Thursday, 27 April 2017

Klasifikasi Dan Morfologi Kutu Kebul

Klasifikasi Dan Morfologi Kutu Kebul

Kingdom : Metazoa                                                                      
Phylum : Arthropoda
Subphylum : Uniramia
Class : Insecta
Order : Hemiptera
Suborder : Sternorrhyncha
Superfamily : Aleyrodoidea
Family : Aleyrodidae
Genus : Bemisia
Species : Bemisia tabaci

Morfologi Kutu Kebul

Telur

Bentuk telur lonjong sedikit melengkung seperti pisang, berwarna kuning terang, panjang antara 0,2-0,3 mm. Jumlah telur kutu kebul pada daun yang terinveksi virus sebanyak 77 butir, sedangkan jumlah telur yang diletakan pada daun sehat hanya 14 butir. Lama stadium telur rata-rata 5,8 hari.

Nimfa 

Nimfa terdiri atas tiga instar. Instar pertama berbentuk bulat telur dan pipih, berwarna kuning kehijauan, dan bertungkai yang berfungsi untuk bergerak. Nimfa instar ke-2 dan ke-3 tidak bertungkai, dan akan melekat pada daun selama masa pertumbuhannya. Stadium nimfa rata-rata 9,2 hari.

Imago

Imago merupakan serangga yang telah dewasa tubuhnya berukuran kecil antara 1-1,5 mm, berwarna putih, dan sayapnya transparan ditutupi lapisan lilin yang bertepung. 

Pengertian Pengendalian Gulma

Pengendalian Gulma


Pengendalian gulma merupakan suatu proses membatasi pertumbuhan dan perkembang biakan gulma sedemikian rupa agar tanaman budidaya mampu menghasilkan produktifitas yang lebih tinggi, sehingga petani akan mendapatkan keuntungan yang lebih optimal. Pengendalian gulma bukan berarti membasmi populasi gulma sampai habis melainkan hanya sebatas menekan populasi gulma sampai ketingkat populasi yang tidak merugikan secara ekonomi atau tidak melalui ambang ekonomi. Ada berbagai cara pengendalian gulma yang bisa dilkukan. Pada dasarnya ada enam teknik pengendalian gulma, yaitu : mekanis, kultur teknis, fisik, biologis, kimia dan terpadu. Dewasa ini pengendalian gulma dengan cara kimia sangat diminati karena mudah untuk mengaplikasikannya, harga relatif murah, serta dapat menekan gulma dalam waktu yang lebih singkat.

Pengendalian Gulma secara mekanis/fisik

Pada umumnya petani dalam pengendalian gulma secara mekanis yaitu dengan pengolahan tanah konvensional dan peyiangan dengan tangan. Pengolahan tanah konvensional dilakukan dengan cara membajak, menyisir dan meratakan tanah, dengan tenaga bantu seperti tenaga ternak (sapi/kerbau) dan mesin (hand trackor). Penyiangan dengan tangan dilakukan dengan cara mencabut gulma baik sebagian maupun seluruh bagian tumbuhan dengan menggunakan tangan. Namun metode pengendalian dengan cara penyiangan jarang dilakukan oleh petani, karena membutuhkan waktu lama dalam menekan populasi.

Pengendalian Gulma Secara Kultur Teknis

Pengendalian gulma secara kultur teknis merupakan cara pengendalian gulma dengan memperhatikan dan merubah keadaan ekologis atau lingkugan tanaman budidaya dengan gulma. Penggunaan metode ini dilakukan dengan cara menciptakan lingkungan yang menguntungkan bagi pertumbuhan tanaman budidaya sehingga mampu bersaing dengan gulma, tejuan metode ini yaitu menekan pertumbuhan gulma sampai taraf rendah sehingga tidak menjadi tumbuhan pesaing bagi tanaman budidaya, dan produktifitas tanaman budidaya tetap optimal.

Terdapat beberapa metode pengendalian secara kultur teknis dengan praktek-praktek budidaya, antara lain :

1. Tanaman yang ditanam cocok dengan kondisi tanah.
2. Penanaman rapat agar tajuk tanaman segera menutup ruang kosong.
3. Pemupukan yang tepat untuk mempercepat pertumbuhan tanaman budidaya sehingga mempertinggi daya saing tanaman terhadap gulma.
4. Pengaturan jarak waktu tanam dengan membiarkan gulma tumbuh terlebih dahulu kemudian dikendalikan dengan praktek budidaya tertentu.
5. Menggunakan tanaman pesaing (competitive crop) yang pertumbuhannya cepat dan berkanopi lebar sehingga memberi naungan dengan cepat pada area di bawahnya.
6. Memodifikasi lingkungan yang melibatkan pertumbuhan tanaman menjadi baik dan pertumbuhan gulma tertekan.

Di bawah ini beberapa tindakan pengendalian secara kultur teknis, sebagai berikut :

1. Pengelolaan tanah
2. Pengaturan dan pola jarak tanam
3. Pergiliran tanaman (crop rotation)
4. Penyiangan weeding
5. Penggunaan tanaman penutup tanah (Legum Cover Crop-LCC)
6. Penggenangan
7. Penggunaan mulsa

Pengendalian Gulma Secara Biologis

Pengendalian gulma secara biologis merupakan teknik pengendalian gulma dengan menggunakan organisme lain seperti insekta, jamur, bakteri, dan sebagainya sehingga dapat menekan pertumbuhan dan perkembang biakan gulma.

Pengendalian Gulma Secara Kimiawi

Pengendalian gulma secara kimiawi merupakan teknik pengendalian dengan menggunakan bahan kimia dalam bentuk herbisida. Herbisida merupakan senyawa kimia yang dapat menekan pertumbuhan dan populasi gulma baik secara selektif maupun non selektif. Ada beberapa macam herbisida antara lain herbisida kontak dan sistemmik. Penggunaan herbisida kimia memiliki beberapa keuntungan yaitu cepat dan efektif, terutama untuk areal pertanaman yang luas. Ada pun kelemahannya yaitu bersifat racun dan mencemari lingkungan.

Pengendalian Gulma Secara Terpadu

Pengendalian gulma secara terpadu yaitu dengan cara menggunakan berbagai macam cara pengendalian yang dilakukan secara bersamaan yang bertujuan untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

Wednesday, 26 April 2017

Pengertian Herbisida

Herbisida

Herbisida merupakan suatu senyawa kimia yang diproduksi khusus untuk digunakan sebagai penghambat pertumbuhan atau mematikan tumbuhan. Tumbuhan yang dimaksud adalah gulma. Herbisida dapat memberi pengaruh buruk terhadap satu atau lebih proses pembelahan sel, perkembangan jaringan, pembentukan klorofil, fotosintesis, respirasi, metabolisme nitrogen, aktivitas enzim dan sebagainya yang sangat diperlukan tubuhan untuk bertahan hidup. Herbisida bersifat racun terhadap semua tumbuhan termasuk tanaman budidaya apabila dosis yang digunakan sangat tinggi. Dosis yang lebih rendah dapat membunuh tumbuhan gulma dan tidak merusak atau membunuh tanaman budidaya.

Pengertian Herbisida

Aplikasi herbisida dapat memberikan beberapa keuntungan diantaranya yaitu dapat mengendalikan gulma sebelum mengganggu tanaman budidaya, dapat mencegah kerusakan akar tanaman budidaya, lebih efektif dalam membunuh gulma, dosis yang rendah dapat berperan sebagai hormon tumbuh dan dapat meningkatkan produksi tanaman budidaya dibandingkan dengan perlakuan lain. Jangan menggunakan satu jenis herbisida saja, sebab dalam penggunaan satu jenis herbisida saja secara terus-menerus akan membuat tumbuhan pengganggu menjadi lebih resistan dan sulit untuk mengendalikannya. Gunakanlah beberapa jenis herbisida dalam beberapa waktu pengaplikasian.

Klasifikasi Dan Morfologi Asystasia Gangetica

Klasifikasi Dan Morfologi Asystasia Gangetica

Tumbuhan ganda rusa (Asystasia intrusa) merupakan tumbuhan berpotensi menjadi gulma yang mudah ditemui di perkarangan rumah, tepi jalan, kebun, dan lapangan terbuka. Tumbuhan ini berasal dari Afrika.


Asystasia intrusa merupakan gulma penting yang dapat tumbuh ternaungi atau pun terbuka. Dapat tumbuh dengan baik pada ketinggian tempat 500 m dpl. Tumbuhan ini sangat berkopetitif dan membutuhkan unsur hara tinggi terutama N dan P. Berkembang biak secara vegetatif melalui biji, biji akan berkecambah setelah 30 hari polong pecah, berkecambah selama 10 hari akan tumbuh cepat, dan 8 bulan atau lebih akan menghasilkan polong dengan biji.

Klasifikasi Tumbuhan Asystasia Gangetica

Klasifikasi Asystasia Gangetica
Kingdom  : Plantae
Divisio  : Magnoliophyta/Spermatophyta
Classis : magnoliopsida/Dicotyledoneae
Ordo : Scrophulariales
Familia  : Acanthaceae
Genus  : Asystasia
Species  : Asystasia Gangetica

Morfologi Tumbuhan Asystasia Gangetica

Akar

Akar tumbuh dari cabang dengan sistem perakaran tunggang, bercabang kecil dan terdapat bulu-bulu akar, akar berwarna putih kecoklatan.

Batang

Berbatang lunak, bentuk persegi memanjang, berwarna hijau kecoklatan dan dapat tumbuh dalam keadaan yang kurang baik.

Daun

Kedudukan daun saling berhadapan, berbentuk bulat panjang, pangkal bulat, ujung runcing, pertulangan daun menyirip, bertangkai dan berwarna hijau.

Bunga

Bunga tersusun rapat dalam tandan seperti bulir, mahkota berwarna putih dan berwarna keungu-unguan, kelopak bunga menutupi ovary.

Polong

Bentuk polong kotak, panjang 2-3 cm, dalam satu polong terdapat biji berjumlah kurang lebih 4 biji. Buah yang belum masak berwarna hijau dan setelah buah masak akan berwarna coklat.

Biji

Biji kecil dan ringan berwarna coklat kehitaman sehingga mudah terbawa oleh angin, dan tumbuh dengan penyebaran yang luas.

Tuesday, 25 April 2017

Karakteristik Sapi Bali

Karakteristik Sapi Bali


Sapi bali murni memiliki karakteristik khusus yang dimiliki dari sapi jenis lainnya yaitu pada bagian belakang paha, pinggiran bibir atas, dan paha kaki bawah mulai tarsus dan capus sampai batas pinggir atas kuku seluruhnya berwarna putih pada ujung ekor berbulu hitam, bulu pada telinga bagian dalam berwarna putih, terdapat garis hitam yang jelas pada bagian atas punggung, bentuk tanduk sapi bali jantan yang ideal adalah bentuk tanduk silak congklok yaitu arah pergerakan pertumbuhan tanduk mula-mula dari dasar sedikit keluar. Sedangkan bentuk tanduk betina yang ideal yaitu agak melengkung kedalam, ujungnya sedikit mengarah kebawah, seluruh tanduk baik jantan maupun betina berwarna hitam. 

Ciri-ciri lainnya dari sapi bali yaitu bentuk tubuh seperti banteng, tetapi ukuran tubuhnya lebih kecil akibat proses domestikasi. Dada dalam padat, warna bulu pada waktu masih anakan (pedet) sawo matang sampai merah bata. Setelah sapi dewasa warna bulu sapi betina akan bertahan merah bata, sedangkan pada jantan warna bulu berubah menjadi kehitam-hitaman. Kakinya pendek sehingga mirip dengan kaki kerbau. Tinggi sapi dewasa 130 cm dengan bobot rata-rata sapi jantan 450 kg, sedangkan betina 300-400 kg dan hasil karkas sekitar 57%.

Klasifikasi Dan Morfologi Tanaman Pare-Momordica Charantia L

Klasifikasi Dan Morfologi Tanaman Pare

Pare merupakan sayuran buah. Dahulu tanaman pare kurang diminati. Tanaman ini hanya ditanam sebagai usaha sambilan mengingat rendahnya permintaan dari konsumen. Sekarang dunia pare mulai semarak dengan munculnya hasil-hasil penelitian tentang potensi tanaman tersebut, terutama mengenai kandungan zat dan varietas-varietas baru yang lebih unggul dalam hal rasa dan penampakan. Akhirnya sayuran ini mampu merambah supermarket. Langkah maju ini menunjukkan bahwa pare telah membentuk citra tersendiri.


Klasifikasi Tanaman Pare


Klasifikasi Tanaman Pare
Kingdom  Plantae
Devisio  Spermatophyta
Sub-Devisio  Angiospermae
Classis  Dicotyledoneae
Ordo  Cucurbitales
Familia  Cucurbitaceae
Genus  Momordica
Spesies  Momordica Charantia L.

Morfologi Tanaman Pare

Tanaman pare termasuk tanaman terna setahun, tumbuhnya merambat atau memanjat dengan sulur (alat pembelit) berbentuk spiral, bercabang banyak, dan berbau tidak enak. 

Batang

Tanaman pare memiliki batang berusuk lima, panjang kurang lebih 2-5 m, dan pada batang tanaman yang masih muda berambut rapat.

Daun

Tanaman pare berdaun tunggal, bertangkai panjang mulai dari 1,5-5,3 cm, kedudukannya berseling, bentuk bulat panjang, helai daun berbagi 5-7, pangkal daun berbentuk jantung dengan panjang kurang lebih 3,5-8,5 cm, lebar 2,5-6 cm, berwarna hijau tua.

Bunga

Bunga tanaman pare bertipe tunggal, memiliki 2 kelamin dalam satu pohon, tangkai bunga panjang dan mahkota bunga berwarna kuning.

Buah

Buah pare berwarna hijau (muda) sampai jingga (tua), bentuk bulat memanjang dengan 8-10 rusuk, permukaan buah berbintil-bintil tidak beraturan, panjang 8-30 cm, bila dikonsumsi rasanya pahit.

Biji

Dalam satu buah pare memiliki banyak biji, berwarna coklat kekuningan, bentuk pipih memanjang, dan keras.


Friday, 21 April 2017

Syarat Tumbuh Tanaman Melon

Syarat Tumbuh Tanaman Melon

Syarat tumbuh melon merupakan tempat dengan faktor iklim dan kondisi tanah yang cocok untuk pertumbuhan melon agar mendapatkan hasil panen dan menguntungkan.

Syarat Tumbuh Melon

Iklim 

Tanaman melon dapat tumbuh dan berproduksi dengan babik di daerah tropis dan subtropis. Ketinggian tempat yang baik untuk pertumbuhan melon berkisar antara 300-900 m dpl. 

Tanaman melon menghendaki daerah dengan tingkat curah hujan berkisar antara 1000-1500 mm/tahun. Pada musim hujan sangat tidak cocok untuk berbudidaya tanaman melon. Hujan yang terus-menerus akan mengakibatkan menggugurnya bakal buah yang sudah terbentuk.

Selama pertumbuhannya tanaman melon membutuhkan sinar matahari untuk proses fotosintesis. Lama penyinaran matahari yang dibutuhkan tanaman melon berkisar antara 10-12 jam seharai. Areal pertanaman melon harus terbuka tanpa ada naungan.

Meskipun tanaman melon harus ditanaman pada lahan yang terbuka, akan tetapi melon membutuhkan suhu yang sejuk untuk pertumbuhannya. Pada saat berkecambahan tanaman melon membutuhkan suhu optimal berkisar antara 26-30 derajat selsius. Suhu ideal untuk pertumbuhan akar melon antara 20-30 serajat selsius. Pada siang hari suhu yang ideal untuk pembesaran buah melon adalah 26 derajat selsius, sedangkan pada malam hari suhu yang baik adalah kurang dari 20 derajat selsius.

Tanah 

Tanaman melon agar mampu berproduksi dengan baik membutuhkan tanah gembur, mempunyai lapisan olah yang tebal, porus, dan kaya bahan organik. Derajat keasaman tanah yang baik untuk tanaman melon agar pertumbuhannya optimal adalah pH 6,0-6,8. Pada pH 5,6-7,2 tanaman melon masih dapat tumbuh dan berproduksi. Sedangkan pada pH kurang dari 5,6 (masam) tanaman melon tidak mampu berproduksi dengan optimal.

Tanah yang baik bagi tanaman melon adalah tanah yang gembur dan mengandung bahan organik serta tidak tergenang oleh air. Sejatinya tanaman Cucurbitaceae (keluarga timun) tidak menyukai tanah yang tergenang.


Baca Juga : Syarat Tumbuh Alpukat

Syarat Tumbuh Kacang Tanah

Syarat Tumbuh Kacang Tanah 

Syarat tumbuh kacang tanah merupakan keadaan tempat yang dipegaruhi oleh iklim dan keadaan tanah yang cocok bagi tanaman untuk tumbuh dan berkembang dengan baik serta menghasilkan panen yang berkualitas dan berkuantitas tinggi.

Syarat Tumbuh Kacang Tanah

A. Iklim 

1. Ketinggian tampat

Tanaman kacang tanah dapat tumbuh dan berkembang dengan baik dibawah 500 m dpl dan pada ketinggian maksimum 1000 m dpl kacang tanah dapat tetap tumbuh. Perlu diketahui bahwa semakin tinggi daerah penanaman dari permukaan laut, produksi kacang tanah akan menurun. Kacang tanah tidak memerlukan naungan, apabila areal penanaman kacang tanah ternaungi maka akan berdampak buruk bagi pertumbuhan kacang tanah kerena tanaman menjadi kurus dan tinggi, bunganya kurang produktif yang membuat hasil penen rendah. Terdapat jenis kacang tanah tertentu yang membutuhkan ketinggian tempat tertentu untuk dapat tumbuh optimal.

2. Curah hujan

Curah hujan yang cocok untuk kacang tanah dapat tumbuh optimal adalah kisaran antara 800 mm-1300 mm per tahun dan bulan kering rata-rata sekitar 4 bulan per tahun. 

3. Suhu

Suhu yang baik untuk pertumbuhan kacang tanah berkisar antara 28-32 derajat celcius dengan RH 65%-75%.

4. Sinar matahari

Kacang tanah sangat memerlukan sinar matahari penuh untuk kesuburan daun dan perkembangan ukuran kacang.

B. Keadaan Tanah

Agar kacang tanah dapat tumbuh optimal, darajat keasaman tanah yang diperlukan pH berkisar antara 6,0-6,5. Struktur tanah yang baik adalah tanah yang berstruktur ringan (remah) agar menguntungkan bagi tanaman kacang tanah yang dimana bakal buah (ginofor) mudah mesuk ke dalam tanah dan polong mudah  menembus tanah, perkembangannya normal, serta mudah untuk dipanen. Tanah yang tegenang/kelembabannya tinggi (berdrainase buruk) menyebabkan akar dan polong kacang tanah mudah busuk. Demikian sebaliknya, tanah yang kelembabannya terlalu rendah/kering menyebabkan tanaman tumbuh merana (kerdil), bahkan gagal membentuk polong dan kalaupun ada polongnya kopong.

Wednesday, 19 April 2017

Syarat Tumbuh Tanaman Kakao

Syarat Tumbuh Tanaman Kakao

Syarat tumbuh kakao adalah daratan dengan keadaan lingkungan yang cocok untuk perkembang biakan kakao agar hasil buah yang didapat berkualitas dan berkuantitas yang baik.


Keadaan Tanah

Tanaman kakao dapat tumbuh pada ketinggian tempat optimum 1-600 m dpl dan maksimum dapat tumbuh pada ketinggian 1200 m dpl dengan kemiringan lereng max 40 derajat. Membutuhkan ketersediaan air yang cukup di dalam tanah karena tanaman kakao sangat sensitif bila kekurangan air, oleh karena itu tanahnya harus memiliki drainase air yang baik. Tanaman kakao tumbuh subur pada solum sampai ke dalaman 90 cm tanpa ada lapisan padas. Tekstur tanah yang dibutuhkan tanaman kakao adalah lempung liat dan berpasir dengan komposisi pasir 50%, debu 10-20%, dan liat 30-40%, sedangkan struktur tanah yang dikehendaki adalah kasar yang berguna untuk memberi ruang agar akar dapat menyerap sumber nutrisi yang diperlukan sehingga akar dapat berkembang dengan optimal. Kandungan keasaman tanah yang diperlukan adalah pH optimum 6-6,5 sesuai pada tanah regosol.

Keadaan Iklim

Curah hujan

Salah satu unsur iklim terpenting adalah curah hujan. Curah hujan yang dibutuhkan untuk tanaman kakao harus tinggi dan terdistribusi dengan baik sepanjang tahun. Tanaman kakao membutuhkan tingkat curah hujan per tahunnya berkisar antara 1500 mm-2500 mm. Apabila terjadi kemarau, diharapkan tingkat curah hujan lebih kurang dari 100 mm per bulan dan tidak lebih dari tiga bulan. Tingkat curah hujan yang terlampau tinggi (>4500 mm/th) akan mengakibatkan hasil panen buah kako menurun dan kualitas rendah akibat terjangkit penyakit busuk buah.

Temperatur 

Temperatur sangat penting peranannya di dalam unsur iklim karena sengat erat kaitannya dengan ketersediaan air, sinar matahari, dan kelembaban. Suhu sangat berpengaruh pada pembentukan tunas muda, pembungaan dan kerusakan daun. Suhu yang dibutuhkan agar tanaman kakao dapat tumbuh dan berkembang dengan baik berkisar antara 18-32 derajat celcius. Adapun suhu minimum yang dibutuhkan kakao adalah berkisar 18-21 derajat celcius sedangkan suhu maksimum berkisar 30-32 derajat celcius. Suhu yang terlalu rendah dibawah 18 derajat celcius akan menggugurkan daun  serta mengeringnya bunga. Sedangkan suhu tinggi mengakibatkan gugurnya bunga.

Sinar matahari

Kakao merupakan tanaman yang membutuhkan naungan. Jika kakao mendapatkan sinar matahari terlalu banyak dalam waktu yang lama akan mengakibatkan tanaman menjadi kerdil dan batang menjadi kecil.

Klasifikasi Dan Morfologi Putri Malu-Mimosa pudica L

Klasifikasi Dan Morfologi Putri Malu

Putri malu adalah tumbuhan perdu yang dianggap sebagai gulma bagi sebagian orang. Tumbuhan ini mudah dijumpai di tepi jalan, halaman rumah, lapangan yang terbengkalai dan lahan pertanian.


Tumbuhan putri malu dapat dijadikan obat tradisional/herba yang dipercaya oleh masyarakat kuhusnya Indonesia mampu mengobati batuk berdahak, rematik, insomnia, dan mencegah datangnya penyakit hepatitis dan bronkitis.

Klasifikasi Tumbuhan Putri Malu

Klasifikasi Putri Malu
Kingdom  Plantae
Divisi  Spermatophita
Kelas  Angiospermae
Sub kelas   Dicotyledoneae
Ordo  Fabales
Famili  Mimosaceae
Sub Famili  Mimosoideae
Genus  Mimosaideae
Spesies  Mimosa pudica L

Morfologi Putri Malu

Putri malu tergolong ke dalam tumbuhan perdu berpotensi menjadi gulma, cepat berkembang biak, tumbuhnya memanjat atau rebah, tinggi mulai dari 0,3-1,5 meter. 

Akar

Berakar serabut, tumbuhnya menyebar di permukaan dan dalam tanah hingga kedalaman 15- 60 cm.

Batang

Bentuk batang bulat, memiliki rambut-rambut pendek dan berduri tajam. Batang dapat tumbuh tegak dan rebah kepermukaan tanah.

Daun 

Putri malu berdaun majemuk kedudukannya menyirip genap ganda dua yang sempurna. Setiap sirip terdiri dari 5-26 pasang anak daun. Helaian anak daun berbentuk memanjang sampai lanset ujung runcing, pangkal bundar, tepi rata, permukaan atas dan bawah licin, panjang helai anak daun 6-16 mm, lebar 1-3 mm, warnanya hijau, warna tepi daun ungu. Apabila daun tersebut disentuh, maka akan menyungkup/melipat dan akan normal setelah beberapa menit.

Bunga

Mahkota bunga seperti bulu tersusun rapi membentuk bola dalam tandan, memiliki tangkai yang berambut, berwarna ungu. 

Polong

Bunga yang telah terbuahi akan menjadi polong, bertangkai, dalam satu tangkai terdiri dari 3-8 polong atau lebih, berwarna hijau dan berambut-rambut pendek, jumlah biji dalam polong 1-2 atau lebih pada jenis lainnya.

Friday, 14 April 2017

Klasifikasi Dan Morfologi Bandotan (Ageratum conyzoides L)

Klasifikasi Dan Morfologi Bandotan (Ageratum conyzoides L)

Tumbuhan bandotan adalah tumbuhan liar yang tumbuh di sekitar kebun dan berpotensi menjadi gulma apabila populasinya tinggi. Tumbuhan ini mudah ditemukan di perkarangan rumah, kebun, sawah, dan tepi jalan. Tumbuhan ini dapat berkembang biak dengan baik di wilayah tropika dan sub tropika.



Bagi petani di indonesia tumbuhan ini sangat menjengkelkan karena dapat menurunkan hasil tanaman budidaya yang membuat kerugian ekonomi. Walaupun demikian tumbuhan bandotan memiliki manfaat dalam bidang kesehatan. Manfaatnya adalah dapat mengobati bisul, rematik, radang telinga, sariawan, tumor rahim, sakit tenggorokan dan lain-lain.

Klasifikasi Tumbuhan Bandotan

Kingdom : Plantae
Divisi : Spermatophyta
Sub divisi : Angiospermae
Kelas : Dicotyledonae
Bangsa : Asterales
Suku : Asteraceae
Marga : Ageratum
Species : Ageratum conyzoides L
Nama umum : Bandotan, wedusan, babadotan

Morfologi Tumbuhan Bandotan

Bandotan tergolong ke dalam tumbuhan gulma terna semusim, tumbuh berbaring dipermukaan tanah dan ada pula yang tegak, tingginya kurang lebih 30-90 cm, dan bercabang.

Batang

Batang tumbuhan bandotan berbentuk bulat dan berambut panjang, jika batang menyentuh tanah akan mengeluarkan akar.

Daun

Daun berwarna hijau, bertangkai, letaknya saling berhadapan dan ada pula yang bersilang, bentuk daun bulat telur dengan pangkal membulat dan ujung meruncing, tepi daun bergerigi, panjang daun kurang lebih 1-10 cm, lebar 0,5-6 cm, terdapat rambut pada permukaan daun dan kelenjar yang berada di permukaan bawah daun.

Bunga

Bunga pada tumbuhan bandotan tergolong ke dalam bunga majemuk berkumpul 3 atau lebih, berbentuk malai rata yang keluar dari ujung tangkai, berwarna putih, panjang bonggol bunga kurang lebih 6-8 mm, tangkai bunga terdapat rambut-rambut pendek.

Buah

Buah berwarna hitam, bentuknya kecil dan mengandung banyak biji.

Klasifikasi Dan Morfologi Alang-alang (Imperata cylindrica)

Klasifikasi Dan Morfologi Alang-alang 

Alang-alang (Imperata cylindrica) adalah rumput berdaun tajam yang tumbuh di lahan pertanian, dan di tepi jalan. Bagi petani alang-alang sangat merugikan karena dapat menurunkan hasil akibat dari persaingan dengan tanaman budidaya dalam menyerap nitrisi. Alang-alang sangat sulit untuk di kendalikan karena berkembang biaknya sangat cepat dan mudah. Bunga yang mengandung biji matang berbulu dan ringan sehingga mudah menyebar kearea lainnya dan berkembang biak menjadi tumbuhan pengganggu.


Alang-alang walaupun sebagaian besar masyarakat menganggap sebagai tumbuhan pengganggu dan merugikan, ternyata memiliki manfaat dibidang kesehatan. Bagian dari tumbuhan alang-alang yang bermanfaat bagi kesehatan adalah rimpang dan akar yang dipercaya oleh masyarakat dapat meluruhkan kencing, mengobati demam dan lain-lain.

Klasifikasi Alang-alang

Kingdom : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Liliopsida
Ordo : Poales
Famili : Poaceae
Genus : Imperata
Spesies : Imperata cylindrica

Morfologi Tumbuhan Alang-alang

Batang

Batang alang-alang terdiri atas bagian pangkal tunas terdapat beberapa ruas pendek, tunas yang berbunga beruas panjang terdiri atas satu sampai tiga ruas, tumbuh vertikal dan terbungkus di dalam daun. Tinggi batang alang-alang yang dapat berbunga kurang lebih 20-30 cm. Batang alang-alang yang berada dipermukaan tanah berwarna keunguan.

Rimpang (rizoma)

Rimpang alang-alang tumbuh di tanah pada kedalaman 0-40 cm. Rimpang alang-alang tumbuhnya memanjang dan bercabang-cabang, berwarna keputihan dengan panjang kurang lebih 1 meter dan beruas-ruas. Alang-alang memiliki akar serabut yang tumbuh dari pangkal batang dan ruas-ruas pada rimpang.

Daun

Helai daun alang-alang berwarna hijau sampai hijau kekuningan, tumbuh tegak berbentuk garis-garis (lanset) yang semakin menyempit ke bagian pangkal. Panjang dan lebar helai daun kurang lebih 12-80 cm x 5-18 mm. Tulang daun alang-alang berbentuk lebar dan berwarna agak pucat. Permukaan dan tepi daun terasa kasar bila diraba.

Bunga

Bunga alang-alang berbentuk malai dengan bulir bunga yang tersusun rapat, berbentuk ellips meruncing, mempunyai rambut-rambut halus dan ringan sehingga mudah terbawa angin. Bunga yang mudah terbawa angin akan memperluas berkembang biakan alang-alang dari tempat semula ke tempat yang lainnya, jarak tergantung berapa besar angin mampu membawanya. Bunga alang-alang memiliki benang sari berwarna kekuningan dan putik tunggal berwarna keunguan.

Thursday, 13 April 2017

Pengertian Gulma

Pengertian Gulma 

Gulma adalah tumbuhan yang tumbuh pada lahan pertanian bersifat mengganggu tanaman budidaya karena bersaing dalam menyerap hara. Petani tidak mengharapkan tumbuhnya gulma pada lahan pertanian mereka karena bagi mereka sangat merugikan, hasil produksi akan tidak optimal dan mengalami kerugian. Perkembangbiakan gulma relatif cepat, daya regenerasinya tinggi apabila terluka, dapat tumbuh dan berbunga dengan baik walaupun kondisi tanah kekurangan unsur hara dan air.

Siklus hidup gulma dapat dibagi menjadi beberapa kelompok antara lain, gulma annual, biannual, dan perennial. Kelompok gulma annual adalah gulma yang hanya mampu menjalankan siklus hidupnya dalam satu tahun atau satu musim. Secara umum gulma annual menghasilkan banyak biji dan membutuhkan kondisi lingkungan yang khusus untuk dapat menyelesaikan siklus hidupnya. Contoh gulma annual yaitu Ageratum conyzoides (gulma daun lebar), Cyperus difformis (gulma teki), dan Echinocloa colonom (gulma rumput).

Gulma biannual adalah gulma yang siklus hidupnya mencapai 2 tahun. Kelompok gulma biannual pada tahun pertama selama masa hidupnya untuk menyimpan makanan pada akar untuk kehidupan ditahun kedua. Fase reproduksi gulma biannual pada tahun pertama bunganya berbentuk roset dan pada tahun kedua menghasilkan bungan yang memproduksi biji lalu mati seperti D. carota.

Gulma perenial adalah jenis gulma yang siklus hidup satu generasi selama tiga tahun. Gulma perenial dapat berkembang biak dengan biji, tetapi dapat sangat produktif dengan potongan batang, umbi, rhizoma, stolon, dan daun. Gulma jenis ini sebagian besar sangat sulit dikendalikan terutama yang berkembang biak secara vegetatif dan generatif seperti Imperata cylindrica dan Cyperus rotundus. 

Wednesday, 12 April 2017

Klasifikasi Dan Morfologi Rumput Gajah (Pennisetum purpureum Schaum)

Klasifikasi Dan Morfologi Rumput Gajah

Rumput gajah (Pennisetum purpureum Schaum) merupakan jenis tanaman rumput yang paling besar dari jenis rumput lainnya dan berasal dari Afrika. Tanaman ini masuk ke Indonesia pada tahun 1962 dan tumbuh alami di seluruh dataran Asia Tenggara. Secara umum di Indonesia tanaman ini dijadikan pakan ternak dan memiliki peranan yang sangat penting dalam pemenuhan gizi ternak.


Rumput gajah memiliki keistimewaan yang dimana tanaman ini dapat tumbuh pada lahan yang minim nutrisi dan tanah kritis. Rumput gajah juga tidak terlalu banyak membutuhkan tambahan nutrisi/pupuk atau tanpa tambahan pupuk dan tanaman ini dapat menanggulangi/memperbaiki kondisi tanah yang rusak akibat erosi.

Rumput gajah merupakan pakan hijauan yang banyak dimanfaatkan dalam progam penggemukan ternak, meningkatkan hasil susu ternak, dan pembibitan ternak. Rumput gajah mengandung nutrien yang terdiri atas : bahan kering (BK) 19,9%; protein kasar (PK) 10,2%; lemak kasar (LK) 1,6%; serat kasar (SK) 34,2%; abu 11,7%; dan bahan ekstrak tanpa nitrogen (BETN) 42,3% (Rukmana, 2005).

Klasifikasi Tanaman Rumput Gajah

Kingdom : Plantae (Tumbuhan)
Sub kingdom : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super divisi : Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas : Liliopsida (Berkeping satu/ monokotil)
Sub kelas : Commelinidae
Ordo : Poales
Famili : Poaceae (Rumput-rumputan)
Genus : Pennisetum
Spesies : Pennisetum purpureum Schaum

Morfologi Tanaman Rumput Gajah

Akar

Rumput gajah memiliki akar serabut yang tumbuh pada buku-buku dari batang yang merayap di permukaan dan dalam tanah. Akar yang merayap dan membentuk jalinan dipermukaan tanah dapat menutup tanah sehingga dapat menahan terjadinya erosi.

Batang

Batang rumput gajah mirip dengan tanaman tebu tumbuhnya tegak mencapai 2-5 meter, batang bulat berkayu berdiameter lebih dari 3 cm, terdiri sampai 20 ruas/buku. Batang rumput gajah terdapat perisai daun yang agak berbulu dan menutupi batang.

Daun

Daun rumput gajah berdaun tipis berbentuk pita memanjang dan berbulu, panjang daun dapat mencapai 30-120 cm dengan lebar kurang dari 30 cm, dan memiliki tulang daun.

Bunga

Bunga rumput gajah bertipe tandan berwara emas.

Sunday, 9 April 2017

Klasifikasi Dan Morfologi Fasciola sp

Klasifikasi Dan Morfologi Fasciola sp

Klasifikasi Fasciola sp

Filum : Plathyhelminthes
Kelas : Trematoda
Ordo : Digenea
Famili : Fasciolidae
Genus : Fasciola
Spesies : Fasciola hepatitica dan Fasciola gigantica

Morfologi Fasciola sp

Morfologi Fasciola gigantica



Fasciola gigantica berukuran 25-27 x 3-12 mm, mempunyai pundak yang sempit, ujung posterior tumpul, ovarium lebih panjang dengan banyak cabang. Telur pada Fasciola gigantika memiliki operkulum, bewarna emas dan berukuran 190 x 100 mikro.

Morfologi Fascciola hepatica


Fasciola hepatica berukuran 35 x 10 mm, mempunyai pundak lebar dan ujung posterior lancip. Telur Fasciola hepatica memiliki operkulum, berwarna kuning emas dan berukuran 150 x 90 mikro (Baker, 2007).

Syarat Tumbuh Tanaman Semangka

Pengertian Syarat Tumbuh Tanaman Semangka

Syarat tumbuh tanaman semangka merupakan lokasi atau tempat yang cocok untuk tanaman semangka dapat tumbuh dan berkembang dengan baik sehingga menghasilkan panen yang berkualitas dan berkuantitas baik. Kualitas dan kuantitas yang baik tentu akan memberikan banyak keuntungan bagi petani semangka tersebut. Berikut syarat tumbuh yang dikehendaki oleh tanaman semangka :

Syarat Tumbuh Semangka

Iklim

Perlu dipahami bahwa semangka adalah tanaman yang berasal dari Afrika, daerah tersebut beriklim tropis dengan cahaya matahari yang terus bersinar penuh  sehingga daerah tersebut miskin uap air dan membuat suhu udara tinggi dan kering. Dengan kondisi iklim di Afrika tanaman semangka dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Suhu udara 25-30 derajat celcius (siang hari) merupakan suhu yang cocok untuk perkecambahan biji serta pertumbuhan tanaman . Curah hujan 40-50 mm/bulan adalah yang ideal untuk daerah budidaya semangka. Curah hujan yang terlampau tinggi akan merusak pertumbuhan karena tanaman semangka diserang berbagai macam penyakit yang disebabkan oleh jamur. Semangka tidak membutuhkan naungan, seluruh areal penanaman semangka perlu sinar matahari penuh sejak terbit sampai terbenam. Jika semangka kekurangan sinar matahari maka akan terjadi kemunduran waktu panen.

Faktor iklim tersebut sangat mempengaruhi keberhasilan budidaya semangka. Iklim yang tidak cocok bagi semangka, maka akan mengakibatkan hasil budidaya tanaman semangka sangat rendah yang akan membuat petani rugi, begitu pula sebaliknya.

Tanaman semangka dapat tumbuh dengan baik pada daerah dengan ketinggian tempat 100-300 m dpl. Disamping itu semangka juga dapat ditanam pada ketinggian tempat di bawah 100 m dpl dan di atas 300 m dpl.

Tanah

Kondisi tanah yang cocok untuk budidaya semangka adalah yang berporous (sarang), gembur, mengandung banyak humus dan bahan organik. Derajat keasaman tanah (pH) yang dikehendaki adalah pH 6-6,7.

Tanah yang tidak gembur alias padat akan menggenangkan air dalam waktu yang lama pada saat terjadi hujan. Dengan kondisi tersebut terjadi kelembaban yang tinggi di areal pertanaman sehingga dapat menimbulkan penyakit dan jamur yang dapat merusak tanaman. 



Klasifikasi Dan Morfologi Semangka

Klasifikasi Dan Morfologi Tanaman Semangka

Semangka (Citrullus vulgaris) merupakan tanaman semusim yang pertumbuhannya merambat dan tergolong kedalam suku ketimun-timunan yang berasal dari daerah setengah gurun di Afrika bagian selatan.

Klasifikasi Semangka

Buah semangka sebagian besar mengandung banyak air yang membuat rasa yang manis dan segar. Selain buahnya, biji semangka juga dapat dikonsumsi dengan cara disangrai terlebih dahulu dan akan menjadi kuaci yang siap disantap.

Disamping rasanya yang enak dan segar, semangka banyak mengandung nilai gizi seperti vitamin A, vitamin C, dan kalium yang baik bagi kesehatan. Seluruh masyarakat dunia mempercayai bahwa semangka dapat menetralisir tekanan darah, dapat mengobati sariawan, membersihkan ginjal, dan mengoptimalkan kinerja jantung.

Klasifikasi Tanaman Semangka


Klasifikasi Semangka
Kingdom   Plantae
Divisio Spermatophyta
Subdivisio   Angiospermae
Kelas    Dicotyledonae
Ordo    Cucurbitales
Famili   Cucurbitaceae
Genus   Citrullus
Species   Citrullus vulgaris Schard

Morfologi Semangka

Batang

Tanaman semangka termasuk kedalam tanaman semusim yang tumbuhnya merambat hingga mencapai panjang 3-5 meter. Batang semangka bertekstur lunak, bentuk bersegi, terdapat bulu-bulu kasar dan panjang batang mencapai 1,5-5 meter.

Daun

Hasil dari karakterisasi morfologi semangka dari berbagai sumber menunjukan bahwa daun semangka letaknya berselang-seling, bertangkai, helaian daunnya lebar dan berbulu, menjari, dengan ujung daun runcing.Panjang daun sekitar 3-25 cm dan lebar 1,5-5 cm. Pada tepi daun bergelombang dan permukaan bawahnya berambut rapat pada tulangnya.

Bunga

Bunga tanaman semangka terletak pada ketiak tangkai daun, berwarna kuning cerah. Terdapat tiga jenis bunga pada tanaman semangka, yaitu bunga jantan (staminate), bunga betina (pistillate, dan bunga sempurna (hermaphrodite). Pada umumnya semangka memiliki bunga jantan dan betina dengan perbandingan 7:1.

Buah

Buah semangak bentuknya sangat beragam (bulat, oval, lonjong dan kotak) dengan panjang 20-40 cm, diameter 15-20 cm, dengan bobot 4-20 kg. Daging buahnya renyah, mengandung banyak air rasanya manis dan segar, warna daging buah pada umumnya merah walupun ada yang berwarna jingga dan kuning. Di dalam buah terdapat banyak biji, namun ada pula semangka yang tanpa biji. Warna kulit buah semangka beragam, seperti hijau tua, kuning agak putih, atau hijau muda bergaris putih. Kulit tebal, berdaging dan licin. Warna daging kulit semangka putih yang disebut dengan albedo mengandung zat sitrulin.

Biji

Biji semangkan berbentuk pipih memanjang berwarna hitam (biji yang sudah tua), putih (biji yang masih muda), kuning, dan coklat kemerahan.



Saturday, 8 April 2017

Syarat Tumbuh Tanaman Sawo

Pengertian Syarat Tumbuh Tanaman Sawo

Syarat tumbuh tanaman sawo merupakan tempat atau lokasi dengan syarat kondisi iklim dan tanah yang cocok untuk tanaman sawo dapat tumbuh dan berkembang dengan baik serta menghasilkan panen dengan kuantitas dan kualitas yang baik pula sehingga dapat memberikan keuntungan dalam perekonomian masyarakat petani khususnya petani sawo. Di bawah ini adalah syarat tumbuh yang cocok untuk tanaman sawo.

Syarat tumbuh sawo

Iklim

Tanaman sawo dapat tumbuh dengan baik di daerah tropis dan mampu hidup di daerah yang kering. Sawo juga mudah beradaptasi pada berbagai suhu, tetapi suhu yang terlalu panas dapat merusak pertumbuhannya sehingga akan menurunkan hasil dan kualitas buahnya. Tanaman sawo menghendaki curah hujan yang ideal antara 1.250-2.500 mm per tahun dan tersebar merata sepanjang tahun. Sawo dapat tumbuh dengan baik sampai ketinggian 900 mdpl.

Tanah

Sawo menghendaki tanah yang subur dan banyak mengandung humus atau bahan organik, tumbuh baik pada tanah aluvial, berpasir dan berlempung.

Sawo memerlukan pH tanah yang terbaik sebagai syarat tumbuh yaitu antara 6-7. Tanaman sawo sangat resisten terhadap kekeringan dan memiliki toleransi terhadap salinitas tanah sampai 8 dS/m.

Klasifikasi Dan Morfologi Sawo-Manilkara kauki L

Klasifikasi Dan Morfologi Sawo

Pengertian Sawo

Sawo adalah tanaman buah berupa pohon yang berasal dari Guatemala (Amerika Tengah), Meksiko, dan Hindia Barat dengan nama neesbery atau sapodilas. Di Indonesia tanaman ini pada umumnya dijadikan tanaman perkarangan untuk dinikmati buahnya.

Klasifikasi sawo

Sawo merupakan tanaman yang berumur panjang. Sawo memiliki beberapa nama seperti sawo, sauh atau sauh manila. 

Sawo selain aromanya yang harum serta rasa yang manis, buah ini mempunyai segudang manfaat bagi kesehatan tubuh manusia. Sawo sering dikonsumsi masyarakat dalam keadaan segara dan matang. Sawo memiliki kandungan mineral dan kalium yang cukup baik. Dalam 100 gram buah sawo matang mengandung kalsium (21 mgl), magnesium (12 mgl), fosfor (12 mgl), selenium (0,6 mgl), seng (0,1 mgl), dan tembaga (0,09 mgl). Selain itu sawo juga mengandung vitamin C, vitamin A, dan vitamin K yang baik untuk kesehatan mata dan kulit. Kebanyakan masyarakat Indonesia percaya bahwa buah sawo dapat mengobati beberapa penyakit seperti : menghentikan peradangan mulut, menghentikan diare, dan dapat mengobati disentri (informasi dari berbagai sumber terpercaya).

Klasifikasi Tanaman Sawo

Klasifikasi Sawo
Kingdom   Plantae
Subkingdom   Tracheobionta
Super divisi  Spermatophyta
Divisi   Magnoliophyta
Kelas  Magnoliopsida
Sub kelas   Dilleniidae
Ordo  Ebenales
Famili Sapotaceae
Genus  Manilkara
Spesies   Manilkara kauki

Morfologi Tanaman Sawo


Akar

Akar tanaman sawo termasuk kedalam akar tunggang namun memiliki akar-akar serabut pada sisi-sisi akar tunggangnya. Akar tunggang berbentuk mengerucut dan tumbuh tegak lurus kebawah. Akar serabut berfungsi untuk menyerap mineral dan hara, serta air di dalam tanah.

Batang

Sawo memiliki batang dengan kulit kasar, bewarna abu-abu kehitaman sampai coklat tua. Seluruh batang sawo mengandung latek (getah bewarna putih susu kental dan lengket

Daun 

Tanaman sawo berdaun tunggal, kedudukanya berseling, mengumpul pada ujung ranting. Tepi daun rata, memiliki sedikit bulu, warna hijau tua mengkilap, bentuk bundar-telur jorong sampai agak lanset, ukurannya 1,5-7 x 3,5-15 cm, pangkal dan ujung daun berbentuk baji, bertangkai 1-3,5 cm, tuang daun utama menonjol di sisi sebelah bawah.

Bunga

Tanaman sawo berbunga tunggal terletak pada ketiak daun dekat ujung ranting, tangkai bunga berukuran 1-2 cm, posisi kedudukannya menggantung, berdiameter s/d 1,5 cm, sisi luarnya terdapat bulu bewarna kecoklatan, berbilang 6. Kelopak bunga biasanya tersusun dalam dua lingkaran, mahkota berbentuk genta, warnanya putih, berbagi sampai setengah panjang tabung (Morton, 1987).

Buah Sawo

Buah sawo Merupakan buah buni bertangkai pendek, berbentuk bulat-bulat telur-atau jorong 3-6 x 3-8 cm, warna daging buah coklat kemerahan sampai kekuningan, warna kulit buah coklat dan bersisik-sisik kasar dan tipis yang mudah mengelupas, di ujung buah sering tertinggal sisa tangkai putik yang mengering. Rasa daging buah manis dan mengandung banyak sari buah, memiliki biji sampai dengan 12 butir namun kebanyakan kurang dari 6. Perlu diketahui bahwa ukuran buah sawo tergantung pada perawatan dan varietasnya.

Biji

Buah sawo memiliki 12 biji namun biasanya kurang dari 6, bentuknya lonjong pipih, bewarna hitam atau kecoklatan dan mengkilap, panjang lebih kurang dari 2 cm, warna kepingang biji putih lilin.




Friday, 7 April 2017

Pengertian Tanaman Padi

Tinjauan Umum Tanaman Padi

Padi (Oryza sativa L.) adalah salah satu tanaman pangan yang dihasilkan terbanyak di dunia dan sebagian besar tersebar di daerah tropika (Sumiati,2003). Padi termasuk kedalam genus Oryza yang tergolong kedalam rumpun Oryzeae dalam familia Gramineae (rumput-rumputan), dimana sekitar 20 spesies tersebar di dunia terutama di daerah tropis basah Afrika, Asia Selatan, dan Asia Tenggara, Cina Selatan, Amerika Selatan dan Tengah dan Australia. Pada umumnya padi yang dibudidayakan saat ini termasuk kedalam genus Oryza dengan spesies utama yaitu Oryza sativ L. spesies lain yaitu Oryza glaberima yang tumbuh secara sporadic di beberapa wilayah negara-negara Afrika Barat, secara bertahap mulai tergantikan oleh Oryza sativa (De Datta, 1981).

Padi  merupakan tanaman semusim dengan empat fase pertumbuhan, yaitu fase vegetatif cepat, vegetatif lambat, reproduktif dan pemasakan. Secara garis besar tanaman padi ini terbagi ke dalam dua bagian yaitu bagian generatif dan vegetatif. 

Fase pertumbuhan padi terdiri dari pertumbuhan vegetatif dan generatif, pertumbuhan pada fase vegetatif terdiri dari tahap perkecambahan benih sampai muncul bibit, tahap bibit dan tahap pembentukan anakan, sedangkan tahap perkembangan generatif terdiri dari tahap pemanjangan batang, tahap inisiasi malai, perkembangan malai, tahap pembungaan dan tahap pemasakan benih. Tanaman padi di kelompokan menjadi dua bagian yaitu vegetatif dan generatif. Bagian vegetatif terdiri dari : akar, batang, dan daun. Sedangkan bagian generatif terdiri dari : malai, bunga, dan buah.

1. Bagian Vegetatif

Akar

Akar tanaman padi adalah akar serabut. Fungsi akar padi adalah untuk menyerap zat makanan dan air, proses respirasi dan menopang tegaknya batang. Akar padi dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu akar primer dan  akar adventif. Akar primer yaitu akar yang tumbuh dari perkecambahan biji, sedangkan akar adventif berupa akar yang tumbuh di dekat buku-buku. Kedua akar ini tidak banyak mengalami perubahan setelah tumbuh karena akar padi tidak mengalami pertumbuhan sekunder (Supriadiputra dan Setiawan, 2000).

Batang 

Fungsi utama batang padi adalah untuk menopang tanaman secra keseluruhan dan mendistribusikan zat mekanan ke seluruh bagian tanaman (Simanjuntak, 2005). Menurut Herawati (2012), padi tergolong kedalam tumbuhan Graminae dengan batang yang tersusun dari ruas. Ruas-ruas itu merupakan bubung kosong. Pada kedua ujung bubung kosong itu, bubungnya ditutupi oleh buku. Panjang ruas tidak sama, ruas yang terpendek terdapat pada pangkal batang. Ruas-ruas ini pada masa awal pertumbuhan bentuknya pendek dan bertumpuk. Setelah mencapai masa reproduktif, ruas-ruas tumbuh memanjang dan berongga. Pertunasan (tumbuhnya tunas) dimulai pada buku paling bawah, berupa tumbuhnya tunas sekunder. Kemudian dari tunas sekunder ini tumbuh tunas lainnya sehingga terbentuk tunas yang banyak.

Padi termauk jenis tanaman rumput-rumputan yang memiliki daun berbeda-beda, baik bentuk, susunan atau bagiannya. Ciri khas daun padi adalah adanya lidah daun dan telinga daun. Hal ini yang menyebabkan daun padi dapat mudah dibedakan dengan jenis rumput yang lain. Bagian-bagian daun padi, adalah : 

a. helai daun : terletak pada batang padi dan selalu ada, bentuknya memanjang seperti pita, panjang dan lebar helaian daun tergantung varietas padi yang bersangkutan.

b. pelepah daun (upih) : merupakan bagian daun yang menyelubungi batang, pelepah daun ini berfungsi memberi dukungan pada bagian ruas yang jaringannya lunak, dan hal ini selalu terjadi.

c. lidah daun : lidah daun terletak pada perbatasan antara helai daun dan upih. Lidah daun duduknya melekat pada batang. Fungsi lidah daun adalah mencegah masuknya air hujan diantara batang dan pelepah daun. Disamping itu, lidah duan juga mencegah infeksi penyakit, sebab media air memudahkan penyebaran penyakit (Herawati, 2012).

2. Bagian Generatif

Malai

Malai adalah sekumpulan bunga padi (spikelet) yang keluar dari buku paling atas. Ruas buku terakhir dari batang merupakan sumbu utama dari malai, sedangkan bulir-bulir padi terletak pada cabang pertama dan cabang kedua. Panjang malai dapat dibedakan menjadi 3 ukuran yaitu malai pendek (kurang dari 20 cm), malai sedang (antara 20-30 cm) dan malai panjang (lebih dari 30 cm). Jumlah cabang pada setiap malai berkisar antara 7-30 buah cabang. 

Bunga Padi

Bunga padi tergolong jenis bunga berkelain dua. Setiap bunga mempunyai 6 benang sari yang bertangkai pendek dengan dua tangkai putik dan dua buah kepala putik. Penyerbukan dan pembuahan dimulai dengan penempelan serbuk sari pada kepala putik. Proses tersebut akan menghasilkan buah padi (gabah) (Supriadiputra dan Setiawan, 2000).

Buah padi (gabah)

Buah padi yang sehari-hari kita sebut biji padi/butir/gabah, sebenarnya bukan biji melainkan buah padi yang tertutup oleh lemma dan palea. Buah ini merupakan hasil penyerbukan dan pembuahan yang mempunyai bagian-bagian sebagai berikut: embrio (lembaga), endosperm dan bekatul. Proses penyerbukan biasanya berlangsung antara jam 09.00-11.00 pagi. Pemasakan buah memerlukan waktu sekitar 30 hari untuk daerah tropis dan mencapai 65 hari untuk daerah subtropis.

Total Pageviews

Kategori