Saturday, 5 November 2016

Pengertian Kompos

Pengertian Kompos

Kita ketahui bahwa sebenarnya bahan baku kompos adalah sampah. Sampah merupakan limbah padat yang dianggap tidak berguna lagi dan harus dibuang atau dikelola agar tidak mencemarai lingkungan dan membahayakan kesehatan. Oleh karenanya, sampah harus ditanggulangi sebaik-baiknya. Pengolahan sampah organik menjadi kompos itu dapat mengatasi masalah lingkungan sebab bisa mengubah lingkungan yang semula kotor, berbau, dan sebagai tempat hinggap lalat menjadi lingkungan yang bersih. Segala timbunan sampah yang semula tidak berguna dapat dimanfaatkan lagi (Murbandono, 2001).

Kompos adalah bahan-bahan organik (sampah organik) yang telah mengalami proses pelapuka karena adanya interaksi antara mikroorganisme (bakteri pembusuk) yang bekerja di dalamnya. Bahan-bahan organik tersebut seperti dedaunan, rumput, jerami, sisa-sisa ranting dan dahan, kotoran hewan, rerontokan kembang, air seni (kencing), dan lain-lain. Adapun kelangsungan hidup mikroorganisme tersebut didukung oleh keadaan lingkungan yang basah dan lembat (Murbandono, 2001).

Kompos yang baik adalah yang mengandung bahan asing kurang dari 0,5%. Oleh karena itu, sebelum dilakukan pengomposan bahan baku harus dipilih terlebih dahulu. Tujuan dari pemilihan ini adalah agar bahan yang akan dikomposkan bener-bener terbebas dari bahan-bahan lain yang tidak dapat dikomposkan dan bahan-bahan lain yang mengandung logam berat tinggi atau bahan yang berbahaya lainnya. Beberapa bahan yang tidak boleh dicampur dalam tumpukan kompos , diantaranya adalah bahan-bahan dari gelas, plastik, karet, logam, nilon, serat buatan, tanaman, cabang dan buah dengan duri yang keras, serta gulma tahunan yang tidak dapat dihancurkan oleh panas (Murbandono, 2001).

Pupuk organik dalam bentuk yang telah dikomposkan ataupun segar berperan penting dalam perbaikan sifat kimia, fisika, dan biologi tanah serta sebagai sumber nutrisi tanaman. Secara umum kandungan nutrisi dalam pupuk organik tergolong rendah dan agak lambat tersedia, sehingga diperlukan dalam jumlah yang cukup banyak. Namun, pupuk organik yang telah dikomposkan dapat menyediakan hara dalam waktu yang lebih cepat dibandingkan dalam bentuk yang segar, karena dalam proses pengomposan telah terjadi proses dekomposisi yang dilakukan oleh beberapa macam mikroba baik dalam kondisi aerob maupun anaerob. Sumber bahan kompos antara lain berasal dari limbah organik seperti sisa-sisa tanaman (jerami, batang, dahan, daun), sampah rumah tangga, kotoran ternak (sapi, kambing, ayam, kelinci), arang sekam, dan abu dapur (Musnawar, 2003).

Daftar Pustaka:
  • Murbandono, L. 2001. Membuat Kompos. Edisi Revisi. Jakarta: Penebar Swadaya.
  • Musnawar, E I, 2003. Pupuk Organik; Cair dan padat, pembuatan, Aplikasi. Jakarta: Penebar Swadaya.

No comments:

Post a comment