Thursday, 27 April 2017

Pengertian Pengendalian Gulma

Pengendalian Gulma


Pengendalian gulma merupakan suatu proses membatasi pertumbuhan dan perkembang biakan gulma sedemikian rupa agar tanaman budidaya mampu menghasilkan produktifitas yang lebih tinggi, sehingga petani akan mendapatkan keuntungan yang lebih optimal. Pengendalian gulma bukan berarti membasmi populasi gulma sampai habis melainkan hanya sebatas menekan populasi gulma sampai ketingkat populasi yang tidak merugikan secara ekonomi atau tidak melalui ambang ekonomi. Ada berbagai cara pengendalian gulma yang bisa dilkukan. Pada dasarnya ada enam teknik pengendalian gulma, yaitu : mekanis, kultur teknis, fisik, biologis, kimia dan terpadu. Dewasa ini pengendalian gulma dengan cara kimia sangat diminati karena mudah untuk mengaplikasikannya, harga relatif murah, serta dapat menekan gulma dalam waktu yang lebih singkat.

Pengendalian Gulma secara mekanis/fisik

Pada umumnya petani dalam pengendalian gulma secara mekanis yaitu dengan pengolahan tanah konvensional dan peyiangan dengan tangan. Pengolahan tanah konvensional dilakukan dengan cara membajak, menyisir dan meratakan tanah, dengan tenaga bantu seperti tenaga ternak (sapi/kerbau) dan mesin (hand trackor). Penyiangan dengan tangan dilakukan dengan cara mencabut gulma baik sebagian maupun seluruh bagian tumbuhan dengan menggunakan tangan. Namun metode pengendalian dengan cara penyiangan jarang dilakukan oleh petani, karena membutuhkan waktu lama dalam menekan populasi.

Pengendalian Gulma Secara Kultur Teknis

Pengendalian gulma secara kultur teknis merupakan cara pengendalian gulma dengan memperhatikan dan merubah keadaan ekologis atau lingkugan tanaman budidaya dengan gulma. Penggunaan metode ini dilakukan dengan cara menciptakan lingkungan yang menguntungkan bagi pertumbuhan tanaman budidaya sehingga mampu bersaing dengan gulma, tejuan metode ini yaitu menekan pertumbuhan gulma sampai taraf rendah sehingga tidak menjadi tumbuhan pesaing bagi tanaman budidaya, dan produktifitas tanaman budidaya tetap optimal.

Terdapat beberapa metode pengendalian secara kultur teknis dengan praktek-praktek budidaya, antara lain :

1. Tanaman yang ditanam cocok dengan kondisi tanah.
2. Penanaman rapat agar tajuk tanaman segera menutup ruang kosong.
3. Pemupukan yang tepat untuk mempercepat pertumbuhan tanaman budidaya sehingga mempertinggi daya saing tanaman terhadap gulma.
4. Pengaturan jarak waktu tanam dengan membiarkan gulma tumbuh terlebih dahulu kemudian dikendalikan dengan praktek budidaya tertentu.
5. Menggunakan tanaman pesaing (competitive crop) yang pertumbuhannya cepat dan berkanopi lebar sehingga memberi naungan dengan cepat pada area di bawahnya.
6. Memodifikasi lingkungan yang melibatkan pertumbuhan tanaman menjadi baik dan pertumbuhan gulma tertekan.

Di bawah ini beberapa tindakan pengendalian secara kultur teknis, sebagai berikut :

1. Pengelolaan tanah
2. Pengaturan dan pola jarak tanam
3. Pergiliran tanaman (crop rotation)
4. Penyiangan weeding
5. Penggunaan tanaman penutup tanah (Legum Cover Crop-LCC)
6. Penggenangan
7. Penggunaan mulsa

Pengendalian Gulma Secara Biologis

Pengendalian gulma secara biologis merupakan teknik pengendalian gulma dengan menggunakan organisme lain seperti insekta, jamur, bakteri, dan sebagainya sehingga dapat menekan pertumbuhan dan perkembang biakan gulma.

Pengendalian Gulma Secara Kimiawi

Pengendalian gulma secara kimiawi merupakan teknik pengendalian dengan menggunakan bahan kimia dalam bentuk herbisida. Herbisida merupakan senyawa kimia yang dapat menekan pertumbuhan dan populasi gulma baik secara selektif maupun non selektif. Ada beberapa macam herbisida antara lain herbisida kontak dan sistemmik. Penggunaan herbisida kimia memiliki beberapa keuntungan yaitu cepat dan efektif, terutama untuk areal pertanaman yang luas. Ada pun kelemahannya yaitu bersifat racun dan mencemari lingkungan.

Pengendalian Gulma Secara Terpadu

Pengendalian gulma secara terpadu yaitu dengan cara menggunakan berbagai macam cara pengendalian yang dilakukan secara bersamaan yang bertujuan untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

No comments:

Post a comment