Wednesday, 2 November 2016

Pengertian Rhodamin B Pewarna Makanan

Pengertian Rhodamin B Pewarna Makanan

Rhodamin B adalah salah satu zat pewarna sintesis yang bisa digunakan pada industri tekstil dan kertas. Zat ini ditetapkan sebagi zat yang dilarang penggunaannya pada mekanan melalui Mentri Kesehatan (Permenkes) No.722/Menkes/Per/V/85. Namun penggunaan rhodamin B dalam makanan masih terdapat di lapangan. Contohnya, BPOM di Makasar berhasil menemukan zat rhodamin B pada kerupuk, sambal botol, dan sirup melalui pemeriksaan pada sejumlah sempel makanan dan minuman. Rhodamin B adalah bahan kimia yang digunakan sebagai bahan pewarna dasar dalam tekstil dan kertas. Pada awalnya zat ini digunakan untuk kegiatan histologi dan sekarang berkembang untuk berbagai keperluan (Litbang Depkes, 2010). Berikut adalah gambar struktur rhodamin B:

Sifat dan Karakteristik Rhodamin B

Rumus molekul dari rhodamin B adalah C28H31N2O3Cl dengan berat molekul sebesar 479.000. Zat yang sangat dilarang penggunaanya dalam makanan ini berbentuk kristal hijau atau serbuk ungu kemerahan, sangat larut dalam air yang akan menghasilkan warna merah kebiruan dan berfluorensi kuat. Rhodamin B juga merupakan zat yang larut dalam alkohol, HCl, dan NaOH, selain dalam air (Depkominfo, 2010). Ciri-ciri makanan dengan pewarna rhodamin B antara lain; warna mencolok, dam cendrung berpendar, banyak memberikan titik-titik warna kerena tidak homogen (POM, 2010). Rhodamin B memiliki nama dagang/nama lain, adalah sebagai berikut:
  1. Tetra athyl.
  2. Rheonine B.
  3. D & C red No. 19.
  4. CI Basic Violet 10.
  5. CI No. 45179.
Pewarna ini mengandung senyawa-senyawa  pengotor yang telah terbukti menimbulkan kanker, namun hasil survei YLKI ditemukan bahwa pewarna ini masih banyak terdapat di dalam makanan meskipun dilarang penggunaannya (Farida, 2004). Pada manusia zat warna teksti bukan untuk makanan seperti rhodamin B, dapat melukai mata, merusak hati, tumor hati, dan karsinogenik (Syamsurizal, 2007).

Zat warna ini diabsorpsi dari dalam saluran pencernaan makanan dan sebagian dapat mengalami metabolisme oleh mikroorganisme dalam usus. Dari saluran pencernaan dibawa langsung kehati, melalui vena portal atau melalui sistem limpatik. Di dalam hati, senyawa metabolisme lalu ditransfortasikan ke ginjal untuk diekskresikan bersama urine. Senyawa-senyawa tersebut dibawa dalam aliran darah sebagai molekul-molekul yang tersebar dan melarut dalam plasma, sebagai molekul-molekul yang terikat dengan protein dan serum dan sebagai molekul-molekul bebas atau yang terkait tanpa mengandung eritrosit dan unsur-unsur lain pembentuk darah. Zat warna yang dimetabolisme dan dikonjugasi di hati dalam waktu yang lama akan dapat menyebabkan efek kronis yaitu kanker (Cahyadi, 2006).

Adapun gejala akut bila terpapar rhodamin B, yaitu:
  1. Jika terkena kulit dalam jumlah banyak menimbulkan iritasi pada kulit.
  2. Jika terkena mata akan mengalami gangguan penglihatan.
  3. Jika terhirup akan menimbulkan iritasi pada saluran pernafasan, dalam jumlah banyak menimbulkan kerusakan jaringan dan peradangan pada ginjal.
Daftar Pustaka:
  •  Farida, Y. 2004. Pengantar pangan dan gizi. Penebar Swadaya. Jakarta
  • Cahyadi, W. 2006. Bahan tambahan pangan. Bumi Aksara: Jakarta
  • Syamsurizal, 2007. Waspadai makanan Ber-BTP Berbahaya.

No comments:

Post a comment