Friday, 25 November 2016

Klasifikasi dan Morfologi Kupu-Kupu/Ngengat

Klasifikasi dan Morfologi Kupu-Kupu/Ngengat

Kupu-kupu sejenis dengan ngengat (rama-rama) merupakan serangga yang masuk ke dalam golongan ordo Lepidoptera. Lepidoptera berasal dari kata "lepis" yang berarti sisik dan "pteron" yang berarti sayap. Dilihat dari bentuk tubuh dan aktivitasnya, Lepidoptera dikelompokan menjadi dua subordo yaitu Rhopalocera dan Heterocera. Kelompok dari subordo Rhopalocera lebih dikenal dengan istilah "butterfly" (kupu-kupu siang), karena sebagian besar aktifitasnya pada siang hari, sedangkan dari kelompok subordo Heterocera dikenal dengan sebutan "moth" (ngengat/kupu-kupu malam), karena sebagian besarnya aktifitasnya pada malam hari (Salmah dkk, 2002).

Klasifikasi Kupu-kupu dan Ngengat

Klasifikasi Kupu-kupu
Kerajaan Animalia
FilumArthropoda
KelasInsecta
OrdoLepidoptera
Upaordo Rhopalocera
Superfamilia Hedyloidea  Hedylidae
Superfamilia Hesperioidea  Hesperiidae
Superfamilia Papilionoidea Papilionidae
                                         Pieridae
                                       Nymphalidae
                                        Lycaenidae
                                         Riodinidae

Morfologi Kupu-kupu/Ngengat

Kupu-kupu memiliki postur tubuh yang langsing, sayap pada umumnya berwarna cerah dan menarik, antena pada ujungnya membesar. Pada waktu istirahat sayapnya menutup dan tegak lurus dengan tubuh sehingga yang terlihat adalah permukaan sayap sebelah bawah. Kupu-kupu malam (ngengat) memiliki postur tubuh yang lebih gemuk, warna sayapnya kusam, antena pada umumnya tipe plumose (berbentuk seperti bulu ayam) dan pada waktu istirahat sayapnya terbuka, menutup abdomen (perut) sehingga yang terlihat adalah permukaan atas dari sayap (Salmah dkk, 2002).

Kupu-kupu dan ngengat memiliki jenis yang sangat banyak. Di Jawa dan Bali tercatat lebih dari 600 spesies kupu-kupu (Whitten dkk, 1999). Semua jenis kupu-kupu dan ngengat melalui tahap-tahap hidup sebagai telur, larva, pupa dan akhirnya bermetamorfosa menjadi kupu-kupu atau ngengat. Kupu-kupu umumnya hidup dengan menghisap madu bunga (nektar/sari kembang). Akan tetapi, beberapa jenis yang lain menyukai cairan yang dihisap dari buah-buahan yang jatuh di tanah dan membusuk, daging bangkai, kotoran burung dan tanah basah (Rosariyanto, 2005).


Kupu-kupu Rhopalocera terdiri dari beberapa famili, antara lain Papilionidae, Pieridae, Nymphalidae, Danaidae, Satyridae dan Lycaenidae. Kupu-kupu Papilionidae merupakan salah satu famili yang mempunyai jenis yang beraneka ragam, dengan tanda-tanda sayap biasanya berwarna hitam yang dihiasi oleh warna-warna yang menarik. Sebagian besar jenis Papilionidae mempunyai ekor yang muncul dari vena keempat sayap belakang dan mempunyai vena procostal, oleh karena itu kupu-kupu ini disebut “Swallow Tail”. Venasi sayap depannya lengkap dan kaki depan sempurna. Panjang tubuh berukuran 5 sampai 7 mm sampai 28 cm dengan warna menyolok, serta tergolong ke dalam kelompok kupu-kupu yang mempunyai sayap yang kuat. Pupa menggantung dengan posisi tegak lurus dengan bantuan benang sutera pada bagian tengah tubuh. Famili ini memiliki700 jenis yang tersebar di dunia, terutama di daerah subtropik (Salmah dkk, 2002).

Peranan Kupu-kupu Terhadap Tanaman Berbungan

Kupu-kupu berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Kedatangan kupu-kupu pada bunga yang mekar adalah untuk mendapatkan nektar yang terdapat pada dasar bunga. Selama nektaring, secara tidak sengaja serbuk sari yang terdapat pada bunga akan menempel pada tubuh kupu-kupu. Serbuk sari ini akan menempel pada kaki maupun sayap kupu-kupu, kemudian akan jatuh ke kepala putik bunga lain ketika kupu-kupu terbang atau pada saat kupu-kupu hinggap di atas tanaman berbunga lainnya. Penyerbukan (polinasi) tanaman erat hubungannya dengan kelangsungan generasi tumbuhan berikutnya (Smart, 1991).



No comments:

Post a comment