Tuesday, 22 November 2016

Pengertian Serangga Predator

Pengertian Serangga Predator

Agens pengendalian hayati merupakan organisme yang menggunakan spesies hama sebagai sumberdaya pakan dan seringkali disebut sebagai musuh alami, orgasnisme bermanfaat, atau agens biokontrol (Habazar & Yaherwandi 2006). Musuh alami serangga terdiri atas predator, parasitoid, dan entomopatogen. Di antara ketiga musuh alami tersebut serangga predator memiliki keunggulan, yaitu memiliki kemampuan memangsa dengan cepat, dapat membunuh berbagai stadium mangsa dan dapat mengkonsumsi beberapa jenis mangsa (Erawati 2005). 


Serangga predator adalah serangga yang membunuh dan memakan serangga lain untuk memenuhi kebutuhan hidupnya (Purnama 2006). Menurut Habazar & Yaherwandi (2006), ciri-ciri predator secara umum berukuran lebih besar dan lebih kuat dibandingkan mangsanya. Satu individu predator membutuhkan lebih dari satu mangsa selama hidupnya. Predator dapat mematikan mangsa dalam waktu singkat. Stadium pradewasa maupun dewasa serangga predator dapat bersifat kanibal. Predator pradewasa dan dewasa tidak selalu hidup pada habitat yang sama dengan mangsanya. Biasanya serangga predator memiliki daur hidup lebih lama dibandingkan mangsanya.

Pola makan serangga predator dapat polifag (memangsa berbagai spesies), oligofag (memangsa beberapa spesies), dan monofag (memangsa pada satu spesies) (Bugg & Pickett 1998). Sebagian besar serangga predator bersifat karnivora baik stadium pradewasa atau dewasa, walaupun beberapa di antaranya bersifat campuran, baik sebagai pemangsa atau sebagai pemakan nektar, embun madu atau tanaman untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya (Koul & Dhaliwal 2003). Dalam keadaan kekurangan mangsa atau pakan terbatas, beberapa predator akan memakan kelompoknya sendiri (kanibal). Biasanya, individu predator yang lemah akan dimangsa oleh individu predator yang kuat. Kumbang coccinellid dilaporkan mengkonsumsi telurnya sendiri apabila tidak menemukan mangsa (Heidari 1989 dalam Jervis & Copland 1996).

Predator menggunakan pendekatan visual dan kimia dalam menemukan mangsa dan tanaman inang dari mangsanya (Koul & Dhaliwal 2003). Imago betina predator biasanya meletakkan telur didekat mangsa. Hal ini untuk memudahkan individu baru predator dalam mendapatkan pakan. Menurut Hoy (1994 dalam Koul & Dhaliwal 2003), predator banyak terdapat di sekitar populasi mangsa yang cukup tinggi. Perilaku ini menjadikan predator kurang efektif dalam mengendalikan hama saat populasi rendah, walaupun dapat berperan menekan peledakan hama.

Spesies serangga predator banyak terdapat sebagai anggota dari berbagai ordo serangga. Kelompok predator paling dominan ditemukan pada ordo Coleoptera, Neuroptera, Hymenoptera, Diptera, Hemiptera, dan Odonata (Koul & Dhaliwal 2003).

No comments:

Post a comment