Sunday, 13 November 2016

Plecoptera (Bangsa Lalat Batu)

Plecoptera (Bangsa Lalat Batu)

Lalat batu merupakan serangga air tawar yang unik dengan ciri-ciri fisik menyerupai ordo primitif, yakni Plecoptera. Serangga ini merupakan satu di antara ordo serangga bersayap paling primitif yang mampu melewati serangkaian seleksi alam hingga saat ini dan paling mirip dengan fosil lalat batu, yang diduga pernah hidup pada zaman karbon (berakhir 270 juta tahun lalu). 


Lalat batu menyebar merata di belahan bumi utara dan selatan, mudah dijumpai di areal pegunungan bersuhu dingin.

Morfologi Lalat Batu

Ciri-ciri fisik lalat batu dewasa bertubuh kekar, panjang sekitar 2,5 cm, warnanya kecoklat-coklatan atau kekuning-kuningan, dengan sayap depan dan belakang tidak terlalu berbeda, baik dalam bentuk maupun ukurannya. Juga memiliki ciri-ciri yang lain seperti antena panjang serupa tangkai, dan sepasang serki yakni apendiks yang mencuat dari ujung belakang perut. 


Habitat larva lalat batu sama dengan habitat larva lalat sehari, namun ada ciri-ciri tertentu untuk membedakan antara keduanya. Larva lalat batu dapat dibedakan dengan larva lalat sehari dengan adanya tarsi (bagian-bagian kaki) bersegmen tiga, masing-masing dengan dua cakar dan hanya dua serki di ujung perut. Sedangkan larva lalat sehari memiliki serki ekor dan satu tarsus bersegmen tunggal. Ciri-ciri yang lain yakni insang lalat batu terletak pada dada atau di antara tungkai, sedangkan pada lalat sehari tersusun di sepanjang sisi lambung.

Larva lalat batu hidup di air yang mengalir, umumnya pada arus yang jernih, berbatu-batu dan bebas dari pencemaran karena ditempat yang seperti ini ketersediaan oksigen cukup besar.

Perilaku Lalat Batu

Lalat batu hanya muncul pada saat kondisi cuaca cerah dan tidak pandai terbang. Lalat batu betina langsung menyeburkan telurnya ke dalam air. Serangga ini bukan perenang yang hebat. Spesies-spesies bertubuh kecil seperti lalat batu Nemoura memakan ganggang hijau dan sisa jasad nabati, sedangkan spesies berukuran yang lebih besar, seperti lalat batu Perla adalah karnivora yang rakus dan memakan cacing, hewan-hewan air kecil, udang-udang kecil, dan larva serangga lain. 

Serangga muda akan meninggalkan air untuk melakukan metamorfosa langsung menjadi dewasa tanpa harus menjadi kepompong. Di Inggris, spesies lalat batu memerlukan satu tahun untuk berkembang dari telur menjadi dewasa. Sedangkan lalat batu Perla dan Dinocras yang lebih besar memerlukan  waktu 3 tahun untuk berkembang dari telur samapi dewasa.









No comments:

Post a comment