprint

Mengandung unsur hara N 9,60 %, K2O 2,11 %, P2O5 0,67 %, Ca 0,04 %, Mg 0,29 %, Si 0,14 %, A12O3 0,082 %, SO4 0,35 % dan Fe2O3 0,018 %.

b. Petrovita

Mengandung unsur hara N 10 %, K20 6 %, P2O5 5 %, S 1 %, Mg 0,0262 %, Fe 0,0277 %, Zn 0,0055 %, cu 0,0224 %, Mn 0,0125 %, Mo 0,0010 %, B 0,0075 %, dan Co 0,0005 %.

c. Gandasil-D

Mengandung unsur hara 20 % N, 15 %, K2O, 15 % P2O5, 1 % MgSO4 dilengkapi dengan unsur Mn, B, Cu, Co, Fe, Zn.

Menurut Sutiyoso (2003b), masing-masing peranan terdapat dalam pupuk tersebut adalah sebagai berikut :

Nitrogen (N)

Nitrogen berperan untuk merangsang pertumbuhan unsur hara tanaman yang secara keseluruhan, khususnya batang, cabang dan daun, serta berperan penting dalam hal pembentukan klorofil (zat hijau daun) yang berguna dalam proses fotosintesis. Peran lain adalah membentuk protein, lemak dan berbagai persenyawaan organik lainnya. Kekurangan nitrogen mengakibatkan tanaman tumbuh kerdil dan menjadi hijau kekuningan yang tampak pada daun bagian bawah terus kebagian atas, selanjutnya warna berubah menjadi cokelat dan mati.

Fospor (P)

Berperan untuk merangsang pertumbuhan akar, membantu asimilasi dan pernafasan sekaligus mempercepat pembungaan, pemasakan biji dan buah. Kekurangan fosfor mengakibatkan tepi-tepi daun, cabang dan batang bewarna merah keungu-unguan dan perakaran tanaman sangat kurang dan tidak berkembang.

Kalium (K)

Berperan untuk membantu pembentukan protein dan karbohidrat, memperkuat tubuh tanaman agar daun, bunga dan buah tidak mudah gugur serta sebagai sumber kekuatan bagi tanaman menghadapi kekeringan dan penyakit. Kekuranagn kalium menyebabkan bercak-bercak atau keriput pada daun, tanaman menjadi kerdil dan tanaman mudah patah serta rebah.

Sulfur (S)/Belerang

Berperan penting dalam sintesis protein dan dalam pembentukan klorofil. Sulfur dibutuhkan tanaman terutama tanaman-tanaman muda pada awal pertumbuhan dan perkembangannya, unsur inipun membantu untuk pertumbuhan anakan.

Kalsium (Ca)

Ikut berperan dalam pembentukan dinding sel, berguna bagi tanaman untuk pertumbuhan ujung dan bulu-bulu akar, dan mempengaruhi kecepatan pertumbuhan. Sehingga apabila kekurangan unsur ini, maka pertumbuhan perakaran kurang berkembang, ujung akar lemah, daun mengalami malformasi (bentuk buruk), dan ujung daun berlekuk kebawah.

Magnesium (Mg)

Magnesium diperlukan bagi tanaman untuk pembentukan klorofil atau butir hijau daun, membentuk karbohidrat dan lemak. Kekurangan unsur magnesium ini menyebabkan daun berbercak kuning atau khlorosis yang tampak pada permukaan daun sebelah bawah.

Boron (Bo)

Boron berperan sebagai unsur yang bertugas sebagai transportasi karbohidrat dalam tubuh tanaman dan untuk perkembangan bagian-bagian tanaman yang tumbuh aktif. kekurangan boron mengakibatkan daun seperti hangus, bertotol serta berubah warna, meristem/titik tumbuh mengalami distorsi dan akhirnya mati, terjadi malformasi (salah bentuk) pada buah.

Zincum (Zn) atau Seng

Peranan unsur seng adalah memberikan dorongan terhadap pertumbuhan tanaman, karena unsur seng berfungsi untuk membantu pembentukan hormone tumbuh. Kekurangan seng mengakibatkan warna daun kekuningan sampai kemerahan terutama pada daun yang agak tua dan juga akan berlubang-lubang dan akhirnya mengering.

Cuprum (Cu) / Tembaga

Berperan sebagai bahan pembentuk klorofil, membantu metabolisme protein dan karbohidrat, dan berperan dalam fungsi reproduksi seperti pembentukan benih. Kekurangan unsur tembaga menyebabkan daun bewarna hijau kebiruan, melintir dan berbentuk tidak beraturan, titik tumbuh (meristem) pucuk terhenti dan ujung daun muda bertepi menguning.

Ferrum (Fe) / Besi

Besi berperan sebagai katalisator atau koenzim yang berhubungan dengan pembentukan klorofil, terlibat dalam sintesis protein dan juga pertumbuhan meristem atau titik tumbuh ujung akar. Keberadaannya sangat diperlukan untuk aktifitas oksigen. Gejala kekurangan unsur besi tampak pada daun muda yang khlorosis atau menguning diantara tulang daun, sedangkan tulang daunnya masih tetap hijau.

Mangan (Mn)

Mangan digunakan oleh tanaman untuk pembentukan protein dan vitamin. Selain itu, Mn berperan penting dalam mempertahankan kondisi hijau daun pada daun yang tua. Peran mangan juga hampir sama dengan unsur besi yaitu untuk memperlancar proses asimilasi dan komponen penting dalam berbagai enzim.

Molibdenum (Mo)

Unsur ini berguna untuk fiksasi nitrogen dari udara, dan merupakan komponen sistem enzim yang mengubah nitrat menjadi amonium. Gejala kekurangan unsur ini dapat dilihat pada daun yang menggulung, terkadang tepi daun menjadi gosong atau daun tertekuk ke bawah serta pertumbuhan dan pembungaan terhambat.

Kobalt (Co)

Berperan dalam membantu sistem transportasi elektron dalam proses fotosintesis, menjadi bagian dari beberapa enzim yang mengatur sitkrom, asam askorbik dan polifeno (polyphenol). Kekurangan unsur ini berpengaruh pada sistem jaringan pengangkut di pangkal batang sehingga kerusakan yang terjadi menyebabkan angkutan air terhambat dengan gejala melayu.

No comments:

Post a comment