Tuesday, 15 November 2016

Toksisitas Adalah

Pengertian Toksisitas

Toksisitas dapat diartikan sebagai kemampuan racun (molekul) untuk menimbulkan kerusakan apabila masuk ke dalam tubuh dan lokasi organ yang rentan terhadapnya. Toksin atau racun tersebut adalah zat yang dalam dosis kecil dapat menimbulkan kerusakan pada jaringan hidup. Yang dimaksud dengan racun atau toksin disini dapat berupa zat kimia, fisis, dan biologis. Toksisitas sangat beragam bagi berbagai organisme, tergantung dari berbagai faktor seperti spesies uji, cara racun memasuki tubuh, frekuensi dan lamanya pemaparan, konsentrasi zat pemapar, dan kerentanan berbagai spesies terhadap pencemar (Soemirat, 2005).


Pemaparan kimia terhadap hewan dan manusia di bagi dalam 4 kategori, yaitu:
  1. Pemaparan akut adalah pemaparan terhadap  suatu bahan kimia selama kurang dari 24 jam. Pemaparan ini dapat menimbulkan beberapa efek jangka panjang, ambang rendah dan efek rendah dari bahan tersebut.
  2. Pemaparan subakut adalah pemaparan berulang terhadap suatu bahan kimia jangka waktu satu bulan atau kurang.
  3. Pemaparan subkronik adalah pemaparan yang  berulang yang dilakukan selama waktu satu atau tiga bulan.
  4. Pemaparan kronik adalah pemaparan bahan kimia untuk lebih dari 3 bulan, efek toksid terjadi apa bila bahan kimia terakumulasi di dalam sistem biologis atau bila menghasilkann efek toksit yang tidak pulih kembali (Rakesih, 2004).
Menurut Soemirat (2005) bahan-bahan toksik dapat diklasifikasikan berdasarkan:
  1.  Organ targetnya: hati, ginjal, sistem hematopoietik.
  2. Penggunaannya: pestisida, pelarut, aditif makanan.
  3. Sumbernya : toksid tumbuhan dan binatang.
  4. Efek : kanker, mutasi, kerusakan hati.
  5. Fisika : gas, debu, cair.
  6. Sifat : mudah meledak
  7. Kandungan kimia : amina aromatik,  hidrokarbon halogen dan logam berat.
Suatu toksid selain menyebabkan efek lokal ditempat kontak juga akan menyebabakan kerusakan jaringan bila diserap organisme. Jalur utama penyerapan toksit adalah melalui saluran cerna, saluran nafas, dan kulit. Selai  itu, sifat dan hebatnya efek zat kimia terhadap organisme targantung dari kadarnya pada organ sasaran. Kadar ini tidak hanya tergantung pada dosis yang diberikan tapi juga pada faktro lain seperti derajad absorpsi, distribusi, pengikatan dan eksresi. Setelah diabsorbsi, toksit di distribusikan ke berbagai bagian tubuh termasuk organ ekresi hingga siap dikeluarkan oleh tubuh (Rukaesih, 2004).


No comments:

Post a comment