Wednesday, 2 November 2016

Pengertian Stinglees bee/Lebah Tanpa Sengat

Pengertian Lebah Madu Tanpa Sengat (Stinglees bee)

Lebah madu adalah salah satu jenis serangga dari sekitar 20.000 spesies lebah. Saat ini ada sekitar tujuh spesies lebah madu yang telah dikenal dan terdiri dari 44 subspesies. Semua spesies ini termasuk dalam genus Apis. Lebah madu memproduksi dan menyimpan madu yang dihasilkan dari nektar bunga. Selain itu lebah juga membuat sarang dari lilin, yang dihasilkan oleh para lebah pekerja di koloni lebah madu. Lebah merupakan sekelompok besar serangga yang dikenal karena suka hidup berkelompok meskipun sebenarnya tidak semua lebah bersifat demikian. Semua lebah masuk dalam suku Apidae (Ordo Hymenoptera: serangga bersayap selaput). Di dunia terdapat kira-kira 20.000 spesies lebah dan dapat ditemukan di setiap benua, kecuali Antartika. Sebagai serangga, lebah mempunyai 3 pasang kaki dan 2 pasang sayap. Lebah membuat sarangnya di atas bukit, di pohon kayu dan pada atap rumah. Sarangnya dibangun dari malam yang terdapat pada tubuhnya. Lebah memakan nektar bunga dan serbuk sari.

Lebah madu tanpa sengat atau disebut dengan Stinglees bee, merupsksn serangga sosial anggota dari Apidae, subfamili Meliponinae, memiliki 2 genus penting yaitu Trigona dan Melipona (Nagamitsu and Inoe, 1998; Michener, 2007). Ukuran tubuhnya bervariasi mulai dari 2 hingga 14,5 mm, dengan corak warna tubuh mulai dari hitam kecoklatan, merah, orange, kuning dan putih (Nagamitsu and Inoe, 1998). Lebah ini merupakan lebah asli Asia yang memiliki karakteristik spesifik yaitu madu yang dihasilkan mempunyai rasa asam, dan memiliki sifat jarang sekali hijrah serta harga produk madunya lebih tinggi dibandingkan dengan harga madu produk lebah Genus Apis (Sila dan Budiman, 2004).

Stinglees bee secara umum dapat ditemukan di sebagian besar daerah tropis atau subtropis di dunia, seperti Australia, Afrika, Asia Tenggara, dan bagian dari Meksiko dan Brasil (Michener, 2007). 

Stinglees bee biasanya bersarang di rongga batang atau cabang pohon, di dalam tanah atau batu, tetapi juga dapat ditemukan di dinding rumah berbahan kayu, bekas tong sampah, dan gudang penyimpanan. Tidak seperti lebah madu pada umumnya, Stinglees bee tidak mempertahankan diri dengan sengatnya jika saranggnya diganggu (Nagamitsu and Inoue, 1998; Rubik, 2006). Banyak peternak lebah telah mulai memelihara dan memanen sarang lebah madu ini dengan cara membiarkannya besarang di batang kayu atau memindahkannya ke sebuah kotak kayu, hal ini bertujuan untuk memudahkan mengontrol sarang lebah (Sila, 2005).

Stinglees bee menyimpan serbuk sari, madu dan telur dalam bangunan berbentuk pot yang terbuat dari bitumen (cerumen/melilini), biasanya dicampur dengan berbagai getah jenis tanaman damar (Propolis). Pot ini sering diatur disekitar pusat sarang yang disusun secara horizontal. Ketika lebah pekerja keluar dari selnya maka lebah cendrung tetap di dalam sarangnya, melakukan berbagai pekerjaan, sebagi penjaga keamanan atau pengumpul makanan (foragres).

Daftar Pustaka:
  • Sila, M., dan Budiman. 2004. Diversifikasi produk lebah madu dan manfaatnya. Makalah Seminar Nasional Mapeki, Makasar 5-6 Agustus 2004.
  • Sila, M. 2005. Produk lebah madu. Makalah dalam pelatihan budidaya lebah madu, Angkatan II Propinsi Sulawesi Selatan. Makasar 9-16 Agustus 2005.

No comments:

Post a comment