Friday, 4 November 2016

Pengertian Material Berstruktur Nano

Pengertian Material Berstruktur Nano

Teknologi nano adalah yang berbasis pada struktur benda berukuran nano meter. Satu nano meter sama dengan sepermiliyar meter. Tentu yang dimaksud disini bukanlah mikroscop yang biasa, tetapi mikroskop yang mempunyai tingkat ketelitian (resolusi) tinggi untuk melihat struktur berukuran nano meter (Sebastian, 2009).

Banyak sifat pada material padatan ditemukan dari pengaturan tiga dimensinya. Salah satu yang mempengaruhi sifat dari suatu padatan adalah ukurannya, dengan ukuran partikel antara 1 nm dan 100 nm diharapkan sifat kuantum dari padatan tersebut akan muncul (Schubert dan Husing, 2000).

Material berstruktur nano dibuat mengacu pada bahan yang memiliki karakteristik dalam rentang nanometer sehingga akan mempengaruhi sifat fisik atau kimianya. Bahan berstruktur nano mungkin memiliki satu atau beberapa fase kristal, misalnya kuarsa amorf dan bisa kristal dari logam. Bahan-bahan tersebut diklasifikasikan menurut dimensi dan sifatnya sebagai berikut:
  1. Nano partikel yaang dapat dibuat dari sekelompok atom dan bisa berukuran 0-dimensi (0-D).
  2. Pori-pori atau strukturnya dapat berukuran 1-dimensi (1-D).
  3. Struktur filamet dengan diameter dalam rentang nanometer dan panjangnya jauh lebih besar yakni 2-dimensi.
Nanomaterial memiliki potensi untuk digunakan dalam banyak aplikasi. Hal tersebut dipengaruhi oleh sifat fisik dari material tersebut yaitu efek dari ukuran dan efek antar permukaan.

Bahan nanokristalin terdiri dari dua komponen struktural; kristalin kecil dengan bagian kristalografi yaang berbeda, dan jaringan paling dalam kristal, yang terdiri atas butir-butir. Bahan nanokristalin ditentukan sebagai nanomaterial dengan cara mensintesis dan mengkarakterisasinya. Dengan bahan nanokristalin memungkinkan untuk membuat logam menjadi lebih keras dan kuat seperti keramik (Schubert dan Husing, 2000).

Preparasi untuk menghasilkan material nano partikel yaitu melalui transformasi dengan meningkatkan laju pembentukan nukleasi selanjutnya teraglomerasi dan terpadu menjadi partikel. Fase yang dilakukan dalam sintesis nano partikel sebagai berikut: penguapan, nukleasi, pertumbuhan partikel dengan perpaduan dan koagulasi, akhirnya terbentuk partikel nano (Schubert dan Husing, 2000).

Daftar Pustaka:

Schubert, U., and Husing, N., 2000. Synthesis of anorganic materials, Wiley-Vch, German.

No comments:

Post a comment