Thursday, 3 November 2016

Klasifikasi Dan Morfologi Kelapa (Cocos nucefera L)

Klasifikasi Dan Morfologi Kelapa (Cocos nucefera L)

Kelapa (Cocos nucefera L) adalah tanaman yang sangat lazim ditemukan di daerah tropis. Kelapa sangat popular di masyarakat karena memiliki banyak manfaat bagi kehidupan manusia. Beragam manfaat tersebut diperoleh dari dagingbuah, air, sabut, dan tempurung (Suhardiyono, 1993).

http://materipengetahuanumum.blogspot.co.id/2016/11/klasifikasi-dan-morfologi-kelapa-cocos.html

Klasifikasi Kelapa
Klasifikasi Kelapa
Kingdom Plantae
Divisio Spermathophyta
Kelas Monocotyledoneae
Ordo Arecales
Famili Arecaceae
Genus  Cocos
Spesies Cocos nucefera L
Morfologi Kelapa

Kelapa (Cocos nucefera L) termasuk familia palmae, dari genus cocos. Dilihat dari fisiknya, batang kelapa lurus, ramping, dan tidak bercabang. Tingginya mencapai 10-14 meter dengan jenis akar serabut. Biasanya pohon kelapa tumbuh di pantai sampai ketinggian 900 meter dari permukaan laut dengan pH tanah 6,2-8,3. selain itu, tanaman kelapa tumbuh subur pada curah hujan 1.800-2.500 dan kisaran suhu 28-32 derajat Celcius. Daunnya berpelepah atau bersirip genap, yaitu sekitar 30-40 pelepah dengan panjang 2-4 meter (Sutarmi, 2006).

Tanaman kelapa merupakan tanaman monokotil dengan bentuk akar serabut dan daun yang menyirip. Sedangkan bunga tanaman ini terletak diantara ketiak daunnya yang disebut dengan mayang. Sebelum mayang ini mekar dapat disadap untuk mendapatkan nira kelapa. Nira ini bermanfaat untuk diolah menjadi produk antara lain gula kelapa, asam cuka, nata decoco, dan lain-lain (Palungkun, 2003).

Dalam jenis (species) kelapa (Cocos nuceferaL) dikenal dua varietas utama yaitu varietas dalam (tall variety) dan varieas genjah (dwarf variety). Dengan adanya persilangan, terutama pada golongan varietas dalam, terjadilah ”variasi” yang cukup luas dalam varietas yang sama. Variasi ini dapat terjadi pada tinggi batang dan warna, bentuk serta ukuran buah. Hal yang sama terjadi pula pada varietas genjah, terutama pada warna buahnya, sehingga terjadilah warna hijau,, kuning dan merah-kecoklatan. Pada akhir-akhir ini dengan perkembangan pemuliaan tanaman, di kenal golongan ketiga yaitu yang disebut kelapa hibrida. Golongan terakhir ini di Indonesia masih dapat tahap pemantapan pemuliaannya, dan diharapkan memiliki masa depan yang baik, kelak (Setyamidjaja, 1984).

Bila dilihat sepintas, tanaman kelapa yang bertunas mempunyai akar tunggang. Namun perkembangan akar tersebut makin lama akan dilampaui oleh akar-akar yang lain sehingga fungsi dan bentuknya sama seperti akar serabut biasa (Suhardiman, 2000). Hal senada dengan Setyamidjaja (1984) bahwa pohon kelapa mempunyai akar serabut mencapai 4000-7000 helai pada pohon yang telah dewasa. Akar-akar bercabang-cabang dan rambut akar berfungsi sebagai pengisap air serta unsur hara.

Menurut Suhardiman (2000), bahwa tinggi batang kelapa bisa mencapai 30 m dengan garis tengah 20-30 cm tergantung pada iklim, tanah dan lingkunganlahan. Pada tanaman perkebunan yang lebih rapat, pertumbuhan batang akar cepat memanjang dengan lingkar batang yang kecil. Sedangkan pada tanah dengan kesuburan yang cukup, lingkar batang  akan lebih besar dibanding dengan kelapa yang ditanam pada tanah yang lebih besar.

Biji tanaman kelapa yang baru tumbuh mula-mula terbentuk 4-6 helai daun tersusun satu membalut yang lain sehingga merupakan selubung dan runcing sebelah ujungnya. Setelah itu menyusulsecara berturut turut 4-6 lembar daun yang berukuran lebih besar daripada daun-daun yang dibentuk pertama kali dan daun selanjutnya berukuran lebih besar (Setyamidjaja, 1984).

Buah kelapa berbentuk bulat panjang dengan ukuran lebih kurang sebesar kepala manusia. Buah terdiri dari sabut (eksokarp dan mesokarp), tempurung (endokarop), daging buah (endosperm) dan air buah. Sabut kelapalebih kurang 5 cm dan tebal daging buah 1 cm atau lebih. Komposisi kimia daging buah kelapa ditentukan oleh umur buah. Daging buah kelapa mengandung protein sebagian dari asam amino penyusunnya esensial bagi tubuh. Asam-asam amino dalam daging buah kelapa merupakan sumber nitrogen, beberapa diantaranya mengandung sulfur, yaitu methionin dan sistein. Masing-masing memiliki porsi 1,34% dan 1,44% dari seluruh asam amino dalam daging buah kelapa. Komponen protein dan karbohidrat dalam daging buah kelapa sangat menentukan dalam pembuatan emulsi santan, yaitu berfungsi sebagai pemantap (Ketaren, 1996).



No comments:

Post a comment