Wednesday, 2 November 2016

Pengertian Kolam Bekas Tambang Batu Bara

Pengertian Kolam Bekas Tambang Batu Bara

Kegiatan penambangan batubara sangat potensial menimbulkan dampak lingkungan karena sebagian besar pertembangan mineral di Indonesia dilakukan dengan cara terbuka. Setelah selesai beroperasi, perusahaan meninggalkan lubang-lubang raksasa di bekas areal pertambangannya. Lubang-lubang tersebut membentuk kolam, karena sebagian besar kegiatan pertambangan batubara tidak direhabilitas. Kolam-kolam itu berpotensi menimbulkan dampak lingkungan jangka panjang, terutama berkaitan dengan kualitas dan kuantitas air. Air kolam tambang mengandung berbagai logam berat yang dapat merembes ke sistem air tanah dan dapat mencemari air tanah sekitar. Potensi bahaya akibat rembesan ke dalam air tanah seringkali tidak terpantau akibat lemahnya sistem pemantauan perusahaan-perusahaan pertambangan tersebut. Saat ini banyak dijumpai kolam-kolam bekas galian tambang yang berisi air bersifat asam dan sangat berbahaya (Utomo, 2008).

http://materipengetahuanumum.blogspot.co.id/2016/11/pengertian-kolam-bekas-tambang-batu-bara.html
Menurut Notohadiprawiro (2006) asam tambang adalah asam sulfat yang terbentuk oleh reaksi air dan udara atas belerang yang dikandung kolam. Batubara banyak mengandung belerang. Asam tambang berpotensi paling besar mencemari lingkungan. Kurasan asam tambang yang dibawa oleh aliran limpas merusak mutu air sungai, sedangkan yang meresap kedalam tanah merusak mutu air tanah. Kurasan air asam tambang mengandung logam-logam yang berbahaya bagi kehidupan akuatik, seperti Fe, Cu, Pb, dan Zn. Kurasan asam tambang bergerak dengan medium air. Maka bahaya akan muncul pada waktu hujan sehingga dampak meningkat secara kumulatif. Karena efek negatif yang ditimbulkan dari kegiatan penambangan batubara tersebut sangat berbahay, oleh karena itu perlu dilakukan pengolahan lingkungan seperti reklamasi.

Daftar Pustaka:
  • Notohadiprawiro. 2006. Pengolahan lahan dan lingkungan pasca penambangan. UGM: Yogyakarta.
  • Utomo, A.S. 2008. Realita degradasi area hutan pasca penambangan timah di pulau bangka. FMIPA Universitas Pendidikan Indonesia: Bandung.

No comments:

Post a comment