Saturday, 12 November 2016

Monosakarida Adalah

Pengertian Monosakarida

Monosakarida atau gula sederhana adalah senyawa karbohidrat yang tidak diuraikan lagi menjadi molekul yang lebih kecil dengan hidrolisis. Nama umum monosakarida diberikan menurut atauran IUPAC (International Union of Pure and Applied Chemistry) (Rusmono 2000).

Suatu monosakarida dapat berupa polihidroksi aldehida maupun keton. Monosakarida mengandung 3, 4, 5, 6, dan 7 atom karbon yang berturut-turut dinamakan triosa, tetrosa, pentosa, heksosa, dan heptosa. Tiap atom karbon dalam monosakarida mengandung gugus hidroksil, kecuali sebuah atom karbon yang mengandung gugus karbonil atau keton. Jika gugus karbonil ada diujung rantai monosakarida itu disebut aldosa dan jika terletak ditempat lain maka disebut ketosa (Girindra, 1993).

Molekul gula digambarkan dalam bentuk segi enam (hetergonal) dengan garis menebal mengarah kedepan. Atom karbon dan hidrogen yang tidak terikat langsung pada atom karbon tersebut tidak dituliskan, sedangkan gugus hidroksil yang terletak disebelah kanan konfigurasi fieser terletak dibawah bidang siklik dan gugus hidroksil disebelah kiri terletak diatas bidang siklik (Rusmono, 2000).

Di bawah ini akan dijelaskan beberapa monosakarida yang penting dan umumnya terdapat dalam bahan makanan yang sering dikonsumsi:

Triosa

Triosa adalah monosakarida yang mempunyai tiga atom karbon dalam senyawanya. Contohnya adalah gliseraldehida dan dihidroksi aseton. Gliseraldehida diklasifikasikan sebagai aldotriosa dan merupakan gula yang paling sederhana, sedangkan dihidroksiaseton diklasifikasikan sebagai ketotriosa. Kedua senyawa ini terdapat pada sel tumbuhan dan sel binatang serta memainkan peranan penting pada metabolisme otot yaitu hasil pemecahan seksosa (Rusmono, 2000).

Pentosa

Pentosa merupakan monosakarida dengan 3 atom karbon. Ribosa dan deoksiribosa (ribosa yang kekurangan satu atom oksigen merupakan pentosa yang umumnya di alam terikat sebagai asam nukleat.

Ribosa adalah bagian dari asam ribonukleat (RNA) dan dioksiribosa adalah bagian dari asam deoksiri bonukleat (DNA). RNA dan DNA adalah komponen inti sel dan plasma sel. Pada metabolisme karbohidrat, ribosa merupakan hasil antara komponen beberapa enzim. Beberapa pentosa yang lainnya yaitu rebulosa (terbentuk sebagai pecahan pada metabolisme glukosa), heksosa (terdapat pada otot jantung), arabinosa (terdapat pada gum arabik) dan sikulosa (terdapat pada buah-buahan seperti ceri dan anggur) (Rusmono, 2000).

Heksosa

Gula sederhana yang mempunyai 6 atom karbon dan umum terdapat dalam bahan makanan adalah heksosa. Tiga senyawa heksosa yang paling penting yaitu glukosa, galaktosa, dan fruktosa. Glukosa dan galaktosa adalah gula aldosa sedangkan fruktosa adalah gula ketosa. Ketiga senyawa heksosa ini adalah isomer karena mempunyai rumus molekul yang sama (C6H12O6) tetapi rumus strukturnya berbeda (Rusmono, 2000).
  1. Glukosa adalah jenis monosakarida yang paling banyak terdapat di alam. Di jumpai pada buah-buahan yang masak seperti anggur, karena itu glukosa sering disebut sebagai gula anggur. Glukosa juga dapat dijumpai pada jagung manis, sejumlah akar madu, kapri muda dan wortel.
  2. Fruktosa secara kimia mirip glukosa kecuali susunan atom. Atom dalam molekul sedikit bebeda. Fruktosa dengan siklik beranggotakan lima dan sering dijumpai dialam. Fruktosa terdapat pada beberapa sari buah dan madu, sehingga dikenal sebagai gula buah atau laevulosa. Senyawa ini merupakan gula termanis, kelarutannya tinggi dan dapat dibuat dengan menghidrolisi sukrosa dan inulin.
  3. Galaktosa di alam jarang dijumpai dalam keadaan bebas tetapi selalu terikat dengan molekul lain serta merupakan hasil hidrolisis gula susu atau laktosa. Galaktosa merupakan komponen dari cerebrosida yaitu turunan lemak yang ditemukan pada otak dan jaringan syaraf (Rusmono, 2000).

No comments:

Post a comment