Monday, 7 November 2016

Klasifikasi Dan Morfologi Serai Wangi Cymbopogon nardus L Randle

Klasifikasi Dan Morfologi Serai Wangi

Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa tanaman serai terutama batang dan daunnya mengandung zat-zat seperti geraniol, metil heptenon, terpen-terpen, terpen-alkohol, asam-asam organik dan terutama sitronelal yang bisa dimanfaatkan sebagai penghalau nyamuk (Balittro, 2010).

Klasifikasi Dan Morfologi Serai Wangi

Penelitian tentang manfaat tanaman serai wangi C.nardus (L.) Randle terus dilakukan dan dikembangkan seiring membangun kesadaran masyarakat untuk beralih keproduk-produk alam. Khoirotunnisa (2008) menyatakan bahwa serai wangi C. nardus (L.) adalah salah satu tanaman obat tradisional yang mengandung minyak atsiri yang dapat digunakan sebagai anti-jamur utamanya terhadap jamur Malassezia furfur (jamur penyebab penyakit kulit yang disebut dengan “panu”) secara invitro dan sebagai penghalau nyamuk Aedes.

Klasifikasi Serai Wangi

Klasifikasi Serai Wangi
RegnumPlantae
Divisio Spermatophyta
Classis Monocotyledoneae
Ordo Poales
FamiliaPoaceae
Genus Cymbopogon 
Spesies Cymbopogon nardus (L.) Randle

Morfologi Serai Wangi

Pada tanaman serai wangi C. nardus (L.) Randle merupakan tanaman dengan habitus terna perenial, serai wangi C. nardus (L.) Randle merupakan tanaman dari suku Poaceae yang sering disebut deangan suku rumput-rumputan (Tora, 2013).

Akar

Tanaman serai wangi C. nardus (L.) Randle memiliki akar yang besar. Akarnya merupakan jenis akar serabut yang berimpang pendek (Arzani dan Riyanto, 1992).

Batang


Batang tanaman serai wangi C. nardus (L.) Randle bergerombol dan berumbi, serta lunak dan berongga. Isi batangnya merupakan pelepah umbi untuk pucuk dan berwarna putih kekuningan. Namun ada juga yang berwarna putih keunguan atau kemerahan. Selain itu, batang tanaman serai wangi C. nardus (L.) Randle juga bersifat kaku dan mudah patah. Batang tanaman ini tumbuh tegak lurus di atas tanah (Arzani
Dan Riyanto, 1992).

Daun

Daun tanamanserai berwarna hijau dan tidak bertangkai. Daunnya kesat, panjang, runcing dan daun tanaman ini memiliki bentuk seperti pita yang makin ke ujung makin runcing dan berbau citrus ketika daunnya diremas. Daunnya juga memiliki tepi yang kasar dan tajam. Tulang daun tanaman serai tersusun sejajar. Letak daun pada batang tersebar. Panjang daunnya sekitar 50-100 cm, sedangkan lebarnya kira-kira 2 cm. Daging daun tipis, serta pada permukaan dan bagian bawah daunnya berbulu halus(Arzani dan Riyanto, 1992).

Bunga, Biji dan Buah

Tanaman serai jenis ini jarang sekali memiliki bunga. Kalaupun ada, pada umumnya bunganya tidak memiliki mahkota dan merupakan bunga berbentuk bulir. Buah tanaman serai jenis C. nardus jarang sekali atau bahkan tidak memiliki buah. Sedangkan bijinya juga jarang sekali (Arzani dan Riyanto, 1992).

No comments:

Post a comment