Tuesday, 8 November 2016

Pengertian Pencemaran Udara

Pengertian Pencemaran/Polusi Udara

Udara adalah komponen ekosistem terbesar dibandingka dengan komponen perairan dan tanah. Zat-zat potensial sebagai kontaminan udara adalah terutama dalam bentuk gas disusul kemudian dengan bentuk cair dan padatan. Sumber pencemaran gas berasal dari berbagai aktifitas kehidupan. Terutama adalah sumber penggerak transportasi dan sumber menetap kawasan industri dan komersial serta aktifitas perumahan (Mangkoedihardjo, 2010).

Polusi Udara
Pencemaran atau polusi adalah suatu kondisi yang telah perubah dari bentuk asal pada keadaan yang lebih buruk. Pergeseran bentuk tatanan dari kondisi asal pada kondisi yang buruk ini dapat terjadi sebagai akibat masukan dari bahan-bahan pencemar atau polutan. Bahan polutan tersebut pada umumnya mempunyai sifat racun (toksit) yang berbahaya bagi organisme hidup. Toksisitas atau daya racun dari polutan inilah yang kemudian menjadi pemicu pencemaran udara (Palar, 2008).

Sastrawijaya (2000) menegaskan bahwa pencemaran kendaraan bermotor di kota besar makin meningkat. Pembakaran bensin sebagai sumber pencemaran lebih dari separuh polusi udara di daerah perkotaan yaitu sekitar 60-70% dari total zat pencemar.

Secara umum, zat pencemar udara dapat digolongkan ke dalam dua golongan yaitu gas dan partikel. Partikel-partikel dapat berasal dari asap terutama hasil pembakaran kayu, sampah, batu bara, kokas dan bahan bakar minyak yang membentuk jelaga dan dapat pula berupa pertikel-partikel debu halus dan agak kasar yang berasal dari berbagai kegiatan alami dan manusia. Sifat fisik partikel yang penting adalah ukurannya yang berkisar antara diameter 0,0002 mikron sampai sekitar 500 mikron, pada kisaran tersebut partikel mempunyai umur dalam bentuk tersuspensi di udara antara beberapa detik sampai beberpa bulan tergantung pula pada keadaan dinamika atmosfer (Sestrawijaya, 2000).

Yunanto (2007) menyebutkan bahwa partikel timbal (Pb) yang dikeluarkan oleh asap kendaraan bermotor berukuran 0,08-1,00 mikrometer dengan masa tinggal di udara selama 4-40 hari. Masa tinggal yang cukup lama ini menyebabkan partikel timbal dapat disebarkan angin hingga 10-100 km dari asalnya.

Polutan seperti bahan suspensi partikel berada di udara atmosfer dalam jangka waktu tertentu, bergantung pada ukuran partikel tersebut dan iklim setempat. Partikel normal berada di trofosfer sekitar 1-2 hari sebelum jatuh ke bumi karena proses gravitasi atau presifitasi sedangkan partikel ukuran 1-10 mikrometer lebih ringan dan cenderung memerlukan waktu beberapa hari melayang di udara. Partikel yang kecil dengan ukuran kurang dari 1 mikrometer dapat bertahan lama dan melayang di udara yaitu sekitar 1-2 minggu di trofosfer dan dapat mencapai waktu 1-5 tahun dalam lapisan stratosfer sehingga cukup lama dapat terbawa angin ke seluruh penjuru dunia. Partikel yang sangat kecil ini paling berbahaya terhadap kesehatan manusia karena dapat meresap ke dalam paru-paru dan juga menjadi pembawa substansi toksit yang menyebabkan kanker.

Beberapa bahan pecemar yang menyebabkan polusi udara telah banyak dilaporkan terutama di Negara industri seperti Amerika dan Jepang. Jenis bahan pencemar yang sering di jumpai ialah karbon monoksida (CO), nitrogen dioksida (NO2), sulfur dioksida (SO2), komponen organik terutama hidrokarbon dan suspensi partikel. Di samping itu, polutan lain yang cukup berbahaya ialah ozon (O3), dan timbal (Pb) (Darmono, 2006).

Daftar Pustaka:
  • Darmono. 1995. Logam dalam sistem biologi makhluk hidup. Jakarta: Universitas Indonesia
  • Mangkoedihardjo, S. dan Samudro, G. 2010. Fitoteknologi terapan. Yogyakarta: Graha Ilmu. 
  • Palar, H. 2008. Pencemaran dan Toksikologi Logam Berat. Jakarta: Rineka Cipta.
  • Sastrawijaya, T. 2000. Pencemaran Lingkungan. Jakarta: Rineka Cipta.
  • Yunanto, R. 2007. Analisis kadar timbal di udara kota Samarinda berdasarkan perbedaan waktu dan lokasi. Samarinda: Skripsi S-1 FMIPA Unmul.

No comments:

Post a comment