Thursday, 3 November 2016

Klasifikasi Dan Morfologi Jambu Mete (Anacardium occidentale)

Klasifikasi Dan Morfologi Jambu Mete (Anacardium occidentale)

Tanaman jambu mete merupakan tanaman buah berupa pohon yang berasal dari Brasil Tenggara. Tanaman ini dibawa oleh pelaut Portugis ke India 425 tahun yang lalu, kemudian menyebar ke daerah tropis dan subtropis lainnya seperti Bahana, Senegal, Kenya, Madagaskar, Mozambik, Srilangka, Thailand, Malaysia, Filipina dan Indonesia. Di Indonesia, tanaman jambu mete ini banyak tumbuh di daerah Wonogiri, di daerah ini jambu mete sudah ditangani dan diolah secara maksimal oleh pabrik pengolahan biji/kacang mete sesuai standar mutu kacang mete di Indonesia .

Tanaman ini dimanfaatkan mulai dari bijinya atau yang lebih dikenal dengan kacang mete sebagai makanan, daun muda sebagai lalapan, kulit batang pohon sebagai obat kumur atau obat sariawan (Dalimartha, 2005).

Klasifikasi Jambu Mete

Klasifikasi Jambu Mete
Kingdom Plantae (tumbuh-tumbuhan)
SubkingdomTracheobionta
Divisi Magnoliophyta
KlasMagnoliopsida
Subklas Rosidae
Ordo Sapindales
Famili Anacardiaceae
Genus Anacardium L.
Species Anacardium occidentale L.

Morfologi Jambu Mete

Jambu monyet termasuk jenis dikotil atau tumbuhan yang berdaun lembaga dua. Jambu monyet termasuk tumbuhan yang berkeping biji dua atau juga disebut tumbuhan berbiji belah. Jambu monyet mempunyai batang pohon yang tidak rata dan berwarna cokelat tua. Daunnya bertangkai pendek dan berbentuk lonjong (bulat telur) dengan tepian berlekuk-lekuk, dan guratan rangka daunnya terlihat jelas. Bunganya berwarna putih. Bagian buahnya yang membesar, berdaging lunak, berair, dan berwarna kuning kemerah-merahan adalah buah semu.

Bagian itu bukan buah sebenarnya, tetapi merupakan tangkai buah yang membesar. Buah jambu monyet yang sebenarnya biasa disebut mete (mente), yaitu buah batu yang berbentuk ginjal dengan kulit keras dan bijinya yang berkeping dua yang mengandung getah. (Yuniarti,2008).

Daftrar Pustaka
 
  • Dalimartha, Setiawan. 2005. Tanaman Obat Indonesia. Jakarta: Puspa Swara.
  • (Yuniarti,2008) dalam http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/26022/4/Chapter%20II.pdf

No comments:

Post a comment