Wednesday, 9 November 2016

Klasifikasi Dan Morfologi Tanaman Lidah Buaya (Aloe vera L)

Klasifikasi Dan Morfologi Tanaman Lidah Buaya (Aloe vera L)

Aloe vera adalah sejenis tumbuhan yang sudah dikenal sejak ribuan tahun silam dan digunakan sebagai penyubur rambut, penyembuh luka, dan untuk perawatan kulit. Aloe vera dapat ditemukan di pekarangan rumah dengan mudah dan di kawasan kering di Afrika. Seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, pemanfaatan aloe vera berkembang sebagai bahan baku industri farmasi dan kosmetika, serta sebagai bahan makanan dan minuman kesehatan.13


Lidah buaya pertama kali masuk ke Indonesia sekitar abad ke-17 dibawa oleh petani keturunan Cina. Tanaman ini dimanfaatkan sebagai tanaman hias yang ditanam sembarangan di pekarangan rumah dan digunakan sebagai kosmetika untuk penyubur rambut. Baru pada dekade 1990-an, tanaman ini dilirik industri makanan dan minuman (Furnawanthi, 2002).

Klasifikasi Lidah Buaya

Klasifikasi Lidah Buaya
Kingdom Plantae (tumbuhan)
Divisi Magnoliophyta (tumbuhan berbunga)
Kelas Lilieropsida (berkeping satu atau monokotil)
Ordo  Asparagales
Famili Asphodelaceae
Genus Aloe
Spesies  Aloe vera
Nama Binomial Aloe vera (L) Burm,f.

Morfologi Lidah Buaya

Akar

Akar aloe vera berupa akar serabut yang pendek dan berada dipermukaan tanah. Panjang akar berkisar antara 50-100 cm. Untuk pertumbuhannya tanaman menghendaki tanah yang subur dan gembur dibagian atasnya.

Batang

Aloe vera berbatang pendek, tertutup oleh daun-daun yang rapat dan sebagian terbenam dalam tanah, melalui batang ini akan muncul tunas-tunas yang menjadi anakan. Aloe vera bertangkai panjang juga muncul dari batang melalui celah-celah atau ketiak daun.peremajaan tanaman ini dilakukan dengan memangkas habis daun dan batangnya, kemudian dari sisa tunggul batang ini akan muncul tunas baru atau anakan.

Daun


Aloe vera berbentuk pita dengan helainya yang memanjang agak runcing berbentuk taji, tebal, getas, tepinya bergerigi/berduri kecil, permukaan berbintik-bintik, panjang 15-36 cm, lebar 2-6 cm. Daunnya berdaging tebal, tidak bertulang, berwarna hijau keabu-abuan, bersifat sukulen atau banyak mengandung air, getah atau lendir. Aloe vera dibentuk oleh epidermis tebal yang ditutup oleh kutikula diseluruh mesofil dapat dibedakan menjadi sel klorenkim dan sel-sel berdinding tipis membentuk parenkim atau fillet. Sel-sel parenkim berisi agar mucilaginous transparan yang disebut sebagai gel aloe vera. Aloe vera tahan tehadap kekeringan karena didalam daun banyak tersimpan cadangan air yang dapat dimanfaatkan pada waktu kekurangan air, bentuk daun berduri lemas dipinggirnya. Panjang daun dapat mencapai 50-75 cm dengan berat 0,5-1 kg.

Bungan

Bunga aloe vera berwarna kuning atau kemerahan berbentuk pipa yang mengumpul, keluar dari ketiak daun. Bunga berukuran kecil, tersusun dalam rangkaian berbentuk tandan dan panjangnya bisa mencapai 60-100 cm, bunga biasanya muncul bila aloe vera ditanam dipegunungan.(10, 11, 12)

No comments:

Post a comment