Friday, 11 November 2016

Pengertian Fe (Besi)

Pengertian Besi (Fe)

Ferrum (Fe) atau besi adalah unsur dengan nomor atom 26, massa atom 55,847, berat jenis 7,869 g/cm kubik dan termasuk golongan VIII B pada sostem periodik. Mempunyai titik lebur 1535 derajat Celcius, titik didih 2750 derajat celcius, (Arsyad, 2000). Besi merupakan logam yang sangat penting dalam bidang teknik.

Besi yang murni adalah logam yang bewarna putih perak, yang kukuh dan liat. Jarang terdapat besi komersial yang murni, biasanya terdapat besi mengandung sejumlah kecil karbida, silisida, fosfida, dan sulfida dari besi, serta sedikit grafit. Zat-zat pencemar ini memainkan peranan penting dalam kekuatan struktur besi. Besi dapat berinteraksi dengan magnet. Asam klorida encer atau pekat dan asam sulfat encer dapat melarutkan besi (Vogel, 1990).

Besi merupakan logam berat esensial dimana keberadaannya dalam jumlah tertentu sangat dibutuhkan oleh setiap organisme hidup. Zat besi yang berasal dari tanaman adsorpsi lebih sukar dari pada yang berasal dari hewan. Hampir seluruhnya diadsorpsi dalam bentuk besi bervalensi dua, karena pada usus halus bagian atas, pH yang ada (sekitar pH 5-7) menyebabkan besi bervalensi tiga membentuk ikatan hidroksida yang amat sukar larut dalam air. Hal yang penting diketahui, dari besi yang diadsorpsi sebagaian tertentu akan masuk ke aliran darah dan sisanya akan disimpan dalam sel mukosa sebagai feritin (Mutscher, 1991).

Besi dalam jumlah sedikit memang diperlukan untuk membentuk sel darah merah. Akan tetapi, jika terlalu tinggi dapat berdampak buruk bagi kesehatan tubuh manusia, terutama pada anak-anak dan jarang pada usia dewasa. Kelebihan besi dapat menyebabkan kondisi fisik tubuh melemah, berbahaya karena dapat menyebabkan kerusakan hati, jantung, pankreas, dan kemungkinan organ lain (Linder, 1992). Bahkan dalam keracunan yang serius, besi bisa menimbulkan kematian. Dosis letal bagi anak-anak usia 1-3 tahun adalah sekitar 3-10 g dihitung sebagai besi sulfat. Pada keracunan akut, 30120 menit setelah penggunaan terjadi gas treonteritis hemoragik yang ditandai dengan muntah hebat, nyeri lambung dan diare.

Karak bumi mengandung 56.000 mg/kg besi (Fe) yang terikat dalam endapan, batuan beku, batuan endapan, dan jabarannya yaitu batu granit 27.000 mg/kg, batu kapur 3.800 mg/kg, batu pasir 47.000 mg/kg dan basalt 27.000 mg/kg (Poerwowidodo, 1992).

Daftar Pustaka:
  • Arsyad, N. 2000. Kamus kimia arti dan terjemahan istilah. jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.
  • Linder, MC. 1992. Biokimia nutrisi dan metabolisme. Jakarta: Universitas Indonesia.
  • Mutscher, E. 1991. Dinamika obat. Bandung: ITB. 
  • Vogel. 1990. Analisi anorganik kuantitatif makro dan semimikro. Jakarta: PT. Kalma Media Pustaka.

No comments:

Post a comment