Friday, 15 December 2017

Klasifikasi Dan Morfologi Jengkol (Archidendron pauciflorum)

Klasifikasi Dan Morfologi Tanaman Jengkol

Jengkol (Archidendron pauciflorum) atau jering adalah tumbuhan yang banyak tersabar di wilayah Asia Tenggara. Orang Barat menyebutnya sebagai dog fruit. Selain terkenal di Indonesia jengkol juga digemari di beberapa negara Asia Tenggara seperti Malaysia (disebut "jering"), Myanmar (disebut "da nyin thee'"), dan Thailand (disebut "luk-nieng" atau "luk neang").

Jengkol termasuk suku polong-polongan (Fabaceae). Buahnya berupa polong dan bentuknya gepeng berbelit membentuk spiral, berwarna lembayung tua. Biji buah berkulit ari tipis dengan warna coklat mengilap. Jengkol dapat menimbulkan bau tidak sedap pada urin setelah diolah dan diproses oleh pencernaan, terutama bila dimakan segar sebagai lalap.

Jengkol diketahui memiliki manfaat untuk mencegah diabetes dan bersifat diuretik dan baik untuk kesehatan jantung. Tanaman jengkol juga bermanfaat dalam konservasi karena kemampuan menyerap airnya cukup banyak.

Dibalik manfaatnya jengkol juga memiliki dampak yang buruk bagi kesehatan tubuh karena biji jengkol sedikit beracun karena adanya kandungan asam jengkol, sebuah asam amino yang dapat menyebabkan djenkolism (keracunan biji jengkol). Gejala yang muncul antara lain terjadinya kejang otot, pirai, retensi urin, dan gagal ginjal akut. Kondisi tersebut terutama dialami pria, dan tidak bergantung dari berapa jumlah biji yang disiapkan. Setiap individu dapat dapat mengonsumsi jengkol tanpa insiden, tetapi dapat mengalami gagal ginjal pada kesempatan yang lain. Selain bau, jengkol dapat mengganggu kesehatan seseorang karena konsumsi jengkol berlebihan biasanya akan mennyebabkan kejengkolan karena telah terjadinya penumpukan kristal di saluran urin. Ini terjadi karena jengkol mengandung asam jengkolat yang tinggi dan sukar larut di air pada pH yang asam. Konsumsi berlebihan akan menyebabkan terbentuknya kristal dan mengganggu urinasi. Risiko terkena kejengkolan diketahui bervariasi pada setiap orang, dan dipengaruhi secara genetik dan oleh lingkungan.

Klasifikasi Jengkol


Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas: Magnoliopsida (berkeping dua/dikotil)
Sub Kelas: Rosidae
Ordo: Fabales
Famili: Fabaceae (suku polong-polongan)
Genus: Pithecollobium
Spesies: Pithecollobium lobatum Benth

Morfologi Jengkol


 Akar Jengkol


Berakar tunggang berfungsi untuk menopang tubuh tanaman serta menyerap unsur hara dan air di dalam tanah.

Batang Jengkol

Tinggi yaitu 20 m, tegak, bulat, berkayu, licin, percabangan simpodial, cokelat kotor.

Daun Jengkol


Majemuk, lonjong, berhadapan, panjang 10-20 cm, lebar 5-15 cm, tepi rata, ujung runcing, pangkal membulat, pertulangan menyirip, tangkai panjang 0,1-1 cm, warna hijau tua.

Bunga Jengkol
Struktur majemuk, berbentuk seperti tandan, diujung batang dan ketiak daun, tangkai bulat, panjang ± 3 cm, berwarna ungu kulitnya, benang sari kuning, putik silindris berwarna kuning, mahkota lonjong berwarna putih kekuningan.

Buah Jengkol


Bulat pipih berwarna coklat kehitaman,

Biji Jengkol

Berkeping dua, berwarna putih hingga merah atau coklat ketika tua, berbentuk bulat pipih.

No comments:

Post a comment