Tuesday, 15 November 2016

Klasifikasi Dan Morfologi Ikan Tongkol

Klasifikasi Dan Morfologi Ikan Tongkol

Ikan tongkol merupakan salah satu jenis ikan yang sering dikonsumsi masyarakat. Ikan tongkol yang meiliki nama latin Euthynnus affinis, merupakan jenis golongan ikan tuna yang berukuran kecil. Ikan tongkol memiliki badan yang memanjang dan tidak memiliki sisik, kecuali pada bagian garis rusuk. Ukuran ikan tongkol dapat mencapai 1 meter dengan berat 13,6 kg. Pada umumnya ikan tongkol memiliki panjang tubuh 50-60 cm (Auzi, 2008). Kulit ikan tongkol berwarna abu-abu dengan daging berwarna merah (Bahar, 2004). Ikan tongkol banyak dijumpai, terutama di perairan yang terhubung langsung dengan laut terbuka, yaitu lautan Pasifik dan Hindia.

Klasifikasi Ikan Tongkol

Klasifikasi Ikan Tongkol
Kingdom Animalia
Phylum Chordata
Sub Phylum Vertebrata
Class Pisces
Sub Class Teleostei
Ordo Percomorphi
Family Scombridae
Genus Euthynnus
Species Euthynnus affinis

Morfologi Ikan Tongkol

Ikan tongkol termasuk ikan pelagis kecil karena panjangnya 20-60 cm tetapi kadang-kadang bisa mencapai 100 cm (Kriswantoro dan Sunyoto 1986). Berat maksimum ikan tongkol dapat mencapai 13,6 kg. Makanan Ikan tongkol adalah teri, ikan pelagis dan cumi-cumi.

Ikan tongkol bentuknya seperti torpedo, mulut agak miring, gigi-gigi pada kedua rahang kecil, tidak terdapat gigi pada platinum. Kedua sirip punggung letaknya terpisah, jari-jari depan dari sirip punggung pertama tinggi kemudian menurun dengan cepat ke belakang, sirip punggung kedua sangat rendah. Warna tubuh bagian depan punggung keabu-abuan, bagian sisi dan perut berwarna keperak-perakan, pada bagian punggung terdapat garis-garis yang arahnya ke atas dan berwarna keputih-putihan.

Pada famili Scombiridae lainnya, ikan tongkol cenderung membentuk kumpulan multi spesies menurut ukurannya, misalnya dengan kumpulan Thunnus albacares, Katsuwonus pelamis, Auxissp, dan Megalopis cardyla.

Daging ikan tongkol memiliki komponen yang utama adalah air, protein, dan lemak, yang berkisar antara 98% dari total berat daging. Komponen yang terkandung dalam ikan memiliki pengaruh terhadap nutrisi serta sifat fungsi, kualitas sensori dan stabilitas penyimpanan daging. Komponen lain yang terkandung seperti karbohidrat, vitamin dan mineral hanya berkisar 2%, yang dapat membantu proses metabolisme saat ikan tongkol sudah dalam keadaan mati (Sikorski, 1994).

Daging ikan tongkol memiliki jaringan pengikat otot yang jumlahnya sedikit, hal ini yang menjadikan ikan tongkol salah satu ikan yang dagingnya dengan mudah dicerna. Selain itu ikan tongkol memiliki kandungan unsur hara minor berupa mineral penting, seperti iodium dan flour. Kandungan air pada ikan tongkol akan menurun saat musim panas, dan kandungan lemaknya menjadi maksimal. Ikan tongkol memiliki kandungan gizi yang tinggi (Lassen, 1965, dalam Suwamba, 2008). Kandungan gizi yang terdapat pada ikan tongkol yaitu, protein 21,60-26,30%, lemak 1,30-2,10%, air 71-76,76%, mineral 1,20-1,50% dan abu 1,45-3,40% (Suzuki, 1981). Selain itu ikan tongkol juga diperkaya kandungan lemak omega 3. Kandungan gizi tersebut sangat baik untuk tubuh dalam memenuhi kebutuhan gizi serta pertumbuhan (Sanger, 2010). Kandungan asam lemak yang terdapat pada ikan tongkol yaitu asam lemak omega 3 dan 6. Menurut Ali Khomsan (2006), total kandungan asam lemak omega 3 adalah sebesar 1,5 g/100 g dan asam lemak omega 6 sebesar 1,8 g/100 g. Salah satu fungsi dari asam lemak omega 3 yaitu, sebagai prekursor asam lemak esensial linoleat dan linolenat. Asam lemak esensial merupakan asam lemak yang tidak diproduksi oleh tubuh, melainkan harus didapatkan dari luar tubuh, seperti didapatkan dari asupan makanan.

No comments:

Post a comment