Saturday, 8 April 2017

Klasifikasi Dan Morfologi Sawo-Manilkara kauki L

Klasifikasi Dan Morfologi Sawo

Pengertian Sawo

Sawo adalah tanaman buah berupa pohon yang berasal dari Guatemala (Amerika Tengah), Meksiko, dan Hindia Barat dengan nama neesbery atau sapodilas. Di Indonesia tanaman ini pada umumnya dijadikan tanaman perkarangan untuk dinikmati buahnya.

Klasifikasi sawo

Sawo merupakan tanaman yang berumur panjang. Sawo memiliki beberapa nama seperti sawo, sauh atau sauh manila. 

Sawo selain aromanya yang harum serta rasa yang manis, buah ini mempunyai segudang manfaat bagi kesehatan tubuh manusia. Sawo sering dikonsumsi masyarakat dalam keadaan segara dan matang. Sawo memiliki kandungan mineral dan kalium yang cukup baik. Dalam 100 gram buah sawo matang mengandung kalsium (21 mgl), magnesium (12 mgl), fosfor (12 mgl), selenium (0,6 mgl), seng (0,1 mgl), dan tembaga (0,09 mgl). Selain itu sawo juga mengandung vitamin C, vitamin A, dan vitamin K yang baik untuk kesehatan mata dan kulit. Kebanyakan masyarakat Indonesia percaya bahwa buah sawo dapat mengobati beberapa penyakit seperti : menghentikan peradangan mulut, menghentikan diare, dan dapat mengobati disentri (informasi dari berbagai sumber terpercaya).

Klasifikasi Tanaman Sawo

Klasifikasi Sawo
Kingdom   Plantae
Subkingdom   Tracheobionta
Super divisi  Spermatophyta
Divisi   Magnoliophyta
Kelas  Magnoliopsida
Sub kelas   Dilleniidae
Ordo  Ebenales
Famili Sapotaceae
Genus  Manilkara
Spesies   Manilkara kauki

Morfologi Tanaman Sawo


Akar

Akar tanaman sawo termasuk kedalam akar tunggang namun memiliki akar-akar serabut pada sisi-sisi akar tunggangnya. Akar tunggang berbentuk mengerucut dan tumbuh tegak lurus kebawah. Akar serabut berfungsi untuk menyerap mineral dan hara, serta air di dalam tanah.

Batang

Sawo memiliki batang dengan kulit kasar, bewarna abu-abu kehitaman sampai coklat tua. Seluruh batang sawo mengandung latek (getah bewarna putih susu kental dan lengket

Daun 

Tanaman sawo berdaun tunggal, kedudukanya berseling, mengumpul pada ujung ranting. Tepi daun rata, memiliki sedikit bulu, warna hijau tua mengkilap, bentuk bundar-telur jorong sampai agak lanset, ukurannya 1,5-7 x 3,5-15 cm, pangkal dan ujung daun berbentuk baji, bertangkai 1-3,5 cm, tuang daun utama menonjol di sisi sebelah bawah.

Bunga

Tanaman sawo berbunga tunggal terletak pada ketiak daun dekat ujung ranting, tangkai bunga berukuran 1-2 cm, posisi kedudukannya menggantung, berdiameter s/d 1,5 cm, sisi luarnya terdapat bulu bewarna kecoklatan, berbilang 6. Kelopak bunga biasanya tersusun dalam dua lingkaran, mahkota berbentuk genta, warnanya putih, berbagi sampai setengah panjang tabung (Morton, 1987).

Buah Sawo

Buah sawo Merupakan buah buni bertangkai pendek, berbentuk bulat-bulat telur-atau jorong 3-6 x 3-8 cm, warna daging buah coklat kemerahan sampai kekuningan, warna kulit buah coklat dan bersisik-sisik kasar dan tipis yang mudah mengelupas, di ujung buah sering tertinggal sisa tangkai putik yang mengering. Rasa daging buah manis dan mengandung banyak sari buah, memiliki biji sampai dengan 12 butir namun kebanyakan kurang dari 6. Perlu diketahui bahwa ukuran buah sawo tergantung pada perawatan dan varietasnya.

Biji

Buah sawo memiliki 12 biji namun biasanya kurang dari 6, bentuknya lonjong pipih, bewarna hitam atau kecoklatan dan mengkilap, panjang lebih kurang dari 2 cm, warna kepingang biji putih lilin.




No comments:

Post a comment