Monday, 26 August 2019

Klasifikasi dan Morfologi Bekicot

Klasifikasi dan Morfologi Bekicot

Bekicot dengan nama latin Achatina fulica merupakan hewan moluska atau juga siput darat. Asal bekicot dari Afrika Timur. Dulu bekicot merupakan salah satu hewan perdagangan yang akhirnya menyebar luas hampir keseluruh belahan dunia dan menjadi hewan yang merugikan.


Seperti penjajah, moluska ini sudah menginvasif hampir keseluruh penjuru wilayah dunia dan menyerang lahan-lahan pertanian serta sangat merugikan.

Sehingga hewan ini dibeberapa negara sudah dilarang untuk dipelihara atau dijadikan hewan kesayangan.

Beberapa negara menjadikan bekicot sebagai bahan konsumsi yang sangat lejzat. Seperti Prancis, bekicot jenis escargots dijadikan kuliner kelas restoran dan menjadi menu special. Oleh masyarakat prancis. Di restoran Prancis menu dari bekicot merupakan sebuah simbol bahwa restoran tersebut yang dianggap mewah.

Oleh petani bekicot dianggap hama penting dan berbahaya. Berkembangbiak dengan cepat dan menginvasif lahan-lahan pertanian dengan cepat dan sangat merusak. Bekicot lebih banyak muncul pada saat musim hujan.

Bagi sebagian orang bekicot merupakan hewan moluska yang menjijikan terutama kaum wanita karena mengandung banyak lendir.

Klasifikasi Bekicot

Kingdom: Animalia
Filum: Mollusca
Kelas: Gastropoda
Ordo: Sytromatophora
Famili: Achatinidae
Genus: Achatina
Spesies: Achatina fulica

Morfologi Bekicot

Tubuh bekicot sangat lunak serta tidak memiliki tulang belakang. Tubuhnya yang lunak dilindungi oleh cangkang yang cukup keras. Cakang bekicot terbuat dari bahan kapue dan terdapat lapisan mutiara di dalamnya.

Cangkang bekicot berbentuk fosiform di bagian dalamya berpilin spiral. Cangkang berwarna coklat bergaris coklat hingga coklat gelap pada bagian permukaan.
Memiliki alat indra berjumlah 4 yaitu: mata, tentakel, ospharaduia dan statocyt.

Tidak memiliki kaki, bekicot berjalan menggunakan perut yang dibantu dengan lendirnya.

No comments:

Post a comment