Saturday, 26 November 2016

Pengertian Penyakit Malaria

Pengertian Penyakit Malaria

Malaria merupakan penyakit reemerging (penyakit yang menular kembali secara massal), disebabkan oleh parasit bersel satu dari kelas Sporozoa, suku Haemosporida, keluarga Plasmodium dan ditularkan oleh nyamuk (mosquito borne diseases) yaitu Anopheles betina. Penyakit ini banyak ditemukan di daerah tropis (Wibowo, 2014). Pada umumnya berada di daerah 60 derajat lintang utara hingga 40 derajat lintang selatan (Yatim, 2007). Malaria juga tersebar di seluruh kepulauan Indonesia terutama di kawasan timur. Penduduk Indonesia masih berisiko tertular malaria karena sebagian besar hidup di daerah terjadinya penularan malaria (Muslim, 2009).


Agent penyebab penyakit malaria adalah Plasmodium vivax yang menyebabkan malaria vivax/tertiana,Plasmodium falciparum menyebabkan malaria falciparum /tropika, Plasmodium malariae menyebabkan malaria malariae/quartana dan Plasmodium ovale menyebabkan malaria ovale (Prabowo, 2004)

Gejala Klinis

Gejala klinis malaria (paroksima) terdiri dari beberapa serangan demam yang memiliki interval waktu tertentu dan diselingi dengan periodik bebas demam. Serangan tersebut terdiri dari tiga stadium sebagai berikut (Susanna,
2011) :

Stadium rigoris (cold stage) = menggigil dan dingin Pada stadium ini penderita merasa kedinginan hingga menggigil, mengalami kejang yang hebat, gemetar, pusing kepala dan kadang-kadang disertai muntah. Penderita juga kekurangan O2 sehingga kulit, bibir, muka menjadi pucat kebiru-biruan (cianosis) dan denyut nadi melemah. Hal ini terjadi selama 15 menit hingga satu jam karena pecahnya eritrosit, dan haemoglobin yang berubah menjadi hemozoin yang bersifat toksin. Pada akhir stadium suhu tubuh naik dengan cepat (Susanna, 2011)

Stadium febris (monst stage) = panas Stadium febris berlangsung 2 hingga 6 jam. Pada stadium ini penderita merasa panas (suhu mencapai 40 derajat Celcius atau lebih), muka kemerah-merahan, denyut nadi penuh dan kuat, tekanan darah turun, pernapasan cepat, pusing kepala hebat, mengigau, gelisah, merasa sangat haus dan kadang-kadang disertai muntah maupun diare. Hal ini terjadi karena merozoit masuk dan menyerang eritrosit baru (Susanna, 2011).

Stadium sudoris (sweating stage) = perspirasi Stadium berlangsung hingga 2-4 jam. Suhu tubuhpenderita turun disertai keluarnya keringat, mencapai suhu normal dan penderita merasa seperti telah sembuh (Natadisastra, 2009).

Selanjutnya timbul kembali serangan menggigil. Dari akhir stadium sudoris hingga timbul serangan menggigil (stadium rigoris) disebut Apyrexyal Intervel dan intervalnya berbeda-beda setiap spesies plasmodium dimana P. falciparum berkisar 12 jam, P. vivax/oval 30 jam dan P. malariae 60 jam (Susanna, 2011).

Cara Penularan

Malaria umunya ditularkan melalui gigitan nyamuk Anopheles betina yang mengisap darah untuk pertumbuhan telurnya (Susanna, 2011). Menurut Depkes (2003) umumnya Anopheles aktif menggigit pada waktu malam hari. Ketika menghisap darah manusia air liur nyamuk yang mengandung plasmodium dalam stadium gametosit masuk kedalam tubuh manusia dan selama 8-10 hari gamet betina dan jantan akan bersatu menghasilkan sporozoit berbentuk kista. Sporozoit akan masuk ke sel hati dan berkembang menjadi skizon eksoeritrositik pada orang yang sensitif. Hepatosit pecah dan terjadi stadium aseksual (merozoit) dalam darah 6-11 hari yang selanjutnya menjadi gametosit selama 3-14 hari sesuai dengan spesies plasmodium malaria (Chandra, 2009)

Penularan juga dapat terjadi melalui transfusi darah (melalui jarumsuntik), melalui tali pusat atau plasenta pada bayi (malaria bawaan = congenital) karena ibunya menderita malaria dan oral pada binatang seperti burung dara (Plasmodium relection), ayam (Plasmodium gallinasium), dan monyet (Plasmodium knowlessi) (Susanna, 2011).

No comments:

Post a comment