Sunday, 20 November 2016

Pengertian Penyakit AIDS

Pengertian Penyakit AIDS

AIDS Singkatan dari (Acquired Immune Deficiency Syndrom dengan artian "sindrom kekurangan kekebalan tubuh", merupakan penyakit yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia bersifat permanen. AIDS mungkin menimbukan tanda dan gejala, tubuh yang terserang AIDS akan mudah terserang satu atau lebih penyakit tertentu, misalnya pneumonia, miningitis, atau kanker. Perlu diketahui, bahwa separuh dari penderita AIDS telah meninggal.

Pengertian Penyakit AIDS
Penyakit ini pertamakali diketahui tahun 1981 ketika 5 orang di Los Angles menderita penyakit Pneumocystis carinii, suatu penyakit yang disebabkan oleh parasit paru-paru.

Agen penyebab AIDS dikenal sebagai retrovirus. Retrovirus memiliki sebuah enzim yang disebut "transkriptase balik" yang menyebabkan virus untuk menghasilkan tiruan di dalam sel induk. 

Seseorang yang menderita AIDS maka sistem kekebalan tubuh akan menurun sehingga penyakit lain yakni oportunistik, memanfaatkan sistem kekebalan tubuh yang rusak. Dari penyakit ini yang paling serius adalah Sarkoma Kaposi (sejenis kanker), Pneumocytis carinii, mikobakteriosis tertebar (penyakit karena bakteri), dan kriptosporadiosi (suatu jamur). Selain itu AIDS juga dapat membuan penurunan barat badan yang mematikan, yang sering disebut "sindrom pembuangan", dan manifestasi neurologis tertentu.

Periode antara waktu tertular patogen penyebab AIDS dan benar-benar sakit karena patogen tersebut disebut waktu inkubasi. Misalnya bayi yang tertular AIDS saat dilahirkan sering jatuh sakit sebelum usia satu tahun. Selain itu juga, banyak orang dewasa baru merasakan sakit setelah 5 tahun tertular. Telah disepakati bahwa waktu inkubasi untuk AIDS kurang labih selama 14 tahun untuk sementara orang. Namun, rata-rata waktu inkubasi adalah 7 tahun.

AIDS merupakan penyakit menular dan dapat menurun kepada keturunan. Penularan AIDS dapat terjadi dengan berbagai cara, seperti: berbagi suntikan sebagai alat pemakaian obat terlarang, homoseksual, biseksual, senggama dan berhubungan badan dengan lawan jenis serta dalam kandungan wanita hamil. Selain itu AIDS juga dapat menyerang penderita hemofilia dan orang-orang lain yang melakukan transfusi darah.

Berbagi suntikan beresiko menularkan AIDS bila jarum hipodermik yang mungkin tercemar oleh darah seorang pengidap digunakan oleh orang lain. Wanita hamil yang tertular AIDS juga dapat menularkan ke janin yang dikandungnya. Penderita hemofilia dapat tertular karena telah menerima zat tercemar yang disebut konsentrat faktor  penggumpalan darah, yang dipakai untuk membekukan darah. Seseorang yang menerima transfusi darah juga dapat berisiko tertular AIDS, karena darah yang ditransfusi telah tercemar oleh penyakit ini.

Pengobatan AIDS

Tidak ada pengobatan yang efektif bagi penderita AIDS. Tidak seorang pun yang telah terjangkit AIDS dapat disembuhkan.

NIH, berbagai universitas, perusahaan farmasi, dan fasilitas riset telah mengetes beratusan kali melakukan penelitian terhadap pengobatan penyakit AIDS. Beberapa perlakuan riset telah dilakukan terhadap beberapa obat yang dirancang untuk merangsang pemugaran respon kekebalan. Ada sebagian obat yang dirancang sebagai antivirus, adalah obat yang dimaksudkan untuk mencegah pertumbuhan virus. Sebagian telah menunjukan harapan dengan menyebabkan kenaikan jumlah limfosit penolong-T dan peredaan tanda-tanda AIDS. Namun sangat disayangkan, obat tersebut memiliki efeksamping yang terbilang exstrim dan sangat merugikan bagi kesehatan tubuh. Zidovudine (AZT) adalah obat untuk AIDS yang pertama mendapat lisensi. Namun AZT memberikan efeksamping berupa menghambat produksi sumsum tulang, yang kadang-kadang sampai ketingkat diperlukannya transfusi darah beruntun dan transplantasi sumsum tulang. 

AIDS tidak dapat disembuhkan, namun dapat dicegah penularannya

Penderita AIDS yang tidak bisa disembuhkan bukan bearti hilang harapan, dengan meningkatnya kemajuan teknologi dibidang farmasi dan kesehatan di tahun-tahun berikutnya mungkin dapat ditemukan sebuah metode atau obat yang dapat menyembuhkan. Bagi yang tidak menderita AIDS sebisa mungkin untuk mencegah terjadinya/kemungkinan tertular AIDS dengan memahami penjelasan di bawah ini:
  1. Setiap individu tidak boleh bersenggama dengan orang yang mengidap HIV atau orang yang berisiko tinggi terhadap AIDS. 
  2. Kesiagaan harus dilakukan agar terhindar dari pertukaran fluida tubuh selama bersenggama dengan orang yang setatus AIDSnya belum diketahui.
  3. Tidak boleh memakai suntikan dari orang lain dalam proses pengobatan.
  4. Wanita yang telah terjangkid AIDS dan sedang hamil atau berniat ingin hamil, haruslah berkonsultasi dengan dokter ahli dan melakukan tes ketertularan AIDS.
  5. Perawat/seseorang yang bekerja sebagai pelayan-kesehatan harus mengikuti prosedur yang benar dalam merawat pasien.
  6. Orang yang telah terlanjur mengidap AIDS tidak boleh mendonorkan darahnya dan organ tubuhnya.
  7. Tidak diperbolehkan untuk saling bertukar silet, sikat gigi, atau benda lain yang dapat melukai atau mengandung darah yang dapat tercermar.






No comments:

Post a comment