Wednesday, 29 March 2017

Pengertian Tanaman Selada (Lactuca sativa L)

Pengertian Tanaman Selada

Tanaman selada (Lactuca sativa L) merupakan salah satu komoditi hortikultura yang memiliki prospek yang cerah dan bernilai ekonomis tinggi. Permintaan akan selada terus meningkat seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk di Indonesia dan meningkatnya kesadaran penduduk akan kebutuhan gizi. Masyarakat sangat menyukai sayuran ini karena memiliki rasa yang enak serta kandungan gizi yang baik. Diketahui bahwa dalam 100 g berat segar selada mengandung protein 1,2 g, lemak 0,2 g, karbohidrat 2,9 g, kalsium 22,0 g, fosfor 25 mg, zat besi 0,5 g, vitamin A 0,04 mg, vit B 8,0 mg, vit C 8,0 mg, dan air 94,8% (Rukmana, 1994).

Selada

Tanaman selada (Lactuca sativa L) adalah tanaman yang dimanfaatkan daunnya sebagai sayur lalapan yang berumur semusim dan tergolong kedalam famili composite. Menurut jenisnya daun selada ada yang dapat membentuk krop dan ada pula yang tidak. Jenis yang tidak membentuk krop daun-daunya berbentuk "rosette". Daun selada pada umumnya berwarna hijau terang sampai putih kekuningan. Selada lebih sering dikonsumsi mentah atau sebagai lalapan.

Selada merupakan tanaman semusim serta memiliki penampilan yang menarik, bunganya yang unik mengumpul dalam tandan membentuk sebuah rangkaian. Daun selada banyak mengandung vitamin yang bermanfaat bagi tubuh manusia diantaranya adalah vitamin A, vitamin B, dan vitamin C. Terdapat tiga jenis tanaman selada yang cukup familiar yaitu selada mentega, selada tutup, dan selada potong. Selain jenis ini, ada pula tanaman yang menyerupai selada baik syarat tumbuh maupun cara tanamnya, akan tetapi rasanya pahit. Tanaman yang dimaksud adalah Andewi (Cichorium endevia L).

Daftar Pustaka :

Rukmana, R. 1994. Bertanam selada dan Andevi. Penerbit Kanisius. Jogjakarta


Total Pageviews

Kategori