Thursday, 3 November 2016

Pengertian Prakonsentrasi

Pengertian Prakonsentrasi

Prakonsentrasi merupakan suatu metode yang dilakukan untuk menaikkan konsentrasi analit tanpa melalui proses penambahan standar, atau secara sederhana dapat disebut juga dengan proses pemekatan. Beberapa teknik yang umum digunakan untuk prakonsentrasi ion logam diantaranya adalah penguapan pelarut, ekstrasi pelarut, sorpsi permukaan, pengendapan, presipitasi dan pertukaran ion (Burguera, 1989).

Tiap metode prakonsentrasi memiliki keunggulan dan kelemahan masing-masing. Penggunaan teknik penguapan pelarut untuk pemekatan dinilai lebih praktis jika jumlah sampel yang dianalisi sedikit, pengurangan volume sempel yang relatif kecil, serta analit yang tidak mudah terdekomposisi dan nonvolatil. Metode ini lebih rentan dari kesalahan sebagai akibat sistem yang terbuka ketika proses penguapan. Sistem terbuka memungkinkan terjadinya transfer materi antara sistem dan lingkungan (Minczevski, dkk, 1992).

Metode analis terautomatisasi lebih sering menggunakan teknik prakonsentrasi yang menggunakan prinsip kromatografi karena memiliki faktor pengayaan yang lebih tinggi dan aspek praktis yang lebih baik. Prakonsentrasi biasanya merupakan bagian preparsi dari suatu analisis dan bertujuan untuk menaikkan konsentrasi analit sehingga masuk ke dalam rentang pengukuran analisis. Metode prakonsentrasi yang dipilih disesuaikan dengan jenis analit dan metode analisis yang dipergunakan (Hala, 1997; Panggabean, dkk., 2007).

Metode prakonsentrasi yang ideal untuk ion logam renik harus memenuhi kriteria berikut:
  1. Berperan mengisolasi analit dari matriks secara simultan untuk menghasilkan faktor pemekatan yang sesuai.
  2. Merupakan proses yang sederhana yang mampu mencegah kontaminasi, menghasilkan blanko sempel dan memberikan limit deteksi yang rendah.
  3. Menghasilkan suatu larutan dengan matriks yang mirip dengan larutan blanko analit (Corsini dkk, 1982). 
Metode prakonsentrasi untuk ion logam berat renik yang umum digunakan adalah metode ekstrasi pelarut. Metode ini memiliki kelemahan karena memerlukan pelarut organik yang mahal dan sering kali memiliki sifat toksit dan sangat berbahaya (Riley dan Taylor, 1968; Wan dkk., 1985; Canel, 2003). Metode prakonsentrasi dengan menggunakan resin penukar kation memiliki keunggulan dibanding cara prakonsentarsi yang lain, karena faktor kehilangan analit dapat diminimalkan, jumlah resin yang sedikit (0,1-0,5 g), serta dapat diregenerasi sehingga mampu digunakan berulangkali untuk analisis yang sama (Hirano dan Nakajima, 2005).

No comments:

Post a comment