Friday, 4 November 2016

Pengertian Absorption Atomic Spectrofotometry (ASS)

Pengertian Absorption Atomic Spectrofotometry (ASS)

Absorption Atomic Spectrofotometry (ASS)/Spektroskopi Serapan Atom digunakan untuk analisi kuantitatif unsur-unsur logam dalam jumlah kecil (trace) dan sangat kecil (ultratrace). Cara analisis ini memberikan kadar total unsur logam dalam suatu sempel dan tidak tergantung pada bentuk dari logam dalam sempel tersebut (Rohman, 2008).

Prinsip kerja metode ini mirip dengan metode fotometry nyala tetapi sumber energinya berupa lampu katoda berlubang, sedang nyala pembakar berguna untuk mengaktifkan atom-atom logam sebelum menyerap energi (Hendayana, dkk, 1994).

Sedangkan menurut Khopkar (1990) metode spektroskopi serapan atom berperinsip pada absorpsi cahaya oleh atom. Atom-atom menyerap cahaya tersebut pada panjang gelombang tertentu, tergantung pada sifat unsurnya. 

a. Sumber sinar

Sumber sinar yang lajim dipakai adalah lampu katoda berongga (hollow cathode lamp). Lampu ini terdiri atas tabung kaca tertutup yang mengandung suatu katoda dan anoda.

Salah satu kelemahan penggunaan lampu katoda berongga adalah satu lampu digunakan untuk satu unsur, akan tetapi saat ini telah banyak dijumpai suatu lampu katoda berongga kombinasi: yakni satu lampu dilapisi dengan beberapa unsur sehingga dapat digunakan untuk analisi beberapa unsur sekaligus.

b. Tempat sampel

Dalam analisis dengan spektrofotometri serapan atom, sampel yang akan dianalisis harus diuraikan menjadi atom-atom netral yang masih dalam keadaan asam.

c. Nyala

Nyala digunakan untuk mengubah sempel yang berupa padatan atau cairan menjadi bentuk uap atomnya, dan juga berfungsi untuk atomisasi. Pada cara spektrofotometri emisi atom, nyala ini berfungsi untuk mengeksitasikan atom dari tingkat dasar ke tingkat lebih tinggi.

d. Tanpa nyala

Sistem pemanasan dengan tanpa nyala ini dapat melalui tiga tahap, yaitu: pengeringan (drying) yang, membutuhkan suhu relative rendah pengabuan (ashing) yang membutuhkan suhu yang lebih tinggi karena untuk menghilangkan matriks kimia dengan mekanisme volatilasi atau pirolisis, dan pengatoman (atomising).

e. Monokromator

Pada spektrofotometri serapan atom, monokromator dimaksudkan untuk memisahkan dan memilih panjang gelombang yang digunakan dalam analisis.

f. Detektor 

Detektor digunakan untuk mengukur intensitas cahay yang melalui tempat pengatoman. Biasanya menggunakan tabung penggandaan foton (photomultiplier tube). Ada dua cara yang dapat digunakan dalam sistem deteksi yaitu;
  1. Yang memberikan respon terhadap radiasi resonansi dan radiasi kontinyu.
  2. Yang hanya memberikan respon terhadap resonansi.
g. Readout

Readout merupakan suatu alat penunjuk atau dapat juga diartikan sebagi seitem pencatatan hasil. Hasil pembacaan dapat berupa angka atau berupa kurva dari suatu recorder yang menggambarkan atau intensitas emisi (Rohman dkk, 2008).

Daftar pustaka:
  • Hendayana, S. dkk. 1994. Kimia analitik instrumen edisi satu. IKIP Semarang Press. Semarang.
  • Khopkar, S.M. 1990. Konsep dasar kimia analitik. Universitas Indonesia. Jakarta.
  • Rohman, A dan Gholib, I. 2008. Kimia farmasi analisi. Pustaka Belajar. Yogyakarta.

No comments:

Post a comment