Wednesday, 2 November 2016

Klasifikasi Dan Morfologi Trigona sp/Lebah Madu Tanpa Sengat

Klasifikasi Dan Morfologi Lebah Trigona sp/Lebah Madu Tanpa Sengat

Klasifikasi Lebah Trigona

Sistematika lebah madu tanpa sengat adalah sebagai berikut: (Michener, 2007).

Kingdom : Animalia
Filum : Arthropoda
Kelas : Insekta
Ordo : Hymenoptera
Famili : Apidae
Genus : Trigona 
Spesies : Trigona sp

Morfologi lebah Trigona

Struktur Eksternal

Tubuh lebah madu terdiri dari tiga bagian utama, yaitu kepala (caput), dada (thorax), perut (abdomen). Lebah dimasukan kedalam kelas insekta karena tidak mempunyai kerangka internal tempat otot bertaut, tetapi sebagai penggantinya berupa penutup tubuh eksternal yang mengandung kitin. Penutup tubuh ini sekaligus melindungi organ-organ dalam.

Kepala (caput)

Komponen utama dari kepala yaitu mata, antena, dan mulut. Mata dibedakan menjadi dua, yaitu mata majemuk (compound eye) yang terletak di kedua sisi kepala dan mata sederhana (ocelli) di bagian dahi yang letaknya membentuk segitiga. Mulut terdiri dari bagian pemotong benda keras (mandibula) proboscis yang berupa belalai. Fungsi proboscis untuk menghisap bahan cair seperti air, nektar dan madu. Sepasang atena yang terdapat di kepala berfungsi sebagai alat peraba yang responsif terhadap rangsangan mekanis dan juga kimiawi.

Dada (thorax)

Dada berstruktur keras dan terdiri dari empat segmen yang saling berhubungan erat, yaitu:
  1. Prothorax yang menopang pasangan kaki pertama.
  2. Mesothorax yang menopang sayap depan dan pasangan kaki tengah.
  3. Metathorak yang menopang pasangan sayap belakang dan pasangan kaki belakang.
Bagian terbesar internal dada diisi oleh otot-otot yang menggerakkan sayap, kaki, kepala dan perut di bawah koordinasi sistem saraf. Kaki terdapat tiga pasang dan masing-masing kaki terdiri dari enam segmen yang dihubungkan oleh penghubung fleksibel. Segmen pertama menempel pada dada yaitu coxae (Cx), diikuti berturut-turut trochanter (Tr), femur (Fm), tibia (Tb), tarsus (Ts), dan pretarsus (Pts). Pada tibia bagian luar dari kaki belakang lebah pekerja terdapat sebuah kantong pollen bentuk konkaf yang ditumbuhi bulu-bulu dibagian luarnya. Pasangan kaki depan digunakan untuk membersihkan dan mengumpulkan pollen yang menempel pada mata, kepala, dan mulut. Pasangan kaki tengah berguna untuk membersihkan dada. 

Lebah mempunyai dua pasang sayap yang semua gerakannya dikontrol oleh satu sistem kompleks otot dada.

Perut (abdomen)

Larva lebah mempunyai 10 segmen perut. Pada fase pupa, segmen pertama berubah menjadi bagian dada, yaitu dada keempat (propodeum). Pada lebah ratu dan pekerja, enam segmen perut terlihat jelas, sedangkan tiga segmen lainnya mengalami degenerasi dan perubahan bentuk sehingga tidak dapat dibedakan. Pada lebah jantan, terlihat jelas ada tujuh segmen pada perutnya.

Setiap segmen perut terdiri dari dua lembaran, yaitu atas dan bawah. Lembaran atas (tergum) lebih besar dari lembaran bawah (sternum). Setiap bagian tepi ruas atau segmen perut saling menutupi satu sama lain dan dihubungkan dengan membran tipis yang melipat sehingga dapat dikembang kempiskan. Setiap perpanjangan sterna menutupi dua ruangan bentuk oval yang di dalamnya terdapat kelenjar malam (waz glands). Pada bagian atas (tragum), segmen terakhir terdapat kelenjar bau (sent gland), yaitu nassanov's gland (APIARI, 2003).

Daftar Pustaka:
  • APIARI, 2003. Lebah madu, cara beternak & pemanfaatan. Cet 1. Jakarta: Penebar Swadaya.
  • Michener, C.D., 2007. The bees of the world. 2nd edition. The Juhns Hopkins University Press. Baltimore, USA. 972 p.



No comments:

Post a comment