Friday, 15 December 2017

Klasifikasi Dan Morfologi Jengkol (Archidendron pauciflorum)

Klasifikasi Dan Morfologi Tanaman Jengkol

Jengkol (Archidendron pauciflorum) atau jering adalah tumbuhan yang banyak tersabar di wilayah Asia Tenggara. Orang Barat menyebutnya sebagai dog fruit. Selain terkenal di Indonesia jengkol juga digemari di beberapa negara Asia Tenggara seperti Malaysia (disebut "jering"), Myanmar (disebut "da nyin thee'"), dan Thailand (disebut "luk-nieng" atau "luk neang").

Jengkol termasuk suku polong-polongan (Fabaceae). Buahnya berupa polong dan bentuknya gepeng berbelit membentuk spiral, berwarna lembayung tua. Biji buah berkulit ari tipis dengan warna coklat mengilap. Jengkol dapat menimbulkan bau tidak sedap pada urin setelah diolah dan diproses oleh pencernaan, terutama bila dimakan segar sebagai lalap.

Jengkol diketahui memiliki manfaat untuk mencegah diabetes dan bersifat diuretik dan baik untuk kesehatan jantung. Tanaman jengkol juga bermanfaat dalam konservasi karena kemampuan menyerap airnya cukup banyak.

Dibalik manfaatnya jengkol juga memiliki dampak yang buruk bagi kesehatan tubuh karena biji jengkol sedikit beracun karena adanya kandungan asam jengkol, sebuah asam amino yang dapat menyebabkan djenkolism (keracunan biji jengkol). Gejala yang muncul antara lain terjadinya kejang otot, pirai, retensi urin, dan gagal ginjal akut. Kondisi tersebut terutama dialami pria, dan tidak bergantung dari berapa jumlah biji yang disiapkan. Setiap individu dapat dapat mengonsumsi jengkol tanpa insiden, tetapi dapat mengalami gagal ginjal pada kesempatan yang lain. Selain bau, jengkol dapat mengganggu kesehatan seseorang karena konsumsi jengkol berlebihan biasanya akan mennyebabkan kejengkolan karena telah terjadinya penumpukan kristal di saluran urin. Ini terjadi karena jengkol mengandung asam jengkolat yang tinggi dan sukar larut di air pada pH yang asam. Konsumsi berlebihan akan menyebabkan terbentuknya kristal dan mengganggu urinasi. Risiko terkena kejengkolan diketahui bervariasi pada setiap orang, dan dipengaruhi secara genetik dan oleh lingkungan.

Klasifikasi Jengkol


Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas: Magnoliopsida (berkeping dua/dikotil)
Sub Kelas: Rosidae
Ordo: Fabales
Famili: Fabaceae (suku polong-polongan)
Genus: Pithecollobium
Spesies: Pithecollobium lobatum Benth

Morfologi Jengkol


 Akar Jengkol


Berakar tunggang berfungsi untuk menopang tubuh tanaman serta menyerap unsur hara dan air di dalam tanah.

Batang Jengkol

Tinggi yaitu 20 m, tegak, bulat, berkayu, licin, percabangan simpodial, cokelat kotor.

Daun Jengkol


Majemuk, lonjong, berhadapan, panjang 10-20 cm, lebar 5-15 cm, tepi rata, ujung runcing, pangkal membulat, pertulangan menyirip, tangkai panjang 0,1-1 cm, warna hijau tua.

Bunga Jengkol
Struktur majemuk, berbentuk seperti tandan, diujung batang dan ketiak daun, tangkai bulat, panjang ± 3 cm, berwarna ungu kulitnya, benang sari kuning, putik silindris berwarna kuning, mahkota lonjong berwarna putih kekuningan.

Buah Jengkol


Bulat pipih berwarna coklat kehitaman,

Biji Jengkol

Berkeping dua, berwarna putih hingga merah atau coklat ketika tua, berbentuk bulat pipih.

Thursday, 14 December 2017

Klasifikasi Dan Morfologi Tanaman Gambas (Oyong)

Klasifikasi Dan Morfologi Tanaman Gambas (Oyong)

Gambas/Oyong (Luffa acutangula) atau ridged gourd, emes atau kimput (Sunda) dan timput (Palembang). Gambas adalah salah satu tanaman buah-buahan, namun bagi masyarakat Indonesia gambas sering disebut sayuran karena kebanyakan gambas dikonsumsi dalam bentuk sayuran seperti sayur bening, opor, dan tumisan serta masih banyak kuliner lain yang berbahan dasar gambas.

Di dalam ilmu biologi gambas termasuk keluarga Cucurbitaceae atau labu-labuan yang bearti tanaman tersebut masih berkerabat dekat dengan labu, timun, melon dan semangka.

Klasifikasi Tanaman Gambas

Kingdom : Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi : Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas : Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Sub Kelas : Dilleniidae
Ordo : Violales
Famili : Cucurbetaceae
Genus : Luffa
Spesies : Luffa acutangula

Morfologi Tanaman Gambas

Akar Gambas

Tanaman gambas berakar tunggang dan akar lateral. Akar tunggang merupakan akar primer sebagai sumbu utama dan berfungsi sebagai penopang serta menyerap unsur hara pada ke dalaman akar maksimum di dalam tanah. Sedangkan akar lateral adalah cabang akar yang tumbuh dari akar primer dan bergerak kesamping sebagai fungsi utamanya menyerap unsur hara dan air di permukaan dan di dalam tanah.

Batang Gambas


Batang tanaman gambas memiliki panjang sekitar 0,5-3,0 cm, berbentuk persegi, berbulu kasar pada permukaan batang. Arah pertumbuhan batang gambas yakni vertikal dengan dibantu oleh batang sulur sebagai batang pemanjat.

Daun Gambas

Tanaman gambas berdaun tunggal dan tidak memiliki daun penumpu (stipula). Bentuk daun bulat, permukaan daun kasar karena terdapat bulu-bulu, memiliki tangkai berbentuk bulat dan berbulu kasar, ujung daun meruncing dan tepi daun berlekuk menjari.

Bunga Gambas

Merupakan bunga tunggal yang muncul di ketiak daun, bertangkai, tergolong bunga sempurna, mahkota bunga berwarna kuning berjumlah 5 petal memiliki 3 benang sari dan satu putik, bentuk tangkai bunga bulat, kelopak bunga berwarna hijau kekuningan dengan jumlah sepal 5, dan panjang 3-4 cm.

Buah Gambas


Buah Gambas berwarna hijau, berbentuk lonjong, permukaan bersegi, panjang buah sekitar 20-30 cm.

Biji Gambas


Biji gambas berwarna putih ketika masih muda dan menjadi hitam ketika buah gambas menua, bentuknya lonjong meruncing dan pipih.

Friday, 8 December 2017

Klasifikasi Dan Morfologi Tanaman Selada Merah

Klasifikasi Dan Morfologi Selada Merah


Tanaman selada merah diduga berasal dari Asia Barat dan Amerika, dan sudah meluas kewilayah mediteran. Di Indonesia sentral budidaya selada merah berada di daerah Cipanas (Cianjur) dan Lembang (Bandung). Tanaman selada merah (Red lettuce) termasuk jenis tanaman sayuran daun semusim, berumur pendek, dan berbentuk perdu atau semak (Sumayono, 2000). Selada merah paling sering dikonsumsi menjadi lalapan oleh masyarakat Indonesia dan mungkin diseluruh belahan dunia.

Klasifikasi Selada Merah

Kingdom : Plantae
Divisio : Spermatophyta
Sub divisio : Angiospermae
Class : Dikotyledonae
Ordo : Asterales
Famili : Asteraceae
Genus : Red
Spesies : Red lettuce

Morfologi Selada Merah

Akar (Radix)

Sistem perakaran tanaman selada merah berupa akar tunggang dan serabut. Akar tunggangnya tumbuh lurus ke dalam tanah sampai kedalaman 40 cm, sedangkan akar serabutanya umumnya tumbuh menyebar (menjalar) ke samping dan menembus tanah dangkal pada kedalaman 30 cm. Akar tanaman berwarna keputih-putihan.

Batang (Caulis)


Batang tanaman selada merah berbentuk bulat, berbuku-buku, kokoh dan kuat dan ukurannya beragam. Warna batang umumnya hijau muda, batang tanaman tersebut merupakan tempat tumbuhnya tangkai-tangkai daun yang rimbun sehingga sebagian besar batang tertutup oleh tangkai-tangkai daun yang rimbun. Permukaan batang halus dan pada buku-buku batang tempat tumbuhnya tangkai daun. Diameter batang selada daun adalah 3 cm.

Daun (Folium)

Tanaman selada merah umumnya berdaun rimbun dan letak daun berselang-seling mengelilingi batang. Daun memiliki bentuk yang beragam, seperti bulat dan lebar, lonjong dan lebar, bulat panjang dan lebar. Warna daun merah dan daun memiliki tulang-tulang daun yang menyirip seperti duri ikan, helaian daun umumnya bergerigi pada bagian tepinya. Tanaman selada merah berdaun tunggal, umumnya berukuran panjang antara 20-25 cm atau lebih dan lebarnya sekitar 15 cm. Helaian daun tipis agak tebal, lunak, halus dan licin.

Bunga (Flos)

Tanaman selada merah memiliki bunga berwarna kuning dan tumbuh dari pucuk tanaman yang tersusun dalam satu rangkaian bunga yang bercabang-cabang. Tiap-tiap cabang dalam satu rangkaian bunnga tumbuh kuntum-kuntum bunga yang lebat, bunga selada merah berjenis kelamin hermaprodit. Bunga selada merah yang telah mengalami penyerbukan akan menghasilkan buah dan biji.

Buah dan biji (Semen)


Buah tanaman selada merah berbentuk polong dan di dalamnya berisi biji yang sangat kecil, bentuk biji lonjong pipih. Warna biji selada merah berwarna coklat tua, ukuran bijinya memiliki panjang 4 mm dan lebar 1 mm.

Klasifikasi Dan Morfologi Tanaman Anggur

Klasifikasi Dan Morfologi Anggur


Anggur merupakan tanaman budidaya buah-buahan yang memberikan nilai ekonomi yang tinggi. Artinya, buah anggur dapat dijadikan dan dikonsumsi sebagai buah segar, jus anggur, minuman (wine), kismis dan lain-lain (Setiadi, 2005). Anggur merupakan tanaman yang tumbuh memanjat dengan batang berupa sulur, yang istimewa dari tanaman anggur adalah memiliki ranting-rantingnya dapat mengeluarkan buah yang lebat (Nurcahyo, 1999).

Anggur dapat tumbuh dan dibudidayakan di daerah dingin, subtropis, maupun tropis. Tanaman anggur pertama kali ditemukan di dataran Eropa, Amerika Utara, Islandia, daerah dingin yang dekat dengan Kutub Utara, Greenland dan menyebar ke Asia, termasuk Indonesia. Di Indonesia, tanaman anggur dipandang sebagai tanaman yang bernilai ekonomi tinggi karena harganya yang cukup tinggi serta disukai oleh banyak orang diseluruh belahan dunia (Setiadi, 2005).

Klasifikasi Tanaman Anggur

Kingdom : Plantae
Division : Magnoliophyta
Class : Magnoliopsida
Order : Vitales
Family : Vitaceae
Genus : Vitis
Species :Vitis vinifera L.

Morfologi Tanaman Anggur

Akar

Akar anggur dapat berkembang dengan cepat jika tanahnya gembur dan subur, bila musim hujan akar anggur dapat muncul pada akar ranting. Ini membuat anggur mudah dikembangbiakkan dengan cara setek atau cangkok dibandingkan dengan biji.

Batang

Batang anggur dibiarkan tumbuh liar, batang anggur mempunyai cabang yang tidak jauh dari permukaan tanah. Sifat percabangan ini menjadikan anggur sebagai golongan tumbuhan semak. Batang dapat tumbuh dan berkembang hingga diameter lebih dari 10 cm. Awal pertumbuhan, batang anggur membutuhkan penopang, bisa berupa tanaman hidup atau benda mati. Batang anggur tumbuh vertikal yang dibantu oleh cabang pembelit atau dikenal dengan sulur untuk tumbuh memanjat. Sulur ini tumbuh dengan membentuk lilitan (Nurcahyo, 1999).

Daun

Daun anggur berbentuk seperti jantung yang mempunyai tepi bergerigi dan tepinya berlekuk atau bercangap. Daunnya mempunyai tulang menjari, ujungnya runcing dan berbentuk bulat hingga lonjong. Jenis Vitis vinifera, daunnya tipis, berwarna hijau kemerahan dan tidak berbulu (Nurcahyo, 1999).

Bunga

Bunganya berbentuk malai. Malai muncul sebagai kumpulan bunga yang padat. Satu ranting bisa muncul lebih dari satu malai. Setelah bunga pada malai mekar akan tumbuh buah berupa bulatan kecil. Bulatan ini akan berubah warna sesuai dengan jenis tanaman anggur (Nurcahyo, 1999).

Buah

Buah anggur berbentuk bulat lonjong yang tumbuh pada ranting-ranting cabang batang. Memiliki berbagai macam warna tergantung dari varietas yang dibudidayakan ada warna biru, merah, kuning, dan hijau.

Klasifikasi Dan Morfologi Tanaman Kurma

Klasifikasi Dan Morfologi Tanaman Kurma

Buah kurma merupakan makanan pokok di daerah Timur Tengah. Diperkirakan pohon kurma pertama kali ditemukan di daerah Teluk Persia dan sudah menjadi tanaman budidaya sejak zaman kuno dari Mesopotamia ke prasejarah Mesir, kemungkinan pada awal 4000 SM. Masyarakat Mesir sering mengkonsumsi buah kurma dengan cara di jadikan minuman penghangat/whine kurma dan juga bauhnya dimakan langsung atau difermentasi saat panen. Ada bukti peninggalan prasejarah budidaya kurma di bagian Arab timur pada tahun 6000 SM. (Alvarez-Mon 2006).

Di zaman berikutnya, bangsa Arab menyebarluaskan pohon kurma di sekitar Selatan dan Barat Daya Asia, bagian utara Afrika, Spanyol dan Italia yang sengaja dibawa oleh pedagang-pedagang zaman dulu. Kurma mulai diperkenalkan di Mexico dan California, disekitar Mission San Ignacio, oleh bangsa Spanyol pada tahun 1765.

Klasifikasi Tanaman Kurma

Klasifikasi ( Vyawahare, et. al, 2009)

Kingdom : Plantae (tumbuhan)
Divisi : magnoliophyta
Kelas : liliopsida
Ordo : arecales
Famili : arecaceae
Genus : phoenix
Spesies : phoenix dactylifera L

Morfologi Tanaman Kurma

Bunga Kurma

 Phoenix dactylifera memiliki bunga berumah dua yang dengan tinggi sekitar 16-20 m dan tidak memiliki cabang pada batangnya (Zahran dan Willis, 2009). Dalam perkembangannya secara morfologis, bunga jantan dan betina sulit untuk dibedakan.

Batang Kurma

Batang pohon kurma mengandung serat selulosa yang kuat dan dapat digunakan sebagai bahan pembuatan triplek (Al-Shahib dan Marshall, 2003). Pohonnya memiliki mahkota terminal dengan 30-150 daun.

Daun Kurma

Daunnya menyirip dengan panjang 6 m dan mampu bertahan selama 3 hingga 7 tahun, menyangga 120-240 lembar pucuk daun muda. Daun kurma tumbuh dari tunas terminal pada tandan yang berkesinambungan dimana setiap tandan memiliki 3 atau 5 daun dan tersusun secara spiral.

Buah Kurma

Buah kurma berbentuk bundar kecil memiliki jumlah biji satu dengan epikarp yang bertekstur halus, mesokarp berdaging dan membran endocarp yang berwarna perak.

Biji Kurma

Bijinya berbentuk memanjang yang sebagian besar terdiri dari hemiselulosa dengan lekukan memanjang yang mencolok disatu sisi dan tonjolan bulat kecil disisi lain. Embrio tertutup di dalam sarungnya. Warna buah yang timbul tergantung dari tipe varietas yang dibudidayakan dan penanganan pasca panen. Tanaman kurma diatur penyerbukannya untuk mengatur produksi buah. Berat, diameter, kadar kelembaban, warna, dan rasa membrikan perbedaan pada beragam buah betina didalam satu kultur yang dikawinkan dengan berbagai variasi jantan yang digunakan untuk penyerbukan atau pertumbuhan (Zahran dan Willis, 2009).

Saturday, 12 August 2017

Syarat Tumbuh Buncis

Syarat Tumbuh Tanaman Buncis


Syarat tumbuh buncis merupakan tempat dengan kondisi lingkungan baik iklim maupun tanah yang cocok untuk keberlangsungan hidup tanaman buncis agar pertumbuhan dan perkembangannya berlangsung dengan baik serta dapat berproduksi tinggi.


Syarat tumbuh buncis


Iklim

Banyak tanah yang cocok untuk pertanaman buncis di daerah yang beriklim basah sampai kering dengan ketinggian tempat yang bervariasi.

Umumnya tanaman buncis tidak membutuhkan curah hujan khusus, namun curah hujan yang paling baik untuk pertumbuhan dan perkembangannya adalah berkisar antara 1500-2500 m dpl.

Tanaman buncis membutuhkan sinar matahari yang banyak. Jumlah intensitas sinar matahari yang baik bagi tanaman pada umumnya berkisar antara 400-800. Karena buncis membutuhkan sinar matahari yang banyak sehingga tidak memerlukan naungan.

Pada dasarnya tanaman buncis membutuhkan suhu yang ideal berkisar antara 20-25 derajat selsius. Apabila suhu <20 derajat selsius maka proses fotosintesis akan terganggu sehingga pertumbuhannya terhambat dan menghasilkan polong sedikit. Sementara suhu yang >25 derajat selsius akan menyebabkan proses pernapasan yang berlebih yang dapat mengurangi proses fotosintesis sehingga banyak polong yang hampa. 

Kelembaban udara yang dibutuhkan tanaman buncis kurang lebih 55% (sedang).

Tanah

Media tanah yang baik untuk pertanaman buncis adalah tanah yang sehat banyak mengandung bahan organik, gembur, remah, subur dan permeabilitasnya tinggi serta cukup air. Contoh jenis tanah yang baik bagi tanaman buncis adalah andosol dan regosol.

Derajat keasaman tanah yang diperlukan tanaman buncis berkisar antara pH 5,5-6. Jika pH tanah <5,5 maka proses penyerapan unsur hara akan terganggu. Alumunium, besi, dan mangan jika unsur tersebut sangat tinggi maka akan menyebabkan tanaman menjadi keracunan.

Ketinggian tempat yang baik untuk pertanaman buncis berkisar antara 1000-1500 m dpl. Tidak sedikit pula buncis ditanam pada ketinggian tempat 300-600 m dpl. Terdapat hasil penelitian dari buncis yang dibudidayakan pada ketinggian tempat 200-300 m dpl dan hasilnya memuaskan.

Syarat Tumbuh Strawberry

Syarat Tumbuh Strawberry/Stroberi


Syarat tumbuh tanaman stroberi merupakan tempat dengan kondisi lingkungan iklim dan tanah yang cocok untuk pertumbuhan dan perkembangan stroberi agar berproduksi dengan optimal.


Syarat tumbuh tanaman stroberi


Iklim

Tanaman stroberi adalah tanaman yang tumbuh baik di daerah subtropis namun dapat beradaptasi dengan baik di dataran tinggi tropis.

Tanaman stroberi membutuhkan curah hujan 600-700 mm/th. Setiap harinya tanaman stroberi membutuhkan lama penyinaran berkisar antara 8-9 jam/hari. Suhu yang baik untuk pertumbuhan dan perkembangan tanaman stroberi adalah 17-20 derajat selsius. Sementara kelembaban udara yang dibutuhkan berkisar antara 80-90%.

Tanah

Tanaman stroberi membutuhkan kondisi tanah liat berpasir, subur, gembur, sirkulasi udara dalam tanah baik, mengandung banyak bahan organik, dan kandungan air tanah cukup.

Stroberi yang ditanam di tanah kebun membutuhkan pH 5,4-7,0, sedangkan di dalam pot membutuhkan pH 6,5-7,0. Di kebun, syarat kedalaman air yang dibutuhkan tanaman stroberi berkisar antara 50-100 cm.

Tanaman stroberi dapat tumbuh dengan baik pada ketinggian tempat kurang lebih 1000-1500 m dpl.

Friday, 11 August 2017

Syarat Tumbuh Anggur

Syarat Tumbuh Tanaman Anggur


Syarat tumbuh anggur merupakan tempat dan kondisi iklim dan tanah yang cocok untuk pertumbuhan dan perkembangan tanaman anggur agar mendapatkan hasil yang optimal. 



Syarat tumbuh anggur



Iklim

Tanaman anggur dapat tumbuh di daerah subtropis maupun tropis pada dataran rendah. Di daerah subtropis tanaman anggur membutuhkan musim panas yang hangat dan kering serta musim dingin yang ringan.

Tanaman anggur juga dapat tumbuh dan berkembang dengan baik pada daerah tropis di dataran rendah dengan ketinggian rata-rata 5-1000 m dpl. Selain itu ketinggian tempat yang optimum untuk budidaya anggur berkisar antara 0-300 m dpl.

Musim kemarau panjang berkisar antara 4-7 bulan merupakan musim yang baik untuk budidaya anggur. 

Curah hujan yang dibutuhkan oleh tanaman anggur agar perkembangannya baik rata-rata 800 mm/tahun. Hujan yang terus-menerus tidak baik bagi keberlangsungan hidup tanaman anggur karena akan merusak premordia/bakal perbungaan tengah berlangsung dan mudah diserang hama serta penyakit. 

Tanaman anggur membutuhkan sinar matahari penuh.

Kelembaban udara untuk pertumbuhan anggur yang baik berkisar antara 75%-80%. Sementara suhu yang dibutuhkan pada siang hari maksimal 31 derajat selsius dan pada malam hari minimal 23 derajat selsius. Suhu yang rendah hingga -18 derajat selsius akan mengakibatkan pucuk muda membeku hingga mati. Sedangkan suhu yang baik bagi keberlangsungan hidup tanaman anggur adalah tidak kurang dari 18 derajat selsius.

Tanah

Tanah yang baik untuk pertumbuhan dan perkembangan tanaman anggur adalah pasir dan lempung berpasir serta banyak mengandung hara, bahan organik, gembur, dan mengandung cukup air. Tanah yang mengandung banyak bahan organik pertanda bahwa tanah tersebut subur. Derajat keasaman tanah yang dibutuhkan tanaman anggur adalah pH 7 (netral).



Thursday, 10 August 2017

Syarat Tumbuh Timun

Syarat Tumbuh Mentimun


Syarat tumbuh timun merupakan kondisi suatu tempat yang cocok untuk pertumbuhan dan perkembangan tanaman timun yang mencakup iklim dan tanah. Di bawah ini adalah syarat tumbuh timun:


Syarat Tumbuh Tanaman Timun



Iklim

Salah satu kelebihan tanaman timun adalah memiliki daya adaptasi yang cukup luas terhadap lingkungan tumbuhnya. Di negara Indonesia timun dapat tumbuh dan berkembang pada dataran tinggi maupun rendah dengan estimasi lebih kurang 1000 mdpl.

Timun membutuhkan suhu yang sesuai agar dapat berproduksi tinggi, suhu yang dibutuhkan berkisar antara 20-32 derajat selsius dengan suhu optimal 27 derajat selsius. Keadaan suhu udara di Indonesia ditentukan oleh tinggi permukaan laut.

Cahaya merupakan salah satu faktor yang sangat penting dalam pertumbuhan dan perkembangan tanaman timun. Lama pencahayaan yang harus diterima tanaman timun agar dapat menyerap unsur hara dengan optimal berlangsung sekitar 8-12 jam per hari.

Kelembapan relatif udara (RH) yang dibutuhkan tanaman timun untuk perkembangan dengan baik berkisar antara 50-85%. Selain itu, timun membutuhkan curah hujan yang optimal berkisar antara 200-400 mm/bulan. Curah hujan yang terlalu tinggi tidak baik untuk tanaman ini karena akan mengakibatkan keguguran bunga.

Tanah

Sebagian besar tanah yang digunakan sebagai lahan pertanian pada dasarnya cocok ditanamin mentimun. Agar hasil produksi optimal tanaman timun membutuhkan kondisi tanah yang memiliki banyak humus, bahan organik, subur, gembur dan cukup air. Kadar keasaman tanah yang baik berkisar antara pH 6-7. Timun juga toleran terhadap tanah yang memiliki pH minimal 5,5 dan maksimal 7,5. Jika pH tanah kurang dari 5,5 akan mengganggu pertumbuhan timun karena penyerapan unsur hara oleh akar terhambat dan jika tanah terlalu asam akan menyebabkan penyakit klorisis.

Sunday, 7 May 2017

Klasifikasi Dan Morfologi Axonopus compressus

Klasifikasi Dan Morfologi Axonopus compressus

Morfologi Tumbuhan Axonopus compressus (Jukut Pahit)

Akar

Sistem perakarannya tunggang, memiliki banyak cabang, berwarna coklat keputihan. Akar muncul dari pangkal batang yang tegak dan juga terbaring.

Batang

Bentuk batang agak pipih, tidak berbulu, tumbunya tegak dan berumpun, memiliki beberapa ruas. Setiap ruas batang dapat memuculkan akar dan tunas baru.

Daun

Daun tumbuhan Axonopus compressus berbangun daun lanset, pangkal daun meluas dan melengkung, ujung daun tumpul, terdapat bulu-bulu halus pada permukaan daun atas sedangkan bagian permukaan bawah daun tidak berbulu, ukuran panjangnya kurang lebih 2,5-3,5 cm dan lebar kurang lebih 6-16 mm.

Bunga

Memiliki 2-3 tangkai, bentuknya ramping dan semua tergabung secara simpodial, bunga muncul dari upih daun paling atas berkembang secara berturut-turut, tangkai bunga tidak berbulu, pada bagian ujung (apex) terbentuk dua cabang bunga atau bulir (spica) yang saling berhadapan membentuk pola huruf V.

Buah

Buah bewarna hijau muda, berukuran kecil. Buah jukut pahit kedudukannya tidak tumpang tindih dan tersusun secara berselang-seling pada kedua sisi sumbu yang rata.

Saturday, 6 May 2017

Klasifikasi Dan Morfologi Eleusine indica

Klasifikasi Dan Morfologi Eleusine indica

Eleusine indica merupakan tumbuhan gulma berumpun tergolong ke dalam famili Poaceae. Gulma ini dapat tumbuh dengan baik pada tanah yang lembab atau tidak terlalu kering dan terbuka atau sedikit ternaungi. Dapat tumbuh dengan baik pada ketinggian 0-1600 m dpl.

Klasifikasi Eleusine indica

Kingdom : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Liliopsida
Ordo : Poales
Famili : Poaceae
Genus : Eleusine
Spesies : E. indica

Morfologi Tumbuhan Eleusine indica

Akar

Eleusine indica merupakan salah satu tumbuhan gulma berumpun dengan sistem perakaran serabut dan berserat. Perakarannya tidak dalam namun lebat dan kokoh merekat kuat pada tanah sehingga sulit untuk mencabutnya.

Daun

Permukaan daun pada tumbuhan ini berwarna hijau, sedangkan pada bagian dasarnya seperti perak. Bentuk daun seperti pita memanjang dan memiliki helaian daun yang berlipat, bagian permukaan daun hampir tidak memiliki bulu.

Bunga


Bunga berbentuk malai yang tampak bergerigi. Biji-biji tersusun seperti tandan pada tangkai bunga. Permalai memiliki 3-7 tandan pada ujung batang dan lebih dari 50.000 biji.

Thursday, 27 April 2017

Klasifikasi Dan Morfologi Kutu Kebul

Klasifikasi Dan Morfologi Kutu Kebul

Kingdom : Metazoa                                                                      
Phylum : Arthropoda
Subphylum : Uniramia
Class : Insecta
Order : Hemiptera
Suborder : Sternorrhyncha
Superfamily : Aleyrodoidea
Family : Aleyrodidae
Genus : Bemisia
Species : Bemisia tabaci

Morfologi Kutu Kebul

Telur

Bentuk telur lonjong sedikit melengkung seperti pisang, berwarna kuning terang, panjang antara 0,2-0,3 mm. Jumlah telur kutu kebul pada daun yang terinveksi virus sebanyak 77 butir, sedangkan jumlah telur yang diletakan pada daun sehat hanya 14 butir. Lama stadium telur rata-rata 5,8 hari.

Nimfa 

Nimfa terdiri atas tiga instar. Instar pertama berbentuk bulat telur dan pipih, berwarna kuning kehijauan, dan bertungkai yang berfungsi untuk bergerak. Nimfa instar ke-2 dan ke-3 tidak bertungkai, dan akan melekat pada daun selama masa pertumbuhannya. Stadium nimfa rata-rata 9,2 hari.

Imago

Imago merupakan serangga yang telah dewasa tubuhnya berukuran kecil antara 1-1,5 mm, berwarna putih, dan sayapnya transparan ditutupi lapisan lilin yang bertepung. 

Pengertian Pengendalian Gulma

Pengendalian Gulma


Pengendalian gulma merupakan suatu proses membatasi pertumbuhan dan perkembang biakan gulma sedemikian rupa agar tanaman budidaya mampu menghasilkan produktifitas yang lebih tinggi, sehingga petani akan mendapatkan keuntungan yang lebih optimal. Pengendalian gulma bukan berarti membasmi populasi gulma sampai habis melainkan hanya sebatas menekan populasi gulma sampai ketingkat populasi yang tidak merugikan secara ekonomi atau tidak melalui ambang ekonomi. Ada berbagai cara pengendalian gulma yang bisa dilkukan. Pada dasarnya ada enam teknik pengendalian gulma, yaitu : mekanis, kultur teknis, fisik, biologis, kimia dan terpadu. Dewasa ini pengendalian gulma dengan cara kimia sangat diminati karena mudah untuk mengaplikasikannya, harga relatif murah, serta dapat menekan gulma dalam waktu yang lebih singkat.

Pengendalian Gulma secara mekanis/fisik

Pada umumnya petani dalam pengendalian gulma secara mekanis yaitu dengan pengolahan tanah konvensional dan peyiangan dengan tangan. Pengolahan tanah konvensional dilakukan dengan cara membajak, menyisir dan meratakan tanah, dengan tenaga bantu seperti tenaga ternak (sapi/kerbau) dan mesin (hand trackor). Penyiangan dengan tangan dilakukan dengan cara mencabut gulma baik sebagian maupun seluruh bagian tumbuhan dengan menggunakan tangan. Namun metode pengendalian dengan cara penyiangan jarang dilakukan oleh petani, karena membutuhkan waktu lama dalam menekan populasi.

Pengendalian Gulma Secara Kultur Teknis

Pengendalian gulma secara kultur teknis merupakan cara pengendalian gulma dengan memperhatikan dan merubah keadaan ekologis atau lingkugan tanaman budidaya dengan gulma. Penggunaan metode ini dilakukan dengan cara menciptakan lingkungan yang menguntungkan bagi pertumbuhan tanaman budidaya sehingga mampu bersaing dengan gulma, tejuan metode ini yaitu menekan pertumbuhan gulma sampai taraf rendah sehingga tidak menjadi tumbuhan pesaing bagi tanaman budidaya, dan produktifitas tanaman budidaya tetap optimal.

Terdapat beberapa metode pengendalian secara kultur teknis dengan praktek-praktek budidaya, antara lain :

1. Tanaman yang ditanam cocok dengan kondisi tanah.
2. Penanaman rapat agar tajuk tanaman segera menutup ruang kosong.
3. Pemupukan yang tepat untuk mempercepat pertumbuhan tanaman budidaya sehingga mempertinggi daya saing tanaman terhadap gulma.
4. Pengaturan jarak waktu tanam dengan membiarkan gulma tumbuh terlebih dahulu kemudian dikendalikan dengan praktek budidaya tertentu.
5. Menggunakan tanaman pesaing (competitive crop) yang pertumbuhannya cepat dan berkanopi lebar sehingga memberi naungan dengan cepat pada area di bawahnya.
6. Memodifikasi lingkungan yang melibatkan pertumbuhan tanaman menjadi baik dan pertumbuhan gulma tertekan.

Di bawah ini beberapa tindakan pengendalian secara kultur teknis, sebagai berikut :

1. Pengelolaan tanah
2. Pengaturan dan pola jarak tanam
3. Pergiliran tanaman (crop rotation)
4. Penyiangan weeding
5. Penggunaan tanaman penutup tanah (Legum Cover Crop-LCC)
6. Penggenangan
7. Penggunaan mulsa

Pengendalian Gulma Secara Biologis

Pengendalian gulma secara biologis merupakan teknik pengendalian gulma dengan menggunakan organisme lain seperti insekta, jamur, bakteri, dan sebagainya sehingga dapat menekan pertumbuhan dan perkembang biakan gulma.

Pengendalian Gulma Secara Kimiawi

Pengendalian gulma secara kimiawi merupakan teknik pengendalian dengan menggunakan bahan kimia dalam bentuk herbisida. Herbisida merupakan senyawa kimia yang dapat menekan pertumbuhan dan populasi gulma baik secara selektif maupun non selektif. Ada beberapa macam herbisida antara lain herbisida kontak dan sistemmik. Penggunaan herbisida kimia memiliki beberapa keuntungan yaitu cepat dan efektif, terutama untuk areal pertanaman yang luas. Ada pun kelemahannya yaitu bersifat racun dan mencemari lingkungan.

Pengendalian Gulma Secara Terpadu

Pengendalian gulma secara terpadu yaitu dengan cara menggunakan berbagai macam cara pengendalian yang dilakukan secara bersamaan yang bertujuan untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

Wednesday, 26 April 2017

Pengertian Herbisida

Herbisida

Herbisida merupakan suatu senyawa kimia yang diproduksi khusus untuk digunakan sebagai penghambat pertumbuhan atau mematikan tumbuhan. Tumbuhan yang dimaksud adalah gulma. Herbisida dapat memberi pengaruh buruk terhadap satu atau lebih proses pembelahan sel, perkembangan jaringan, pembentukan klorofil, fotosintesis, respirasi, metabolisme nitrogen, aktivitas enzim dan sebagainya yang sangat diperlukan tubuhan untuk bertahan hidup. Herbisida bersifat racun terhadap semua tumbuhan termasuk tanaman budidaya apabila dosis yang digunakan sangat tinggi. Dosis yang lebih rendah dapat membunuh tumbuhan gulma dan tidak merusak atau membunuh tanaman budidaya.

Pengertian Herbisida

Aplikasi herbisida dapat memberikan beberapa keuntungan diantaranya yaitu dapat mengendalikan gulma sebelum mengganggu tanaman budidaya, dapat mencegah kerusakan akar tanaman budidaya, lebih efektif dalam membunuh gulma, dosis yang rendah dapat berperan sebagai hormon tumbuh dan dapat meningkatkan produksi tanaman budidaya dibandingkan dengan perlakuan lain. Jangan menggunakan satu jenis herbisida saja, sebab dalam penggunaan satu jenis herbisida saja secara terus-menerus akan membuat tumbuhan pengganggu menjadi lebih resistan dan sulit untuk mengendalikannya. Gunakanlah beberapa jenis herbisida dalam beberapa waktu pengaplikasian.

Klasifikasi Dan Morfologi Asystasia Gangetica

Klasifikasi Dan Morfologi Asystasia Gangetica

Tumbuhan ganda rusa (Asystasia intrusa) merupakan tumbuhan berpotensi menjadi gulma yang mudah ditemui di perkarangan rumah, tepi jalan, kebun, dan lapangan terbuka. Tumbuhan ini berasal dari Afrika.


Asystasia intrusa merupakan gulma penting yang dapat tumbuh ternaungi atau pun terbuka. Dapat tumbuh dengan baik pada ketinggian tempat 500 m dpl. Tumbuhan ini sangat berkopetitif dan membutuhkan unsur hara tinggi terutama N dan P. Berkembang biak secara vegetatif melalui biji, biji akan berkecambah setelah 30 hari polong pecah, berkecambah selama 10 hari akan tumbuh cepat, dan 8 bulan atau lebih akan menghasilkan polong dengan biji.

Klasifikasi Tumbuhan Asystasia Gangetica

Klasifikasi Asystasia Gangetica
Kingdom  : Plantae
Divisio  : Magnoliophyta/Spermatophyta
Classis : magnoliopsida/Dicotyledoneae
Ordo : Scrophulariales
Familia  : Acanthaceae
Genus  : Asystasia
Species  : Asystasia Gangetica

Morfologi Tumbuhan Asystasia Gangetica

Akar

Akar tumbuh dari cabang dengan sistem perakaran tunggang, bercabang kecil dan terdapat bulu-bulu akar, akar berwarna putih kecoklatan.

Batang

Berbatang lunak, bentuk persegi memanjang, berwarna hijau kecoklatan dan dapat tumbuh dalam keadaan yang kurang baik.

Daun

Kedudukan daun saling berhadapan, berbentuk bulat panjang, pangkal bulat, ujung runcing, pertulangan daun menyirip, bertangkai dan berwarna hijau.

Bunga

Bunga tersusun rapat dalam tandan seperti bulir, mahkota berwarna putih dan berwarna keungu-unguan, kelopak bunga menutupi ovary.

Polong

Bentuk polong kotak, panjang 2-3 cm, dalam satu polong terdapat biji berjumlah kurang lebih 4 biji. Buah yang belum masak berwarna hijau dan setelah buah masak akan berwarna coklat.

Biji

Biji kecil dan ringan berwarna coklat kehitaman sehingga mudah terbawa oleh angin, dan tumbuh dengan penyebaran yang luas.

Tuesday, 25 April 2017

Karakteristik Sapi Bali

Karakteristik Sapi Bali


Sapi bali murni memiliki karakteristik khusus yang dimiliki dari sapi jenis lainnya yaitu pada bagian belakang paha, pinggiran bibir atas, dan paha kaki bawah mulai tarsus dan capus sampai batas pinggir atas kuku seluruhnya berwarna putih pada ujung ekor berbulu hitam, bulu pada telinga bagian dalam berwarna putih, terdapat garis hitam yang jelas pada bagian atas punggung, bentuk tanduk sapi bali jantan yang ideal adalah bentuk tanduk silak congklok yaitu arah pergerakan pertumbuhan tanduk mula-mula dari dasar sedikit keluar. Sedangkan bentuk tanduk betina yang ideal yaitu agak melengkung kedalam, ujungnya sedikit mengarah kebawah, seluruh tanduk baik jantan maupun betina berwarna hitam. 

Ciri-ciri lainnya dari sapi bali yaitu bentuk tubuh seperti banteng, tetapi ukuran tubuhnya lebih kecil akibat proses domestikasi. Dada dalam padat, warna bulu pada waktu masih anakan (pedet) sawo matang sampai merah bata. Setelah sapi dewasa warna bulu sapi betina akan bertahan merah bata, sedangkan pada jantan warna bulu berubah menjadi kehitam-hitaman. Kakinya pendek sehingga mirip dengan kaki kerbau. Tinggi sapi dewasa 130 cm dengan bobot rata-rata sapi jantan 450 kg, sedangkan betina 300-400 kg dan hasil karkas sekitar 57%.

Klasifikasi Dan Morfologi Tanaman Pare-Momordica Charantia L

Klasifikasi Dan Morfologi Tanaman Pare

Pare merupakan sayuran buah. Dahulu tanaman pare kurang diminati. Tanaman ini hanya ditanam sebagai usaha sambilan mengingat rendahnya permintaan dari konsumen. Sekarang dunia pare mulai semarak dengan munculnya hasil-hasil penelitian tentang potensi tanaman tersebut, terutama mengenai kandungan zat dan varietas-varietas baru yang lebih unggul dalam hal rasa dan penampakan. Akhirnya sayuran ini mampu merambah supermarket. Langkah maju ini menunjukkan bahwa pare telah membentuk citra tersendiri.


Klasifikasi Tanaman Pare


Klasifikasi Tanaman Pare
Kingdom  Plantae
Devisio  Spermatophyta
Sub-Devisio  Angiospermae
Classis  Dicotyledoneae
Ordo  Cucurbitales
Familia  Cucurbitaceae
Genus  Momordica
Spesies  Momordica Charantia L.

Morfologi Tanaman Pare

Tanaman pare termasuk tanaman terna setahun, tumbuhnya merambat atau memanjat dengan sulur (alat pembelit) berbentuk spiral, bercabang banyak, dan berbau tidak enak. 

Batang

Tanaman pare memiliki batang berusuk lima, panjang kurang lebih 2-5 m, dan pada batang tanaman yang masih muda berambut rapat.

Daun

Tanaman pare berdaun tunggal, bertangkai panjang mulai dari 1,5-5,3 cm, kedudukannya berseling, bentuk bulat panjang, helai daun berbagi 5-7, pangkal daun berbentuk jantung dengan panjang kurang lebih 3,5-8,5 cm, lebar 2,5-6 cm, berwarna hijau tua.

Bunga

Bunga tanaman pare bertipe tunggal, memiliki 2 kelamin dalam satu pohon, tangkai bunga panjang dan mahkota bunga berwarna kuning.

Buah

Buah pare berwarna hijau (muda) sampai jingga (tua), bentuk bulat memanjang dengan 8-10 rusuk, permukaan buah berbintil-bintil tidak beraturan, panjang 8-30 cm, bila dikonsumsi rasanya pahit.

Biji

Dalam satu buah pare memiliki banyak biji, berwarna coklat kekuningan, bentuk pipih memanjang, dan keras.


Friday, 21 April 2017

Syarat Tumbuh Tanaman Melon

Syarat Tumbuh Tanaman Melon

Syarat tumbuh melon merupakan tempat dengan faktor iklim dan kondisi tanah yang cocok untuk pertumbuhan melon agar mendapatkan hasil panen dan menguntungkan.

Syarat Tumbuh Melon

Iklim 

Tanaman melon dapat tumbuh dan berproduksi dengan babik di daerah tropis dan subtropis. Ketinggian tempat yang baik untuk pertumbuhan melon berkisar antara 300-900 m dpl. 

Tanaman melon menghendaki daerah dengan tingkat curah hujan berkisar antara 1000-1500 mm/tahun. Pada musim hujan sangat tidak cocok untuk berbudidaya tanaman melon. Hujan yang terus-menerus akan mengakibatkan menggugurnya bakal buah yang sudah terbentuk.

Selama pertumbuhannya tanaman melon membutuhkan sinar matahari untuk proses fotosintesis. Lama penyinaran matahari yang dibutuhkan tanaman melon berkisar antara 10-12 jam seharai. Areal pertanaman melon harus terbuka tanpa ada naungan.

Meskipun tanaman melon harus ditanaman pada lahan yang terbuka, akan tetapi melon membutuhkan suhu yang sejuk untuk pertumbuhannya. Pada saat berkecambahan tanaman melon membutuhkan suhu optimal berkisar antara 26-30 derajat selsius. Suhu ideal untuk pertumbuhan akar melon antara 20-30 serajat selsius. Pada siang hari suhu yang ideal untuk pembesaran buah melon adalah 26 derajat selsius, sedangkan pada malam hari suhu yang baik adalah kurang dari 20 derajat selsius.

Tanah 

Tanaman melon agar mampu berproduksi dengan baik membutuhkan tanah gembur, mempunyai lapisan olah yang tebal, porus, dan kaya bahan organik. Derajat keasaman tanah yang baik untuk tanaman melon agar pertumbuhannya optimal adalah pH 6,0-6,8. Pada pH 5,6-7,2 tanaman melon masih dapat tumbuh dan berproduksi. Sedangkan pada pH kurang dari 5,6 (masam) tanaman melon tidak mampu berproduksi dengan optimal.

Tanah yang baik bagi tanaman melon adalah tanah yang gembur dan mengandung bahan organik serta tidak tergenang oleh air. Sejatinya tanaman Cucurbitaceae (keluarga timun) tidak menyukai tanah yang tergenang.


Baca Juga : Syarat Tumbuh Alpukat

Syarat Tumbuh Kacang Tanah

Syarat Tumbuh Kacang Tanah 

Syarat tumbuh kacang tanah merupakan keadaan tempat yang dipegaruhi oleh iklim dan keadaan tanah yang cocok bagi tanaman untuk tumbuh dan berkembang dengan baik serta menghasilkan panen yang berkualitas dan berkuantitas tinggi.

Syarat Tumbuh Kacang Tanah

A. Iklim 

1. Ketinggian tampat

Tanaman kacang tanah dapat tumbuh dan berkembang dengan baik dibawah 500 m dpl dan pada ketinggian maksimum 1000 m dpl kacang tanah dapat tetap tumbuh. Perlu diketahui bahwa semakin tinggi daerah penanaman dari permukaan laut, produksi kacang tanah akan menurun. Kacang tanah tidak memerlukan naungan, apabila areal penanaman kacang tanah ternaungi maka akan berdampak buruk bagi pertumbuhan kacang tanah kerena tanaman menjadi kurus dan tinggi, bunganya kurang produktif yang membuat hasil penen rendah. Terdapat jenis kacang tanah tertentu yang membutuhkan ketinggian tempat tertentu untuk dapat tumbuh optimal.

2. Curah hujan

Curah hujan yang cocok untuk kacang tanah dapat tumbuh optimal adalah kisaran antara 800 mm-1300 mm per tahun dan bulan kering rata-rata sekitar 4 bulan per tahun. 

3. Suhu

Suhu yang baik untuk pertumbuhan kacang tanah berkisar antara 28-32 derajat celcius dengan RH 65%-75%.

4. Sinar matahari

Kacang tanah sangat memerlukan sinar matahari penuh untuk kesuburan daun dan perkembangan ukuran kacang.

B. Keadaan Tanah

Agar kacang tanah dapat tumbuh optimal, darajat keasaman tanah yang diperlukan pH berkisar antara 6,0-6,5. Struktur tanah yang baik adalah tanah yang berstruktur ringan (remah) agar menguntungkan bagi tanaman kacang tanah yang dimana bakal buah (ginofor) mudah mesuk ke dalam tanah dan polong mudah  menembus tanah, perkembangannya normal, serta mudah untuk dipanen. Tanah yang tegenang/kelembabannya tinggi (berdrainase buruk) menyebabkan akar dan polong kacang tanah mudah busuk. Demikian sebaliknya, tanah yang kelembabannya terlalu rendah/kering menyebabkan tanaman tumbuh merana (kerdil), bahkan gagal membentuk polong dan kalaupun ada polongnya kopong.

Wednesday, 19 April 2017

Syarat Tumbuh Tanaman Kakao

Syarat Tumbuh Tanaman Kakao

Syarat tumbuh kakao adalah daratan dengan keadaan lingkungan yang cocok untuk perkembang biakan kakao agar hasil buah yang didapat berkualitas dan berkuantitas yang baik.


Keadaan Tanah

Tanaman kakao dapat tumbuh pada ketinggian tempat optimum 1-600 m dpl dan maksimum dapat tumbuh pada ketinggian 1200 m dpl dengan kemiringan lereng max 40 derajat. Membutuhkan ketersediaan air yang cukup di dalam tanah karena tanaman kakao sangat sensitif bila kekurangan air, oleh karena itu tanahnya harus memiliki drainase air yang baik. Tanaman kakao tumbuh subur pada solum sampai ke dalaman 90 cm tanpa ada lapisan padas. Tekstur tanah yang dibutuhkan tanaman kakao adalah lempung liat dan berpasir dengan komposisi pasir 50%, debu 10-20%, dan liat 30-40%, sedangkan struktur tanah yang dikehendaki adalah kasar yang berguna untuk memberi ruang agar akar dapat menyerap sumber nutrisi yang diperlukan sehingga akar dapat berkembang dengan optimal. Kandungan keasaman tanah yang diperlukan adalah pH optimum 6-6,5 sesuai pada tanah regosol.

Keadaan Iklim

Curah hujan

Salah satu unsur iklim terpenting adalah curah hujan. Curah hujan yang dibutuhkan untuk tanaman kakao harus tinggi dan terdistribusi dengan baik sepanjang tahun. Tanaman kakao membutuhkan tingkat curah hujan per tahunnya berkisar antara 1500 mm-2500 mm. Apabila terjadi kemarau, diharapkan tingkat curah hujan lebih kurang dari 100 mm per bulan dan tidak lebih dari tiga bulan. Tingkat curah hujan yang terlampau tinggi (>4500 mm/th) akan mengakibatkan hasil panen buah kako menurun dan kualitas rendah akibat terjangkit penyakit busuk buah.

Temperatur 

Temperatur sangat penting peranannya di dalam unsur iklim karena sengat erat kaitannya dengan ketersediaan air, sinar matahari, dan kelembaban. Suhu sangat berpengaruh pada pembentukan tunas muda, pembungaan dan kerusakan daun. Suhu yang dibutuhkan agar tanaman kakao dapat tumbuh dan berkembang dengan baik berkisar antara 18-32 derajat celcius. Adapun suhu minimum yang dibutuhkan kakao adalah berkisar 18-21 derajat celcius sedangkan suhu maksimum berkisar 30-32 derajat celcius. Suhu yang terlalu rendah dibawah 18 derajat celcius akan menggugurkan daun  serta mengeringnya bunga. Sedangkan suhu tinggi mengakibatkan gugurnya bunga.

Sinar matahari

Kakao merupakan tanaman yang membutuhkan naungan. Jika kakao mendapatkan sinar matahari terlalu banyak dalam waktu yang lama akan mengakibatkan tanaman menjadi kerdil dan batang menjadi kecil.

Klasifikasi Dan Morfologi Putri Malu-Mimosa pudica L

Klasifikasi Dan Morfologi Putri Malu

Putri malu adalah tumbuhan perdu yang dianggap sebagai gulma bagi sebagian orang. Tumbuhan ini mudah dijumpai di tepi jalan, halaman rumah, lapangan yang terbengkalai dan lahan pertanian.


Tumbuhan putri malu dapat dijadikan obat tradisional/herba yang dipercaya oleh masyarakat kuhusnya Indonesia mampu mengobati batuk berdahak, rematik, insomnia, dan mencegah datangnya penyakit hepatitis dan bronkitis.

Klasifikasi Tumbuhan Putri Malu

Klasifikasi Putri Malu
Kingdom  Plantae
Divisi  Spermatophita
Kelas  Angiospermae
Sub kelas   Dicotyledoneae
Ordo  Fabales
Famili  Mimosaceae
Sub Famili  Mimosoideae
Genus  Mimosaideae
Spesies  Mimosa pudica L

Morfologi Putri Malu

Putri malu tergolong ke dalam tumbuhan perdu berpotensi menjadi gulma, cepat berkembang biak, tumbuhnya memanjat atau rebah, tinggi mulai dari 0,3-1,5 meter. 

Akar

Berakar serabut, tumbuhnya menyebar di permukaan dan dalam tanah hingga kedalaman 15- 60 cm.

Batang

Bentuk batang bulat, memiliki rambut-rambut pendek dan berduri tajam. Batang dapat tumbuh tegak dan rebah kepermukaan tanah.

Daun 

Putri malu berdaun majemuk kedudukannya menyirip genap ganda dua yang sempurna. Setiap sirip terdiri dari 5-26 pasang anak daun. Helaian anak daun berbentuk memanjang sampai lanset ujung runcing, pangkal bundar, tepi rata, permukaan atas dan bawah licin, panjang helai anak daun 6-16 mm, lebar 1-3 mm, warnanya hijau, warna tepi daun ungu. Apabila daun tersebut disentuh, maka akan menyungkup/melipat dan akan normal setelah beberapa menit.

Bunga

Mahkota bunga seperti bulu tersusun rapi membentuk bola dalam tandan, memiliki tangkai yang berambut, berwarna ungu. 

Polong

Bunga yang telah terbuahi akan menjadi polong, bertangkai, dalam satu tangkai terdiri dari 3-8 polong atau lebih, berwarna hijau dan berambut-rambut pendek, jumlah biji dalam polong 1-2 atau lebih pada jenis lainnya.

Friday, 14 April 2017

Klasifikasi Dan Morfologi Bandotan (Ageratum conyzoides L)

Klasifikasi Dan Morfologi Bandotan (Ageratum conyzoides L)

Tumbuhan bandotan adalah tumbuhan liar yang tumbuh di sekitar kebun dan berpotensi menjadi gulma apabila populasinya tinggi. Tumbuhan ini mudah ditemukan di perkarangan rumah, kebun, sawah, dan tepi jalan. Tumbuhan ini dapat berkembang biak dengan baik di wilayah tropika dan sub tropika.



Bagi petani di indonesia tumbuhan ini sangat menjengkelkan karena dapat menurunkan hasil tanaman budidaya yang membuat kerugian ekonomi. Walaupun demikian tumbuhan bandotan memiliki manfaat dalam bidang kesehatan. Manfaatnya adalah dapat mengobati bisul, rematik, radang telinga, sariawan, tumor rahim, sakit tenggorokan dan lain-lain.

Klasifikasi Tumbuhan Bandotan

Kingdom : Plantae
Divisi : Spermatophyta
Sub divisi : Angiospermae
Kelas : Dicotyledonae
Bangsa : Asterales
Suku : Asteraceae
Marga : Ageratum
Species : Ageratum conyzoides L
Nama umum : Bandotan, wedusan, babadotan

Morfologi Tumbuhan Bandotan

Bandotan tergolong ke dalam tumbuhan gulma terna semusim, tumbuh berbaring dipermukaan tanah dan ada pula yang tegak, tingginya kurang lebih 30-90 cm, dan bercabang.

Batang

Batang tumbuhan bandotan berbentuk bulat dan berambut panjang, jika batang menyentuh tanah akan mengeluarkan akar.

Daun

Daun berwarna hijau, bertangkai, letaknya saling berhadapan dan ada pula yang bersilang, bentuk daun bulat telur dengan pangkal membulat dan ujung meruncing, tepi daun bergerigi, panjang daun kurang lebih 1-10 cm, lebar 0,5-6 cm, terdapat rambut pada permukaan daun dan kelenjar yang berada di permukaan bawah daun.

Bunga

Bunga pada tumbuhan bandotan tergolong ke dalam bunga majemuk berkumpul 3 atau lebih, berbentuk malai rata yang keluar dari ujung tangkai, berwarna putih, panjang bonggol bunga kurang lebih 6-8 mm, tangkai bunga terdapat rambut-rambut pendek.

Buah

Buah berwarna hitam, bentuknya kecil dan mengandung banyak biji.

Klasifikasi Dan Morfologi Alang-alang (Imperata cylindrica)

Klasifikasi Dan Morfologi Alang-alang 

Alang-alang (Imperata cylindrica) adalah rumput berdaun tajam yang tumbuh di lahan pertanian, dan di tepi jalan. Bagi petani alang-alang sangat merugikan karena dapat menurunkan hasil akibat dari persaingan dengan tanaman budidaya dalam menyerap nitrisi. Alang-alang sangat sulit untuk di kendalikan karena berkembang biaknya sangat cepat dan mudah. Bunga yang mengandung biji matang berbulu dan ringan sehingga mudah menyebar kearea lainnya dan berkembang biak menjadi tumbuhan pengganggu.


Alang-alang walaupun sebagaian besar masyarakat menganggap sebagai tumbuhan pengganggu dan merugikan, ternyata memiliki manfaat dibidang kesehatan. Bagian dari tumbuhan alang-alang yang bermanfaat bagi kesehatan adalah rimpang dan akar yang dipercaya oleh masyarakat dapat meluruhkan kencing, mengobati demam dan lain-lain.

Klasifikasi Alang-alang

Kingdom : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Liliopsida
Ordo : Poales
Famili : Poaceae
Genus : Imperata
Spesies : Imperata cylindrica

Morfologi Tumbuhan Alang-alang

Batang

Batang alang-alang terdiri atas bagian pangkal tunas terdapat beberapa ruas pendek, tunas yang berbunga beruas panjang terdiri atas satu sampai tiga ruas, tumbuh vertikal dan terbungkus di dalam daun. Tinggi batang alang-alang yang dapat berbunga kurang lebih 20-30 cm. Batang alang-alang yang berada dipermukaan tanah berwarna keunguan.

Rimpang (rizoma)

Rimpang alang-alang tumbuh di tanah pada kedalaman 0-40 cm. Rimpang alang-alang tumbuhnya memanjang dan bercabang-cabang, berwarna keputihan dengan panjang kurang lebih 1 meter dan beruas-ruas. Alang-alang memiliki akar serabut yang tumbuh dari pangkal batang dan ruas-ruas pada rimpang.

Daun

Helai daun alang-alang berwarna hijau sampai hijau kekuningan, tumbuh tegak berbentuk garis-garis (lanset) yang semakin menyempit ke bagian pangkal. Panjang dan lebar helai daun kurang lebih 12-80 cm x 5-18 mm. Tulang daun alang-alang berbentuk lebar dan berwarna agak pucat. Permukaan dan tepi daun terasa kasar bila diraba.

Bunga

Bunga alang-alang berbentuk malai dengan bulir bunga yang tersusun rapat, berbentuk ellips meruncing, mempunyai rambut-rambut halus dan ringan sehingga mudah terbawa angin. Bunga yang mudah terbawa angin akan memperluas berkembang biakan alang-alang dari tempat semula ke tempat yang lainnya, jarak tergantung berapa besar angin mampu membawanya. Bunga alang-alang memiliki benang sari berwarna kekuningan dan putik tunggal berwarna keunguan.

Thursday, 13 April 2017

Pengertian Gulma

Pengertian Gulma 

Gulma adalah tumbuhan yang tumbuh pada lahan pertanian bersifat mengganggu tanaman budidaya karena bersaing dalam menyerap hara. Petani tidak mengharapkan tumbuhnya gulma pada lahan pertanian mereka karena bagi mereka sangat merugikan, hasil produksi akan tidak optimal dan mengalami kerugian. Perkembangbiakan gulma relatif cepat, daya regenerasinya tinggi apabila terluka, dapat tumbuh dan berbunga dengan baik walaupun kondisi tanah kekurangan unsur hara dan air.

Siklus hidup gulma dapat dibagi menjadi beberapa kelompok antara lain, gulma annual, biannual, dan perennial. Kelompok gulma annual adalah gulma yang hanya mampu menjalankan siklus hidupnya dalam satu tahun atau satu musim. Secara umum gulma annual menghasilkan banyak biji dan membutuhkan kondisi lingkungan yang khusus untuk dapat menyelesaikan siklus hidupnya. Contoh gulma annual yaitu Ageratum conyzoides (gulma daun lebar), Cyperus difformis (gulma teki), dan Echinocloa colonom (gulma rumput).

Gulma biannual adalah gulma yang siklus hidupnya mencapai 2 tahun. Kelompok gulma biannual pada tahun pertama selama masa hidupnya untuk menyimpan makanan pada akar untuk kehidupan ditahun kedua. Fase reproduksi gulma biannual pada tahun pertama bunganya berbentuk roset dan pada tahun kedua menghasilkan bungan yang memproduksi biji lalu mati seperti D. carota.

Gulma perenial adalah jenis gulma yang siklus hidup satu generasi selama tiga tahun. Gulma perenial dapat berkembang biak dengan biji, tetapi dapat sangat produktif dengan potongan batang, umbi, rhizoma, stolon, dan daun. Gulma jenis ini sebagian besar sangat sulit dikendalikan terutama yang berkembang biak secara vegetatif dan generatif seperti Imperata cylindrica dan Cyperus rotundus. 

Wednesday, 12 April 2017

Klasifikasi Dan Morfologi Rumput Gajah (Pennisetum purpureum Schaum)

Klasifikasi Dan Morfologi Rumput Gajah

Rumput gajah (Pennisetum purpureum Schaum) merupakan jenis tanaman rumput yang paling besar dari jenis rumput lainnya dan berasal dari Afrika. Tanaman ini masuk ke Indonesia pada tahun 1962 dan tumbuh alami di seluruh dataran Asia Tenggara. Secara umum di Indonesia tanaman ini dijadikan pakan ternak dan memiliki peranan yang sangat penting dalam pemenuhan gizi ternak.


Rumput gajah memiliki keistimewaan yang dimana tanaman ini dapat tumbuh pada lahan yang minim nutrisi dan tanah kritis. Rumput gajah juga tidak terlalu banyak membutuhkan tambahan nutrisi/pupuk atau tanpa tambahan pupuk dan tanaman ini dapat menanggulangi/memperbaiki kondisi tanah yang rusak akibat erosi.

Rumput gajah merupakan pakan hijauan yang banyak dimanfaatkan dalam progam penggemukan ternak, meningkatkan hasil susu ternak, dan pembibitan ternak. Rumput gajah mengandung nutrien yang terdiri atas : bahan kering (BK) 19,9%; protein kasar (PK) 10,2%; lemak kasar (LK) 1,6%; serat kasar (SK) 34,2%; abu 11,7%; dan bahan ekstrak tanpa nitrogen (BETN) 42,3% (Rukmana, 2005).

Klasifikasi Tanaman Rumput Gajah

Kingdom : Plantae (Tumbuhan)
Sub kingdom : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super divisi : Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas : Liliopsida (Berkeping satu/ monokotil)
Sub kelas : Commelinidae
Ordo : Poales
Famili : Poaceae (Rumput-rumputan)
Genus : Pennisetum
Spesies : Pennisetum purpureum Schaum

Morfologi Tanaman Rumput Gajah

Akar

Rumput gajah memiliki akar serabut yang tumbuh pada buku-buku dari batang yang merayap di permukaan dan dalam tanah. Akar yang merayap dan membentuk jalinan dipermukaan tanah dapat menutup tanah sehingga dapat menahan terjadinya erosi.

Batang

Batang rumput gajah mirip dengan tanaman tebu tumbuhnya tegak mencapai 2-5 meter, batang bulat berkayu berdiameter lebih dari 3 cm, terdiri sampai 20 ruas/buku. Batang rumput gajah terdapat perisai daun yang agak berbulu dan menutupi batang.

Daun

Daun rumput gajah berdaun tipis berbentuk pita memanjang dan berbulu, panjang daun dapat mencapai 30-120 cm dengan lebar kurang dari 30 cm, dan memiliki tulang daun.

Bunga

Bunga rumput gajah bertipe tandan berwara emas.

Sunday, 9 April 2017

Klasifikasi Dan Morfologi Fasciola sp

Klasifikasi Dan Morfologi Fasciola sp

Klasifikasi Fasciola sp

Filum : Plathyhelminthes
Kelas : Trematoda
Ordo : Digenea
Famili : Fasciolidae
Genus : Fasciola
Spesies : Fasciola hepatitica dan Fasciola gigantica

Morfologi Fasciola sp

Morfologi Fasciola gigantica



Fasciola gigantica berukuran 25-27 x 3-12 mm, mempunyai pundak yang sempit, ujung posterior tumpul, ovarium lebih panjang dengan banyak cabang. Telur pada Fasciola gigantika memiliki operkulum, bewarna emas dan berukuran 190 x 100 mikro.

Morfologi Fascciola hepatica


Fasciola hepatica berukuran 35 x 10 mm, mempunyai pundak lebar dan ujung posterior lancip. Telur Fasciola hepatica memiliki operkulum, berwarna kuning emas dan berukuran 150 x 90 mikro (Baker, 2007).

Syarat Tumbuh Tanaman Semangka

Pengertian Syarat Tumbuh Tanaman Semangka

Syarat tumbuh tanaman semangka merupakan lokasi atau tempat yang cocok untuk tanaman semangka dapat tumbuh dan berkembang dengan baik sehingga menghasilkan panen yang berkualitas dan berkuantitas baik. Kualitas dan kuantitas yang baik tentu akan memberikan banyak keuntungan bagi petani semangka tersebut. Berikut syarat tumbuh yang dikehendaki oleh tanaman semangka :

Syarat Tumbuh Semangka

Iklim

Perlu dipahami bahwa semangka adalah tanaman yang berasal dari Afrika, daerah tersebut beriklim tropis dengan cahaya matahari yang terus bersinar penuh  sehingga daerah tersebut miskin uap air dan membuat suhu udara tinggi dan kering. Dengan kondisi iklim di Afrika tanaman semangka dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Suhu udara 25-30 derajat celcius (siang hari) merupakan suhu yang cocok untuk perkecambahan biji serta pertumbuhan tanaman . Curah hujan 40-50 mm/bulan adalah yang ideal untuk daerah budidaya semangka. Curah hujan yang terlampau tinggi akan merusak pertumbuhan karena tanaman semangka diserang berbagai macam penyakit yang disebabkan oleh jamur. Semangka tidak membutuhkan naungan, seluruh areal penanaman semangka perlu sinar matahari penuh sejak terbit sampai terbenam. Jika semangka kekurangan sinar matahari maka akan terjadi kemunduran waktu panen.

Faktor iklim tersebut sangat mempengaruhi keberhasilan budidaya semangka. Iklim yang tidak cocok bagi semangka, maka akan mengakibatkan hasil budidaya tanaman semangka sangat rendah yang akan membuat petani rugi, begitu pula sebaliknya.

Tanaman semangka dapat tumbuh dengan baik pada daerah dengan ketinggian tempat 100-300 m dpl. Disamping itu semangka juga dapat ditanam pada ketinggian tempat di bawah 100 m dpl dan di atas 300 m dpl.

Tanah

Kondisi tanah yang cocok untuk budidaya semangka adalah yang berporous (sarang), gembur, mengandung banyak humus dan bahan organik. Derajat keasaman tanah (pH) yang dikehendaki adalah pH 6-6,7.

Tanah yang tidak gembur alias padat akan menggenangkan air dalam waktu yang lama pada saat terjadi hujan. Dengan kondisi tersebut terjadi kelembaban yang tinggi di areal pertanaman sehingga dapat menimbulkan penyakit dan jamur yang dapat merusak tanaman. 



Klasifikasi Dan Morfologi Semangka

Klasifikasi Dan Morfologi Tanaman Semangka

Semangka (Citrullus vulgaris) merupakan tanaman semusim yang pertumbuhannya merambat dan tergolong kedalam suku ketimun-timunan yang berasal dari daerah setengah gurun di Afrika bagian selatan.

Klasifikasi Semangka

Buah semangka sebagian besar mengandung banyak air yang membuat rasa yang manis dan segar. Selain buahnya, biji semangka juga dapat dikonsumsi dengan cara disangrai terlebih dahulu dan akan menjadi kuaci yang siap disantap.

Disamping rasanya yang enak dan segar, semangka banyak mengandung nilai gizi seperti vitamin A, vitamin C, dan kalium yang baik bagi kesehatan. Seluruh masyarakat dunia mempercayai bahwa semangka dapat menetralisir tekanan darah, dapat mengobati sariawan, membersihkan ginjal, dan mengoptimalkan kinerja jantung.

Klasifikasi Tanaman Semangka


Klasifikasi Semangka
Kingdom   Plantae
Divisio Spermatophyta
Subdivisio   Angiospermae
Kelas    Dicotyledonae
Ordo    Cucurbitales
Famili   Cucurbitaceae
Genus   Citrullus
Species   Citrullus vulgaris Schard

Morfologi Semangka

Batang

Tanaman semangka termasuk kedalam tanaman semusim yang tumbuhnya merambat hingga mencapai panjang 3-5 meter. Batang semangka bertekstur lunak, bentuk bersegi, terdapat bulu-bulu kasar dan panjang batang mencapai 1,5-5 meter.

Daun

Hasil dari karakterisasi morfologi semangka dari berbagai sumber menunjukan bahwa daun semangka letaknya berselang-seling, bertangkai, helaian daunnya lebar dan berbulu, menjari, dengan ujung daun runcing.Panjang daun sekitar 3-25 cm dan lebar 1,5-5 cm. Pada tepi daun bergelombang dan permukaan bawahnya berambut rapat pada tulangnya.

Bunga

Bunga tanaman semangka terletak pada ketiak tangkai daun, berwarna kuning cerah. Terdapat tiga jenis bunga pada tanaman semangka, yaitu bunga jantan (staminate), bunga betina (pistillate, dan bunga sempurna (hermaphrodite). Pada umumnya semangka memiliki bunga jantan dan betina dengan perbandingan 7:1.

Buah

Buah semangak bentuknya sangat beragam (bulat, oval, lonjong dan kotak) dengan panjang 20-40 cm, diameter 15-20 cm, dengan bobot 4-20 kg. Daging buahnya renyah, mengandung banyak air rasanya manis dan segar, warna daging buah pada umumnya merah walupun ada yang berwarna jingga dan kuning. Di dalam buah terdapat banyak biji, namun ada pula semangka yang tanpa biji. Warna kulit buah semangka beragam, seperti hijau tua, kuning agak putih, atau hijau muda bergaris putih. Kulit tebal, berdaging dan licin. Warna daging kulit semangka putih yang disebut dengan albedo mengandung zat sitrulin.

Biji

Biji semangkan berbentuk pipih memanjang berwarna hitam (biji yang sudah tua), putih (biji yang masih muda), kuning, dan coklat kemerahan.



Total Pageviews

Kategori