Tuesday, 1 November 2016

Pengertian Metode Geolistrik Tahanan Jenis

Pengertian Metode Geolistrik Tahanan Jenis

Survey geolistrik (resistivity) pada umumnya bertujuan untuk mengetahui kondisi atau struktur geologi bawah permukaan berdasarkan variasi tahanan jenis batuannya. Struktur geologi yang dapat dideteksi dengan metode ini terutama adalah yang mempunyai kontras tahanan jenis yang cukup jelas terhadap sekitarnya, misalnya untuk keperluan ekplorasi air tanah, mineral, geothermal (panas bumi). Prinsip pelaksanaan survey tahanan jenis adalah dengan menginjeksikan arus listrik melalui elektroda arus dan mengukur responnya (tegangan) pada elektroda potensial dalam suatu susunan (konfigurasi) tertentu (Minarto, 2007).

Geolistrik metode tahana jenis adalah metode yang paling sering digunakan dari sekian banyak metode geofisika yang diterapkan dalam eksplorasi sumber daya alam. Metode ini pada prinsipnya bekerja dengan menginjeksikan arus listrik ke dalam bumi melalui dua elektroda arus sehingga menimbulkan beda potensial. Dan beda potensial yang terjadi akan diukur melalui dua elektroda potensial. Hasil pengukuran arus dan beda potensial untuk setiap jarak elektroda yang berbeda dapat digunakan untuk menurunkan variasi harga tahanan jenis lapisan di bawah titik ukur (sounding point). Metode ini lebih efektif dan cocok untuk eksplorasi yang sifatnya dangkal, jarang memberikan informasi lapisan dikedalaman lebih dari 1000 kaki atau 1500 kaki. Metode ini jarang untuk mengeksplorasi minyak tetapi lebih banyak digunakan dalam bidang engineering geology seperti penentuan kedalamam basement (batuan dasar), pencairan reservoir (tandon) air, dan eksplorasi geothermal (panas bumi).

Pendugaan geolistrik merupakan salah satu cara penelitian dari permukaan tanah untuk mengetahui lapisan-lapisan batuan. Model pendugaan ini menggunakan prinsip bahwa lapisan batuan atau material mempunyai tahanan yang berfariasi, yang disebut dengan tahanan jenis (resistivity atau rho 'p'. Besarnya resistivitas diukur dengan mengalirkan arus listrik ke dalam bumi dan memperlakukan lapisan batuan sebagai media penghantar arus. Setiap material atau batuan mempunyai kisaran resistivitas yang berbeda dengan material lain.

Struktur geologi, litologi (jenis batuan) dan topografi (kemiringan lereng), penting untuk mempelajari kondisi daerah survei. Pendugaan resistivitas batuan memlalui teknik geolistrik, dapat dipakai dasar analisis adanya bidang gelincir.

Berdasarkan letak (konfigurasi) elektroda-elektroda arus dan potensialnya dikenal beberapa jenis metode geolistrik tahanan jenis, antara lain; metode Schlumberger, metode Wenner dan metode Dipole Sounding.

Daftar Pustaka:

Minarto, Eko. 2007. Pemodelan inversi data geolistrik untuk menentukan struktur perlapisan bawah permukaan daerah panas bumi Mataloko. Jurnal Fisika dan Aplikasinya Volume 3 No. 2.

No comments:

Post a comment