Friday, 8 December 2017

Klasifikasi Dan Morfologi Tanaman Kurma

Klasifikasi Dan Morfologi Tanaman Kurma

Buah kurma merupakan makanan pokok di daerah Timur Tengah. Diperkirakan pohon kurma pertama kali ditemukan di daerah Teluk Persia dan sudah menjadi tanaman budidaya sejak zaman kuno dari Mesopotamia ke prasejarah Mesir, kemungkinan pada awal 4000 SM. Masyarakat Mesir sering mengkonsumsi buah kurma dengan cara di jadikan minuman penghangat/whine kurma dan juga bauhnya dimakan langsung atau difermentasi saat panen. Ada bukti peninggalan prasejarah budidaya kurma di bagian Arab timur pada tahun 6000 SM. (Alvarez-Mon 2006).

Di zaman berikutnya, bangsa Arab menyebarluaskan pohon kurma di sekitar Selatan dan Barat Daya Asia, bagian utara Afrika, Spanyol dan Italia yang sengaja dibawa oleh pedagang-pedagang zaman dulu. Kurma mulai diperkenalkan di Mexico dan California, disekitar Mission San Ignacio, oleh bangsa Spanyol pada tahun 1765.

Klasifikasi Tanaman Kurma

Klasifikasi ( Vyawahare, et. al, 2009)

Kingdom : Plantae (tumbuhan)
Divisi : magnoliophyta
Kelas : liliopsida
Ordo : arecales
Famili : arecaceae
Genus : phoenix
Spesies : phoenix dactylifera L

Morfologi Tanaman Kurma

Bunga Kurma

 Phoenix dactylifera memiliki bunga berumah dua yang dengan tinggi sekitar 16-20 m dan tidak memiliki cabang pada batangnya (Zahran dan Willis, 2009). Dalam perkembangannya secara morfologis, bunga jantan dan betina sulit untuk dibedakan.

Batang Kurma

Batang pohon kurma mengandung serat selulosa yang kuat dan dapat digunakan sebagai bahan pembuatan triplek (Al-Shahib dan Marshall, 2003). Pohonnya memiliki mahkota terminal dengan 30-150 daun.

Daun Kurma

Daunnya menyirip dengan panjang 6 m dan mampu bertahan selama 3 hingga 7 tahun, menyangga 120-240 lembar pucuk daun muda. Daun kurma tumbuh dari tunas terminal pada tandan yang berkesinambungan dimana setiap tandan memiliki 3 atau 5 daun dan tersusun secara spiral.

Buah Kurma

Buah kurma berbentuk bundar kecil memiliki jumlah biji satu dengan epikarp yang bertekstur halus, mesokarp berdaging dan membran endocarp yang berwarna perak.

Biji Kurma

Bijinya berbentuk memanjang yang sebagian besar terdiri dari hemiselulosa dengan lekukan memanjang yang mencolok disatu sisi dan tonjolan bulat kecil disisi lain. Embrio tertutup di dalam sarungnya. Warna buah yang timbul tergantung dari tipe varietas yang dibudidayakan dan penanganan pasca panen. Tanaman kurma diatur penyerbukannya untuk mengatur produksi buah. Berat, diameter, kadar kelembaban, warna, dan rasa membrikan perbedaan pada beragam buah betina didalam satu kultur yang dikawinkan dengan berbagai variasi jantan yang digunakan untuk penyerbukan atau pertumbuhan (Zahran dan Willis, 2009).

No comments:

Post a comment