Thursday, 10 November 2016

Penyerapan Dan Akumulasi Logam Berat Oleh Tumbuhan

Penyerapan Dan Akumulasi Logam Berat Oleh Tumbuhan

Tumbuhan dalam menyerap dan mengakumulasi logam berat, terdapat tiga proses yaitu, menyerap logam berat dengan akar, translokasi logam dari akar ke bagian tumbuhan tumbuhan lain, dan lokalisasi logam pada bagian jaringan tertentu untuk menjaga agar tidak menghambat metabolisme tumbuhan tersebut.

1. Penyerapan oleh akar 

Agar tanaman dapat menyerap logam, maka logam harus dibawa dalam bentuk larutan disekitar akar (rizosfer) dengan beberapa cara bergantung pada spesies tanaman itu sendiri, senyawa-senyawa yang larut dalam air biasanya diambil oleh akar bersama air, sedangkan senyawa-senyawa hidrofobik diserap oleh permukaan akar. Dalam menyerap logam berat, tumbuhan membentuk suatu enzim reduktase di membran akarnya. Reduktase ini berfungsi mereduksi logam yang selanjutnya diangkut melalui mekanisme khusus di dalam membran akar.

2. Translokasi di dalam tubuh tanaman

Setelah logam menembus edodermis akar, logam atau senyawa asing lain mengikuti aliran transpirasi ke bagian atas tanaman melalui jaringan pengangkut (xylem dan floem) ke seluruh bagian tanaman lainnya. Untuk meningkatkan efisiensi pengangkutan, logam diikat oleh molekul khelat. Berbagai molekul khelat yang berfungsi mengikat logam di hasilkan oleh tumbuhan, misalnya histidin yang terikat pada Ni dan fitokhelatin-glutation yang terikat pada Cd.

3. Lokasi logam pada jaringan

Hal ini bertujuan untuk menjaga agar logam tidak menghambat metabolisme tanaman. Sebagai upaya untuk mencegah keracunan logam terhadap sel, tanaman mempunyai mekanisme, misalnya dengan menimbun logam dalam organ tertentu seperti akar (untuk Cd pada silene dioica), trikhoma (untuk Cd), dan lateks (untuk Ni pada Serbetia acuminata).

No comments:

Post a comment