Friday, 11 November 2016

Pengertian Fungsi Oli

Pengertian Fungsi Oli Secara Umum

Fungsi untuk semua jenis oli pada dasarnya sama baik itu, oli pada motor ataupun mobil. Fungsi oli adalah sebagai bahan pelumas pada mesin agar berjalan halus/lancar dan tanpa adanya gangguan, sebagai pendingin, serta penyekat. Oli memiliki lapisan-lapisan halus yang berfungsi mencegah kemungkinan terjadinya benturan antar logam dengan logam komponen mesin lainnya seminimal mungkin mencegah goresan dan keausan. 


Oli dengan sifatnya yang kental dan halus tidak hanya sekedar mengurangi keausan dan gesekan pada torak, dan bagian-bagian yang berputar. Oli juga dapat menahan suhu tinggi, gas bertekanan tinggi, mampu memindahkan panas dari bagian yang bersuhu tinggi kekarter (panci oli) dan selanjutnya dipindah ke udara luar. Oli mencegah keroposnya bagian yang terbuat dari logam. Oli merupakan bantalan bagi bagian yang berputar serta menyerap zat-zat hasil pembakaran di dalam mesin yang bersifat merusak. Setelah melakukan tugas ini maka oli kehilangan efektifitasnya dan karena itu harus diganti secara periodik (Drayanto, 1999).

Oli mesin mengandung berbagai fungsi dasar yang memadai sebagai bahan pelumas. Fungsinya adalah untuk tetap menjaga agar mesin berjalan mulus dan bebas dari gangguan tahi besi atau perkaratan. Oli berfungsi sebagai pendingin sekaligus sebagai penyekat.

Oli juga mengandung lapisan tipis halus yang berfungsi menjaga terjadinya benturan logam dengan logam lain sekecil mungkin, mencegah terjadinya goresan dan keausan. Itu semua berulah fungsi dasar oli. Untuk suatu keperluan tertentu pada aplikasi khusus dengan kondisi tertentu, oli dituntut memiliki sejumlah fungsi-fungsi tambahan (SOS, Trakindo Cat).

Daftar Pustaka:
  • Daryanto. 1999. Reparasi sistem pelumasan mobil. Jakarta: PT. Budi Aksara.
  • SOS Lab. Schedule oil sampling. Minyak pelumas dan pengaruhnya terhadap mesin anda. Jakarta: PT. Trakindo Utama

No comments:

Post a comment