Tuesday, 15 November 2016

Pengertian Minyak Dan Lemak

Pengertian Minyak Dan Lemak

Minyak dan lemak adalah senyawa organik yang terdapat di alam serta tidak larut dalam air, tetapi larut dalam pelarut organik non-polar, misalnya dietil eter (C2H5OC2H5), Kloroform (CHCl3), benzena dan hidrokarbon lainnya, lemak dan minyak dapat larut pada bahan di atas kerena minyak dan lemak mempunyai polaritas yang sama dengan pelarut tersebut. Minyak dan lemak merupakan salah satu dari naggota lipid, yaitu merupakan lipit netral. Lipid itu sendiri dapat diklasifikasikan menjadi 4 kelas, yaitu  : lipid netral, fosfatida, spingolipid, glikolipid.


Minyak dan lemak yang telah dipisahkan dari jaringan asalnya mengandung sejumlah kecil komponen selain trigliserida, yaitu lipid kompleks sterol, berada dalam keadaan bebas atau terikat dengan asam lemak, asam lemak bebas, lilin, pigmen yang terlarut dalam lemak dan hidrokarbon. Komponen tersebut mempengaruhi karekter produk yang dihasilkan dan berperan dalam proses ketengikan. Minyak dan lemak terdiri dari trigliserida campuran, yang merupakan ester dari gliserol dan asam lemak rantai panjang. Lemak tersebut jika dihidrolisis menghasilkan 3 molekul asam lemak rantai panjang dan 1 molekul gliserol.

Trigliserida dapat berwujut padat dan cair, dan hal ini bergantung dari komposisi asam lemak yang menyusunnya. Sebagian besar minyak nabati berbentuk cair karena mengandung sejumlah asam lemak tidak jenuh, yaitu asam oleat, linolenat, atau asam linolenat dengan titik cair yang rendah. Lemak hewani pada umumnya berbentuk padat pada suhu kamar karena banyak mengandung asam lemak jenuh, misalnya asam palmitat dan stearat yang mempunyai titk didih tinggi.

Minyak dan lemak (trigliserida) yang diperoleh dari berbagai sumber mempunyai sifat fisiko-kimia yang berbeda satu sama lain, karena perbedaan jumlah dan jenis ester yang terdapat di dalamnya. Bahan-bahan dan senyawa kimia akan mudah larut dalam pelarut yang sama polaritasnya dengan zat terlarut. Tetapi polaritas bahan dapat berubah karena adanya proses kimiawi. Misalnya asam lemak daram larutan KOH berada dalam keadaan terionisasi dan menjadi lebih polar dari aslinya hingga mudah larut serta dapat di ekstraksi dengan air. Lemak dan minyak merupakan senyawa trigliserida dan triasilgliserol, yang berartin "triester dari gliserol". Jadi lemal dan minyak juga merupakan senyawa ester. Hasil hidrolisis lemak dan minyak adalah asam karboksilat dan gliserol. Asam karboksilat ini juga merupakan asam lemak yang mempunyai rantai hidrokarbon yang panjang dan tidak bercabang. Lemak dan minyak merupakan senyawa trigliserida dan gliserol. Dalam pembentukannya, trigliserida merupakan hasil proses kondensasi satu molekul gliserol dan 3 molekul asam lemak (umumnya tiga asam lemak tersebtu berbeda-beda), yang membentuk satu molekul trigliserida dan satu molekul air (Ketaren, 1986).

Baca Juga : Pengertian Zat Alelopati

Daftar Pustaka:

Ketaren, S. 1986. Minyak dan lemak pangan. Penerbit Universitas Indonesia. Jakarta.

No comments:

Post a comment