Tuesday, 22 November 2016

Klasifikasi Dan Morfologi Ulat Grayak

Klasifikasi Dan Morfologi Hama Ulat Grayak (Spodoptera litura F)

Ulat grayak (Spodoptera litura F., Lepidoptera, Noctuidae) merupakan salah satu hama daun yang penting karena hama ini bersifat polifag atau mempunyai kisaran inang yang luas meliputi kedelai, kacang tanah, kubis, ubi jalar, kentang, dan lain-lain. Hama ini sering mengakibatkan penurunan produktivitas bahkan kegagalan panen karena menyebabkan daun menjadi robek, terpotong-potong dan berlubang. Bila tidak segera diatasi maka daun tanaman di areal pertanian akan habis (Samsudin, 2008). 

Kalsifikasi Ulat Grayak

Klasifikasi Ulat Grayak
Kingdom Animalia
Kelas Arthropoda
Ordo Lepidoptera
Famili Noctuidae
Genus Spodoptera
Spesies Spodoptera litura F. 

Morfologi Ulat Grayak

Ulat grayak (S. litura) yang masih muda berwarna kehijauan, sedangkan ulat instar akhirnya berwarna kecoklatan atau abu-abu gelap dan berbintik-bintik hitam serta bergaris keputihan. Stadium telur pada serangga ini adalah selama 3 hari kemudian dilanjutkan dengan larva instar I yang ditandai dengan tubuh larva yang berwarna kuning dengan terdapat bulu-bulu halus, kepala berwarna hitam dengan lebar 0,2-0,3 mm, lama instar I adalah 3 hari. Dilanjutkan dengan larva instar II yang ditandai dengan tubuh berwarna hijau dengan panjang 3,75-10 mm, bulu-bulunya tidak terlihat lagi dan pada ruas abdomen pertama terdapat garis hitam meningkat pada bagian dorsal terdapat garis putih memanjang dari toraks hingga ujung abdomen, pada toraks terdapat empat buah titik yang berbaris dua-dua, instar II ini berlangsung selama 3 hari. Larva instar III memiliki panjang tubuh 8-15 mm dengan lebar kepala 0,5-0,6 mm. Pada bagian kiri dan kanan abdomen terdapat garis zig-zag berwarna putih dan bulatan hitam sepanjang tubuh, instar III ini berlangsung selama 4 hari. Mulai instar IV warna bervariasi yaitu hitam, hijau, keputihan, hijau kekuningan atau hijau keunguan, panjang tubuh 13-20 mm, instar IV berlangsung selama 4 hari (Utami et al., 2010)

Biologi Ulat Grayak

Telur

Imago betina meletakkan telur pada malam hari, telur berbentuk bulat sampai bulat lonjong telur diletakkan secara berkelompok di atas permukaan daun tanaman. Dalam satu kelompok jumlah telur 30-100 butir, telur-telur dapat menetas dalam waktu 2-4 hari. Kelompok telur ditutupi oleh rambut-rambut halus yang berwarna putih, kemudian telur berubah menjadi kehitam-hitaman pada saat akan menetas. Telur umumnya menetas pada pagi hari.

Larva

Larva S. litura mempunyai warna yang bervariasi, mempunyai kalung atau bulan sabit berwarna hitam pada segmen abdomen yang keempat dan kesepuluh. Pada sisi lateral dan dorsal terdapat garis kuning. Ulat yang baru menetas berwarna hijau muda, bagian sisi coklat tua atau hitam kecoklat-coklatan dan hidup berkelompok. Beberapa hari kemudian, larva menyebar dengan menggunakan benang sutera dari mulutnya. Biasanya ulat berpindah ke tanaman lain secara bergerombol dalam jumlah besar. Warna dan perilaku ulat instar terakhir mirip ulat tanah, perbedaan hanya pada tanda bulan sabit, berwarna hijau gelap dengan garis punggung warna gelap memanjang.

Perkembangan larva instar awal terutama menyebar ke bagian pucuk-pucuk tanaman dan membuat lubang gerekan pada daun kemudian masuk ke dalam kapiler daun. Stadium larva berkisar 9-14 hari. Larva instar akhir bergerak dan menjatuhkan diri ke tanah dan setelah berada di dalam tanah larva tersebut memasuki pra pupa dan kemudian berubah menjadi pupa.

Pupa

Pupa S. litura berwarna cokelat muda dan pada saat akan menjadi imago berubah menjadi cokelat kehitam-hitaman. Pupa memiliki panjang 9-12 mm, dna bertipe obtek, pupa berada di dalam tanah dengan kedalaman ± 1 cm, dan sering dijumpai pada pangkal batang, terlindung di bawah daun kering atau di bawah partikel tanah. Pupa berkisar 5-8 hari bergantung pada ketinggian tempat di atas permukaan laut.

Imago

Imago memliki panjang berkisar 10-14 mm dengan jarak rentangan sayap 24-30 mm. Sayap depan berwarna putih keabu-abuan, pada bagian tengah sayap depan terdapat tiga pasang bintik-bintik yang berwarna perak. Sayap belakang berwarna putih dan pada bagian tepi berwarna cokelat gelap (Kalshoven (1981); Samharinto (1990)).

No comments:

Post a comment