Tuesday, 15 November 2016

Klasifikasi Dan Morfologi Cumi-cumi

Klasifikasi Dan Morfologi Cumi-cumi

Cumi-cumi Sepioteuthis lessoniana Lesson, 1830 merupakan salah satu komuditas perikanan bernilai ekonomis penting, dan merupakan komoditas ekspor. Cumi-cumi salah satu sumber makanan bergizi yang banyak diminati oleh masyarakat. Cumi-cumi (Cephalopda) didalam dunia perdagangan telah dapat mengisi pasaran internasional sebagai salah satu hasil perikanan, disamping ikan dan udang (Sudjoko, 1988).

Klasifikasi Cumi-cumi

Klasifikasi Cumi-cumi
FilumMollusca 
Kelas  Cephalopoda
Sub-kelas   Coleoida 
Ordo  Teuthida 
Sub-ordo   Myopsida
Famili  Loliginidae
Sub-famili  Sepioteuthinae 
Genus  Sepioteuthis
Spesies Sepioteuthis lessoniana
Nama FAO Bigfin  reef  squid  (Inggris)

Calmar  tonnelet  (Perancis)

Calamar manopla (Spanyol)
Nama daerah Corak (Banten) dan Cumi lamun (NTB) 

Morfologi Cumi-cumi

Cumi-cumi termasuk dalam kelas Cephalopoda (hewan yang memiliki sejumlah lengan/kaki di kepala), kelas yang paling berkembang dalam filum moluska (Buchsbaum et al., 1994). Cumi-cumi ini dapat mencapai ukuran yang besar sekali, dimana contohnya adalah cumi-cumi raksasa, Architeuthis di laut Atlantik Utara. Cumi-cumi ini dapat mencapai panjang total 20 m termasuk tentakelnya 6 m dan lingkaran tubuh 4 m. Pada cumi-cumi, rostrum dan phragmacone dengan sekat-sekatnya lenyap, dan cangkangnya terdiri atas sisa pro-ostracum yang ringan dan transparan terdiri dari zat tanduk, disebut pen.

Cumi-cumi merupakan hewan pelagis yang berenang dengan gaya dorong jet (jet propulsion) untuk memburu mangsa yang juga perenang. Kecepatan berenang mundur lebih cepat dari pada berenang maju. Cumi-cumi menurut perenang tercepat diantara hewan avertebrata lainnya (Suwignyo et al., 1998).

Salah satu genus dari famili Loliginidae, yaitu genus Sepioteuthis mempunyai ciri-ciri sebagai berikut: tubuh gemuk dan agak mampat (kompres) secara dorsoventral, meruncing ke ujung ayang tumpul. Sirip individu yang dewasa dan yang mendekati dewasa biasanya besar, tersusun oleh daging atau otot, meluas hampir ke seluruh panjang mantel hingga ke ujung ekor. Hektokotilus pada lengan kiri dari spesies ini tidak memiliki fotofor (Nateewathana, 1997).

Nateewathana (1997) mendeskripsikan spesies Sepioteuthis lessoniana, LESSON secara lebih lengkap, berdasarkan bagian-bagian tubuh :

Mantel

Mantel panjang, kokoh, menyatu dan agak meruncing pada ujung posterior, pertengahan cuping antero-dorsal bulat dan agak menonjol; bagian ujung cuping ventro-lateral sangat menonjol; tepi mantel ventral cekung.

Sirip

Sirip besar, tebal dengan panjang 83 – 94% panjang mantel; cuping bagian anterior sempit dan bagian paling lebar sekitar 1/3 dari ujung posterior, oval dan lebar, lebarnya sekitar 54 – 71% dari panjang mantel. Sirip bersatu pada ujung posterior.

Kepala

Kepala besar namun sedikit lebih kecil dari lebar mantel anterior, leher dan mantel pada bagian dorsal dihubungkan oleh otot penghubung kepala (nuchal locking apparatus). Memiliki mata yang besar dan ditutupi seluruhnya oleh kornea kedua yang transparan, pori-pori yang unik (lacrimal) terdapat pada bagian depan mata, puncak olfaktori terlihat menonjol pada belakang mata.

‘Funnel’/corong

‘Funnel’/corong kokoh dan berbentuk keruut yang membesar kedalam permukaan ventral kepala; katup corong berada pada posisi subterminal dan telah berkembang dengan baik; organ corong dorsal berbentuk ‘V’ terbalik dengan dua bujur bantalan. Tulang rawan nuchalberbentuk ‘biola’ dan lebih sederhana, lurus dan agak melengkung pada bagian luar di dekat pasterior, sebuah lekuk yang dalam terdapat pada bagian pertengahan; tulang rawan

Lengan

Lengan gemuk dengan ujung yang agak tajam, ukurannya tidak sama dan berada pada tingkatan ukuran III,IV,II,I. Lengan I pendek berbentuk segitiga dengan selaput otot/’keel’ aboral sepanjang lengannya. Lengan II datar dengan dasar keel berenang aboral, yang mana bagian terluas terdapat pada pertengahan lengan. Lengan III besar dengan dasar keel aboral yang tebal. Lengan IV tidak memiliki keel aboral, besar dan memiliki selaput sepanjang tepi dorsal. Selaput pelinung yang kuat melapisi lengan II-III dan lebih lemah pada lengan IV. Penghisap seri ganda terdapat pada seluruh lengan; berdiameter kurang dari 2 mm, ukurannya mengecil kearah ujung. Penghisap terbesar terdapa pada jarak 1,25 dari ujung proxial lengan; penghisap terbesar terdapat pada lengan III dan terkecil pada lengan Ipada individu jantan dan betina. Cincin penghisap terdiri atas 17 – 28 gigi yang tajam dan runcing.

Lengan kiri IV

Lengan kiri IV pejantan berungsi sebagai hektokotilus, yang mana bagian yang termodifikasi sampai pada bagian 20 -30 %. Ukuran dan bentuk lengan kiri umumnya sama dengan lengan kanan. Bagian proximal lengan yang tidak termodifikasi terdiri atas 25 – 30 % pasangan penghisap yang tersusun dalam dua baris.

Tentakel

Tentakel berbentuk batang yang panjang, kokoh , dan compres secara lateral. Bagian pentung (club) agak lebih besar dengan bagian tepi dilapisi oleh selaput yang telah berkembang dengan baik, kokoh dengan dilengkapi penyokong yang menonjol, bagian permukaan aboral memiliki keel yang kuat.

Gladius/pen

Gladius/pen dengan rachis/tulang yang kokoh, melebarpada anterior dan mengecil pada posterior, pada bagian tengah berbentuk lingkaran, tebal secara lateral. Bagian vane lebar dengan bagian terlebar pada 1/3 dari ujung posterior, tebal pada bagian posterior namun bagian tepinya tipis.

Paruh bawah

Paruh bawah pendek dan kuat dengan ujung taring yang melengkung, memiliki kepala yang pendek dan sayap yang yang besar. Bagian ujung taring dan tepi pemotong bagian anterior sayap berwarna hitam, bagian puncak melengkung tanpa adanya pigmen warna.

Radula

Radula terdiri atas tujuh gigi melintang dansama pada individu betina maupun jantan; gigi rasidian pendek dan kuat dengan taring samping yang rendah, gigi samping pertama dan kedua sama dengan gigi rasidian namun sedikit lebih besar, gigi samping ke tiga berbentuk pelat oval dengan kait yang tipis.

Spermatofor

Spermatofor dengan ukuran panjang 4,5 mm dan lebar 0,15 mm, terdiri batas kumpulan sperma sepanjang kurang lebih total panjang spermatofor. Tubuh semen dengan penyempitan terdapat bagian pertengahan tubuh spermatofor, hampir terpisah menjadi dua bagian, bagian aboral lebih besar dari pada bagian oral. Alat ejakulasi terdiri atas beberapa gulungan besar dan rapat sekali di bagian ujung oral spermatofor.

Kantong tinta

Kantong tinta bentuk pirifrom tanpa fotofor, dengan lapisan luar berwarna hijau-biru keperakan dengan gari-garis pada sisi ventral massa isi rongga perut.











No comments:

Post a comment