Wednesday, 16 November 2016

Klasifikasi Dan Morfologi Tanaman Mahkota Dewa

Klasifikasi Dan Morfologi Tanaman Mahkota Dewa (Phaleria macrocarpa)

Mahkota dewa (Phaleria macrocarpa (Scheff) Boerl) dikenal sebagai salah satu tanaman obat Indonesia yang berasal dari Papua/Irian Jaya. Tanaman atau pohon mahkota dewa ditanam sebagai tanaman peneduh.


Tanaman yang mempunyai nama latin Phaleria macrocarpa karena buahnya yang besar ini, hanya dianggap sebagai sarang ular, apalagi tanaman ini termasuk tanaman perdu dan buahnya pun sangat pahit. Habitat asli tanaman mahkota dewa di Papua sehingga disebut juga Phaleria papuana. Tidak diketahui bagaimana caranya, tetapi, di keraton Mangkunegara Solo dan keraton Yogyakarta tanaman mahkota dewa ternyata sudah dikenal sebagai tanaman yang berkhasiat untuk keperluan pengobatan (Suryani dan Stepriyani, 2007)

Saat ini, buah dan daun mahkota dewa oleh masyarakat Indonesia telah digunakan untuk mengatasi berbagai keluhan/ penyakit dan semakin dirasakan khasiatnya oleh masyarakat umum dengan petunjuk beberapa pengobatan herbal. Secara empiris buah mahkota dewa telah digunakan untuk pengobatan terhadap penyakit kanker rahim ataupun kanker lainnya, dan hasilnya dapat menyembuhkan dengan memuaskan.5

Klasifikasi Tanaman Mahkota Dewa

Klasifikasi Mahkota Dewa
Kingdom            Plantae
Subkingdom       Tracheobionta
Super divisio Spermatophyta 
Divisio   Magnoliophyta
Kelas  Magnoliopsida 
Subkelas              Rosidae
Ordo  Myrtales 
Familia  Thymelaeaceae
Genus     Phaleria
Spesies  Phaleria macrocarpa (Scheff.) Boerl atau 

Phaleria papuana

Morfologi Tanaman Mahkota Dewa

Tanaman Mahkota dewa ini tumbuh tegak dengan tinggi 1-2,5 m. Batangnya bulat, permukaannya kasar, warnanya cokelat, berkayu dan bergetah, percabangan simpodial. Daun tunggal, letaknya berhadapan, bertangkai pendek, bentuknya lanset atau jorong, ujung dan pangkal runcing, tepi rata, pertulangan menyirip, permukaan licin, warnanya hijau tua, panjang 7-10 cm dan lebar 2-5 cm. Bunga keluar sepanjang tahun, letaknya tersebar di batang atau ketiak daun, bentuk tabung, berukuran kecil, berwarna putih dan harum. Buah bentuknya bulat, diameter 3-5 cm, permukaan licin, beralur, ketika muda warnanya hijau dan merah setelah masak. Daging buah berwarna putih, berserat, dan berair. Biji bulat, keras dan berwarna cokelat. Berakar tunggang dan berwarna kuning kecokelatan (Seputra, 2008).

No comments:

Post a comment