Sunday, 25 August 2019

Aklimatisasi dan Nurseri Anggrek


Aklimatisasi dan Nurseri Anggrek

Aklimatisasi adalah adaptasi iklim dari suatu organisme. Pada tanaman yang dipindahkan ke lingkungan yang baru, penyesuaian ini ditujukan terutama terhadap cahaya dan kelembaban serta suhu lingkungan sekitarnya. Tujuan aklimatisasi untuk mempersiapkan tanaman untuk dapat hidup di lingkungan yang baru. Perubahan lingkungan selama aklimatisasi mempengaruhi anatomi dan fisiologi tanaman (Sutarni dan Moeso, 1990).


Aklimatisasi merupakan periode paling kritis dalam perbanyakan secara kultur in vitro karena merupakan peralihan dari heterotrof atau organisme yang kebutuhan makanannya tergantung dari bahan organik ke autotrof yaitu organism yang dapat membuat makanan dari zat-zat anorganik.

Menurut Wetherel (1982), biasanya planlet yang dipindahkan dari kultur in vitro ke dalam pot pemeliharaannya selama masa peralihan lebih peka terhadap cahaya yang kuat, kekurangan air dan hama serta penyakit. Pada awal aklimatisasi tanaman ditaruh dalam wadah-wadah yang lembab dan pada tempat-tempat yang terlindung cahaya selama beberapa minggu, dan digunakan sungkup plastik untuk mempertahankan kelembaban tinggi pada lingkungan sekeliling tanaman, karena hal tersebut sangat dibutuhkan oleh tanaman yang masih lemah. Agar tanaman makin kuat, intensitas cahaya perlu dinaikkan dan kelembaban diturunkan, keduanya dilakukan secara bertahap. Tahap ini harus dilakukan dengan hati-hati untuk menghindari kerugian akibat kematian tanaman.

Setelah melalui proses aklimatisasi bibit tanaman perlu dipindahkan ke nurseri (pembibitan tanaman) agar tanaman dapat tumbuh lebih baik. Dalam nurseri dilakukan pemeliharaan pada bibit tanaman anggrek seperti halnya tanaman konvensional lainnya, sehingga cukup kuat dan tegar untuk dapat beradaptasi dengan lingkungan luar. Pemeliharaan dan perawatan yang dilakukan meliputi penyiraman, pemupukan dan pengendalian hama dan penyakit (Sutarni dan Moeso, 1990).


Kelembaban merupakan persyaratan tumbuh yang sangat dibutuhkan oleh tanaman anggreke Oleh karena itu penyiraman perlu dilakukan dengan frekuensi yang tidak terlalu sering, artianya diusahakan agar tanaman tidak terlalu kering dan tidak terlalu basah, karena air yang berlebihan dapat menyebabkan kebusukan pada akar dan daun, serta dapat mengundang hama dan penyakit. Selain itu pemupukan juga menentukan keberhasilan pada pembibitan tanaman anggrek.

Pada masa vegetatif, tanaman anggrek membutuhkan pupuk yang mengandung unsur nitrogen yang tinggi, dengan kadar unsur fosfor dan kalium yang seimbang serta mengandung unsur mikro yang lengkap (Widastoety, 2003b).

No comments:

Post a comment