Saturday, 14 December 2019

Klasifikasi dan Morfologi Udang Windu


Klasifikasi dan Morfologi Udang Windu

Udang windu memiliki nama internasional yakni Giant Tiger dengan nama ilmiahnya Penaeus monodon adalah suatu satwa yang hidup dan berkembang biak di laut, serta binatang yang memiliki kulit yang keras. Udang windu saat ini telah tersebar ke berbagai negara seperti Indonesia, pantai Afrika, Semenanjung Arab sampai Asia Tenggara, Laut Jepang, Australia, Austria Timur, Laut Tengah Terusan Suez, Hawaii, Lautan Atlantik dan Amerika Serikat (Florida, Georgia, South Carolina).


Klasifikasi Udang Windu

Kingdom: Animalia
Filum: Arthropoda
Subfilum: Crustacea
Kelas: Malacostraca
Ordo: Decapoda
Subordo: Dendrobranchiata
Famili: Penaeidae
Genus: Penaeus
Spesies: P. monodon

Morfologi Udang Windu

Di dalam morfologi udang windu terbagi menjadi dua yakni, bagian Cephalothorax (kepala dan dada) dan Abdomen (perut). Informasi lengkap dari morfologi udang windu adalah sebagai berikut:

Cephalothorax

Bagian Cephalothorax pada udang windu terlindungi oleh zat kitin yang tebal dan keras atau disebut juga Carapace.

Bagian kepala udang windu memiliki rostrum dengan rumus 7/3. Rumus 7/3 memiliki arti bahwa bagian kepala atas memiliki 7 buah rostrum dan bagian bawah 3, selain itu terdapat pula bagian lain dari Cephalothhorax sebagai berikut:
  1. Mata majemuk yang bertangkai dan dapat digerakan (mata facet).
  2. Dibagian bawah kepala terdapat mulut dengan rahang yang kuat (mandibula).
  3.  Sepasang sungut (antena)
  4. Antennula sebanyak dua pasang.
  5. Sepasang sirip kepala (Scophocerit)
  6. Maxilliped (berupa alat pembantu rahang)
  7. Memiliki lima pasang kaki yang berguna untuk berjalan di dasar dan berenang di laut. Sepasang kaki pertama, kedua dan ketiga memiliki capit atau chela.
  8. Memiliki hepatopankreas, jantung dan insang.

Abdomen atau Perut

Pada bagian abdomen atau perut dilapisin kulit yang keras dan tebal. Memiliki corak melintang berwarna hijau kebiru-biruan, dan di alam liar warnanya agak kehitaman. Terdapat juga dua ruas ekor yang berfungsi untuk mengarahkan gerakan dan juga alat kelamin.

Saturday, 7 December 2019

Klasifikasi dan Morfologi Belibis


Klasifikasi dan Morfologi Belibis


Belibis merupakan satwa sekelompok dengan unggas yang memiliki paruh datar (Anseriformes). Belibis ini memiliki suara seperti siulan dan juga bias terbang. Unggas ini mirip dengan bebek/mentok yang memiliki kelebihan seperti dapat terbang di udara. Karena keunikan ini, dalam dalam bahasa Inggris belibis dikenal sebagai whistling duck (itik bersiul). Belibis satu anggota dengan suku Anatidae, sehingga unggas ini memiliki kedekatan genetic dengan itik.



Belibis merupakan satwa yang mudah ditemukan di Indonesia, khusunya daerah yang berawa-rawa. Di Indonesia belibis diternakan dan dimanfaatkan dagingnya untuk dijadikan berbagai olahan makanan yang khas dan lezat. Sehingga belibis salah satu unggas yang memiliki nilai ekonomi cukup tinggi.

Klasifikasi Belibis

Kingdom: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Aves
Ordo: Anseriformes
Famili: Anatidae
Subfamili: Dendrocygninae (Reichenbach, 1853)
Genus: Dendrocygna (Swainson, 1837)
Species: Dendrocygna

Morfologi Belibis

Belibis spesies Dendrocygna arcuta memiliki ciri-ciri morfologi ukuran tubuh paling kecil diantara spesies belibis lainnya. Memiliki leher yang tidak terlalu panjang dan kecil, bentuk paruh pipih seperti paruh bebek/itik, atau mentok dan berwarna hitam, warna dasar bulu kecoklatan bercorak-corak hitam. Bulu ujung sayap berwarna putih. Memiliki ekor yang pendek. Terdapat dua pasang kaki yang berselaput dan berwarna hitam.

Sekilas burung belibis ini memang menyerupai bebek/itik karena kemiripan dari bentuk paruh yang pipih dan memiliki kaki berselaput. Dengan kaki berselaput beibis dapat berenang di air untuk mencari makan di rawa-rawa serta sayapnya yang berfungsi untuk terbang di udara meski belibis sendiri jarang terbang, namun sekali terbang ia mampu terbang jauh.

Saturday, 30 November 2019

Pengertian Hubungan Industrial

Pengertian Hubungan Industrial

Hubungan Industrial

Hubungan industrial merupakan suatu sistem hubungan yang terbentuk antara para pelaku dalam proses produksi barang dan/jasa yang terdiri dari unsur pengusaha, pekerja/buruh, dan pemerintah yang didasarkan pada nilai-nilai Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara. Republik Indonesia Tahun 1945. (UU RI Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, Edisi Revisi 2007:7).


Hubungan industrial adalah hubungan antara semua pihak yang tersangkut atau berkepentingan atas proses produksi atau pelayanan jasa di suatu perusahaan. Pihak yang paling berkepentingan atas keberhasilan perusahaan dan berhubungan langsung sehari-hari adalah pengusaha atau manajemen dan pekerja. Disamping itu masyarakat juga mempunyai kepentingan, baik sebagai pemasok faktor produksi yaitu barang dan jasa kebutuhan perusahaan, maupun sebagai masyarakat konsumen atau pengguna hasil-hasil perusahaan tersebut. Pemerintah juga mempunyai kepentingan langsung dan tidak langsung atas pertumbuhan perusahaan, antara lain sebagai sumber penerimaan pajak. Jadi hubungan industrial adalah hubungan antara semua pihak yang berkepentingan tersebut. Dalam pengertian sempit, hubungan industrial diartikan sebagai hubungan antara manajemen dan pekerja atau Management-Employees Relationship.

Hubungan industrial yang belaku di Indonesia disebut hubungan industrial pancasila. Dalam melaksanakan hubungan industrial pancasila setiap pekerjaan diarahkan untuk memiliki sikap merasa ikut memiliki serta mengembangkan sikap memelihara dan mempertahankan kelangsungan usaha.

Setiap pengusaha membangun sikap memperlakukan pekerja sebagai manusia atas kemitraan yang sejajar sesuai dengan kodrat, harkat, martabat, dan harga diri serta meningkatkan profesionalisme dan kesejahteraan pekerja beserta keluarganya.

Hubungan industrial pancasila di atur dalam Undang-undang Nomor 13 BAB XI Tahun 2003 dan dilaksanakan melalui sarana:

1). Serikat Pekerja/Serikat Buruh

Serikat Pekerja/Serikat Buruh adalah organisasi yang dibentuk dari, oleh, dan untuk pekerja/buruh baik di perusahaan maupun di luar perusahaan, yang bersifat bebas, terbuka, mandiri, demokratis, dan bertanggungjawab guna memperjuangkan, membela serta meningkatkan kesejahteraan pekerja/buruh dan keluarganya.

2). Organisasi Pengusaha

Setiap pengusaha berhak untuk membentuk dan menjadi anggota organisasi pengusaha yang khusus menangani bidang ketenagakerjaan dalam rangka pelaksanaan hubungan industrial Pancasila

3). Lembaga Kerja Sama Bipartit

Lembaga kerja sama bipartit adalah forum komunikasi, konsultasi, dan musyawarah tentang masalah hubungan industrial diperusahaan yang anggotanya terdiri dari unsur pengusaha dan unsur pekerja.

4). Lembaga Kerja Sama Tripartit

Lembaga Kerja Sama Tripartit adalah forum komunikasi, konsultasi, dan musyawarah tentang masalah hubungan industrial diperusahaan yang anggotanya terdiri dari unsur pengusaha, pekerja, dan pemerintah.

5). Peraturan Perusahaan

Peraturan perusahaan adalah peraturan yang dibuat secara tertulis oleh pengusaha yang memuat syarat-syarat kerja serta tata tertib perusahaan. Kecuali yang telah memiliki perjanjian kerja bersama, maka setiap perusahaan wajib memiliki peraturan perusahaan yang disahkan oleh menteri yang berwenang.

6). Perjanjian Kerja Bersama

Perjanjian kerja bersama adalah perjanjian yang merupakan hasil perundingan antara serikat pekerja/serikat buruh atau beberapa serikat pekerja/serikat buruh yang tercatat pada instansi yang bertanggung jawab dibidang ketenagakerjaan dengan pengusaha, atau beberapa pengusaha atau perkumpulan pengusaha yang memuat syarat-syarat kerja, hak dan kewajiban kedua belah pihak.

7). Peraturan perundang-undangan ketenagakerjaan

Hukum Ketenagakerjaan merupakan istilah baru dalam ilmu hukum pada umumnya dan hukum perburuhan pada khususnys, Menurut UU No. 13 Tahun 2003, pengertian ketenagakerjaan adalah lebih luas dibandingkan dengan perburuhan sebagaimana dalam KUHPerdata. Namun demikian pelaksanaan peraturan perundang undangan di bidang ketenagakerjaan masih mempergunakan beberapa undang-undang yang dikeluarkan sebelum dikeluarkan UU No. 13 Tahun 2003.

8). Lembaga Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial

Perselisihan hubungan industrial adalah perbedaan pendapat yang mengakibatkan pertentangan antara pengusaha atau gabungan pengusaha dengan pekerja/buruh atau serikat pekerjeburuh atau serikat pekerja/serikat buruh karena adanya perselisihan mengenai hak, perselisihan kepentingan, dan perselisihan pemutusan hubungan kerja serta perselisihan antara pekerja/serikat buruh hanya dalam satu perusahaan.

Friday, 29 November 2019

Kearsipan : Pengertian, Tujuan, Peranan, Keunggulan dan Fungsinya

Kearsipan : Pengertian, Tujuan, Peranan, Keunggulan dan Fungsinya

Pengertian Kearsipan

Menurut Sedarmayanti dalam bukunya Tata Kearsipan yaitu sejarah kearsipan ditinjau dari segi bahasa, Secara etimologis istilah arsip dalam bahasa Belanda yaitu "archief', dan dalam bahasa ingris disebut "arcihive", berasal dari kata "arche" bahasa Yunani yang berarti permulaan. Kemudian dan kata 'arche" berkembang mentadi kita “ta archia" yang berarti catatan. Selanjutnya kata “ta archia" berubah Iagi menjadi kata "archeon" yang berarti "gedung pemerintahan".


Sedangkan dalam bahasa latin, disebut “Archivum”, atau 'Archium, dan akhirnya dari kata-kata ini dalam bahasa Indonesia dipakai istilah "Arsip” sarnpai saat ini. Disamping pengertian kata Arsip dalam bahasa Indonesia, dikenal pula istilah Files (dari bahasa Latin Fillum, yang berarti tali), dan istilah “Records", yang masih banyak dipergunakan dalam kegiatan administrasi kearsipan, (Sedarmayanti, 2008:31-32).

Tujuan Kearsipan

Tujuan kearsipan ialah untuk menjamin keselamatan bahan pertanggungjawaban nasional tentang perencanaan, pelaksanaan dan penyelenggaraan kehidupan kebangsaan serta untuk menyediakan bahan pertanggungjawaban tersebut bagi kegiatan Pemerintah.
  1. Menyampaikan surat dengan aman dan mudah selama diperlukan
  2. Menyiapkan surat setiap saat diperlukan
  3. Mengumpulkan bahan-bahan yang mempunyai sangkut-paut dengan suatu masalah yang diperlukan sebagai perlengkapan.
Peranan kearsipan

Kearsipan mempunyai peranan sebagai "pusat ingatan", sebagai "sumber informasi" dan "sebagai alat pengawasan" yang sangat diperlukan dalam setiap organisasi dalam rangka kegiatan "perencanaan", "penganalisaan", "pengembangan, perumusan kebijaksanaan, pengambilan keputusan, pembuatan laporan, pertanggungjawaban, penilaian dan pengendalian setepat-tepatnya.

Arsip mempunyai peranan penting dalam proses penyajian informasi bagi pimpinan untuk membuat keputusan dan merumuskan kebijakan,oleh sebab itu untuk dapat menyajikan informasi yang lengkap, cepat dan benar haruslah ada sistem dan prosedur kerja yang baik dibidang kearsipan.

Keunggulan dan Fungsi Kearsipan
  1. Aktifitas kantor atau organisasi akan berjalan dengan lancar.
  2. Dapat dijadikan bukti-bukti tertulis apabila terjadi masalah.
  3. Dapat dijadikan sebagai sarana komunikasi secara tertulis
  4. Dapat dijadikan bahan dokumentasi
  5. Dapat menghemat waktu, tenaga dan biaya
  6. Sebagai alat pengingat
  7. Sebagai alat penyimpanan warkat
  8. Sebagai alat Bantu perpustakaan di kantor apabila memiliki perpustakaan
  9. Merupakan bantuan yang berguna bagi pimpinan dalam menentukan kebijaksanaan
  10. Kearsipan berarti penyimpanan secara tetap dan teratur warkat-warkat penting mengenai kemajuan perusahaan.


Monday, 9 September 2019

Klasifikasi dan Morfologi Burung Murai Batu

Klasifikasi dan Morfologi Burung Murai Batu


Murai batu adalah sejenis burung dengan nama latin (Copsychus malabaricus) termasuk ke dalam keluarga Muscicapidae atau sejenis dengan burung cacing. Burung ini sudah tersebar di wilayah pulau Sumatra, Semenanjung Malaysia, dan sebagian pulau Jawa. Di Kalimantan Utara juga terdapat spesies burung murai alis putih (Copsychus malabaricus stricklandii). Oleh beberaap pakar menganggap burung murai alis putih adalah spesies tersendiri.


Di pulau Jawa burung murai batu populasinya mulai berkurang serta penyebarannya sangat terbatas. Murai batu saat ini hanya bisa ditemukan dibeberapa tempat yang masih mamiliki hutan alami seperti tempat-tempat konservasi atau tempat wisata alam contohnya seperti Taman Nasional Ujung Kulon dan Taman Nasional Meru Betiri dan Hutan Wisata Pananjung Pangandaran.

Murai batu hidup dan berkembangbiak  di hutan alami yang rapat atau hutan sekunder. Burung ini terkenal sangat kuat dalam mempertahankan wilayahnya (teritorial). Burung ini lebih menyenangi makanan seperti ulat dan serangga kecil.

Burung murai batu dikenal dengan kicauannya yang unik dan merdu sehingga dinobatkan sebagai burung yang memiliki suara indah (The Best Song Birds – Delacour, 1947). Oleh masyarakat burung ini sangat diminati sebagai burung hias dan burung kicau . Murai batu sangat digemari oleh pecinta kicauan karena memiliki suara kicauan yang indah.

Klasifikasi Murai Batu

KINGDOM : Animalia
FILUM : Chordata
KELAS : Aves
ORDO : Passeriformes
FAMILI : Muscicapidae
GENUS : Copsychus
SPESIES : Copsychus malabaricus

Morfologi Murai Batu

Burung murai batu hampir seluruh bagian tubuhnya diselimuti oleh bulu-bulu yang berwarna hitam kecuali pada bagian bawahnya berwarna merah cerah hingga jingga kusam. Pada bagian kepalanya terdapat semburat berwarna biru. Tubuhnya berukuran berkisar 14-17 cm. Burung ini akan selalu menjungkitkan ekornya ketika dalam ke adaan terkejut atau sedang berkicau.

Dalam membedakan mana burung jantan dan betina dapat dilihat dari bentuk fisiknya. Burung murai batu jantan memiliki ukuran tubuh yang lebih besar dan suaranya lebih keras dan berfariasi. Sedangkan murai batu betina memiliki ukuran tubuh lebih kecil dan suaranya tidak keras serta monoton.

Sunday, 8 September 2019

Klasifikasi dan Morfologi Belalang

Klasifikasi dan Morfologi Belalang

Belalang merupakan serangga pemakan tumbuhan atau disebut juga herbivora yang berasal dari subordo Caelifera dalam ordo Orthoptera. Salah satu jenis serangga yang dilengkapi dengan sepasang antena dengan ukuran yang selalu lebih pendek dari ukuran tubuhnya, belalang juga memiliki ovipositor pendek. Belalang dapat menghasilkan suara stridulasi yaitu suara yang dihasilkan dari menggosokan femur belakang terhadap sayap depan atau abdomen, suara juga terdengar ketika belalang terbang karena kepakan sayapnya. Femur berukuran panjang dan sangat berguna untuk belalang melompat berpindah ketempat yang lainnya.


Pada umumnya belalang memiliki sayap yang berfungsi untuk terbang dan ada juga yang bersayap namum tidak dipergunakan untuk terbang. Membedakan mana belalang jantan dan belalang betina dapat dilihat dari ukurantubuhnya. Belalang jantan memiliki ukuran tubuh yang lebih kecil sedangkan betina memiliki ukuran tubuh lebih besar.

Sesungguhnya belalang dapat dikonsumsi oleh manusia namun memiliki efek samping yang mempengaruhi kesehatan tubuh seperti alergi. Di dalam hukum Islam belalang merupakan hewan yang ketika sudah mati masih dihalalkan untuk dimakan menjadi lauk.

Belalang lebih suka hidup dan berkembang biak pada lingkungan yang lembah terbuka dengan banyak ditumbuhi rumput-rumput hijau sebagai sumber makanannya. Ada juga spesies lainnya yang hidup di hutan belantara, tebing, tanah, dan bebatuan yang berlumut sebagai sumber makanannya.

Klasifikasi Belalang

Kingdom  :  Animalia
Phylum  :  Artopoda
Class  :  Insecta
Ordo  :  Orthoptera
Sub-Ordo :  Caelifera
Family  :  Acrididae
Genus  :  Dissosteira
Spesies  :  Dissosterira carolina

Morfologi belalang

Belalang memiliki 3 bagian tubuh utama seperti kepala, dada (thorak) dan perut (abdomen). Selain itu tetdapat juga anggota tubuh lainnya seperti kaki yang bersendi berjumlah 6, sayap 2 pasang untuk terbang dan sepasang antena sebagai alat sensor.

Kaki pada belalang memiliki 2 fungsi yang berbeda seperti kaki pada bagian depan digunakan untuk berjalan, dan bagian kaki yang lebih panjang digunakan untuk melompat.

Belalang tidak memiliki telinga, tetapi bisa mmerasakan getaran di udara dengan bantuan alat sensor yang disebut dengan tympanum. Pada belalang tympanum terletak di abdomen pertama.

Belalang memiliki lima mata yang terdiri dari mata (2 compound eye dan 3 ecelli). Alat pernafasan belalang berupa trakea. Belalang merupakan serangga dengan kerangka luas (exoskeleton).

Membedakan belalang betina dengan yang jatan dapat dilihat dari ukuran tubuhnya. Belalang betina memiliki ukuran tubuh lebih besar berkisar 58-71 mm sedangkan yang jantan memiliki ukuran tubuh lebih kecil berkisar 49-63 mm.

Friday, 6 September 2019

Tinjaun Umum Pupuk Organik Cair Nasa

Tinjaun Umum Pupuk Organik Cair Nasa

POC Nasa terbuat dari limbah ternak serta unggas, limbah alam serta tanaman, beberapa tanaman tertentu serta "bumbu-bumbu/zat-zat alami tertentu" hingga merupakan bahan organik murni beberap cair yang diproses dengan cara alamiah dengan konsep "zero emision concept”.


Fungsi POC Nasa amat kompleks dan multiguna tak hanya terpenting dipergunakan untuk semua type tanaman pangan (padi,palawija) hortikultura (sayuran, buah, bunga) serta tahunan (coklat, kelapa sawit) POC Nasa bisa pula digunakan untuk tenak/unggas serta ikan/udang. Kandungan unsur mikro dalam 1 liter POC Nasa memiliki manfaat setara dengan kandungan unsur hara makro 1 ton pupuk kandang serta dilengkapi dengan kandungan asam humat serta asam fulvat yang berangsur-angsur memperbaiki konsistensi (kegemburan) tanah yang keras serta melarutkan sp-36 dengan cepat, tak hanya itu pula POC Nasa dilengkapi dengan ZPT (Zat Pengatur Tumbuh) auxin, giberelin serta sitokininyang bakal mempercepat untuk berkecambah biji, pembuatan akar.

POC Nasa mempercepat serta memperbanyak pertumbuhan plankton seperti pakan alami ikan/udang serta menetralkan/mengikat senyawa berbahaya dalam perairan kolam/tambak, pencampuran dengan pakan ikan/udang bakal memperkaya kandungan mineral, protein lemak nabati serta vitamin yang dibutuhkan ikan/udang.

POC Nasa pula mcmberikan mineral-mineral, protein, lemak nabati serta vitamin untuk meningkatkan bobot ternak/unggas, menambahnafsu makan ternak/unggas serta menurunkan tingkat kematian. POC Nasa berperan pula untuk membantu menurunkan kadar kolesterol dalam daging unggas serta mengurangi kadar amoniak pada kotoran unggas hingga akan mengurangi bau tidak sedap dari kotoran unggas.

POC Nasa memiliki fungsi yang multiguna.

Manfaat POC Nasa :

  1. Menambah kuantitas serta kualitas produksi tanaman serta kelestarian lingkungan/tanah (kuantitas-kualitas-kelestarian).
  2. Menjadikan tanah yang keras berangsur-angsur menjadi gembur.
  3. Melarutkan sisa pupuk kimia di tanah (dapat digunakan tanaman).
  4. Memberikan semua type unsur makro serta unsur mikro lengkap.
  5. Bisa mengurangi penggunaan urea, SP-36, serta KCl + 12,5%-25%.
  6. Setiap 1 liter POC Nasa mempunyai manfaat unsur hara mikro setara dengan 1 ton pupuk kandang.
  7. Memacu pertumbuhan tanaman serta akar, merangsang pengumbian, pembungaan serta pembuahan serta mengurangi kerontokan bunga serta buah (mengandung hormon/zpt auksin, giberelin serta sitokinin).
  8. Menambah daya tahan terhadap hama serta penyakit.
  9. Menambah bobot unggas (ayam, bebek) ternak besar (sapi, kambing) ikan serta udang.
  10. Menambah nafsu makan unggas ternak serta ikan/udang.
  11. Membantu perkembangan mikroorganisme tanah yang berguna untuk tanaman (cacing tanah, penicilium glaucum).


Wednesday, 28 August 2019

Tinjauan Umum Tanaman Pisang

Tinjauan Umum Tanaman Pisang


Tanaman pisang (Musa paradisiaca L.) bukan merupakan tanaman asli Indonesia, tetapi merupakan tanaman pendatang. Sentra aslinya adalah Asia Tenggara, kini tanaman pisang tersebar luas ke seluruh dunia, termasuk Indonesia (Sunarjono, 1990). Tanaman pisang banyak dimanfaatkan oleh masyarakat luas untuk berbagai macam keperluan hidup. Selain buahnya, bagian tumbuhan lainnya mulai dari akar sampai dengan daunnya banyak dimanfaatkan orang untuk berbagai keperluan (Cahyono, 1995).


Menurut Rukmana (1999) kedudukan tanaman pisang dalam sistematika tumbuhan dapat diklasifikasikan sebagai berikut: Divisi: Spermatophyta; Sub divisi: Angiospermae; Kelas: Monocotyledonae; Ordo: Scitaminae; Famili: Musaceae; Sub famili: Muscoideae; Genus: Musa; Spesies: Musa paradisiaca L.

Morfologi Tanaman Pisang

Pohon pisang berakar rimpang dan tidak mempunyai akar tunggang. Akar ini berpangkal pada umbi batang. Akar terbanyak berada di bagian bawah tanah. Akar ini tumbuh menuju ke bawah sampai kedalaman 75-150 cm, sedangkan akar yang berada di bagian samping umbi batang tumbuh ke samping atau mendatar, dalam perkembangan akar bisa mencapai 4-5 m (Satuhu dan Supriyadi, 2003).

Batang pisang dibedakan atas dua macam, yaitu batang asli/bonggol (corm) dan batang palsu/batang semu. Bonggol terletak di bawah permukaan tanah dan mempunyai beberapa mata sebagai cikal bakal anakan dan merupakan tempat melekatnya akar. Batang semu bersusun dari pelepah-pelepah daun yang saling menutupi, tumbuh tegak diatas permukaan tanah (Rukmana, 1999). Bagian atas umbi batang terdapat titik tumbuh yang menghasilkan daun dan pada suatu saat akan tumbuh bunga pisang (jantung). Tinggi batang semu ini berkisar 3,5-7,5 m tergantung jenisnya (Satuhu dan Supriyadi, 2003).

Daun pisang umumnya berbentuk panjang lonjong dengan lebar tidak sama, bagian ujung daun dan tepinya rata. Letak daun terpencar dan tersusun dalam tangkai berukuran relatif panjang dengan helaian daun yang mudah robek (Rukmana, 1999).

Bunga pisang berumah satu dalam tandan. Daun pelindung bunga berwarna merah tua, berlilin dan mudah rontok dengan panjang 10-25 cm. Bunga betina berada di bawah bunga jantan (Satuhu dan Supriyadi, 2003). Rangkaian bunga membentuk buah yang disebut satu sisir. Umumnya rangkaian bunga hanya ditumbuhkan sampai 15 sisir sebab makin banyak sisir mengakibatkan buah tidak tumbuh optimal (Suhardiman, 2004).

Ukuran buah pisang bervariasi, panjangnya berkisar antar 10-18 cm dan diameter sekitar 2,5-4,5 cm. Buah berlinggur 3-5 alur, bengkok dan ujung meruncing dan membentuk leher botol. Daging buah (mesocarpa) tebal dan lunak. Kulit buah (epicarpa) yang masih muda berwarna hijau, namun setelah tua (matang) berubah menjadi kuning dan strukturnya tebal sampai tipis (Rukmana, 1999).

Karakteristik Buah Pisang

Pisang Kepok

Pisang kepok di Filipina dikenal dengan nama pisang saba, sedangkan di Malaysia disebut pisang nipah. Jenis pisang ini termasuk dalam tipe ABB. Batang besar, kekar, tinggi 3-3,5 m dan warna hijau muda (Sunarjono, 2002).

Bentuk buah agak pipih sehingga kadang disebut pisang gepeng. Beratnya per tandan dapat mencapai 14-22 kg dengan jumlah sisir 10-16. Setiap sisir terdiri dari 12-20 buah Satuhu dan Supriyadi, 2003). Pisang kepok yang lebih di kenal adalah pisang kepok putih dan pisang kepok kuning. Daging buah pisang kepok putih berwarna putih dan daging buah pisang kepok kuning berwarna kuning. Daging buah bertekstur agak keras. Pisang kepok kuning rasanya manis dan lebih enak daripada pisang kepok putih. Kulit buah sangat tebal, dan pada huah yang sudah masak berwarna hijau-kekuningan (Cahyono, 1995).

Pisang Ambon

Jenis pisang ini termasuk tipe AAA (Sunarjono, 2002). Kulit buah berwarna hijau walaupun sudah matang, tetapi pada kondisi sangat matang kulit berwarna hijau kekuningan dengan bercak-bercak coklat kehitaman (Cahyono, 1995). Daging buah berwarna putih kemerahan dan lunak. Rasanya manis, enak dan aromanya kuat. Berat per tandan mencapai 15-18 kg dengan jumlah sisir 8-12. Setiap sisir kurang lehih 20 buah. Ukuran buah 15-20 cm dengan diameter 3-3,5 mm. Buah berbentuk melengkung dengan ujung tumpul (Satuhu dan Supriyadi, 2003).

Pisang Mauli

Kelompok pisang ini biasanya dikonsumsi segar. Golongan pisang ini termasuk tipe AA (Sunarjono, 2002). Pisang mauli mempunyai pohon yang kecil, langsing, tinggi 2.0-2.5 m, lingkar batang 25-35 cm, warna hijau pucat atau kemerah-merahan. Daun berukuran kecil, panjang 1.8-2.0 m, berwarna hijau dengan tangkai daun kadang-kadang merah muda. Tandan buah kecil pendek (1.5-1.7 m), berbulu halus, merunduk, dengan 4-8 sisir. Buah kecil langsing, panjang 10 cm, berkulit tipis, warna daging putih atau kekuning-kuningan, kurang manis dan agak lembek (Rukmana, 1999). Panjang tandan 40-60 cm dengan berat 8-12 kg. Setiap tandan terdiri dari 5-10 sisiran dan setiap sisiran ada 13-18 buah (Sunarjono, 2002).

Pisang Raja

Golongan pisang ini termasuk tipe AAB. Tinggi batang 2,0-2,6 m. Panjang tandan 40-50 cm dengan berat 6-15 kg (Sunarjono, 2002). Pisang jenis ini tangkai buahnya terdiri atas 6-8 sisir yang masing-masing terdiri 11-15 buah. Berat satu buah pisang sekitar 92 g dengan panjang 12-18 cm. Bentuk buahnya melengkung, dengan bagian pangkal bulat. Lama tanaman berbunga sejak anakan adalah 14 bulan. Sedangkan buah masak 164 hari sesudah muncul bunga (Satuhu dan Supriyadi, 2003). Daging buah yang sudah matang berwarna kuning kemerahan, buah dimakan terasa legit dan manis dengan aroma harum. Buahnya cocok untuk hidangan buah segar atau olahan (Cahyono, 1995).

Syarat Tumbuh tanaman

Iklim

Pisang termasuk tanaman yang gampang tumbuh. Tanaman dapat tumbuh di sembarang tempat. Agar produktivtas tanaman optimal, sebaiknya pisang ditanam di dataran rendah. Ketinggian tempat haruslah dibawah 1.000 meter diatas permukaan laut. lkinn yang dikehendaki adalah basah dengan curah hujan merata sepaniang tahun (Satuhu dan Supriyadi. 2003). Pisang yang ditanam di dataran tadah huian memerlukan curah hujan rata-rata 2.000-2.500 mm per tahun. Pada daerah yang beriklim basah sering terjadi stagnasi (penggenangan) air. Genangan air dapat mengganggu pertumbuhan tanaman, sebab tanaman mudah terserang penyakit. Tanaman pisang membutuhkan keadaan lingkungan yang ideal dengan suhu udara antara 16-35 °C dengan suhu optimum 27°C. Dibawah suhu 16°C tanaman pisang akan tumbuh kerdil dan tangkai bunga akan muncul terlambat.

Proses fotosintesis tanaman pisang memerlukan sinar matahari secara langsung sepanjang hari (Cahyono, 1995). Tanaman  pisang masih tumbuh produktif di daerah beriklim kering antara 4-5 bulan asal ketersedian air tanah memadai pada ke dalaman 50-200 cm dari permukaan tanah. Daerah dengan iklim basah, air tanahnya dangkal perlu pengelolahan drainase yang baik.

Tanah

Tanah yang cocok untuk pertumbuhan pisang adalah tanah dengan solum (kedalaman tanah) dalam, tidak berbatu-batu, cukup mengandung air, namun tidak tergenang, tanah gembur dan banyak mengandung kadar humus. Jenis tanah yang cocok adalah jenis tanah liat berkapur atau aluvial. Keasaman (pH) tanah harus sesuai dengan pertumbuhan tanaman pisang yakni sekitar 5-7 (Cahyono, 1995).

Tanaman pisang mempunyai sistem perakaran yang dangkal, sehingga pertumbuhan secara optimal membutuhkan lapisan tanah atas (top soil) yang subur dan banyak mengandung bahan organik (Rukmana, 1999). Tanaman pisang dapat ditanam dan tumbuh dengan baik pada berbagai macam keadaan topografi tanah, baik pada tanah datar ataupun pada tanah miring (Cahyono, 1995).

Tuesday, 27 August 2019

Tinjauan Umum Tanaman Padi Sawah

Tinjauan Umum Tanaman Padi Sawah

Padi merupakan tanaman utama penghasil beras yang merupakan bahan makanan pokok sebagian besar rakyat Indonesia. Meskipun sebagai bahan makanan pokok, padi dapat digantikan atau disubstitusikan oleh bahan makanan lainnya, namun padi memiliki tersendiri bagi orang yang biasa makanan nasi dan tidak dapat dengan mudah digantikan oleh bahan makanan yang lain. Tanaman padi (Oryza sativa. L) termasuk dalam famili Graminiae dan spesies Oryza sativa L. Batang,nya terdiri dari ruas-ruas yang dalamnva berongga, dengan tinggi 1,0-1,5 meter. Dari setiap buku batang tumbuh daun yang berbentuk pita dan berpelepah. Tanaman ini mempunyai sifat merumpun yang artinya anak beranak. Dalain satu rumpun terdapat 40-50 batang (Soemartono, dkk. 1983).


Menurut Soedarmo (1991), ada tiga stadia umum proses pertumbuban tanaman padi:


  • Stadia vegetatif yaitu mulai dari perkecambahan sampai terbektuknya bulir . Pada varietas padi yang berumur pendek (120 hari) stadia ini lamanya 55 hari, sedangkan pada varietas umur panjang (150 hari) lamanya sekitar 85 hari.
  • Stadia reproduktif yaitu mulai dari terbentunya bulir sampai pembungaan. Pada varietas berumur pendek lamanya sekitar 35 hari, demikian pula pada varietas umur panjang.
  • Stadia pembentukan gabah atau biji yaitu dari pembungaan sampai pemasakan biji. Lamanya stadia ini sekitar 30 hari, baik untuk varietas umur pendek maupun umur panjang.

Menurut Daryanto (1983), tanaman padi secara garis besar dapat dibedakan atas dua macam, yaitu padi beras dan padi ketan. Menurut cara bertanamnya padi beras dapat dibedakan atas dua macam yaitu padi sawah dan padi kering.

Dalam rangka meningkatkan produktivitas usahatani semaksimal mungkin, maka pemerintah menetapkan program intensifikasi tanaman pangan khususnya padi sawah melalui sistem pasca usaha tani dan kini telah disempurnakan menjadi sapta usahatani.

Sapta usaha tani tersebut meliputi:

1. Pemakaian varietas unggul padi sawah

Varietas unggul padi sawah adalah varietas padi yang karena sifat pembawaannya dapat memberikan hasil yang tinggi pada satuan luas dan waktu. Varietas padi unggul mempunyai sifat-sifat penting yang dimiliki sepelti : daya hasil yang tinggi, berumur pendek, mampu menyerap pupuk dengan sebaik-baiknya dan tahan terhadap hama dan penyakit sena tahan kerebahan. Selain memiliki sifat-sifat tersebut varietas padi unggul perlu mempunyai sifat tambahan yang memenuhi selera petani sepefti : mutu harus baik, rasa nasi enak dan tahan rontok serta mudah merawatnya (Soemantoro, dkk 1984).

2. Cara budidaya tanaman padi

Dalam bercocok tanaman padi sawah terdapat langkah-langkah yang harus di perhatikan dan di laksanakan dengan baik , langkah-langkah tersebut adalah sebagai befikut:

a. Pengolahan tanah

Menurut Sugeng. (2001), pengolahan tanah untuk penanaman padi hatus sudah disiapkan sejak dua bulan sebelum penanaman. Pengolahan dapat dilakukall dengan dua cara yaitu dengan cara tradisional dan cara modern.


  1. Pengolahan tanah sawah dengan cara tradisional, yaitu pengolahan sawah yang dilakukan dengan alat-alat yang sederhana seperti sabit, cangkul, bajak dan garu yang kesemuanya dikerjakan oleh manusia atau dibantu oleh hewan misalnya , kerbau atau sapi.
  2. Pengolahan tanah dengan cara modern yaitu pengolahan sawah yang dilakukan dengan mesin. Dengan traktor dan alat-alat pengolah tanah lainnya.

b. Persemaian

Harus disiapkan sebaik-baiknya agar diperoleh bibit yang baik dan sehat. Tujuan persemaian adalah memberikan keadaan lingkungan yang baik untuk perkecambahan dan penumbuhan awal bagi tanaman padi tersebut (Siregar, 1981).

c. Jarak tanam

Menanam bibit di sawah perlu diatur supaya tidak terjadi persaingan untuk mendapatkan unsur-unsur makanan dan sinar matahari dan juga memudahkan penyiangan. Jarak tanam yang lazim dipakai adalah jarak tanam persegi panjang, dan bujur sangkar misalnya 20x20 cm, 25x25 cm dan 20x30 cm, tergantung pada varietas kesuburan tanah serta musim (Soemartono, dkk. 1984).

d. Jumlah bibit perlubang

Bibit yang telah dicabut dari persemaian boleh ditanam satu atau dua bibit dalam satu lubang dengan kedalaman 3 - 4 cm (Soemartono, dkk. 1984).

e. Penyiangan

Penyiangan dapat dilakukan dengan mencabut rumput satu persatu. Tetapi menyiang tidak hanya mencabut rumput saja, melainkan menggemburkan tanah agar akar tanaman dapat berkembang dengan baik. Penyiangan dapat selesai lebih cepat apabila menggunakan cangkul atau landak (Sugeng. 2001)

3. Pemupukan

Menurut Setyamidjaja (1986), pemupukan dimaksudkan untuk memenuhi unsur-unsur hara yang diperlukan tanaman. Pemupukan dilaksanakan bila dalam kondisi lapangan tersedia air yang cukup, kondisi iklim baik, gangguan hama atau penyakit dapat diatasi tetapi produksi (hasil panen) rendah.

Untuk mengetahui kebutuhan pupuk bagi tanaman dan tanah perlu dipelajari dua hal yaitu unsur hara apa yang dibutuhkan dan berapa masing-masing unsur hara diperlukan oleh tanaman sehingga diperoleh hasil yang optimal. Pupuk yang sering dipakai adalah Urea, TSP dan KCI.

4. Pengendalian jasad pengganggu

Jasad pengganggu ini meliputi hama dan penyakit yang merusak tanaman padi. Hendaknya jasad pengganggu ini dikendalikan sedemikian rupa, sehingga tidak menimbulkan kerugian berafti.

Menurut (Sugeng. HR. 2001 ), ada beberapa hama dan penyakit dan juga cara pengendaliannya yaitu:

a) Burung

Burung banyak menyerang bulir padi pada saat padi sedang menguning. Oleh karena itu padi harus dijaga, apabila ada burung yang menyerang langsung dihalau.

b) Walang sangit

Walang sangit menyerang bulir padi yang sedang masak susu yaitu dengan jalan mengisap bulir tersebut. Walang sangit dapat dikendalikan dengan menggunakan insektisida atau di sulull (dipasang lampu) sehingga mereka tertarik dan berkumpul pada cahaya lampu tersebut.

c) Tikus

Kerugian yang ditimbulkan karena serangan tikus biasanya amat besar, mereka dapat merusak areal luas dalam waktu yang tidak lama. Tikus dapat dikendalikan dengan memberi umpan ketela, jagung dan sebagainya yang dicampur dengan phospit.

d) Ulat serangga

Serangga-serangga itu betelur pada daun, apabila menetas ulatnya merusak batang dan daun. Cara pengendaliannya harus disemprot dengan 4, pestisida, misalnya: Matador, Furadan, Desis, Lindomin, Hopcyn, dan sebagainya.

5. Pengairan

Menurut Soemartono, cikk. (1984), untuk perlumbuhan tanaman padi sawah banyak sekali membutuhkan air. Maka untuk maksud tersebut bidang sawah yang akan ditanami padi dibuatkan pematang, sehingga air dapat ditampung untuk menggenangi lahan. Meskipun masa perubuhan tanaman lIll memerlukan air namun ada pula masa-masa dimana sawah perlu dikeringkan. Masa mengeringkan ini antara lain : Sebelum bunting untuk mencegah timbulnya tunas-tunas yang tidak mengelttarkan bulir. Pada periode pemasakan bualt, untuk menyeragamkan dan  mempercepat pemasakan buah.

6. Penanganan pasca panen

Waktu panen tergantung dari varietas, iklim dan pemehharaan tanaman. Produksi untuk tujuan konsumsi mempunyai saat panen yang berbeda dengan produksi untuk tujuan keperluan benih. Pentanenan dengan tujuan konsumsi dilakukan jika selunth gabah tampak kuning hanya bultt-bulti sebelah atas masih hijau, isi gabah keras, tetapi mudah dipecahkan. Gabah untuk keperluan benih di panen pada stadia masak penuh, yang mana pada stadia ini buku-buku bagian atas berwarna kuning dan isi gabah sudah dipecahkan.

Padi yang telah dipanen akan mengalami perlakuan : perontokan, pembersihan, pengeringan dan penggilingan. Pengolahan padi bertujuan untuk mempersiapkan dan mengubah padi menjadi beras (Soemartono, dkk. 1984).

7. Pemasaran

Menurut Soemartono, dkk. (1984), peningkatan produksi padi akan berlangsung secara terus-menerus bilamana ada pemasaran. Untuk menjamin kelangsungan produksi padi diperlukan langkah berbagai bidang diantaranya bidang pengangkutan, penyimpanan dan pengolahan dan pembiayaan.

Tinjauan Umum Tanaman Pepaya


Tinjauan Umum Tanaman Pepaya

Sejarah Tanaman Pepaya

Tanaman pepaya (Carica papaya L.) berasal dari Amerika Tengah. Para Pedagang Spanyol berjasa dalam menyebar luaskan tanaman pepaya dari kawasan Amerika ke berbagai negara di dunia. Daerah pusat penyebaran tanaman ini di antaranya adalah Florida, Hawai, India, Afrika Selatan, dan Australia. Dalam perkembangan selanjutnya, budidaya tanaman pepaya telah menyebar luas di negara-negara yang telah dikenal daerah pertaniannya, baik daerah (negara) yang beriklim tropis maupun sub-tropis.


Salah satu petunjuk yang memperjelas bahwa tanaman pepaya mulai ditanarn di Indonesia pada abad ke-20 adalah rintisan Direktorat Pengembangan Produksi Pertanian Departemen Pertanian (dulu dikenal dengan nama Jawatan Perkebunan Rakyat) yang mendatangkan pepaya jenis semangka dari luar negeri sekitar tahun 1925-1930. Sejak tahun 1930 penanaman pertamanya telah menyebar luas di pulau Jawa. Saat ini tanaman pepaya telah dikembangkan dan ditanam 26 provinsi mulai meluas di provinsi Nusa Tenggra Timur (Nro, Sumatera Utara dan Selatan.

Botani Tanaman Pepaya

Kedudukkan tanaman dalam sistematik diklasifikan sebagai berikut:

Kerajaan : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Bangsa : Brassicales
Suku : Caricaceae
Marga : Carica
Jenis : Carica papaya L.

Jenis Pepaya

Bentuk buah yang diketemukan di alam, pada dasarnya dapat dikelompokkan menjadi dua jenis pepaya, yaitu:

  1. Daging buahnya tebal, berwarna merah mirip daging buah semangka, dan citarasanya manis.
  2. Termasuk ke jenis semangka antara lain Pepaya Jinggo, Cibinong Bangkok Hortus Gold


Syarat Tumbuh Tanaman Pcpaya

Daerah yang paling optimum untuk pengembangan budidaya tanaman pepaya adalah ketinggian 600-700 m dpl, suhu udaranya berkisar antara 22-260 C, perlu sinar matahari penuh (tempat terbuka), curah hujan antar 1 (KX)-I mm tahun-i, dan iklimnya basah, Tanaman pepaya ideal ditanam pada tanah Latosol dan tanah-tanah yang subur, gembur banyak mengandung bahan organik (humus), tata udara dan tata (aeru dan drainase) tanahnya baik, dengan pH tanah sckltar 6-7.

Budidaya Tanaman pepaya

Penyiapan Bahan Tanaman 

Biji dapat diperoleh dari toko-toko produksi pertanian ataupun hasil karya pembenihan sendiri, Untuk lahan seluas satu hektar memerlukan  pupuk urea ± 250 g.

Penyiapan lahan (Pengolahan Tanah)

Lahan untuk kebun tanahnya dicangkul atau dibajak sampai gembur sambil membuang rumput-rumput liar (gulma). Kemudian buat bedengan-bedenan dengan lebar 200 atau 250 cm, tinggi 20 cm dan untuk panjang bedengan disesuaikan dengan keadaan tanah jarak antara bedengan kurang lebih 50 cm setelah itu, dibuat lubang tanam yang berukuran 50 X 50 X 40 cm, kemudian biarkan 1-2 minggu Pengolahan tanah dapat memberikan keuntungan karena dapat memperbaiki drainase tanah pada lahan-lahan yang air tanahnya dangkal, dapat melakukan sela diantara pohon pepaya sebelum menghasilkan dan dapat meningkatkan kegemburan tanah.

Penanaman Pepaya

Penanaman dilakukan dengan dua cara, yaitu:

  1. Menanam tanaman  muda (bibit) yang dipindahkan dari persemaian ke lapangan, bibit dari polybag bersama tanah dan akar-akarnya.
  2. Menanam benih langsung di kebun biasanya di praktekkan bila kita tidak mengetahui asal-usul biji papaya. Penanaman benih ataupun bibit pepaya sebaiknya dilakukan pada pagi atau sore hari agar penguapan dan suhu udara tidak terlalu tinggi.

Pemeliharan Tanaman Pepaya

  1. Penyiraman (pengairan), pada awal pertumbuhan penyiraman secara rutin 1-2 hari sekali, kemudian setelah tanaman dewasa secara beransur-angsur kegiatan ini dlkurangi. Waktu sebaiknya pagi atau sore hari, disiram menggunakan alat embrat (gembor). dilakukan denæn mencabut rumput liar (gulma) dengan tangan (manual) atau menggunakan cangkul harus secara hati-hati agar tidak merusak akrnya.
  2. Pemupukkan, dilakukan secara rutin dan bertahap baik pupuk kandang maupun pupuk buatan. Waktu pemupukkan disesuaikan dengan umur tanaman dan bentuk kultur penanamannya.
  3. Perlindungan tanaman, dilakukan dan dianjurkan adalah pengendalian hama dan penyakit secara terpadu.

Panen Tanaman Pepaya

Panen perdana buah pepaya dapat diakukan pada umur 9-11 bulan setelah pindah tanam, atau tergantung kultivar (varietas) yang ditanam. Waktu panen yang tepat ditentukan oleh ciri-ciri sebagai Penampakkan visual warna buah telah menunjukkan 0/4 dari bagian buah berwarna kekuning-kuningan. Getahnya encer dan berwarna bening Tangkai buah mulai menguning atau terdapat garis-garis kuningpada ujtmg buah-buah telah mencapai ukuran maksimal dan biasanya posisi mulai dari bawah di antara buah-buahan yang ada pada Pohon pepaya yang masih pendek, cara panen buah dipetik dengan tangan. Usahakan agar buah jangan sampai terluka atau memar, karena bagian yang terluka akan merangsang (memudahkan) terjadinya pada saat dan pengangkutan.

Tanaman berikutnya dapat dilakukan secara rutin setiap 5-7 hari sekali atau tergantung kematangan buah, permintaan pasar (konsumen), dan tujuan penggunaan (pemanfaatan) produksi. Untuk bahan baku pengolahan manisan saat panen yang tepat adalah pada stadium buah belum matang atau mengkal.

Pengendalian Hama dan Penyakit Terpadu

Beberapa komponen yang dapat dilakukan sebagai berikut:

  1. Secara kultur teknis, meliputi pergiliran tanaman yang baik, menjaga kebersihan kebun, sesuai dosis, pengolahan tanah yang baik, pengairan yang baik.
  2. Secara mekanik atau fisik, meliputi pengumpulan hama, kemudian dibunuh (dimusnahkan). Secara Kimiawi menggunakan pestisida secara selektif.


Monday, 26 August 2019

Klasifikasi dan Morfologi Bekicot

Klasifikasi dan Morfologi Bekicot

Bekicot dengan nama latin Achatina fulica merupakan hewan moluska atau juga siput darat. Asal bekicot dari Afrika Timur. Dulu bekicot merupakan salah satu hewan perdagangan yang akhirnya menyebar luas hampir keseluruh belahan dunia dan menjadi hewan yang merugikan.


Seperti penjajah, moluska ini sudah menginvasif hampir keseluruh penjuru wilayah dunia dan menyerang lahan-lahan pertanian serta sangat merugikan.

Sehingga hewan ini dibeberapa negara sudah dilarang untuk dipelihara atau dijadikan hewan kesayangan.

Beberapa negara menjadikan bekicot sebagai bahan konsumsi yang sangat lejzat. Seperti Prancis, bekicot jenis escargots dijadikan kuliner kelas restoran dan menjadi menu special. Oleh masyarakat prancis. Di restoran Prancis menu dari bekicot merupakan sebuah simbol bahwa restoran tersebut yang dianggap mewah.

Oleh petani bekicot dianggap hama penting dan berbahaya. Berkembangbiak dengan cepat dan menginvasif lahan-lahan pertanian dengan cepat dan sangat merusak. Bekicot lebih banyak muncul pada saat musim hujan.

Bagi sebagian orang bekicot merupakan hewan moluska yang menjijikan terutama kaum wanita karena mengandung banyak lendir.

Klasifikasi Bekicot

Kingdom: Animalia
Filum: Mollusca
Kelas: Gastropoda
Ordo: Sytromatophora
Famili: Achatinidae
Genus: Achatina
Spesies: Achatina fulica

Morfologi Bekicot

Tubuh bekicot sangat lunak serta tidak memiliki tulang belakang. Tubuhnya yang lunak dilindungi oleh cangkang yang cukup keras. Cakang bekicot terbuat dari bahan kapue dan terdapat lapisan mutiara di dalamnya.

Cangkang bekicot berbentuk fosiform di bagian dalamya berpilin spiral. Cangkang berwarna coklat bergaris coklat hingga coklat gelap pada bagian permukaan.
Memiliki alat indra berjumlah 4 yaitu: mata, tentakel, ospharaduia dan statocyt.

Tidak memiliki kaki, bekicot berjalan menggunakan perut yang dibantu dengan lendirnya.

Sunday, 25 August 2019

Pengaruh Pupuk Daun Terhadap Tanaman


Pengaruh Pupuk Daun Terhadap Tanaman

Menurut Harjadi (1983), pemupukan adalah bahan yang diberikan ke dalam tanah atau disemprotkan ke bagian tanaman dalam bentuk cairan atau larutan dengan maksud menambah unsur hara pada tanaman. Ditambahkan oleh Sarief (1985), pemupukan adalah setiap usaha yang bertujuan untuk peningkatan produksi dan mutu hasil tanaman.


Menurut Lingga dan Marsono (1986), pupuk daun termasuk pupuk anorganik yang pemberiannya langsung ke tanaman dengan menyemprotkannya ke daun. Salah satu kelebihan yang paling mencolok dari pupuk daun, yaitu proses penyerapan nutrisi lebih cepat dibanding pupuk yang diberikan lewat akar, sehingga tanaman akan lebih cepat menumbuhkan tunas. Oleh karena itu pemupukan lewat daun pada tanaman tertentu dipandang lebih berhasil disbanding lewat akar. Ditambahkan oleh Hartus (2002), selain mengandung unsur hara makro, pupuk daun juga mengandung unsur hara mikro yang dibutuhkan tanaman.

Akhir-akhir ini semakin banyak beredar pupuk daun yang mengandung unsur hara makro dan mikro, dengan berbagai macam merek dagang diantaranya :

a. Seprint

Mengandung unsur hara N 9,60 %, K2O 2,11 %, P2O5 0,67 %, Ca 0,04 %, Mg 0,29 %, Si 0,14 %, A12O3 0,082 %, SO4 0,35 % dan Fe2O3 0,018 %.

b. Petrovita

Mengandung unsur hara N 10 %, K20 6 %, P2O5 5 %, S 1 %, Mg 0,0262 %, Fe 0,0277 %, Zn 0,0055 %, cu 0,0224 %, Mn 0,0125 %, Mo 0,0010 %, B 0,0075 %, dan Co 0,0005 %.

c. Gandasil-D

Mengandung unsur hara 20 % N, 15 %, K2O, 15 % P2O5, 1 % MgSO4 dilengkapi dengan unsur Mn, B, Cu, Co, Fe, Zn.

Menurut Sutiyoso (2003b), masing-masing peranan terdapat dalam pupuk tersebut adalah sebagai berikut :

Nitrogen (N)

Nitrogen berperan untuk merangsang pertumbuhan unsur hara tanaman yang secara keseluruhan, khususnya batang, cabang dan daun, serta berperan penting dalam hal pembentukan klorofil (zat hijau daun) yang berguna dalam proses fotosintesis. Peran lain adalah membentuk protein, lemak dan berbagai persenyawaan organik lainnya. Kekurangan nitrogen mengakibatkan tanaman tumbuh kerdil dan menjadi hijau kekuningan yang tampak pada daun bagian bawah terus kebagian atas, selanjutnya warna berubah menjadi cokelat dan mati.

Fospor (P)

Berperan untuk merangsang pertumbuhan akar, membantu asimilasi dan pernafasan sekaligus mempercepat pembungaan, pemasakan biji dan buah. Kekurangan fosfor mengakibatkan tepi-tepi daun, cabang dan batang bewarna merah keungu-unguan dan perakaran tanaman sangat kurang dan tidak berkembang.

Kalium (K)

Berperan untuk membantu pembentukan protein dan karbohidrat, memperkuat tubuh tanaman agar daun, bunga dan buah tidak mudah gugur serta sebagai sumber kekuatan bagi tanaman menghadapi kekeringan dan penyakit. Kekuranagn kalium menyebabkan bercak-bercak atau keriput pada daun, tanaman menjadi kerdil dan tanaman mudah patah serta rebah.

Sulfur (S)/Belerang

Berperan penting dalam sintesis protein dan dalam pembentukan klorofil. Sulfur dibutuhkan tanaman terutama tanaman-tanaman muda pada awal pertumbuhan dan perkembangannya, unsur inipun membantu untuk pertumbuhan anakan.

Kalsium (Ca)

Ikut berperan dalam pembentukan dinding sel, berguna bagi tanaman untuk pertumbuhan ujung dan bulu-bulu akar, dan mempengaruhi kecepatan pertumbuhan. Sehingga apabila kekurangan unsur ini, maka pertumbuhan perakaran kurang berkembang, ujung akar lemah, daun mengalami malformasi (bentuk buruk), dan ujung daun berlekuk kebawah.

Magnesium (Mg)

Magnesium diperlukan bagi tanaman untuk pembentukan klorofil atau butir hijau daun, membentuk karbohidrat dan lemak. Kekurangan unsur magnesium ini menyebabkan daun berbercak kuning atau khlorosis yang tampak pada permukaan daun sebelah bawah.

Boron (Bo)

Boron berperan sebagai unsur yang bertugas sebagai transportasi karbohidrat dalam tubuh tanaman dan untuk perkembangan bagian-bagian tanaman yang tumbuh aktif. kekurangan boron mengakibatkan daun seperti hangus, bertotol serta berubah warna, meristem/titik tumbuh mengalami distorsi dan akhirnya mati, terjadi malformasi (salah bentuk) pada buah.

Zincum (Zn) atau Seng

Peranan unsur seng adalah memberikan dorongan terhadap pertumbuhan tanaman, karena unsur seng berfungsi untuk membantu pembentukan hormone tumbuh. Kekurangan seng mengakibatkan warna daun kekuningan sampai kemerahan terutama pada daun yang agak tua dan juga akan berlubang-lubang dan akhirnya mengering.

Cuprum (Cu) / Tembaga

Berperan sebagai bahan pembentuk klorofil, membantu metabolisme protein dan karbohidrat, dan berperan dalam fungsi reproduksi seperti pembentukan benih. Kekurangan unsur tembaga menyebabkan daun bewarna hijau kebiruan, melintir dan berbentuk tidak beraturan, titik tumbuh (meristem) pucuk terhenti dan ujung daun muda bertepi menguning.

Ferrum (Fe) / Besi

Besi berperan sebagai katalisator atau koenzim yang berhubungan dengan pembentukan klorofil, terlibat dalam sintesis protein dan juga pertumbuhan meristem atau titik tumbuh ujung akar. Keberadaannya sangat diperlukan untuk aktifitas oksigen. Gejala kekurangan unsur besi tampak pada daun muda yang khlorosis atau menguning diantara tulang daun, sedangkan tulang daunnya masih tetap hijau.

Mangan (Mn)

Mangan digunakan oleh tanaman untuk pembentukan protein dan vitamin. Selain itu, Mn berperan penting dalam mempertahankan kondisi hijau daun pada daun yang tua. Peran mangan juga hampir sama dengan unsur besi yaitu untuk memperlancar proses asimilasi dan komponen penting dalam berbagai enzim.

Molibdenum (Mo)

Unsur ini berguna untuk fiksasi nitrogen dari udara, dan merupakan komponen sistem enzim yang mengubah nitrat menjadi amonium. Gejala kekurangan unsur ini dapat dilihat pada daun yang menggulung, terkadang tepi daun menjadi gosong atau daun tertekuk ke bawah serta pertumbuhan dan pembungaan terhambat.

Kobalt (Co)

Berperan dalam membantu sistem transportasi elektron dalam proses fotosintesis, menjadi bagian dari beberapa enzim yang mengatur sitkrom, asam askorbik dan polifeno (polyphenol). Kekurangan unsur ini berpengaruh pada sistem jaringan pengangkut di pangkal batang sehingga kerusakan yang terjadi menyebabkan angkutan air terhambat dengan gejala melayu.

Tinjauan Umum Tanaman Jati


Tinjauan Umum Tanaman Jati

Tanaman Jati merupakan tanaman tropika dan subtropika yang sejak abad ke-9 telah dikenal sebagai pohon yang memiliki kualitas tinggi dan bernilai jual tinggi. Di Indonesia, Jati digolongkan sebagai kayu mewah dan memiliki kelas awet tinggi yang tahan gangguan rayap serta jamur dan awet (mampu bertahan hingga 500 tahun). Adapun klasifikasi, ciri morfologi, maupun seluk beluk mengenai Jati yaitu sebagai berikut:


Klasifikasi Jati

Tanaman Jati yang tumbuh di Indonesia berasal dari India. Tanaman ini mempunyai nama ilmiah Tectona grandis Linn.f. Secara historis, nama Tectona berasal dari bahasa portugis (Tekton) yang berarti tumbuhan yang memiliki kualitas tinggi di negara asalnya.

Dalam sistem klasifikasi, tanaman jati mempunyai penggolongan sebagai berikut:

Divisi : Spermatophyta
Kelas : Angiospermae
Sub Kelas : Dicotyledoneae
Ordo : Verbenaceae
Famili : Verbenaceae
Genus : Tectona
Spesies : Tectona grandis Linn. f

Ciri Morfologi Jati

Secara morfologis, tanaman jati memiliki tinggi yang dapat mencapai sekitar 30-45 meter.Dengan pemangkasan, batang yang bebas cabang dapat mencapai antara 15-20 cm. Diameter batang dapat. mencapai 220 cm. Kulit kayu berwarna kecoklatan atau abu-abu yang mudah terkelupas. Pangkal batang berakar papan pendek dan bercabang sekitar 4. Daun berbentuk opposite (bentuk jantung membulat dengan ujung meruncing), berukuran panjang 20-50 cm dan lebar 15-40 cm, permukaannya berbulu.

Daun muda (petiola) berwarna hijau kecoklatan, sedangkan daun tua berwarna hijau tua keabu-abuan. Bunga Jati bersifat majemuk yang terbentuk dalam malai bunga (inflorence) yang tumbuh di ujung atau tepi cabang Panjang malai antara 60-90 cm dan lebar antara 10-30 cm (Yana Sumarna, 2001).

Pertumbuhan jati

Epikotil akan tumbuh tegak menghasilkan organ batang dan pada ujung batang akan menghasilkan daun muda dengan bentuk membulat dan berwarna hijau atau kemerahan.
Tanaman jati tergolong tanaman yang menggugurkan daun (deciduous) pada saat musim kemarau, antara bulan November hingga Januari. Setelah daun gugur, daun akan tumbuh lagi pada bulan Januari atau Maret. Tumbuhnya daun ini secara umum ditentukan oleh kondisi musim.

Sifat-Sifat Umum Jati

Tanaman jati yang tumbuh di alam dapat mencapai diameter 220 cm. Namun, umumnya jati dengan diameter 50 cm sudah ditebang karena banyaknya permintaan. Bentuk batang tidak teratur serta beralun. Warna kayu teras (bagian tengah) cokelat muda, cokelat-merah tua atau merah cokelat. Sedangkan warna kayu gubal (bagian luar teras hingga kulit) putih atau kelabu kekuningan. Tekstur kayu agak kasar dan tidak merata, Arah serat lurus dan agak terpadu. Permukaan kayu licin agak berminyak dan memiliki gambaran yang indah.

Kambium kayu jati memiliki sel-sel yang menghasilkan perpanjangan vertikal dan horisontal, dimulai dengan berkembangnya inti sel berbentuk oval secara memanjang, kemudian akan membelah menjadi dua sel dan seterusnya (Hananu Simon, 1993).

Aklimatisasi dan Nurseri Anggrek


Aklimatisasi dan Nurseri Anggrek

Aklimatisasi adalah adaptasi iklim dari suatu organisme. Pada tanaman yang dipindahkan ke lingkungan yang baru, penyesuaian ini ditujukan terutama terhadap cahaya dan kelembaban serta suhu lingkungan sekitarnya. Tujuan aklimatisasi untuk mempersiapkan tanaman untuk dapat hidup di lingkungan yang baru. Perubahan lingkungan selama aklimatisasi mempengaruhi anatomi dan fisiologi tanaman (Sutarni dan Moeso, 1990).


Aklimatisasi merupakan periode paling kritis dalam perbanyakan secara kultur in vitro karena merupakan peralihan dari heterotrof atau organisme yang kebutuhan makanannya tergantung dari bahan organik ke autotrof yaitu organism yang dapat membuat makanan dari zat-zat anorganik.

Menurut Wetherel (1982), biasanya planlet yang dipindahkan dari kultur in vitro ke dalam pot pemeliharaannya selama masa peralihan lebih peka terhadap cahaya yang kuat, kekurangan air dan hama serta penyakit. Pada awal aklimatisasi tanaman ditaruh dalam wadah-wadah yang lembab dan pada tempat-tempat yang terlindung cahaya selama beberapa minggu, dan digunakan sungkup plastik untuk mempertahankan kelembaban tinggi pada lingkungan sekeliling tanaman, karena hal tersebut sangat dibutuhkan oleh tanaman yang masih lemah. Agar tanaman makin kuat, intensitas cahaya perlu dinaikkan dan kelembaban diturunkan, keduanya dilakukan secara bertahap. Tahap ini harus dilakukan dengan hati-hati untuk menghindari kerugian akibat kematian tanaman.

Setelah melalui proses aklimatisasi bibit tanaman perlu dipindahkan ke nurseri (pembibitan tanaman) agar tanaman dapat tumbuh lebih baik. Dalam nurseri dilakukan pemeliharaan pada bibit tanaman anggrek seperti halnya tanaman konvensional lainnya, sehingga cukup kuat dan tegar untuk dapat beradaptasi dengan lingkungan luar. Pemeliharaan dan perawatan yang dilakukan meliputi penyiraman, pemupukan dan pengendalian hama dan penyakit (Sutarni dan Moeso, 1990).


Kelembaban merupakan persyaratan tumbuh yang sangat dibutuhkan oleh tanaman anggreke Oleh karena itu penyiraman perlu dilakukan dengan frekuensi yang tidak terlalu sering, artianya diusahakan agar tanaman tidak terlalu kering dan tidak terlalu basah, karena air yang berlebihan dapat menyebabkan kebusukan pada akar dan daun, serta dapat mengundang hama dan penyakit. Selain itu pemupukan juga menentukan keberhasilan pada pembibitan tanaman anggrek.

Pada masa vegetatif, tanaman anggrek membutuhkan pupuk yang mengandung unsur nitrogen yang tinggi, dengan kadar unsur fosfor dan kalium yang seimbang serta mengandung unsur mikro yang lengkap (Widastoety, 2003b).

Saturday, 24 August 2019

Klasifikasi dan Morfologi Salak (Salacca zalacca (Gaertn.) Voss

Klasifikasi dan Morfologi Salak (Salacca zalacca (Gaertn.) Voss


Salak merupakan tanaman yang masih berkeluarga dengan tanaman palma. Salak memiliki nama latin atau ilmiah yaitu Salacca zalacca yang diperkirakan berasal dari Malaysia, Thailand, dan Indonesia.


Di luar Indonesia buah salak ini sering kali dijuluki sanke fruit karena kulitnya yang menyerupai sisik ular. Di Jawa bagian barat daya dan Sumatera tanaman salak begitu banyak populasinya. Hingga menyebar ke Mulucca, Papua New Guinea, Filipina, kepulauan Fiji dan Queensland (Australia).

Di Indonesia tanaman salak sudah dibudidayakan dan tersebar di daerah-daerah seperti DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, D.I.Yogyakarta, Jawa Timur, Sumatera Utara, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, Maluku, Bali, NTB lan Kalimantan Barat.

Oleh masyarakat lokal, buah salak sering dihidangkan menjadi buah meja. Buah salak juga dapat diolah menjadi produk makanan seperti manisan buah salak dan buah kaleng. Buah salak memiliki rasa yang asam manis gurih dan segar.

Klasifikasi buah salak

Kerajaan : Plantae
Divisi :Magnoliophyta
Kelas : Liliopsida
Ordo : Arecales
Famili : Arecaceae
Genus : Salacca
Spesies : Salacca edilus reinw dan Salacca zalacca

Morfologi buah salak

Akar salak

Tanaman salak tumbuh dengan perakaran serabut yang sangat banyak dan kuat. Akar serabut tanaman salak tumbuh ke dalam tanah begitu dangkal hanya mencapai ke dalam 10-50 cm. Akar salak berfungsi sebagai alat penyerapan unsur hara dan air serta sebagai penopang tubuhnya bagi tanaman itu sendiri.

Batang salak

Tanaman salak juga memiliki batang namun tidak terlihat secara jelas karena tertutup oleh banyaknya daun. Batang diselimuti oleh banyaknya duri tajam sebagai alat pertahanan diri dari gangguan organisme lain. Warna batang hijau dan dibagian dalamnya berwarna putih. Batang salak membentuk rimpang yang tumbuhnya menjalar ke bawah.

Daun salak

Tipe daun salak adalah majemuk menyirip dengan panjangnya berkisar 3-7 meter. Daun juga memiliki tulang daun primer yang kuat seperti daun kelapa yang dijadikan sapu lidi.

Bunga salak

Di dalam satu tanaman salak memiliki tiga macam bunga yaitu bunga jantan, bunga betina, dan bunga sempurna. Pada bunga betina dilapisin seludang yang bertangkai pendek sedangkan bunga jantan dilapisi seludang yang bertangkai panjang.

Warna bunga jantan coklat dan tumbuh berkelompok dan terdiri dari 4-12 malai. Sedangkan warna bunga betina adalah hijau berbintik merah serta memiliki petal.
Bunga salak tumbuh dari ketiak pelepah daun. Proses pembuahan bunga tanaman salak dengan cara penyerbukan silang yang dibantu oleh serangga (Curculinoid sp) atau kumbang moncong.

Buah salak 

Buah salak berbentuk bulat kerucut dengan dibungkus kulit menyerupai sisik ular dan berwarna coklat muda sampai tua. Kulit yang menyerupai ular inilah oleh sebagian masyarakat barat disebut snake fruit atau buah ular.

Buah salak memiliki jumlah biji 3-4 yang daging buahnya berwarna putih. Di dalamnya terdapat biji yang keras berwrana coklat. Buah salak juga dilapisi selaput bening transparan yang tidak tembus air namun tembus cahaya.

Buah salak memiliki rasa yang unik asam manis segar dan gurih. Di Indonesia buah salak yang terkenal lezatnya adalah salak pondoh.

Tinjauan Umum Tanaman Anggrek

Tinjauan Umum Tanaman Anggrek


Pada umumnya tanaman anggrek berasal dari daerah tropika basah, oleh karena itu penyebarannya juga terdapat di daerah hutan hujan tropik basah seperti Amerika Selatan, Amerika Tengah, Meksiko, India, Indonesia, Srilangka, Thailand dan Malaysia (Ashari, 1995).


Menurut Lestari (1985), berdasarkan sistematika tumbuhan, tanaman anggrek Dendrobium sp. diklasifikasikan sebagai berikut :

Kingdom : Plantae
Divisi : Spermatophyta
Subdivisi : Angiospermae
Kelas : Monocotyledoneae
Ordo : Orchidales
Famili : Orchidaceae
Subfamili : Epidendroideae
Suku : Epidendreae
Subsuku : Dendrobiinae
Genus : Dendrobium
Spesies : D. macrophyllum, D. canaliculatum, D. lineale, D. bifalce, D. Secundum.

Tanaman anggrek berdasarkan sifat tumbuhnya dapat dibagi menjadi dua, yaitu anggrek efifit dan anggrek teresterial. Anggrek efifit, yaitu anggrek yang tumbuhnya menopang pada tanaman lain, namun tidak merugikan tanaman yang ditumpanginya. Golongan anggrek efifit antara lain genus Aerides, Angraecum, Cattleya, Brassovola, Dendrobium, Epidendrum, Lailea, Odontoglossum dan Vanda. Anggrek teresterial, yaitu tanaman anggrek yang seluruh perakarannya berkembang didalam tanah, rawa atau daratan. Karena itu anggrek ini juga disebut anggrek tanah. Golongan anggrek teresterial ini antara lain Arachnis, Arundina, Calanthe dan Spathoglotis (Ashari, 1995).

Akar anggrek berfungsi sebagai tempat menempelkan tubuh pada media tanam, berbentuk silindris, panjang seperti benang dan bercabang. Anggrek Dendrobium sp. mempunyai lapisan velamen yang berongga, yang berfungsi memudahkan akar dalam menyerap air hujan yang jatuh di kulit pohon media tumbuh anggrek. Di bagian bawah lapisan ini terdapat lapisan yang mengandung kiorofil 2003).

Menurut Iswanto (2002), berdasarkan tipe pertumbuhannya, batang tanaman anggrek Dendrobium sp. bertipe monopodial mempunyai batang tunggal tumbuh memanjang lurus keatas, beruas dan sering tumbuh akar gantung.

Bentuk daun tanaman menyerupai jenis tanaman monokotil pada umumnya, yakni memanjang seperti pedang dan ukuran panjang daunnya bervariasi (Sutiyoso, 2003b).

Bunganya pada umumnya mempunyai tiga buah sepalum atau kelopak bunga. Satu buah sepalum yang terletak di punggung dinamakan kelopak punggung atau sepalum dorsale dan dua lainnya dinamakan daun kelopak samping atau sepala literalia. Di pusat bunga terdapat alat yang berfungsi sebagai alat kelaminjantan dan betina, yang menjadi satu bagian (Iswanto, 2002).

Menurut Ashari (1995), tanaman anggrek Dendrobium sp. dapat tumbuh pada berbagai ketinggian tempat. Ditambahkan oleh Iswanto (2002), temperature yang dibutuhkan untuk tumbuh normal sekitar 150C-280C, namun di daerah pegunungan anggrek masih dapat tumbuh pada suhu rendah yaitu 5OC-100C. Umumnya, di Indonesia anggrek dapat tumbuh baik pada daerah yang bersuhu udara 260C-300C (Sandra, 2001).

Friday, 23 August 2019

Tinjauan Umum Tanaman Kacang Hijau


Tinjauan Umum Tanaman Kacang Hijau

Klasifikasi dan Botani

Tanaman kacang hijau merupakan salah satu tanaman semusim yang berumur pendek. Tanaman kacang hijau di yakini berasal dari wilayah India-Burma di Asia Tenggara; dari sini tanaman tersebut diintroduksikan ke wilayah lain dunia (Rubatzky dan Yamaguchi, 1998).


Tanaman ini disebut juga mungbean, green gram atau golden gram. Dalam dunia tumbuh-tumbuhan, tanaman ini diklasifikasikan sebagai berikut :

Kingdom : Plantae
Divisi : Spermatophyta
Kelas : Magnoliophyta
Ordo : Fabelas
Famili : Fabaceae
Genus : Vigna
Spesies : Vigna radiata L. Wilczek

Susunan tubuh tanaman (morfologi) kacang hijau terdiri atas akar, batang, daun, bunga, buah, dan biji.

Perakaran tanaman kacang hijau bercabang banyak dan membentuk bintil-bintil (nodula) akar. Makin banyak nodula akar, makin tinggi kandungan nitrogen (N) sehingga menyuburkan tanah. Batang tanaman kacang hijau berukuran kecil, berbulu, berwarna hijau kecokelat-cokelatan, atau kemerah-merahan, tumbuh tegak mencapai ketinggian 30 cm- 110 cm dan bercabang menyebar ke semua arah.

Daun tumbuh majemuk, tiga helai anak daun per tangkai. Helai daun berbentuk oval dengan ujung lancip dan berwarna hijau (Rahmat Rukmana, 2004). Lebih lanjut menurut Andrianto dan Novo Indarto (2004), tanaman kacang hijau berbatang tegak dengan cabang menyamping pada batang utama, berbentuk bulat, dan berbulu. Warna batang dan cabangnya ada yang hijau dan ada yang ungu. 

Akarnya tunggang dengan akar cabang pada permukaan. Ditambahkan oleh Soeprapto dan Rasyid Marzuki (2004), tanaman kacang hijau daunnya trifoliat (terdiri dari tiga helaian) dan letaknya berseling. Tangkai daunnya cukup panjang, lebih panjang dari daunnya. Warna daunnya muda sampai hijau tua. Bunga kacang hijau berwarna kuning, tersusun dalam tandan, keluar pada cabang serta batang, dan dapat menyerbuk sendiri. Polong kacang hijau berbentuk silindris dengan panjang antara 6-15 cm dan biasanya berbulu pendek. Sewaktu muda polong berwarna hijau dan setelah tua berwarna hitam atau cokelat. Setiap polong berisi 10-15 biji.

Biji kacang hijau lebih kecil dibandingkan biji kacang-kacangan lain. Warna bijinya kebanyakan hijau kusam atau hijau mengkilap, beberapa ada yang berwarna kuning, cokelat dan hitam. Tanaman kacang hijau berakar tunggang dengan akar cabang pada permukaan (Andrianto dan Novo Indarto, 2004).

Syarat Tumbuh Tanaman Kacang Hijau

Ikiim

Tanaman kacang hijau dapat beradaptasi luas di berbagai daerah yang beriklim panas (tropik). Di Indonesia, kacang hijau dapat tumbuh dan berproduksi dengan baik di dataran rendah sampai ketinggian 500 m di atas permukaan laut. Di daerah dengan ketinggian 750 m dpl, kacang hijau masih tumbuh baik, tetapi hasilnya cenderung turun (rendah) (Rahmat Rukmana, 2004).

Kacang hijau dapat tumbuh di daerah yang curah hujannya rendah dengan memanfaatkan sisa-sisa kelembapan pada tanah bekas tanaman yang diairi, misalnya padi. Tanaman ini tumbuh baik pada musim kemarau. Pada musim hujan, pertumbuhan vegetatifnya sangat cepat sehingga mudah rebah (Soeprapto dan Rasyid Marzuki, 2004).

Tanah

Hampir semua jenis tanah pertanian cocok untuk budi daya tanaman kacang hijau. Jenis tanah yang dikehendaki tanaman kacang hijau adalah liat berlempung atau tanah lempung yang banyak mengandung bahan organik, seperti tanah podsolik merah kuning dan latosol.

Hal yang perlu diperhatikan dalam pemilihan lokasi kebun kacang hijau adalah tanahnya subur, gembur, banyak mengandung bahan organik (humus), aerasi dan drainasenya baik, serta mempunyai kisaran pH 5,8-6,5. untuk tanah yang ber-pH lebih rendah daripada 5,8 perlu dilakukan pengapuran. Fungsi pengapuran adalah meningkatkan mineralisasi nitrogen organik dalam sisa-sisa tanaman, membebaskan nitrogen sebagai ion ammonium dan nitrat agar tersedia bagi tanaman, membantu memperbaiki kegemburan, serta meningkatkan pH tanah mendekati pH netral (Rahmat Rukmana, 2004).

Total Pageviews

Kategori